Beranda / Romansa / Emergency Couple / Chapter 11: Ancaman Samudra

Share

Chapter 11: Ancaman Samudra

Penulis: Anaa
last update Tanggal publikasi: 2024-11-27 20:12:18

Kedua tangannya bergetar ketakutan, namun ia tetap memasukkan barang-barangnya ke dalam koper, air matanya tidak berhenti menetes walaupun ia menahannya mati-matian.

Naya merutuki dirinya sendiri ketika mengingat, dan tersadar atas apa yang telah ia katakan kepada Disya, tentang dirinya dan Samudra. Naya mengaku jika ia dan Samudra melakukannya, tapi Naya mengelak jika dirinya hamil—memang kenyataannya seperti itu. Naya tidak sedang mengandung, kejadian beberapa tahun silam tidak membuahkan h
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Emergency Couple   Chapter 26: Jeda

    Justru aneh jika mereka berdua langsung setuju, kan? Devan begitu sangat menentang hubungan Samudra dan Naya, lelaki itu bener-benar tidak percaya dengan cerita cinta keduanya."Alasan kamu berpisah dengan Nathan, dan memutuskan menetap di Lampung, karena Samudra?"Naya hanya mengangguk pelan.Keduanya sudah berada di dalam mobil yang masih terparkir di area parkiran resto."Apa yang sudah dia lakukan?" tanya Devan menatap Naya dengan raut khawatir."Dulu, jauh sekali sebelum Nay tahu Dokter Sam adalah Kakak Disya. Kita tanpa sengaja bertemu di klub. Kita tidur bersama, tidak apa pemaksaan, kita berdua melakukannya begitu saja."Jawaban itu sudah Naya hapal dengan baik. Hatinya sakit— semua penjelasannya adalah kebohongan. Dadanya juga terasa sesak ketika melihat raut kecewa kakak lelakinya setelah ia menjelaskan, Devan terlihat memijat pelipisnya, memalingkan muka menatap ke luar jendela mobil dengan tangannya yang sudah mengepal kuat.Naya menunduk dalam, mencoba untuk berhenti men

  • Emergency Couple   Chapter 25: Restu

    Samudra menghela napas untuk yang kesekian kalinya ketika dia sudah duduk di sofa ruang tengah, berhadapan dengan Gina yang sedang menatapnya dengan maniknya yang berkaca menyiratkan kekecewaan. "Kita berdua tidak saling mencintai, Mah. Raina juga sebenarnya mencintai Wisnu, bukan aku—" "Lalu kamu mencintai siapa?" tanya Gina cepat memotong ucapan Samudra. "Ada... seseorang, nanti aku kenalkan." Gina menggeleng pelan. "Terserah! Mamah peringatkan saja sejak awal, jangan salahkan Mamah kalau Mamah akan selalu membandingkan perempuan yang kamu pilih dengan Raina," katanya lalu beranjak pergi meninggalkan Samudra seorang diri. Jelas kedatangan Samudra ke rumah untuk menjelaskan alasan hubungan pertunangannya dengan Raina berakhir, tidak akan berujung baik, Gina marah—Samudra tahu, dia juga menebak hal seperti ini akan terjadi. Gina salah satu yang sangat-sangat setuju tentang hubungan Samudra dan Raina, bisa dibilang Raina adalah sosok menantu idaman, tidak hanya mempunyai paras yan

  • Emergency Couple   Chapter 24: Mengarang Cerita

    Keduanya memang merencakan untuk bertemu, besok mereka akan membicarakan tentang hubungan mereka kepada Devan dan Disya. Tentu saja harus ada persiapan sebaik munkin—harus mengarang cerita yang sangat menyakinkan, agar dimengerti Devan maupun Disya. Akan sangat kacau jika Naya dan Samudra tidak bertemu untuk membicarakan tentang ini terlebih dahulu. Pertemuan akan dilakukan sekitar jam tiga sore, menyesuasikan dengan pekerjaan Samudra, semalam sudah disepakati akan bertemu di caffe Angkasa dekat perumahan Naya—tetapi entah kenapa Naya bisa lupa dengan janjinya. Andai saja ia tidak lupa mungkin tidak akan jadi seperti ini—Samudra tidak akan datang ke rumah. Naya sedang berada di kamarnya sekarang, berbaring di kasur menatap langit-langit kamar, berharap rasa kantuknya akan datang. Mamahnya pergi sekitar satu setengah jam yang lalu, secara mendadak ia mendapat kabar jika Ria—salah satu temannya masuk ke rumah sakit. Meninggalkan Naya dan Kai di rumah—Samudra masih ada, sedang berm

  • Emergency Couple   Chapter 23: Kunjungan Samudra

    “Siapa?” “Gue kenal sama dia?” “Atau anak-anak yang lain ada yang kenal sama dia ngga?” “Lo kenal di mana?” “Kerjanya di mana?” “Anak keluarga mana? Kenalan bokap lo? Atau lo di jodohin ya, Nay?” “....” Naya hanya diam, tidak berniat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Stevani. Membuat perempuan itu terlihat kesal ketika Naya hanya diam mengabaikan pertanyaannya. “Ngga usah banyak tanya tentang dia, nanti aku kenalin dia sama kamu, sama kalian semua....” Kalimat yang jelas membuat mulut Stevani terdiam, beberapa kali perempuan itu terus memaksa Naya untuk bercerita, memintanya memberi tahu tentang calon suami yang dimaksud oleh Naya. Naya menggeleng, tetep kekeh dengan pendiriannya tidak akan memberi tahu. Akhirnya Stevani capek sendiri. Walaupun kesal karena Naya tidak memberi tahu, Stevani sangat senang mengetahui Naya sudah kembali membuka hatinya untuk seorang lelaki—Stevani berbicara seperti itu kepada Naya sebelum pergi dari kediaman Nay

  • Emergency Couple   Chapter 22: Calon Suami

    +628xxxxxxxxxx |Disya sedang pergi ke Jogja, pertemuan akan dilakukan setelah Disya pulang dari sana. Naya mengulum bibirnya, hatinya merasa sedikit lega ketika Samudra menggiriminya pesan seperti itu. Setidaknya masih ada beberapa hari lagi untuk mempersiapkan diri sebelum pertemuannya dengan Disya dan kakak lelakinya untuk membahas hubungan mereka. Memejamkan mata, Naya manarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh hingga wajahnya. Mencoba tidak memikirkan bagaimana tanggapan Disya dan Devan saat Naya dan Samudra memberi tahu tentang hubungan mereka—apa Disya dan kakak lelakinya akan sangat marah—sudah pasti iya ‘kan? Naya frustasi, tidak bisa menghentikan pikirannya. Suara ketukan pintu terdengar, membuat Naya langsung membuka selimut yang menutupi wajahnya. “Nay?” Mamahnya memanggil. “Iya, Mah,” balas Naya yang langsung menuruni kasur untuk membuka pintu kamar. “Mamah jemput Kai ya, kamu mau ikut atau di rumah saja, Nay?” tanya Maya ketika putri bungsunya baru saja membuka p

  • Emergency Couple   Chapter 21: Losmen

    Naya membuka matanya perlahan ketika merasa lapar, mengerjap pelan supaya penglihatannya jelas untuk melihat ke sekeliling. Menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya, lalu mencoba duduk di tepi kasur sebentar untuk mengumpulkan kesadarannya. Menundukkan wajahnya, matanya terbuka lebar ketika tubuhnya dibalut dengan kemeja berwarna hitam, seingatnya ia tidak punya kemeja sebesar ini. “Pakaianmu basah, tadi.” Suara lelaki yang tentu Naya mengenalnya terdengar di telinga, dengan refleks kepalanya menengok ke arah sumber suara. Lelaki itu berjalan masuk ke dalam kamar dengan membawa dua mangkuk yang terlihat jika makanan itu masih panas, terbukti dari asap yang mengepul bersumber dari makanan itu. Naya memberengut kesal ketika tahu jika pasti Samudra sendiri yang menggantikannya pakaian. Benar-benar mesum! Seingatnya ia menangis di depan Samudra di bawah guyuran hujan, lalu entah apa yang terjadi, kenapa juga ia berada di sini sekarang? “Kamu jatuh pingsan tadi. Tidak ada cara lain se

  • Emergency Couple   Chapter 6: Si Gadis

    Naya menundukkan wajahnya dalam, mencoba menormalkan detak jantungnya yang berdetak tidak karuan, kedua tangannya saling menggenggam erat."Diminum dulu," seorang perempuan memakai jas dokter membawakan segelas air hangat untuk Naya.Naya menerimannya, dan dengan segera meneguknya. "Te—terima kasih

  • Emergency Couple   Chapter 4: Couple Goals

    Samudra menghembuskan napanya kasar, lelaki itu tidak sedang dalam kondisi baik, memukul samsak boxing dengan membabi buta, meluapkan segala emosi yang mengganjal di dalam hatinya. "Bang Sam...." Seorang perempuan memanggilnya, membuat atensi Samudra teralihkan, memandang perempuan yang memanggil

  • Emergency Couple   Chapter 3: Ayo Kita Menikah!

    Menatap beberapa lelaki remaja yang sedang asyik bertanding basket, sesekali gelak tawa juga sorak kemenangan terdengar dari mereka saat salah satu rekan timnya berhasil memasukkan bola basket ke dalam ring. "Ayo sayang, semangat!" teriak remaja perempuan yang sedang duduk di bangku penonton, meng

  • Emergency Couple   Chapter 5: Rencana Kejam

    "Kenapa Nenek ngga minta gue buat jadi suami lo ya, Rai?" dumel Widi di sela menikmati makanannya. Membuat beberapa orang di meja makan terkekeh mendengar ucapan lelaki itu kecuali—Samudra. "Nenek mau cucu menantu seorang dokter bukan artis seperti kamu, Wid!" jawab Didi asal yang semakin membuat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status