Share

55.

Author: Alvarezmom
last update publish date: 2025-09-30 19:39:40

Pagi itu, rumah besar Wijaya Gunawan dibangunkan bukan oleh suara burung, melainkan ketukan keras di pintu-pintu kayu yang menggema. Para pelayan berlarian, pengawal bergantian berpatroli di koridor, dan udara dipenuhi bisikan cemas. Uji DNA dijadwalkan siang ini—dan semua orang tahu, hasilnya bisa mengubah sejarah keluarga.

Raina berdiri di balkon kamarnya, tubuhnya diselimuti selendang tipis. Dari ketinggian itu, ia melihat halaman rumah besar sudah dijaga ketat. Beberapa mobil hitam berjejer
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Tanpa Ingatan   110.

    Embun masih menggantung di ujung dedaunan ketika Raina tiba di kantor lebih awal dari biasanya. Lorong-lorong yang beberapa jam lagi akan dipenuhi percakapan kini masih lengang. Hanya suara pendingin ruangan dan langkah kakinya yang memecah kesunyian.Pagi itu, ia tidak langsung menuju ruang kerja.Langkahnya berhenti di depan ruang arsip lama.Ruangan itu sudah bertahun-tahun jarang digunakan. Rak-rak besi memenuhi hampir seluruh sisi dinding. Kotak-kotak dokumen tersusun berdasarkan tahun, sebagian mulai menguning dimakan usia.Beberapa menit kemudian, Armand datang membawa dua anggota tim investigasi independen."Aku sudah meminta izin untuk membuka seluruh arsip yang berkaitan dengan proyek lima tahun terakhir," katanya.Raina mengangguk."Hari ini kita tidak mencari kesalahan baru," ujarnya pelan. "Kita mencari potongan cerita yang hilang."Mereka mulai membuka satu per satu kotak arsip.Notulen rapat.Laporan keuangan.Surat persetujuan.Email yang pernah dicetak sebagai dokumen

  • Gadis Tanpa Ingatan   109.

    Pagi itu, suasana kantor terasa lebih tenang dari beberapa hari sebelumnya. Bukan karena masalah telah selesai, melainkan karena semua orang mulai menyadari bahwa kebenaran yang perlahan terbuka tidak bisa lagi dihindari.Raina berdiri cukup lama di depan jendela ruangannya. Di tangannya masih ada salinan laporan lama yang ditemukan tim investigasi. Kalimat pendek yang ditulis dengan tinta biru itu masih membekas di benaknya."Jangan diteruskan. Risiko organisasi terlalu besar."Kalimat sederhana.Namun cukup untuk mengubah cara pandangnya terhadap banyak hal.Bukan karena ia kehilangan seluruh rasa hormat pada orang yang selama ini menjadi mentornya. Tetapi karena ia mulai memahami bahwa manusia yang paling berjasa sekalipun tetap bisa mengambil keputusan yang salah.Dan kesadaran itu tidak membuatnya marah.Justru membuatnya sedih.Ketukan pelan terdengar di pintu.Armand masuk sambil membawa beberapa berkas tambahan."Ada perkembangan lagi," katanya pelan.Raina berbalik."Buruk?"

  • Gadis Tanpa Ingatan   108.

    Hujan akhirnya turun malam itu.Tidak deras. Hanya rintik-rintik yang memukul kaca jendela kantor dengan ritme pelan namun konstan. Sebagian besar lantai gedung sudah kosong ketika Raina masih berdiri di dekat jendela ruangannya.Pertemuan siang tadi terus berputar di kepalanya.Bukan karena fakta-fakta baru yang muncul.Melainkan karena satu hal yang jauh lebih sulit.Ia melihat kemanusiaan di balik kesalahan itu.Dan justru itulah yang membuat semuanya terasa berat.Jika orang yang mereka hadapi adalah sosok yang jelas-jelas jahat, mungkin keputusan akan lebih mudah diambil.Namun kenyataannya tidak demikian.Pria itu pernah berjuang untuk organisasi.Pernah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kehidupan pribadinya demi membangun banyak program yang kini menjadi kebanggaan mereka.Ia pernah menjadi alasan banyak orang bertahan.Termasuk Raina.Dan sekarang semua itu berdiri berdampingan dengan fakta bahwa ia juga telah melanggar batas yang tidak seharusnya dilanggar.Pintu ruangannya

  • Gadis Tanpa Ingatan   107.

    Pagi berikutnya datang dengan udara yang lebih dingin. Hujan semalam masih meninggalkan jejak pada kaca-kaca gedung dan jalanan yang tampak basah berkilau di bawah cahaya matahari yang malu-malu muncul di balik awan. Namun yang membuat suasana berbeda bukanlah cuaca. Melainkan keputusan yang harus diambil hari itu. Raina tiba di kantor lebih awal dari biasanya. Belum banyak orang datang. Lorong-lorong masih sepi. Lampu beberapa ruangan bahkan belum dinyalakan. Ia berjalan perlahan menuju ruang rapat kecil yang selama beberapa minggu terakhir menjadi pusat berbagai diskusi penting. Di tangannya ada map yang berisi dokumen-dokumen terbaru. Dokumen yang semalaman tidak berhasil membuatnya tidur nyenyak. Ketika ia membuka pintu, Armand sudah berada di sana. Di hadapannya terdapat laptop yang menyala dan beberapa lembar catatan. "Kamu juga tidak tidur?" tanya

  • Gadis Tanpa Ingatan   106.

    Malam turun lebih cepat dari biasanya.Awan gelap menggantung di atas kota, menelan warna jingga yang biasanya bertahan beberapa menit sebelum senja benar-benar hilang. Dari jendela ruang kerjanya, Raina memandangi pantulan lampu-lampu gedung yang mulai menyala satu per satu.Di atas mejanya, map tipis itu masih terbuka.Beberapa lembar kertas.Tidak banyak.Namun cukup untuk mengguncang fondasi yang selama ini ia kenal.Armand masih berada di ruangan itu. Sudah hampir satu jam mereka tidak banyak berbicara. Masing-masing tenggelam dalam pikiran sendiri.Akhirnya Armand memecah keheningan."Kita harus melibatkan tim investigasi tambahan."Raina mengangguk."Besok pagi.""Dan kalau informasi ini bocor sebelum kita siap?"Pertanyaan itu menggantung di udara.Karena mereka sama-sama tahu risikonya.Jika temuan baru ini benar, maka kasus yang selama ini dianggap penyimpangan individu bisa berubah menjadi dugaan jaringan yang jauh l

  • Gadis Tanpa Ingatan   105.

    Angin malam berembus lebih kencang dari biasanya ketika Raina menutup pintu teras dan kembali masuk ke dalam rumah.Jam di dinding menunjukkan hampir pukul sebelas malam.Rumah terasa tenang.Terlalu tenang.Elvano belum pulang dari perjalanan kerjanya. Biasanya keadaan seperti itu tidak lagi menjadi masalah bagi Raina. Ia sudah terbiasa menghabiskan malam sendirian dengan buku, secangkir teh, atau catatan-catatan kecil yang memenuhi mejanya.Namun malam itu berbeda.Bukan karena kesepian.Melainkan karena ada sesuatu yang belum selesai mengendap dalam pikirannya.Sejak laporan investigasi diumumkan dan berbagai reaksi publik bermunculan, ada satu bagian yang terus mengganggunya.Sesuatu yang belum bisa ia jelaskan.Ia berdiri di depan rak buku ruang kerja kecilnya.Tatapannya jatuh pada beberapa map lama yang berisi dokumen evaluasi program-program terdahulu.Entah mengapa, tangannya bergerak mengambil salah satu map.Program yang kini menjadi pusat krisis.Program yang selama ini di

  • Gadis Tanpa Ingatan   24. Kejujuran Elvano

    Angin pagi menusuk dingin ke dalam kamar tua itu. Meski matahari sudah muncul di balik tirai jendela, udara di dalam kamar Elira masih seperti menyimpan embusan masa lalu yang beku.Raina—atau Amara—duduk di tepi ranjang, memeluk boneka kelinci itu erat-erat di dadanya. Tangannya masih gemetar, nap

  • Gadis Tanpa Ingatan   23. Fakta Terkuak

    Malam itu hujan turun perlahan, menyapu kaca jendela kamar tamu tempat Raina tidur. Tapi matanya tak bisa terpejam.Pikirannya terus memutar adegan di kamar Elira: lukisan itu, mainan-mainan tua, aroma lavender yang entah kenapa terasa akrab. Tapi yang paling mengganggu adalah suara. Seb

  • Gadis Tanpa Ingatan   22. Rumah Mewah Keluarga Elvano

    Perjalanan kembali ke Jakarta terasa lebih tenang dari yang Raina bayangkan. Mobil melaju membelah jalanan yang basah oleh sisa hujan semalam. Sepanjang perjalanan, Elvano hanya sesekali berbicara, sebagian besar waktunya dihabiskan menatap jalan sambil mendengarkan musik instrumental yang samar me

  • Gadis Tanpa Ingatan   21. psikiater

    Langkah Raina terhenti. Dadanya berdegup keras, bukan hanya karena kata-kata yang baru saja terucap, melainkan karena suara itu… suaranya sendiri. Namun sedikit lebih berat, lebih getir, seperti suara yang telah terbiasa menyimpan luka.Ia mundur satu langkah dari cermin, berharap pantulan di depan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status