LOGINTabung polimer mini dari kotak sekring dapur segera disita oleh Brian Baskoro, dilarikannya berkas pengkhianatan mantan sekutu tersebut menuju aula sidang pleno komisi pengawas persaingan usaha guna menghancurkan intrik draf nota Sektor Selatan pagi ini.
Suasana di dalam ruang pertemuan berlantai kayu jati itu mendadak menjadi sangat gerah oleh tatapan tajam para utusan niaga, mengabaikan total sisa keheningan subuh pangkalan Marunda.
"Jangan beri ruang bagi pengacara komplotan
"Suntikkan draf kloningan pajak daerah itu ke peladen bursa efek Singapura sekarang, Cindy, habisi seluruh permodalan mereka fajar ini!" bentak Brian Baskoro beringas.Sepuluh jemari Cindy meluncur cepat di atas papan ketik komputer jinjing, memecah hening ruang siber pangkalan Marunda Utara yang panas oleh deru kipas pendingin.Brian Baskoro berdiri tegap di belakang kursi kerja Cindy, mengibaskan kemeja necisnya dengan wibawa politikus bisnis yang siap melumat sisa kekuatan musuh."Waduhhh… te-te-tetapi Tuan Brian, eksekusi massal ini beneran bisa menghancurkan seluruh indeks saham logistik koridor utara!" seru Cindy agak gagap panik."Biarkan saham mereka hancur lebur rata dengan tanah, Cindy, ini adalah pembalasan atas penghinaan Sektor Selatan!" potong Brian tajam.'Habis kalian… taktik belut rawa jalanan ini beneran meratakan seluruh trust modal asing dalam hitungan menit!' batin Brian bersenang di atas angin penuh kebanggaan.
"Tuangkan saja anggur merah itu ke gelas kami, Tuan Pengacara, tetapi draf sanksi pembekuan kas kalian dilarang akan pernah bisa menggertak Marunda Fast!" seru Jessy Baskoro tegas menembus keheningan ruang rapat tertutup kementerian.Suara denting gelas kristal beradu pelan dengan permukaan meja kayu jati yang mengilap, memanaskan atmosfer perundingan rahasia sore hari ini.Brian Baskoro duduk bersandar tegap di sebelah suaminya, mengibaskan kemeja necisnya dengan wibawa politikus bisnis muda yang menolak runtuh oleh tekanan Sektor Selatan."Waduhhh… te-te-tetapi Nyonya Jessy, sanksi pembekuan kas ini beneran sudah diverifikasi oleh komisioner bursa asing!" sahut pengacara musuh agak gagap panik."Sertifikat bursa asing kalian beneran cacat hukum sejak dokumen pajak Arimbi Logistik kami bongkar!" potong Brian dingin memukul balik.'Mereka menuangkan anggur seolah merayakan kemenangan. Sialan, mereka dilarang tahu kalau draf sanksi tandingan
"Kejar sedan hitam bajingan Hendra itu sekarang, Arya, injak pedal gasnya sampai mentok sebelum dia membawa Baskoro Junior keluar dari batas dermaga!" jerit Sonya Baskoro meluapkan murkanya.Aura berdarah dingin sang CEO Galak meledak hebat di dalam kabin jip taktis, memecahkan keheningan sore seiring dengan deru mesin v delapan yang meraung beringas.Jip komando itu melompat dinamis membelah kemacetan jalur kontainer, melindas genangan air bercampur solar pangkalan dengan kecepatan sangat banter."Waduhhh… te-te-tetapi Nyonya Sonya, jalur dua pergudangan barat beneran sudah dipenuhi barikade truk tangki milik musuh!" seru Arya Baswira agak gagap panik seraya membanting stir."Dilarang ada kata berhenti dalam kamus saya, Arya, tabrak apa pun yang menghalangi jalan kita!" bentak Sonya dengan napas memburu beringas.'Urat saraf wanita ini bisa putus kalau dibiarkan mengamuk liar. Sentuhan kasar saya harus mengunci kembali logika dinginnya!' bi
"Singkirkan draf tuntutan komparatif finansial palsu itu dari meja saya sekarang juga, Tuan Komisioner, atau izin operasional seluruh kapal tanker Anda saya bekukan total!" bentak Sonya Baskoro sangat tajam.Suara tegasnya bergema penuh wibawa menembus keheningan ruang direksi utama gedung pangkalan Marunda Utara yang megah siang hari ini.Langkah kakinya yang ditopang sepatu hak tinggi berbahan kulit buaya berderak dinamis, mengintimidasi lima utusan asosiasi logistik yang duduk kaku di meja melingkar."Waduhhh… te-te-tetapi Nyonya Sonya, berkas pencabutan hak kelola konsesi Dermaga Utara ini sudah ditandatangani oleh menteri yang membelot!" seru salah satu komisioner agak gagap panik."Dilarang ada keputusan menteri membelot yang bisa membatalkan sertifikat tanah milik dinasti Baskoro, jancuk!" potong Sonya berdarah dingin.'Saya dilarang sudi menyerahkan satu meter pun tanah pergudangan ini kepada aliansi asing. Darah Baskoro di tubuh say
"Semua truk kontainer Sektor Selatan dilarang lewat kalau belum bayar uang jaminan solar banter sebesar lima puluh ribu rupiah tunai!" teriak Juna lantang sambil mengayung-ayungkan rompi rombeng jukir ke udara.Di bawah remang lampu jalanan pelabuhan yang berkedip-kedip kaku, dia berdiri sendirian bergaya sok jagoan tepat di tengah lajur masuk pos pintu luar.Dua puluh supir kekar sewaan musuh langsung melompat keluar dari kabin fuso, memegang kunci inggris raksasa dengan wajah sangar berkerut penuh emosi."Waduhhh… te-te-tetapi kalau kalian tidak bawa uang pas, kembaliannya bisa ditukar pakai pisang goreng Mbak Tuti di kantin!" celetuk Juna agak gagap panik."Keparat! Siapa supir kroco yang nekat menghadang barisan armada kami ini!" bentak kepala rombongan musuh seraya maju tiga langkah.'Hadeuhhh… badan kurus begini disuruh menahan preman Jogja bergaya banter. Sialan, kalau leher saya putus fajar ini, siapa yang bakal ngasih makan a
"Colokkan cip memori mikronya sekarang juga, Mbak Jessy, sinyal arbitrase dari Singapura beneran sudah memblokir seluruh akun operasional kita!" jerit Cindy beringas memecah keheningan ruang siber.Pancaran lampu indikator server berkedip kaku bagai kilatan petir di tengah remang malam pangkalan Marunda Utara yang tegang.Jessy Baskoro bergerak dinamis, menancapkan cip mikro emas peninggalan dari liontin Baskoro Junior langsung ke dalam slot pemindai forensik."Waduhhh… te-te-tetapi bagaimana jika enkripsi kuno ini beneran malah mengunci balik seluruh akses keuangan pangkalan kita, Cindy?" tanya Jessy agak gagap panik."Dilarang ada ragu, Mbak, ini satu-satunya kunci untuk membungkam sertifikat sita asing itu!" balas Cindy beringas menekan tombol eksekusi.'Hahhh… silsilah enkripsi di dalam cip ini beneran bajingan rapinya! Ini adalah cetak biru gudang digital Kuningan yang asli!' bisik Cindy dalam batinnya penuh rasa terkejut.






