Partager

13. KENCAN MANIS

Auteur: Mystique
last update Date de publication: 2026-07-30 13:00:56

Kirana menyimpan rapat-rapat janji manis Zayn di hatinya siang itu. Janji yang menjadi pemuas dahaga kasih sayang sekaligus penawar luka yang dibuat Reyhan selama bertahun-tahun.

Pagi harinya, suasana meja makan kembali diselimuti keheningan yang mencekam dan kaku. Reyhan sudah duduk di kursi utama dengan setelan jas rapi. Tangannya sibuk menggeser layar tablet, sama sekali tidak melirik Kirana yang melangkah perlahan membawakan piring berisi sarapan.

Saat Kirana meletakkan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   16. JEJAK DI PAGI HARI

    Sinar fajar perlahan menerobos celah tirai kamar utama, membawa kepastian bahwa malam terlarang itu telah berlalu. Kirana terbangun lebih awal. Tubuhnya terasa lelah, namun ada sesuatu yang berbeda di dalam dirinya. Rasa takut yang biasanya membelenggu setiap kali mendengar derap langkah Reyhan kini telah menguap. Tatapan matanya di depan cermin kamar mandi tampak begitu tenang. Jauh lebih tangguh dari biasanya.Di balik gaun tidurnya, di atas meja dapur beberapa jam lalu, Kirana telah membuang seluruh rasa bersalahnya. Ia telah menyerahkan hatinya pada Zayn, dan kenyataan rahasia itu memberinya kekuatan baru untuk menghadapi pria yang berstatus suaminya.Saat Kirana keluar dari kamar mandi, Reyhan baru saja terbangun dari tidurnya. Pria itu duduk di tepi ranjang dengan wajah keruh, mengusap pelipisnya yang berdenyut akibat kelelahan usai bekerja dan beraktivitas hingga larut malam."Mas mau kubuatkan kopi hitam?" tanya Kirana. Wajahnya tenang, tanpa ada g

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   15. GODAAN DI SEPERTIGA MALAM

    Rasa sakit di dada Kirana perlahan luluh oleh kehangatan yang menjalar dari bibir Zayn. Sentuhan pria itu di lehernya begitu lembut namun menuntut, seolah berusaha menghapus setiap jejak hinaan yang baru saja dilontarkan Reyhan di kamar atas. Jemari Zayn mengusap sisa air mata di wajah Kirana, lalu merayap naik menangkup rahang gadis itu dengan lembut namun posesif.Dengan gerakan sigap, ia mengangkat tubuh Kirana, mendudukkannya di atas meja dapur yang dingin. Panasnya sentuhan Zayn membuat Kirana mendesah pelan, meremas bahu tegap adik iparnya itu untuk menahan tubuhnya yang mendadak lemas.Ciuman Zayn berlanjut semakin dalam, makin lapar, dan dipenuhi gelombang emosi yang meluap. Jemari pria itu mulai bergerak berani, menyusup ke balik gaun tidur tipis Kirana, mengusap pinggulnya dengan sentuhan yang membakar kulit. Sengatan gairah yang kuat seketika menguasai indra Kirana.Saat jemari Zayn mulai bergerak lebih jauh menuju tahap yang lebih dalam, percik

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   14. BAYANGAN DI SEPERTIGA MALAM

    Mobil yang dikendarai Zayn akhirnya sampai di pelataran garasi rumah saat langit mulai sore. Jantung Kirana sedikit lega karena tidak melihat mobil Reyhan di sana. Namun rasa khawatir itu tidak sepenuhnya hilang."Zayn... bagaimana kalau Mas Reyhan ternyata sudah di dalam?" bisik Kirana dengan suara gemetar, jemarinya cemas meremas tali kantong belanjaan.Zayn menoleh, mengulas senyum menenangkan yang begitu hangat. Tangannya terulur mengusap lembut tangan Kirana yang dingin. "Tenang, Na. Lihat kan? Garasi masih kosong. Mobil Kak Reyhan belum ada. Berarti dia tidak ada di dalam rumah. Tebakanku tidak pernah salah."Kirana mengembuskan napas panjang. Ia sedikit lega tapi masih tetap merasa khawatir. Zayn membantu Kirana membawa barang belanjaannya ke kamar utama. Kirana menyimpan gaun-gaun itu di tempat aman. Tempat yang tidak akan diketahui Reyhan, sebelum akhirnya mereka berpisah ke kamar masing-masing untuk berpura-pura tidak terjadi apa-apa.Wa

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   13. KENCAN MANIS

    Kirana menyimpan rapat-rapat janji manis Zayn di hatinya siang itu. Janji yang menjadi pemuas dahaga kasih sayang sekaligus penawar luka yang dibuat Reyhan selama bertahun-tahun.Pagi harinya, suasana meja makan kembali diselimuti keheningan yang mencekam dan kaku. Reyhan sudah duduk di kursi utama dengan setelan jas rapi. Tangannya sibuk menggeser layar tablet, sama sekali tidak melirik Kirana yang melangkah perlahan membawakan piring berisi sarapan.Saat Kirana meletakkan piring tersebut dengan hati-hati di hadapannya, jari Kirana tidak sengaja menyenggol pinggiran cangkir kopi Reyhan hingga airnya sedikit terpercik di atas meja.TAK!Reyhan menghempaskan tabletnya ke atas meja dengan keras, membuat Kirana tersentak kaget dan spontan melangkah mundur dengan wajah pucat."Bisa kerja yang benar tidak?" tegur Reyhan dengan suara berat yang tajam dan dingin. Matanya menatap Kirana dengan tatapan penuh amarah. "Hanya menyajikan sarapan saja

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   12. AWAL PERTEMUAN DENGAN REYHAN

    Sentuhan bibir Zayn yang dalam di pinggir meja makan perlahan terlepas. Napas Kirana masih memburu pelan, mata sayunya menatap manik pekat Zayn yang kini dipenuhi binar kepemilikan. Rasa takut sejak kedatangan Reyhan tadi perlahan luruh, tergantikan oleh sensasi hangat yang membuatnya terbuai.Zayn mengusap lembut pipi Kirana dan mengulas senyum manis. " Setelah makan siang, enaknya kita makan yang manis-manis. Duduklah di sofa. Biar aku buatkan sesuatu yang manis untukmu."Kirana menurut tanpa bantahan. Ia berjalan menuju ruang tengah, duduk di sofa empuk yang menghadap layar televisi besar. Tak butuh waktu lama, Zayn menyusul dengan nampan berisi dua piring cemilan sederhana. Pancake hangat yang disiram sirup murni dan dua cangkir cokelat hangat. Seketika aromanya memenuhi ruangan.Pria itu meletakkan nampan di meja kaca, lalu duduk tepat di samping Kirana tanpa memberi jarak. Ia menyalakan televisi, memilih film drama dengan volume sedang sekadar untuk

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   11. TIDAK CURIGA

    Suara teguran Reyhan menggelegar di udara dapur, memotong kenakalan Zayn tepat di puncaknya. Udara seketika membeku. Mata Kirana terpejam erat-erat, rasa panik mencengkeram dadanya hingga napasnya tertahan di tenggorokan. Seluruh persendiannya lemas, membayangkan kesalahannya akan ketahuan.Zayn sama sekali tidak panik. Gerakannya sangat mulus dan teratur. Tanpa melompat mundur atau menunjukkan gestur bersalah, Zayn dengan santai mengulurkan tangan kanannya yang tinggi melampaui kepala Kirana, menjangkau piring saji keramik berukir di rak paling atas. Begitu berhasil mengambil piring saji, ia berbalik dengan gerakan tenang, mengapit piring itu di dadanya lalu menatap Reyhan dengan raut wajah polos tanpa dosa."Aku sedang bantu Mbak Kirana ambil piring saji di rak, Kak," jawab Zayn santai, nadanya begitu wajar seolah tak terjadi apa-apa. "Raknya terlalu tinggi, tangannya tidak sampai."Reyhan menatap tajam Zayn dan Kirana selama beberapa detik namun terasa

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status