LOGINSelain Tabib Suci, masih ada 17 orang suci dunia awani serta sejumlah kultivator kuat yang termasuk tokoh paling menonjol di antara para kultivator lainnya. Begitu melihat Tabib Suci memimpin Tirta dan rombongannya keluar dari gerbang Kebun Obat Suci, mereka langsung berbondong-bondong mendekat.Meski hanya menunggu semalam, cara mereka memandang rombongan itu sudah seperti narapidana yang mendekam sepuluh tahun di penjara lalu tiba-tiba melihat wanita cantik. Benar-benar penuh hasrat dan antusiasme yang sulit disembunyikan.Pendekar Suci berkata dengan tidak sabar, "Tiga Belas, sekarang kita sudah bisa berangkat, 'kan?"Pedang Terbang yang tergantung di pinggangnya juga berdengung tanpa henti, seolah siap menembus langit kapan saja.Sementara itu, orang suci peringkat ke-18, yaitu nenek tua yang tampak sangat renta hingga tubuhnya membungkuk, tersenyum sambil melangkah maju, memperlihatkan beberapa gigi yang masih tersisa."Kak, kamu buat adikmu ini menunggu begitu lama. Sekarang aku
Jangan bilang Tirta berhati licik karena menjebak mereka, padahal mereka tidak punya dendam dengannya.Ini adalah dunia kultivasi, tempat yang kuat memangsa yang lemah. Kalau kultivator lain yang menguasai Pedang Penumpas Dewa milik Tirta, membunuh mereka saja sudah termasuk hukuman yang ringan.Dibandingkan dengan keserakahan mereka terhadap harta karun di dalam reruntuhan, pelajaran kecil yang diberikan Tirta sama sekali bukan apa-apa.'Hehe, semua ini juga berkat kerja sama Kakak. Setelah aku mendapat banyak keuntungan nanti, tentu aku nggak akan melupakanmu.' Tirta mengirim transmisi suara.'Kalau begitu, aku ucapkan terima kasih lebih dulu.' Tabib Suci juga tidak sungkan dan langsung menerimanya dengan senang hati."Oh ya, Kak, sejak datang ke dunia awani, aku masih belum mendapat kabar tentang Guru. Kamu tahu beliau pergi ke mana?" Inilah yang sebenarnya ingin Tirta tanyakan sejak sore tadi. Namun, urusan Sodam yang menyebarkan kabar telah membuatnya tertunda.Petani Suci memang
Jika benar-benar berhasil mencapai tingkat pencapaian agung yang sesungguhnya, di masa depan mereka bisa meninggalkan wilayah utara, pergi ke wilayah lain di dunia awani, menguasai suatu daerah, lalu mendirikan sekte sendiri."Nggak, nggak. Kita semua adalah 18 Orang Suci, mana mungkin aku mencelakai kalian? Lagi pula, ini kesempatan untuk mencapai tingkat pencapaian agung yang sesungguhnya. Gimana mungkin nggak disertai bahaya?""Tenang saja, aku nggak akan pergi sendiri.""Sebaiknya masing-masing dari kalian siapkan tiga obat spiritual berusia 8.000 tahun serta artefak pertahanan tingkat tinggi sebelum berangkat.""Kalau sampai terjadi sesuatu, menyesal pun sudah nggak ada gunanya lagi." Tabib Suci mengingatkan dengan ekspresi serius.Melihat sikapnya seperti itu, para orang suci saling memandang. Mereka semua sedang berpikir.'Yang dikatakannya memang masuk akal. Kalau dia nggak ingin berbagi kesempatan itu dengan kami, dia nggak mungkin sengaja memberitahu hal-hal seperti ini.''Ta
Kalau biasanya ada orang yang berani mengepung gerbang Kebun Obat Suci seperti ini, para pelayan sudah lama keluar untuk mengusir mereka.Namun saat ini, mereka bahkan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.Tak lama kemudian, sebuah suara tenang terdengar."Hehe. Saudara-saudara sekalian, berita ini disebarkan oleh seseorang yang sengaja ingin memfitnah dan menjebak kita. Sebaiknya kalian jangan langsung percaya."Tabib Suci berjalan keluar sambil tersenyum. Di belakangnya diikuti Tirta, Irena, Yumika, dan Priya.Tentu saja di paling belakang, ada seekor anjing hitam yang tampak sangat menyebalkan. Anjing itu menguap sambil berjalan santai.Sejak rumor itu mulai beredar pada sore hari, Tirta dan Tabib Suci sudah menduga bahwa Sodam yang sengaja menyebarkannya.Karena itu, saat melihat 17 orang suci mengepung Kebun Obat Suci, mereka sama sekali tidak panik.Lagi pula, rahasia mengenai reruntuhan itu sudah terlanjur bocor. Siapa pun tidak akan mampu menutupinya lagi.Karena itu, Tirt
Di antara 18 Orang Suci, Tabib Suci berada di peringkat ke-13. Namun, peringkat itu bukanlah berdasarkan kekuatan, melainkan berdasarkan usia.Karena itu, dari sudut pandang tertentu, bakat dan potensi Tabib Suci sebenarnya lebih unggul dibanding 12 orang yang berada di atasnya.Tentu saja, itu adalah peringkat yang dibuat sebelum Kota Suci didirikan. Kini, lebih dari 2.000 tahun telah berlalu. Siapa yang lebih kuat dan siapa yang lebih lemah di antara mereka hanya bisa diketahui setelah benar-benar bertarung.Swish! Swish! Swish! Tujuh belas ahli tingkat semi pencapaian agung yang juga merupakan para pendiri Kota Suci dunia Awani, muncul satu demi satu di depan gerbang Kebun Obat Suci.Kejadian itu langsung menimbulkan kehebohan besar. Bagaimanapun, mereka mewakili puncak tertinggi dari seluruh kekuatan yang ada di Kota Suci dunia awani dan memiliki hak bicara yang mutlak.Patung raksasa setinggi 1.000 meter lebih yang berdiri di pusat Kota Suci dibangun khusus untuk memuliakan dan me
Sodam mendengus marah, lalu mengibaskan lengan bajunya sebelum meninggalkan Kebun Obat Suci.Tanpa esensi laut dan obat spiritual itu, dia tidak mungkin bisa memasuki reruntuhan dan ikut memperoleh bagiannya.Selain itu, dilihat dari situasi saat ini, dia bukan hanya telah menyinggung Paviliun Ufuk, tetapi juga secara tidak langsung telah menyinggung Tabib Suci.Tidak peduli seberapa keras dia berusaha menyenangkan Tabib Suci di masa depan, karena adanya Tirta, Tabib Suci tidak mungkin lagi memandangnya dengan baik."Sepertinya aku hanya bisa pakai cara ini!"Setelah meninggalkan Kebun Obat Suci, Sodam terus memikirkan cara untuk membalas dendam. Tak lama kemudian, akhirnya dia menemukan sebuah rencana yang bukan hanya bisa mengacaukan keadaan, tetapi juga memberinya kesempatan untuk membalas dendam."Hmph, kalau aku nggak bisa masuk ke reruntuhan itu, aku akan menyebarkan beritanya kepada semua orang!""Biar ratusan ribu kultivator di Kota Suci dunia awani, ditambah 18 Orang Suci duni
Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar
"Tirta, nyalimu besar sekali. Setelah mengalami kejadian begini, kamu masih kepikiran mau beli rumah? Bagaimana kalau kita tunda dulu beli rumahnya? Kita bisa jalan-jalan dulu buat santai."Meski berkata demikian, Nabila merasa lega setelah melihat sikap Tirta yang masih tetap santai."Duh, Nak. Kulia
Hasil kali ini jauh lebih mengerikan daripada yang sebelumnya. Kepala Tigor langsung menghancurkan kandang segi delapan. Tigor terjatuh di luar arena.Meskipun masih bernapas, penampilan Tigor babak belur. Sekujur tubuhnya sampai mengejang. Sekalipun tidak mati, dia tetap sekarat. Bagaimanapun, darah
Bagaimanapun, Gandhi adalah orang berusia paruh baya, tapi dia malah memanggil Tirta dengan sebutan "Kakak". Bisa dilihat, betapa takutnya dia terhadap Tirta."Setelah Kak Melati memaafkan kalian, aku baru akan bebaskan kalian. Kalau nggak, kalian tetap berlutut saja di sini!" Menghadapi permohonan G







