LOGIN"Lo ngapain bawa Zara ke sini Axelle?" tanya Arion."Gue bawa dia untuk jadi pasangan gue.""Seharusnya gue yang jadi pasangan Zara. Gue adalah pacarnya" ujar Arion."Ck, kalian itu pacaran di depan publik aja. Kalian mana ada pacaran beneran" ucap Arzan.Axelle menggandeng tangan Zara. "But sorry, Zara milik gue malam ini." Axelle pun membawa Zara pergi untuk berdansa. Karena sekarang waktu nya acara berdansa."Gue nggak bisa dansa Axelle" ucap Zara."Lo ikutin gue aja." Axelle memeluk pinggang Zara. Dan meletakkan tangan Zara di bahunya. Zara dan Axelle berdansa mengikuti alunan musik. Ketiga cowok yang sudah memperhatikan mereka sedari tadi dengan perasaan bercampur aduk saat melihat Zara dan Axelle berdansa. Mereka sangat tidak terima, kalau Zara berdansa dengan Axelle.Jarak antara wajah Zara dan Axelle begitu dekat. Sampai-sampai Zara tidak berani menatap mata Axelle yang terus menatap dirinya."Kalau lagi berdansa, lo harus lihat pasangan lo Zara" ucap Axelle.Dengan ragu, Za
"Axelle, lo mau bawa gue kemana?!" teriak Zara.Saat Zara baru keluar kelas, dia dikejutkan dengan kedatangan Axelle yang tiba-tiba. Axelle langsung menarik tangan Zara, membawanya pergi."Nggak usah banyak tanya" ucap Axelle datar.Axelle membawa Zara ke parkiran sekolah. Dia langsung memasukkan Zara dalam mobilnya."Lo mau bawa gue kemana?!""Ke rumah gue" jawab Axelle yang langsung menjalankan mobilnya."What?!"Mobil Axelle melaju kencang, menuju ke rumahnya.Dalam beberapa menit, Axelle sudah sampai di rumahnya. Dia membawa Zara masuk ke dalam rumahnya yang begitu megah."Selamat datang Tuan Muda" ucap pelayan sambil menundukkan kepalanya."Tuan Muda? Setelah Alex, sekarang Axelle yang jadi Tuan Muda" batin Zara yang sudah tahu kalau semua Prince Charming adalah seorang Tuan Muda.Langkah Axelle terhenti. Dia menghadap Zara yang masih kesal karena dia membawa nya pergi secara paksa."Lo jadi pasangan gue di acara teman bisnis papa gue" ucap Axelle."Apa?!" Terlihat jelas raut waj
Cut!Arion akhirnya selesai syuting untuk hari ini. Akhir-akhir ini, jadwal nya memang benar-benar padat.Asisten Arion memberikan minuman pada Arion. Setelah itu, muncullah manajer Arion. "Selanjutnya kita kamu akan pergi ke konferensi pers" ucap manajer Arion."Apa konferensi pers nya tidak bisa di tunda. Gue benar-benar lelah hari ini" ucap Arion sambil duduk di atas sofa dan meminum minuman."Salah kamu sendiri. Berita tentang mu dan Zara masih menjadi trending topik.""Ayolah Kak. Gue benar-benar tidak bisa hari ini" ucap Arion pada manajer nya yang merupakan kakak sepupu nya, yaitu Celine."Sepertinya aku harus menghubungi Zara untuk menggantikan mu di konferensi pers" ujar Celine. "Jangan! Gue nggak mau Zara terbebani dengan masalah ini" ucap Arion."Gue akan pergi ke sana" lanjutnya.Arion harus pergi ke konferensi pers untuk menyelesaikan masalah ini. Berita tentang nya dengan Zara masih belum selesai. Bukan masalah tentang hubungannya yang merupakan pacar Zara. Tapi, karen
"Gue minta maaf. Gue tahu gue salah, makanya lo jauhin gue" ucap Arzan sambil menundukkan kepalanya. Baru pertama kalinya, seorang Arzan menundukkan kepalanya, apalagi di depan seorang cewek.Karena tak tega, Zara pun memaafkan Arzan. Lagipun dia juga sudah menolong nya hari ini. Jadi tidak masalah kalau dia memaafkannya. "Gue maafin."Arzan langsung mengangkat kepalanya. "Serius. Lo serius maafin gue?" tanyanya yang masih tidak percaya kalau Zara telah memaafkan nya."Iya."Arzan mengulum bibirnya menahan senyum, dia terlalu senang hari ini. Dia sangat senang, Zara sudah memaafkannya."Tapi jangan di ulangi lagi" ujar Zara."Iya. Mulai hari ini, gue selalu percaya sama lo" balas Arzan dengan senyum.Deg!Mendengar kata-kata Arzan, jantung Zara sampai berdetak kencang. Apalagi melihat senyumnya, membuat Zara nggak tahan. Dia memalingkan wajahnya, agar Arzan tidak mengetahui kalau dia sekarang sedang salah tingkah.Tiba-tiba kepala Zara nyeri. Benturan keras dari bola basket tadi memb
"Kalian udah dengar, Arion nggak sekolah untuk beberapa hari ke depan. Dia sibuk syuting."Beberapa cewek berkumpul dan membicarakan salah satu Prince Charming, bukan lagi hal yang mengagetkan."Akh! Gue kangen sama Arion. Dah beberapa hari aja nggak ketemu, hati gue merasa kosong.""Film yang di bintangi Arion itu, keren banget. Gue sampe nonton berulang kali.""Tapi sayangnya, kali ini Arion syuting dengan Reta.""Cewek munafik itu.""Gue kira selama ini Leta cupu. Eh ternyata, dia adalah Reta, seorang artis.""Benci banget gue lihat Reta dan Arion syuting barengan. Tapi demi Arion, gue rela."Zara yang sedari tadi mendengar percakapan mereka, bertanya pada Sora."Arion nggak ke sekolah karena syuting?" tanya Zara."Lo nggak tahu?" tanya Sora balik, dan Zara cuman menggelengkan kepalanya sebagai jawaban."Lo sebagai pacar Arion tidak tahu, kalau dia sedang syuting" ucap Sora dengan nada bercanda."Sejak kapan gue dan Arion pacaran. Kemarin itu cuman salah paham.""Mau salah paham, a
"Semuanya sudah berkumpul?!" tanya guru olahraga. "Sudah Pak!""Sebelum memulai, kita pemanasan dulu." Mereka pun memulai pemanasan. Setelah pemanasan, guru tersebut menyuruh Arzan dan Zara ke ruang peralatan olahraga. "Arzan, Zara. Kalian ambil bola basket dan voli, di ruang peralatan.""Iya Pak." Arzan dan Zara pergi menuju ke ruang tersebut.Tidak ada yang berbicara di antara mereka. Tatapan Arzan selalu pada Zara. Zara telah mengambil bola voli, dan sekarang kedua tangannya penuh dengan bola.Begitupun dengan Arzan, kedua tangannya penuh bola basket. "Zara..." panggil Arzan.Zara menoleh ke arah Arzan. "Ada apa?""Gue minta maaf, karena kejadian kemarin" ucap Arzan pelan."Iya." Zara mengangguk dan kemudian melanjutkan langkahnya."Gue serius!" Suara Arzan menghentikan langkah Zara."Gue beneran minta maaf. Sorry, karena dah marah dan maki lo. Gue tahu, gue salah.""Jangan bahas itu lagi. Sekarang kita harus ke lapangan. Mereka pasti dah nungguin kita" ucap Zara mengalihkan pe
Dengan wajah malas, Zara duduk tenang di tempatnya. Tiba-tiba mood nya buruk hari ini.Kejadian di rumah Alex masih membuat di kesal setengah mati. "Hufftt..." membaringkan kepalanya di atas meja.Sora menggoyangkan pundak Zara. "Ra, Zara. Lo kenapa sih?""Lagi malas" jawabnya singkat."Jangan mala
"Zara, beliin gue minum!" titah Arion pada Zara.Zara yang sedang asyik menulis di buku, harus menghentikan aktivitasnya. Dia pergi ke arah Arion."Mana uang beli minumannya?" Zara menyodorkan tangannya, meminta uang pada Arion."Pake uang lo lah. Masa pake uang gue" jawab Arion ketus."Tapi lo kan
Zara Aurora adalah gadis yang menyandang status sebagai siswa kelas 10 di SMA Cendekia.Tapi sekarang, kehidupan sekolah yang diidam-idamkan nya pupus sudah, setelah mencari masalah dengan Prince Charming.Tap... Tap... Tap...Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghi
Tap... Tap... Tap... Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu. "Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih." "Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya. "Lo dikejar Prince Charming lagi" uj







