Share

Bab 508

Penulis: Hazel
Dipimpin oleh Pasha, Tirta dan Bella tiba di sebuah pondok kecil yang indah di tengah hutan pegunungan. Seperti yang dijanjikan Pasha, tempat itu telah dipenuhi dengan berbagai hidangan lezat khas pegunungan.

Sambil menikmati udara segar pegunungan, mereka menyantap sayuran dan jamur hutan yang segar, ditemani pemandangan alam yang luar biasa. Tempat ini benar-benar memberi kesan seperti sebuah resor pegunungan.

Makan siang itu terasa sangat santai. Tanpa kehadiran Resnu, wajah Bella tampak lebi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Hans Silalahi
***** pasha benar Lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3322

    "Kamu pernah lihat tulisan tangan ini di mana?" tanya Tirta buru-buru. Apa mungkin pemilik gua ini masih berkelana di dunia awani hingga sekarang? Jika tidak, mengapa Yumika yang baru pertama kali datang ke tempat ini bisa merasa tulisan tangan itu begitu familier?"Aku nggak begitu ingat karena itu sudah terjadi sangat lama. Mungkin saja aku yang salah ingat. Atau mungkin aku pernah lihat tulisan yang mirip, jadi merasa familier," kata Yumika. Dia berusaha mengingat kembali dengan saksama, tetapi dia tetap tidak dapat memberikan jawaban yang pasti.Setelah mendengar itu, Tirta juga merasa kemungkinan besar Yumika yang sudah salah ingat."Bagaimana caranya buka pintu batu ini? Apa mungkin ada tempat legendaris yang bisa buat orang mencapai tingkat pencapaian agung yang sebenarnya di dalam gua ini?" tanya Irena sambil menatap pintu batu yang tebal itu dengan ekspresi gembira sekaligus hormat."Coba pakai kekuatan kasar," jawab Tirta sambil mengaktifkan mata tembus pandang dan memeriksa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3321

    Ruang hampa pun berubah bentuk.Setelah menunggu sampai pria itu benar-benar mati, Irena baru melangkah keluar. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan nada penuh penghinaan, "Aku rasa semuanya sudah dipakai untuk sempurnakan senjata spiritual ini. Benda ini cukup bagus, tapi aku nggak tahu apa Tirta akan suka ini atau nggak."Setelah tubuhnya berkelebat, Yumika juga muncul di dekat sana. Dia memungut cambuk naga itu, lalu menghapus jejak kesadaran ilahi pemilik sebelumnya dan berkata, "Irena, Kak Yumika, sepertinya Ilmu 18 Transformasi Jangkrik Emas benar-benar meningkatkan kekuatan kalian. Kalian sampai bisa bunuh seorang kultivator tingkat penebas dewa tahap akhir tanpa terluka sedikit pun."Saat itu, Tirta baru melangkah mendekat sambil tersenyum."Sayang, kamu sendiri saja sudah bisa bunuh seorang kultivator tingkat penebas dewa tahap akhir, jangan ejek kami lagi ya," kata Irena sambil menyimpan Pedang Haus Darahnya. Meskipun begitu, nada bicaranya tetap terdengar merasa bangga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3320

    Begitu selesai berbicara, kedua pria tua itu langsung menyerang Tirta dari depan dan belakang.Swiing! Cahaya pedang sepanjang ratusan meter menebas turun dari langit bagaikan sehelai sutra panjang.Serangannya sangat tajam hingga ruang di sekitarnya pun terbelah. Swiish! Plak!Pada saat yang sama, sebuah cambuk panjang yang ditempa dari urat dan tulang naga berusia ribuan tahun juga menyapu ke segala penjuru.Bahkan benteng baja yang terbuat dari logam pun akan hancur berkeping-keping jika terkena hantamannya."Kecepatan Puncak Jangkrik Emas!" Menghadapi serangan itu, Tirta sama sekali tidak panik.Dia mengerahkan teknik kultivasinya. Tubuhnya tampak seolah tidak bergerak, padahal dia sudah berpindah dan muncul tepat di samping pria yang disebut adik seperguruan itu.Mampu meledakkan kecepatan secepat itu hanya dengan kekuatan tingkat pemurnian dewa tahap akhir adalah kemampuan yang baru dimiliki Tirta setelah menguasai Ilmu 18 Transformasi Jangkrik Emas."Bocah ini ...." Mata adik se

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3319

    Keadaan Genta saat ini membutuhkan sangat banyak harta langit dan bumi. Karena Tirta kebetulan menemukannya, tentu dia tidak akan melewatkan kesempatan ini. Dia pun segera membawa kedua wanita itu menuju ke sana."Hmph, Kak, kita sama-sama berguru kepada Guru dan telah berkultivasi bersama selama 2.000 tahun. Hubungan kita bahkan sedekat saudara. Hanya demi beberapa tanaman obat spiritual dan sebuah gua tua yang sudah lama nggak berpenghuni, kamu justru menyerangku.""Kamu sama sekali nggak memedulikan persaudaraan. Kamu benar-benar membuatku sangat kecewa!"Bahkan sebelum mereka mendekat, suara yang penuh sindiran sudah bergema di antara pegunungan.Sesaat kemudian, terdengar suara lain yang dipenuhi amarah. Suara itu hampir seperti raungan, dengan nada kesal yang sama sekali tidak disembunyikan."Omong kosong! Jelas-jelas aku yang lebih dulu menemukan semua ini. Ini adalah tiga batang tanaman obat spiritual berusia 8.000 tahun serta warisan seorang senior yang kemungkinan berasal dar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3318

    Meskipun Afifah menggunakan formasi teleportasi terbesar di Istana Samara, Istana Samara berada di wilayah timur dunia awani, sedangkan lokasi Tirta berada di wilayah utara yang sangat jauh. Di antara kedua lokasi itu terbentang jarak belasan juta kilometer.Dengan mengandalkan formasi teleportasi saja, Afifah hanya bisa mencapai perbatasan wilayah utara. Itu pun dengan menghabiskan sangat banyak batu spiritual kualitas tertinggi.Jadi, untuk mencapai lokasi Tirta, dia masih harus terbang sendiri mencarinya.Selama proses perjalanan yang panjang menembus ruang, sejauh mata memandang hanya ada kegelapan. Suasananya benar-benar sunyi dan sepi. Bahkan waktu pun terasa tidak lagi mengalir. Rasanya seperti kembali ke titik awal alam semesta.Namun, Afifah sudah lama terbiasa dengan keadaan seperti itu. Pikirannya tetap tenang. Hanya saja, melintasi ruang dalam waktu yang lama sangat mengurus tubuh fisik maupun kekuatan seseorang.Untuk jarak sejauh ini, bahkan Afifah pun mulai tidak mampu m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3317

    "Yang paling membuat kami tersiksa adalah karena nggak ada kabar sedikit pun tentang Tirta."Arshala menghela napas pelan.Dia tahu bahwa Tirta berasal dari bumi. Sekarang setelah sekian lama tidak ada kabar, Arshala khawatir Tirta telah pulang ke bumi dan memutuskan untuk tidak kembali lagi karena merasa dunia awani terlalu berbahaya.Kalau sebulan lagi masih tidak ada sedikit pun kabar tentang Tirta, Arshala sudah memutuskan untuk diam-diam membawa Nova pergi ke bumi untuk mencarinya."Kalian bertiga nggak perlu cemas. Aku, Ketua serta beberapa tetua, akhir-akhir ini telah menghabiskan banyak waktu untuk memperbaiki sebuah artefak khusus yang ditinggalkan oleh pendiri istana.""Selama bocah nakal itu masih berada di dunia awani, artefak itu dapat menentukan keberadaannya."Pada saat itulah Suryana berjalan memasuki aula bersama Afifah, lalu menyampaikan kabar itu."Hanya saja, artefak ini butuh sebuah benda yang pernah digunakan Tirta atau rambut miliknya sendiri, agar bisa berfungsi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1673

    Namun, Tirta berpikir itu tidak mungkin. Bagaimanapun, Teknik Akupunktur Menghapus Ingatan yang dikuasainya tidak pernah bermasalah.Saat Tirta sedang merenung, Devika yang sudah hilang ingatan mengamati Tirta dengan saksama. Dia bertanya, "Kamu Tirta?"Sementara itu, Marila belum bangun karena sema

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1661

    Mendengar ucapan Marila, Tirta yang masih menyembunyikan diri berdeham. Dia terpaksa berbicara jujur, "Bu Marila, itu bukan dadaku, tapi dada Bu Devika.""Ha? Dada Devika ... aku nggak remas lagi," sahut Marila seraya memelotot. Dia segera menarik tangannya kembali.Setelah beberapa saat, Tirta mema

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1653

    Wajah Bella makin memerah setelah merasakan sentuhan Tirta di tubuhnya. Bella mendesah, lalu berinisiatif mencium Tirta. Kemudian, Bella menggunakan kehangatannya untuk meredakan kesedihan Tirta ........Sementara itu, Marila dan Shinta sudah membawa kedua pejabat senior kembali ke tempat tinggal m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1567

    Begitu mengungkit kompetisi pasukan khusus internasional, Saba tidak terlihat santai lagi. Dia meletakkan cangkir tehnya di atas meja. Dia menghela napas sembari menggeleng.Kemudian, Saba tiba-tiba teringat seseorang. Dia berucap, "Tapi, mungkin ada satu orang bisa bantu ...."Saat hendak menyebut

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status