Share

Bab 218

Author: Hazel
Nabila tidak tahu bahwa Tirta masih punya wanita lain. Jadi, dia mengira semua pakaian dalam seksi itu untuknya. Bagaimana bisa dia menghabiskan lebih dari 100 pakaian dalam seksi itu? Ketika saat itu tiba, bukankah Tirta akan seperti kuda liar yang tak terkendalikan?

Tirta tahu bahwa Nabila sudah salah paham. Namun, dia tidak bisa menjelaskan sehingga hanya tersenyum mesum. Nabila pun berkata, "Aduh, Tirta, kamu menyebalkan sekali!"

Nabila merasa malu sekaligus kesal. Sementara itu, Arum merasa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Deni Wahyu
knapa terlalu banyak iklan yg menggangu.. sudah merasa tidak nyaman karena terlalu sering iklan....
goodnovel comment avatar
Andis Arya
banyak iklan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3326

    Gua itu sangat sederhana, semua yang ada di dalamnya dapat terlihat dengan sekali pandang. Jika memang ada formasi teleportasi, Tirta dan yang lainnya pasti bisa langsung menemukannya bahkan tanpa menggunakan kesadaran spiritual."Kalau memang nggak ada, ya sudah. Untung saja Lavanya nggak ikut masuk ke sini dan tetap di Kota Suci untuk siapkan berbagai bahan sebagai rencana cadangan," kata Tirta yang tidak begitu kecewa soal formasi teleportasi. Sebelum datang ke sini, dia juga sudah memperkirakan hasil seperti ini.Sekitar dua jam kemudian, Tirta akhirnya berhasil menstabilkan luka Selvi. Setelah membersihkan ranjang batu, dia membaringkan Selvi di atasnya untuk beristirahat."Bocah, aku benar-benar nggak menyangka kemampuan medismu ternyata memang nggak kalah dari si tua Tabib Suci itu. Karena kamu sudah susah payah begitu lama, bagaimana kalau kamu berbaring di sampingku untuk istirahat sebentar?" kata Selvi yang langsung membuka mata dan tersenyum jahil begitu Tirta membaringkanny

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3325

    Selvi mendengus malu-malu, tetapi tidak menyerang Tirta."Hehe. Tapi, Senior sama sekali nggak terlihat tua, bahkan gadis berusia delapan belas tahun pun nggak secantik Senior," kata Tirta sambil tersenyum makin puas."Dasar genit. Kalau kamu nggak bisa sembuhkan aku, nanti aku baru hitung semuanya denganmu," kata Selvi dengan nada kesal, tetapi hatinya berbunga-bunga.Bagaimanapun juga, wanita tetap wanita. Meskipun Selvi sudah hidup sepuluh ribu tahun, dia tetap merasa senang jika ada yang memuji kecantikannya. Apalagi kini kecantikannya memang luar biasa dan penampilan mudanya jauh melampaui wanita biasa.Setelah itu, Selvi tidak bertanya dan tidak mengatakan apa pun lagi. Dia berbaring di pelukan Tirta dengan santai dan tenang agar Tirta mengobati lukanya yang sangat parah. Dengan tubuh penuh luka dan hati dipenuhi rasa cemas, dia sudah mengerahkan seluruh tenaganya hanya untuk menemukan Tirta. Kini bahaya sudah berlalu, dia tanpa sadar melepaskan kewaspadaannya dan tertidur lelap.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3324

    "Gawat. Orang itu sudah temukan tempat ini. Bocah-bocah, cepat lihat apa ada jalan keluar lain di dalam gua ini. Aku akan mengalihkan perhatiannya lagi," kata Selvi sambil mengernyitkan alis. Terlihat rasa sedih yang tidak sesuai penampilannya di wajah mudanya yang lembut seperti seorang gadis. Dia berusaha bangkit dengan wajah yang langsung memerah, tetapi itu jelas bukan rona yang alami.Namun, Tirta segera menghentikan Selvi. "Senior, aku hargai niat baikmu, tapi percayalah padaku sekali ini saja. Aku pasti nggak akan mengecewakanmu."Menghadapi Selvi yang mulutnya tajam tetapi hatinya lembut, hati Tirta terasa hangat. Tanpa panik sedikit pun, dia mengeluarkan kertas emas dan peta bintang. Dengan kesadaran ilahinya, dia mengendalikan kedua benda itu untuk melayang keluar dari gua dan berhenti tepat di pintu masuk.Setelah itu, Tirta tidak memedulikan keadaan di luar gua lagi dan tetap fokus untuk mengobati Selvi. Dia menyambungkan kembali meridian Selvi, menyatukan tulang-tulang yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3323

    Setiap kali mengucapkan satu kata, Selvi akan memuntahkan cukup banyak darah dan membuat Tirta merasa iba. Selvi memang sudah menukar teknik kultivasinya dengan satu obat spiritual berusia sepuluh ribu tahun miliknya, tetapi dia yang sebenarnya memperoleh keuntungan. Oleh karena itu, saat melihat Selvi terluka seperti ini, dia tentu saja tidak akan tinggal diam."Senior, jangan panik. Selama ada aku di sini, aku nggak akan biarkan makhluk itu melukaimu lagi. Lukamu terlalu parah. Bersembunyilah dulu, biar aku obati lukamu," kata Tirta sambil menggendong Selvi dan berjalan ke depan gua, lalu menendang pintu batunya. Setelah pintu batu yang satunya lagi langsung hancur berkeping-keping, dia pun melangkah masuk ke dalam gua."Kita juga masuk," kata Irena dan Yumika sambil mengeluarkan artefak mereka untuk menerangi bagian dalam gua, lalu segera mengikut dari belakang.Di dalam gua, ternyata tidak ada pemandangan berupa batu spiritual menutupi lantai, obat spiritual memenuhi dinding, atau

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3322

    "Kamu pernah lihat tulisan tangan ini di mana?" tanya Tirta buru-buru. Apa mungkin pemilik gua ini masih berkelana di dunia awani hingga sekarang? Jika tidak, mengapa Yumika yang baru pertama kali datang ke tempat ini bisa merasa tulisan tangan itu begitu familier?"Aku nggak begitu ingat karena itu sudah terjadi sangat lama. Mungkin saja aku yang salah ingat. Atau mungkin aku pernah lihat tulisan yang mirip, jadi merasa familier," kata Yumika. Dia berusaha mengingat kembali dengan saksama, tetapi dia tetap tidak dapat memberikan jawaban yang pasti.Setelah mendengar itu, Tirta juga merasa kemungkinan besar Yumika yang sudah salah ingat."Bagaimana caranya buka pintu batu ini? Apa mungkin ada tempat legendaris yang bisa buat orang mencapai tingkat pencapaian agung yang sebenarnya di dalam gua ini?" tanya Irena sambil menatap pintu batu yang tebal itu dengan ekspresi gembira sekaligus hormat."Coba pakai kekuatan kasar," jawab Tirta sambil mengaktifkan mata tembus pandang dan memeriksa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3321

    Ruang hampa pun berubah bentuk.Setelah menunggu sampai pria itu benar-benar mati, Irena baru melangkah keluar. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan nada penuh penghinaan, "Aku rasa semuanya sudah dipakai untuk sempurnakan senjata spiritual ini. Benda ini cukup bagus, tapi aku nggak tahu apa Tirta akan suka ini atau nggak."Setelah tubuhnya berkelebat, Yumika juga muncul di dekat sana. Dia memungut cambuk naga itu, lalu menghapus jejak kesadaran ilahi pemilik sebelumnya dan berkata, "Irena, Kak Yumika, sepertinya Ilmu 18 Transformasi Jangkrik Emas benar-benar meningkatkan kekuatan kalian. Kalian sampai bisa bunuh seorang kultivator tingkat penebas dewa tahap akhir tanpa terluka sedikit pun."Saat itu, Tirta baru melangkah mendekat sambil tersenyum."Sayang, kamu sendiri saja sudah bisa bunuh seorang kultivator tingkat penebas dewa tahap akhir, jangan ejek kami lagi ya," kata Irena sambil menyimpan Pedang Haus Darahnya. Meskipun begitu, nada bicaranya tetap terdengar merasa bangga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1868

    Tirta tersentuh. Dia berucap, "Ayah, Ibu, aku tahu niat baik kalian. Tapi, kalian nggak usah mengkhawatirkan hal ini. Kedua barang ini hampir nggak membutuhkan modal produksi. Kita cuma butuh batu giok dan kertas jimat kuning biasa. Aku bisa membuat ribuan jimat dan air spiritual dalam sehari."Mend

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1889

    Arianda berbalik dan melihat Tirta masih mengejarnya. Dia mencibir dan berujar, "Hei, kejar aku saja. Kamu kira aku takut padamu?"Waktu 1 jam berlalu lagi. Mereka berdua sudah sampai di tengah gunung, tidak ada seorang pun di tempat ini. Sekarang makin banyak energi spiritual di dalam tubuh Arianda

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1863

    Pembawa acara hanya bisa mendekati Tirta untuk bicara karena mikrofonnya direbut Tirta. Dengan begitu, suaranya baru bisa didengar semua orang. Dia bertanya dengan ekspresi canggung, "Air spiritual istimewa? Apa itu?"Satu tangan Tirta memegang mikrofon, satu tangannya lagi mengeluarkan batu giok ya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1950

    Tirta memang mendengar gumaman Amaris, tetapi dia tidak menganggapnya serius. Alasannya karena sekarang dia harus melakukan hal penting.Tirta menyeringai saat merasakan kuda yang berpacu. Dia berpikir jika Eira bisa bertahan lama, itu berarti dia bisa merasakan kenikmatan dalam durasi yang panjang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status