Ampun, Jo, Ini Kegedean!

Ampun, Jo, Ini Kegedean!

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-06-15
Oleh:  Leva LorichBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
4 Peringkat. 4 Ulasan-ulasan
41Bab
860Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Warisan celana dalam dari leluhurnya itu membuat milik Teja menjadi terbesar se-Indonesia! Berbagai kemampuan luar biasa juga ia dapatkan dari warisan itu!

Lihat lebih banyak

Bab 1

1. Terbesar se-Indonesia

“Ohhhh, shhhh. Jangan kenceng-kenceng, Pakk!“

Teja Surya atau biasa dipanggil Tejo yang baru saja masuk kamar dan merebahkan diri di ranjang menjadi tersentak saat mendengar suara itu.

Suasana siang yang panas sejak ia pulang dari kampus menjadi semakin panas karena suara desahan tersebut.

“Tahan, Bu Septa. Ini sudah licin banget kok. Nanti juga enak,” suara Toni, ayah Teja, terdengar menjawab.

Kamar Toni yang berada persis di sebelah kamar Teja membuat semua kalimat itu terdengar jelas di telinga Teja.

'Suara itu lagi?!' Teja memijat pelipisnya.

Sudah bertahun-tahun Teja sering mendengar suara-suara aneh dari kamar ayahnya setiap kali sang ayah menerima pasien pijat.

Rumor tentang ayahnya yang didengungkan teman-teman kampus Teja kembali melayang di dalam benaknya.

“Ayahmu itu gigolo, Jo!“

“Kabarnya kan punya ayahmu paling gede se-Indonesia, Jo. Punyamu juga segede itu nggak?“

“Tukang pijat mah cuma kedok doang. Ayah Teja itu sebenarnya membuka praktik pijat plus-plus pakai ukuran supernya.“

Satu persatu hinaan dari teman kuliah Teja berputar seperti slide di pikiran Teja.

Ia semakin muak tatkala teringat minggu lalu telah menerima warisan lilitan kain dari ayahnya yang berfungsi sebagai celana dalam itu.

“Lilitan kain ini adalah warisan turun temurun, Ja. Mau tak mau kamu harus siap menerimanya,” ucap ayah Teja saat meminta Teja mengenakannya minggu lalu.

Teja membenamkan wajah ke bantalnya, berusaha meminimalisir suara yang masih terdengar dari kamar ayahnya.

'Aku nggak mau dapet warisan benda mesum kayak gini!' pekik Teja tak terima.

“Oohhh, Pakk, sakittt. Ini kegedeannn!“

Suara itu kembali terdengar, menembus bantal yang nyatanya tak mampu mengurangi suara yang sangat tak ingin didengar oleh Teja.

“Tenaga saya memang gede, Bu Septa. Kalau lemah, gimana bisa mijat dengan baik?!“ suara Toni terdengar memberikan penjelasan.

Bu Septa masih terdengar merintih. “Uhhhh, shhh. Iya, Pak. Tapi jangan keras-keras mijatnya. Aku ini cewek lho, bukan kingkong!“

Lambat laun suara-suara mereka berangsur mereda seiring dengan rasa kantuk di mata Teja yang semakin memberat.

Tak lama kemudian Teja sudah terlelap, mengabaikan apa yang terjadi di kamar sebelah.

Sore harinya, saat Teja sedang mencuci motor matiknya, pasien lain datang lagi.

“Permisi, Pak Toni ada?“ ucap seorang gadis muda berusia sekitar 19 tahunan, seumuran dengan Teja.

Tubuh gadis berparas cantik itu sangat molek dibalut celana jeans ketat dan kaos yang juga sangat ketat.

Teja mengangkat wajahnya dan seketika terhenyak. “Nanaaa?!“

“Lho, Tejoo?!“ gadis yang dipanggil Nana oleh Teja itu ikut kaget.

Nana adalah teman seangkatan Teja di kampus. Ia sangat terkenal karena merupakan penyanyi tenar di kota itu.

Dan yang membuat Teja merasa heran adalah pamor ayahnya hingga bisa dikenal oleh penyanyi hebat sekelas Nana.

“Kamu kenapa cari ayahku, Na?“ tanya Teja saat telah bisa menguasai keterkejutannya.

“Mau pijat lah! Aku udah bikin janji tadi lewat pesan sama Pak Toni!“ jawab Nana cepat.

Teja akan menanggapinya lagi, namun sang ayah tiba-tiba muncul di teras. “Mbak Nana, silakan masuk. Aduh maaf saya nggak dengar tadi kalau mbak sudah dateng,” sapanya ramah.

Teja memandang wajah ayahnya dan Nana bergantian dengan tatapan penuh tanda tanya.

'Ngapain sih sampai nerima pasien dari kampusku segala?! Kalau kayak gini kan rumor itu makin santer nyebar di lingkungan kampus,' batin Teja tak senang.

“Pak Toni ternyata ayahnya Tejo, ya?!“ ujar Nana sambil mengikuti langkah Toni masuk ke kamar.

“Mbak Nana kenal sama Teja?“ tanya Toni balik.

Nana mengangguk. “Kenal, Pak. Kan kami satu kampus.“

Tatapan mata Teja mengiringi langkah keduanya sebelum kemudian pintu kamar ayahnya menutup kembali.

Tidak seperti biasanya yang tak pernah mau peduli pada pasien ayahnya, kali ini Teja cukup merasa penasaran pada pijat seperti apa yang akan dijalani Nana.

Ia pun berjingkat masuk ke kamarnya, berniat untuk menguping kegiatan tersebut.

Awalnya Teja hanya mendengar percakapan ringan dari keduanya.

Namun beberapa menit kemudian, lenguhan khas yang biasa ia dengar dari para pasien ayahnya mulai terdengar.

“Uhhh shhhh, Pak. Iya disitu, pas banget. Tapi gelii, Pakk,” erang Nana yang langsung membuat kening Teja berkerut.

“Kalau segini, kegedean nggak buat mbak Nana?“ suara Toni menyusul terdengar.

“Gede banget, Pak. Tapi saya kayaknya masih mampu nahan deh. Shhhh ohhh, tapi pelannn, Pak!“ jawab Nana yang terdengar seperti menahan sesuatu.

'Duh, ini sebenarnya pijat macam apa sih?! Nana juga gitu, ngapain pakai acara minta pijat ke ayahku segala?' Teja menjadi uring-uringan sendiri. Ada perasaan tak rela saat melihat teman kuliahnya meminta layanan pijat pada sang ayah.

Sejenak Teja menatap celananya sendiri dimana lilitan kain zaman kerajaan itu berada.

'Benda ini yang bikin ukuran ayah jadi segede kaki kingkong. Dan aku harus mewarisinya buat melayani para pasien pijat aneh itu?!'

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Lyla Veil
Lyla Veil
Oh judulnya bikin pikiran traveling ini... lanjut baca isinya. semangat nulis kak ...
2026-06-06 12:51:15
1
1
Ellailaist
Ellailaist
Hwaaa, dari judulnya sudah memicu pikiran kemana2. Tapi isinya tak seseram judulny.wkwkwk . Bab awal ada kocaknya... Mayan buat bacaan santai. Ditunggu thor updatenya...
2026-06-04 19:27:42
1
1
Ayuwine
Ayuwine
awhhh seru banget kaaaaakkk
2026-06-04 19:26:38
1
1
Alsya Ananda
Alsya Ananda
Gokil ceritanya.Anti mainstream Ayo,ditunggu update an nya
2026-06-04 19:00:25
1
1
41 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status