Share

Melepas Rindu

Penulis: Syamwiek
last update Tanggal publikasi: 2026-03-26 07:51:24

“Sayang, jangan kebanyakan jalan!”

“Ya kan mau ambil sarapan, Mas. Kalau nggak jalan, gimana caranya?”

“Biar aku panggil suster saja.”

Jingga langsung mencegah tangan suaminya saat hendak menekan tombol mikrofon di atas ranjang.

“Kenapa?” tanya Sagara dengan wajah bingung.

Jingga mendengkus pelan. “Nggak usah berlebihan deh, Mas,” omelnya.

Lalu, dia mulai menata sarapan yang baru saja dikirim oleh Bibi. Pagi ini, dia ingin makan soto bening, perkedel kentang, dan mendoan. Sementara itu, Sagara
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (16)
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
ngga tahan saga asli ngga tahan, lagi sakit ga
goodnovel comment avatar
SumberÃrta
ganggu ajaah nihhh
goodnovel comment avatar
SumberÃrta
yaa elaah yang kangen obatnya sih harusnya ngga dibawa ke RS sihh obatnya ngamarrr dua hari dua malem ga keluar pasti saga langsung sembuh
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Penguntit

    Mataya kini sudah berada di bandara bersama Pak Hasan dan Bu Aisha. Mereka bersiap terbang ke Bali untuk mengikuti rangkaian persiapan pernikahan yang akan segera dimulai.Bu Nindi sengaja mengantar calon menantu beserta calon besannya hingga ke bandara. Sayangnya, Pak Pandu tidak bisa ikut karena masih berada di rumah sakit untuk menjalani jadwal operasi.Selagi Bu Nindi asyik mengobrol dengan Bu Aisha, Mataya memilih duduk di samping Pak Hasan dan kembali membicarakan soal Baby C."Jadi namanya belum dikasih tahu, Nak?" tanya Pak Hasan."Masih dirahasiakan, Pak," jawab Mataya. "Nanti pas acara aqiqah baru dikasih tahu.""Aqiqahnya setelah kamu pulang?"Mataya mengangguk. "Iya, Pak. Rencananya Kak Gava begitu.""Bapak senang kamu dikelilingi sahabat-sahabat yang baik selama di Solo."Mataya tersenyum hangat. "Aku juga ngerasa begitu, Pak.""Jarang ada teman yang benar-benar tulus di zaman sekarang, Nak.""Iya. Mereka baik banget sama aku. Selalu ada saat aku lagi butuh."Pak Hasan me

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Kesempatan Dalam Kesempitan

    Dante terus berada di dekat Mataya sejak tadi. Ke mana pun calon istrinya berpindah, pria itu selalu mengikuti, enggan melewatkan waktu bersama sebelum kembali dipisahkan oleh pingitan.Sementara itu, Mataya memangku putri Kayla dan Bhargava yang baru selesai minum ASI. Hingga saat ini, nama si bayi cantik masih dirahasiakan oleh kedua orang tuanya. Semua orang pun kompak memanggilnya dengan sebutan Baby C.Sesekali Baby C menggerakkan tangan kecilnya hingga membuat Mataya tersenyum gemas. Dante yang melihat pemandangan itu tak bisa mengalihkan pandangannya, membayangkan suatu hari nanti mereka juga akan memiliki keluarga kecil sendiri.Hari ini menjadi kesempatan terakhir mereka bertemu. Malam nanti, Mataya akan berangkat ke Bali bersama Ayah dan Ibunya.Dante menatap ke arah sang sahabat yang sedang duduk di pinggir brankar. "Jadi, kalian bisa ikut ke Bali apa enggak?" tanyanya memastikan. Kalaupun tidak bisa, dia tidak akan marah karena Kayla baru saja melahirkan."Tetap jadi lah,

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Kelahiran Ponakan Cantik

    Usai menunaikan salat Subuh, Mataya mendapat kabar yang membuat jantungnya berdegup lebih cepat.Kayla.Sahabatnya itu dilarikan ke rumah sakit setelah terpeleset di kamar mandi. Karena kondisinya, dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi caesar.Dengan perasaan cemas, Mataya bergegas bersiap. Tak lama kemudian, dia dan Bu Nindi langsung berangkat menuju rumah sakit.Sepanjang perjalanan, Mataya terus menggenggam ponselnya. Berkali-kali dia menanyakan kondisi Kayla melalui grup keluarga, berharap mendapat kabar baik.Sesampainya di rumah sakit, suasana di area IGD tampak begitu sibuk. Para tenaga medis berlalu-lalang dengan langkah cepat, sementara keluarga pasien memenuhi ruang tunggu dengan wajah penuh kecemasan.Saat hendak menuju lantai tempat Kayla dirawat, Mataya sempat berpapasan dengan Dante.Pria itu berjalan tergesa mengenakan pakaian operasi lengkap. Di belakangnya, beberapa perawat mendorong brankar berisi seorang pasien gawat darurat yang harus segera menjalani op

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Tinggal Menunggu Hari

    "Siang ini kita ke butik, ya, Taya," ujar Bu Nindi. Mataya yang sedang menikmati sarapannya langsung mengangguk. "Mau pesan apa, Mi?" "Kita fitting gaun pengantin lagi." "Bukannya kemarin udah?" Mataya tampak bingung. Pasalnya, dia sudah fitting dan menurutnya ukuran kebaya akad maupun gaun resepsi sudah pas. "Iya. Tapi berat badan kamu naik sedikit, jadi Mami minta gaunnya diperbesar di beberapa bagian. Biar Masmu nggak ngomel pas acara." Mataya langsung menunduk melihat tubuhnya sendiri. "Kelihatan gendut banget, ya, Mi?" "Nggak. Naik dikit, kok. Justru bagus. Kamu sekarang kelihatan jauh lebih segar." Mataya tersenyum malu. "Berarti hari ini fitting terakhir, kan, Mi?" "Iya." Bu Nindi mengangguk. "Lusa kamu harus berangkat ke Bali dulu bareng Bapak dan Ibu. Jadi hari ini kita harus memastikan nggak ada masalah sama gaun resepsinya." "Semoga udah nggak ada yang harus diubah lagi." "Pasti. Mami juga maunya begitu." Dalam hati, Mataya penasaran melihat hasil akhir

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Hukuman dari Mami

    Sejak pagi, Dante sudah berada di rumah Sagara dan Jingga untuk menemani Dipta dan Rendra bermain.Kesempatan itu dimanfaatkan Sagara dan Jingga untuk pergi berkencan. Keduanya baru pulang sekitar pukul empat sore.Saat mobil memasuki halaman rumah, Dipta dan Rendra masih sibuk mencuci sepeda di depan rumah. Ember, selang, dan busa berserakan. Baju mereka pun sudah basah kuyup karena saling menyiram air.Sementara itu, Dante duduk di teras sambil mengawasi kedua bocah itu. Sesekali dia mengingatkan agar mereka tidak minum air dari selang. Pasalnya, jika tidak diawasi, Dipta dan Rendra selalu punya tingkah yang di luar dugaan.Jingga segera turun dari mobil. Melihat kedua putranya basah kuyup, dia langsung membelalakkan mata."Lho, kok kalian basah-basahan begini?"Si kembar kompak menoleh ke arah Dante. Keduanya mengangkat tangan kecil, lalu menunjuk pria itu. "Papa Aante—""Iya... Papa Ante."Dipta mengangguk semangat. "Papa Ante uluh cuci epeda.""Iya... uluh cuci epeda."Dante yan

  • Dosen Galakku, Suami Rahasiaku   M-D. Ide Siapa, Sih? 2

    Suara bel apartemen berbunyi berkali-kali tanpa jeda.Dante yang baru saja selesai mandi segera melangkah menuju pintu. Begitu pintu dibuka, Bu Nindi langsung berdiri di hadapannya dengan wajah sembab dan mata yang masih dipenuhi air mata."Mami—"Dante baru saja hendak memeluk ibunya, tetapi Bu Nindi langsung menyingkirkannya begitu saja. Wanita paruh baya itu bergegas masuk sambil menoleh ke segala arah, mencari sosok yang beberapa hari ini membuatnya tidak bisa memejamkan mata."Taya?"Mataya yang sedang berada di dapur, menyiapkan minuman hangat, langsung menoleh. "Eh, Mami...."Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Bu Nindi sudah berlari kecil menghampirinya. Tanpa berkata apa-apa lagi, wanita itu langsung memeluk Mataya erat sambil menangis tersedu-sedu.Mataya membalas pelukan itu dengan lembut. "Maaf, Mami. Aku udah bikin Mami sama semuanya khawatir."Bu Nindi perlahan melepaskan pelukannya. Kedua telapak tangannya menangkup wajah Mataya, meneliti setiap bagian wajah calon men

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status