Share

Bab 1579

Author: Hazel
Devika menegaskan seraya mengernyit, "Kalau kamu itu putra presiden, kamu juga bisa menjadi hebat. Sayangnya kamu bukan putra presiden dan kamu nggak akan dapatkan kesempatan ini selamanya."

"Tindakanku memang agak kejam bagimu dan membuatmu kehilangan cara untuk mendekati orang-orang berstatus tinggi. Tapi, semua itu memang bukan milikmu. Sebaiknya kamu kembali ke kehidupanmu yang biasa saja," lanjut Devika.

Walaupun Devika juga merasa tindakannya agak keterlaluan, dia sudah telanjur melontarka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
goodnovel comment avatar
Tony Prasetyo
g niat nulis novel dah berhenti saja g usah bikin kecewa pembaca
goodnovel comment avatar
Alfan Falachudin
ayo lah kak 10 bab perhari sama seperti yang kemarin" sayang atuh udah top up perhari cuma 4 bab
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3242

    Ide itu terdengar sangat menggiurkan. Namun, selain dalam urusan wanita, Tirta sebenarnya adalah orang yang cukup lurus dan merasa dirinya tidak sanggup melakukan hal tak bermoral seperti itu. Lagi pula, jika Priya mampu membelinya, paling-paling dia akan menggunakan hasil yang diperoleh saat memasuki reruntuhan nanti untuk memberikan kompensasi pada Priya.Selain terdapat berbagai monster iblis yang unik, tersimpan banyak warisan kuno dari zaman lampau juga di dalam reruntuhan itu. Asal menemukan satu saja, hasil yang diperoleh sudah akan sangat menguntungkan.Apalagi menurut penjelasan Priya, terdapat banyak obat suci yang istimewa juga di dalam reruntuhan itu yang sama sekali tidak dapat ditemukan di dunia luar. Obat-obat itu mampu meningkatkan peluang seseorang untuk menembus tingkat pencapaian agung yang sebenarnya.Oleh karena itu, Tirta merasa dia bisa mendapatkan hasil yang melimpah di perjalanan kali ini dengan mengandalkan keberadaan Pedang Penumpas Dewa. Baginya, hal yang pa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3241

    Para murid dari Sekte Trisuci itu sebenarnya ingin para pelayan di Kebun Obat Suci mengusir Tirta dan rombongannya. Namun, karena kekuatan sekte mereka tidak cukup besar, mereka tidak berani sembarangan membuka mulut agar tidak menyinggung pemilik Kebun Obat Suci.Saat melangkah masuk makin ke dalam Kebun Obat Suci, yang terlihat adalah obat spiritual berusia tiga ribu tahun. Masing-masing tumbuh bersama batu spiritual kualitas terbaik yang menjadi media hidupnya dan menempati bagian tengah ladang obat dengan radius satu mil. Di sekelilingnya, terdapat banyak batu spiritual kualitas terbaik terus memasok nutrisi hingga terlihat nyata.Daun serta batang dari obat spiritual itu seolah-olah dipahat dari giok hijau bening yang jernih berkilau dan memancarkan cahaya yang memikat. Jika dilihat sekilas, setidaknya ada lima ratus lebih obat spiritual berusia tiga ribu tahun di area luas itu.Setiap obat itu memiliki khasiat untuk membangkitkan tulang dari daging yang hancur, menghidupkan orang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3240

    "Lagi pula, nggak diperbolehkan bertarung di Kota Suci ini. Jangan kira aku nggak tahu. Meskipun kamu panggil semua tetua sektemu kemari, mereka juga nggak akan berani sentuh aku satu jari pun. Aku sarankan kamu jangan buang-buang waktu," kata Tirta dengan ekspresi yang sangat menyebalkan dan nada seolah-olah berkata dia bukan orang yang mudah ditakuti."Kamu .... Huh!"Kakak senior yang memimpin rombongan itu tidak menyangka Tirta bisa menebak niatnya. Wajahnya memanas karena merasa malu, lalu berkata, "Memangnya kamu bisa tinggal di Kota Suci ini seumur hidup?""Kalau itu sih nggak bisa. Tapi, meskipun aku keluar dari Kota Suci, kamu juga tetap nggak bisa buat apa-apa padaku. Kalau nggak percaya, kita lihat saja nanti."Tirta mengatakan itu sambil mengangkat bahu karena sama sekali tidak peduli, lalu menoleh pada para wanita dan berkata, "Ayo kita pergi. Meskipun benda ini menggonggong sekeras apa pun, nggak perlu dianggap serius.""Hehe. Suamiku memang hebat, wajah orang itu sampai

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3239

    "Tapi, kekompakan mereka memang nggak sebanding dengan sekte yang sesungguhnya. Kalau nggak, peta kekuatan tiga tanah suci besar di dunia awani sudah lama berubah menjadi empat tanah suci besar," kata Yumika yang tidak kuasa menahan rasa kagum dalam hatinya."Aku sih nggak begitu peduli dengan yang lainnya, yang paling utama adalah air spiritual di pusat kota ini memang luar biasa. Andai saja aku bisa pindahkan air spiritual ini," kata Tirta dengan mata yang berbinar.Di benaknya, Tirta sudah bisa membayangkan pemandangan air spiritual yang terus mengalir mengelilingi Desa Persik. Jika air spiritual dengan tingkat kepadatan energi spiritual seperti ini benar-benar dipindahkan ke sana, energi spiritual di sana akan begitu pekat hingga hampir tak terurai. Bahkan gunung belakang yang berjarak beberapa mil pun mungkin akan ikut menerima berkahnya."Huh huh. Sekali lihat saja sudah tahu dia orang kampung yang baru masuk kota. Bocah bodoh yang nggak tahu apa-apa, berani-beraninya omong besar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3238

    Sebelumnya, Priya sudah menjelaskan dengan detail bahwa segala bentuk konflik antara kultivator dilarang keras di dalam Kota Suci. Bahkan ayahnya Priya yang merupakan ketua Paviliun Ufuk pun harus sangat berhati-hati saat datang ke tempat ini secara langsung.Oleh karena itu, Tirta tidak terlalu khawatir saat Lavanya pergi membeli bahan-bahan sendirian. Apalagi dia juga sudah memberikan artefak rahasia pada Lavanya, bisa dibilang keselamatan Lavanya benar-benar terjamin.Setelah memperhatikan Lavanya memasuki gerbang kota yang megah itu hingga sosoknya menghilang di tengah kerumunan, Tirta baru berkata pada Priya, "Nona Priya, ayo kita berangkat juga.""Baik. Tuan Tirta dan kedua nona, silakan ikut denganku."Setelah itu, Priya berjalan di depan untuk memimpin jalan dan menjelaskan, "Tempat yang akan kita tuju dipenuhi kabut beracun yang alami dan sangat tebal. Selain itu, racunnya sangat mematikan sampai para kultivator pun sulit menahannya. Berbagai serangga beracun dan monster yang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3237

    "Jadi, tempat ini adalah reruntuhan kuno yang dibilang Nona Priya?" tanya Tirta."Bukan. Reruntuhan itu masih ada sekitar dua puluh ribu mil dari Kota Suci ini. Tapi, kalau mau ke sana, kita harus masuk ke Kota Suci lebih dulu untuk lakukan beberapa persiapan. Di sana ada banyak monster beracun yang punya racun mematikan di tubuh mereka, kita harus siapkan cukup banyak obat spiritual penawar racun. Kalau nggak, kita nggak pernah bisa kembali lagi," jelas Priya.Setelah diam sejenak, Priya melanjutkan, "Selain itu, Tuan Tirta, aku rasa aku perlu jelaskan sedikit soal Kota Suci ini. Kota ini adalah kota terbesar yang jadi pusat berkumpulnya para kultivator di dekat wilayah terlarang Laut Utara. Baik kultivator jalan lurus ataupun iblis, semuanya berkumpul di sini.""Tapi, begitu masuk kota ini, nggak peduli seberapa besar dendam seseorang ataupun ada konflik apa pun, orang itu nggak boleh bertarung di dalam kota. Kalau melanggar, akibatnya pasti mati.""Oh? Kenapa bisa begitu?" tanya Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1209

    "Malam ini Elisa akan tidur satu kamar denganku. Tolong kabari Bu Bella, sekalian tanyakan kapan dia akan pulang.""Kita sudah sepakat akan pergi jalan-jalan malam ini. Kebetulan, aku bisa memperkenalkan Elisa pada Bu Bella." Mendengar perkataan Tirta, Ayu tidak bisa menahan senyumannya."Bibi Elisa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1132

    Sebelum Tirta menyelesaikan perkataannya, Ayu menyela, "Yasmin, pria dan wanita nggak boleh tidur bersama. Kamu nggak boleh tidur dengan Tirta!"Yasmin menanggapi dengan ekspresi bingung, "Tapi ... Bibi, kenapa Kak Bella boleh tidur dengan Kakak Guru? Bukannya Kak Bella itu wanita? Aku juga wanita,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1179

    Wanita misterius itu sedikit terkejut saat melihat Tirta tetap utuh tanpa luka dan bahkan bisa menyelesaikan pertarungan dalam waktu singkat.Tirta menepuk dadanya, lalu berucap sambil tersenyum lebar, "Kak, sudah kubilang mereka cuma orang payah. Mereka sama sekali nggak bisa menyakitiku."Wanita m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1127

    Di atas tempat tidur yang empuk dan luas, Melati berbaring sendirian, memegang ponselnya. Dia gelisah, terus membolak-balikkan tubuhnya, tidak bisa tidur sama sekali.“Andai aku tahu Tirta akan pergi begitu lama, aku pasti ikut dengannya. Aku nggak akan seperti sekarang, hanya bisa diam-diam menonto

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status