Compartir

Bab 446

Autor: Hazel
"Setelah dipikir-pikir lagi sekarang, kami sudah mengorbankan jerih payah kami seumur hidup di Farmasi Santika. Kalau pergi begitu saja, memang nggak terlalu baik."

"Kami benar-benar tulus menyadari kesalahan kami sekarang. Kami berharap bisa kembali ke perusahaan," ucap Rudi dengan tulus.

"Jadi ... bagaimana kalau saham itu dikembalikan pada kami?" Rudi dan Ezra langsung mengakui kekalahan mereka.

Bukan karena menyadari kesalahan mereka, melainkan karena mereka tidak bisa menahan godaan uang ya
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
Hans Silalahi
***** lanjut
goodnovel comment avatar
Eko Abid Kamila
ditunggu kelanjutannya min...
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3362

    Mengenai apa yang terjadi di dalam reruntuhan surgawi, Tirta dan yang lainnya tentu saja tidak mengetahuinya. Saat ini, mereka baru saja keluar dari lorong dan kembali ke dunia luar. Mereka bahkan belum sempat menikmati udara segar di dunia luar.Sret sret sret!Tiba-tiba terdengar beberapa suara benda tajam yang membelah udara. Bagaikan ular berbisa yang telah lama bersembunyi dan langsung melancarkan serangan mematikan begitu mangsanya lewat."Hm? Siapa yang berani lakukan penyergapan di sini?" kata Selvi sambil mendengus sebelum Tirta sempat melihat dengan jelas apa yang datang menyerang. Dengan telapak tangannya yang putih dan halus, dia melayangkan satu pukulan dan puluhan belati merah langsung menjadi serbuk besi.Plak plak plak plak!"Mampu hancurkan serangan gabungan dari sebelas kultivator tingkat semi pencapaian agung hanya dengan satu telapak tangan saja. Reputasi Jangkrik Suci yang menduduki peringkat kedelapan belas di Kota Suci dunia awani memang benar," kata Bakrie denga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3361

    "Aduh ... pinggangku," keluh Tabib Suci yang terjatuh tepat di samping Tirta. Dia telungkup di tanah cukup lama juga tidak bangkit kembali."Uhuk uhuk .... Kak, karena Kakak sudah keluar dari jalan ujian, aku rasa sudah waktunya kita tinggalkan tempat ini. Aku masih punya beberapa urusan penting yang harus diselesaikan," kata Tirta yang sama sekali tidak merasa canggung, melainkan segera membantu Tabib Suci berdiri. Saat Tabib Suci sedang tidak memperhatikan, dia diam-diam menyelipkan puluhan Cincin Penyimpanan ke pakaian Tabib Suci."Baik. Kalau begitu, ayo kita tinggalkan tempat ini," kata Tabib Suci sambil menyeringai dan menganggukkan kepala. Tubuhnya jelas tidak setangguh Tirta yang tahan dipukul.Setelah kejadian itu, keduanya menjadi jauh lebih sopan saat kembali ke hadapan Selvi.Setelah Tirta menjelaskan keadaannya, Priya juga setuju sepenuhnya untuk segera meninggalkan tempat itu. Bagaimanapun juga, kali ini mereka juga sudah mendapatkan hasil yang sangat besar. Satu-satunya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3360

    "Kakak baru saja keluar dari jalan ujian, tapi sudah bisa tahu langit dan bumi di tempat ini nggak sempurna. Sepertinya hasil yang Kakak dapat kali ini benar-benar luar biasa," kata Tirta sambil tersenyum."Tirta, sejujurnya ini nggak bisa dibilang dapat hasil yang besar. Aku hanya dapat pemahaman yang lebih mendalam soal alam dan segala kehidupan," jawab Tabib Suci dengan sangat rendah hati.Sebenarnya, pengalaman yang dialami Tabib Suci di jalan ujian hampir sama dengan Tirta. Dia melihat pohon purba menjulang tinggi dan planet-planet di setiap helai daunnya. Dia juga merasakan siklus kejayaan serta kemunduran segala makhluk dan pergantian tiada henti antara hidup dan mati. Dari sana, dia paham pertumbuhan segala sesuatu memiliki hukum kehidupan yang tak pernah terputus."Selamat, Tabib Suci.""Selamat, Tabib Suci ...."Setelah melihat Selvi menerobos ke tingkat pencapaian agung dan kini mendengar Tabib Suci juga hampir berhasil menerobos kapan pun, perasaan ketiga Orang Suci dunia a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3359

    Boom!Saat kepalan tangan Selvi dan telapak tangan itu bertabrakan, kekuatan dahsyat meledak dari titik benturan dan menyapu ke segala arah bagaikan gelombang raksasa.Krak!Dalam radius seratus mil, pepohonan berubah menjadi abu, pegunungan runtuh, dan bebatuan beterbangan menembus awan.Pada saat yang bersamaan, telapak tangan keriput itu juga dihancurkan oleh kepalan mungilnya Selvi hingga meledak berkeping-keping."Aargh ... mana mungkin kekuatanmu bisa meningkat begitu drastis. Ini bukan kekuatan seorang kultivator tingkat pencapaian agung," jerit makhluk itu dengan marah dan terkejut dari balik kabut hitam pekat. Tanpa ragu sedikit pun, dia langsung berbalik dan melarikan diri.Selvi yang saat ini benar-benar berbeda dibandingkan sebelumnya dan perbedaannya itu bagaikan langit dan bumi. Meskipun roh ganas era surgawi itu telah menyerap darah dan esensi banyak kultivator tingkat penebas dewa, roh itu tetap tidak mampu menahan satu pukulan Selvi."Huh. Teknik kultivasiku sudah semp

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3358

    "Nenek iblis, apa maksudmu ini? Suamiku sudah susah payah melindungimu selama kamu menerobos tingkatan, tapi kamu malah langsung pukul suamiku setelah berhasil. Keterlaluan sekali. Aku akan melawanmu," kata Irena yang tidak tahu situasi sebenarnya dan langsung dipenuhi amarah. Dia menghunus Pedang Haus Darah dan menusukkannya ke arah arah jantung Selvi dari belakang.Namun, saat Selvi tidak berjaga-jaga pun, Irena sudah tidak mampu melukai Selvi yang kini kekuatannya meningkat pesat."Kenapa Senior Selvi tiba-tiba pukul Tirta? Jangan-jangan dia kesurupan?"Yumika dan Priya juga hendak menghentikan Selvi. Namun, mereka melihat Selvi tidak menyerang dengan sungguh-sungguh dan tidak menggunakan kekuatan spiritual sedikit pun, bahkan hanya mengandalkan kekuatan fisik untuk memukuli Tirta. Oleh karena itu, mereka akhirnya memilih untuk diam. Meskipun begitu, mereka tetap merasa heran."Selvi, Tuan Tirta sudah melindungimu selama kamu menerobos tingkatan dan bahkan selamatkan nyawa kita semu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3357

    Cahaya hijau muda mulai muncul bagaikan tunas yang baru saja tumbuh. Hijau itu begitu cerah hingga mengalahkan cahaya emas sebelumnya dan dipenuhi aura kehidupan yang melimpah."Begitu jangkrik emas itu berubah jadi hijau sepenuhnya, Senior Selvi juga akan berhasil tembus tingkat pencapaian agung," kata Tirta.Namun pada saat itu, Tirta sama sekali tidak lengah. Karena selain ada tiga roh ganas dari era surgawi yang mengintai dalam kegelapan, Sodam juga entah bersembunyi di mana. Begitu Selvi berhasil menerobos tingkatan, bencana langit akan turun untuk memusnahkan orang yang menentang langit itu hingga menjadi abu."Salah. Obat spiritual di tempat ini nggak pernah mengalami bencana langit. Kalau wilayah ini memang nggak ada bencana langit, apa Senior Selvi masih termasuk berhasil menembus tingkatan?" kata Tirta saat sebuah pemikiran lain tiba-tiba muncul di benaknya. Tentu saja, dia belum pernah menemui keadaan seperti ini sebelumnya. Oleh karena itu, dia hanya bisa terus mengamati ap

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1429

    Irene berujar, "Aku ... aku juga bisa kok. Meskipun sebenarnya aku nggak pernah terpikir buat benar-benar bersama Tirta. Bagaimanapun, aku dan dia sudah punya ikatan perasaan sejak dulu. Aku juga berharap dia bisa cepat pulih. Hanya saja, orangnya banyak banget. Aku takut ... takut nanti aku ...."I

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1496

    Jika jawaban Tirta bisa membuat Bella puas, tentu saja Bella akan menelepon Darwan untuk memberitahunya kabar ini."Tentu saja bukan begitu. Bella, bukan itu maksudku. Aku cuma nggak ingin Paman Darwan khawatir," ucap Tirta.Tirta yang tidak mengetahui kebenaran seketika merasa gugup setelah mendeng

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1413

    "Nggak. Paman, aku cuma merasa malu nggak antar Pak Tirta. Nggak apa-apa. Lagi pula, sebentar lagi Pak Tirta akan pergi ke ibu kota," sahut Marila.Tiba-tiba, Marila merasa tidak ada gunanya dia tetap tinggal di Provinsi Naru. Jadi, dia berniat kembali ke ibu kota. Marila melanjutkan, "Paman, aku ra

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1521

    Satu jam kemudian, Tirta duduk di lantai sambil bertanya kepada Ayu dan Elisa dengan ekspresi serius, "Bi Ayu, Bi Elisa, apa kalian sudah hafal Mantra Sehati yang kuajarkan tadi?"Tirta sudah menjelaskan keuntungan dan kerugian Mantra Sehati kepada kedua bibinya. Selain itu, Tirta tidak lupa berpesa

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status