Masuk21+Seorang pemuda bernama Erfan, di tugaskan oleh keluarga nya untuk memimpin perusahaan yang terletak di sebuah desa. Erfan tidak pernah menduga bahwa desa tersebut, banyak sekali wanita cantik dan menggoda yang membuat Erfan tidak tahan.
Lihat lebih banyakSeorang pemuda tampan, sedang mengemudikan mobil sport nya dengan wajah muram.
Pemuda tersebut bernama Erfan. Erfan adalah seorang pemuda tampan berumur 25 tahun, yang berasal dari keluarga kaya nomor 1 di kota tersebut. Erfan seorang anak tunggal di keluarganya, hari ini Erfan diberi perintah oleh orang tuanya untuk mengurus perusahaan paling kecil milik orang tuanya yang berada di pedesaan, yang merupakan perusahaan pertanian. Walaupun Erfan sangat enggan tapi dia tidak bisa melawan orang tuanya, karena dia sadar pasti orang tuanya ingin dia lebih mandiri karena selama ini Erfan hanya tau bersenang senang. ==== Mobil Erfan sudah memasuki jalan pegunungan, yang keadaan jalannya tidak semulus di kota. "Ohh sial, mengapa jalan nya begitu bergelombang, bisa bisa mobil ku lecet!" Umpat Erfan, dia sangat kesal. "gruk gruk" Perut Erfan berbunyi, "Duh laper banget sih, gak bawa makanan lagi ." Erfan berkata sambil memegang perutnya. Erfan melihat warung dekat sekolah SMA yang cukup ramai Siswa SMA, karena kebetulan ini jam dimana anak SMA pulang sekolah. Mobil Erfan berhenti di warung tersebut, Semua Siswa SMA tersebut menatap mobil sport lamborgini dengan mata bersinar, seketika mereka menjadi heboh. "Lihat itu, mobil sport lamborghini, keren sekali ya? sumpah keren baget!" ucap pria muda, sambil menunjuk-nunjuk mobil itu. "Baru pertama kali, ada mobil sport datang ke daerah sini!" ucap temannya, sambil menatap mobil itu dengan tatapan berbinar. Erfan keluar dari dari mobil, lalu berjalan menuju ke warung dengan langkah santai. "Sangat tampan! Para artis pria itu tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan!" ucap salah satu siswa wanita, dengan tatapan berbunga-bunga. "Aku mau walau jadi simpanannya," ucap siswa wanita yang terlihat centil, matanya menatap Erfan dengan tatapan panas. Semua murid wanita mendengus, setelah mendengar perkataan wanita genit itu. Kedatangan Erfan ke warung tersebut, langsung di sapa hangat penjaga warung wanita dewasa, yang masih terlihat cantik. "Tuan muda," sapa penjaga warung wanita, dengan ramah. Penjaga warung wanita menebak Erfan bukan lah pemuda sembarangan. Erfan tersenyum sambil mengangguk sedikit, lalu dia berkata kepada penjaga warun. "Bi Saya mau makan, apakah disini jual makan atau mie instan?" tanya Erfan sambil tersenyum hangat. Erfan pemuda yang ramah tidak pernah memandang rendah orang lain, walau dia terkenal nakal di kota asalnya. "Kalo mie instan ada tuan muda, ingin rasa apa?" tanya penjaga warung wanita itu. "Rasa apa aja deh bi, 2 yah mie instan nya," ucap Erfan sambil memperlihatkan 2 jarinya. "Silahkan duduk di dalam tuan muda, diluar banyak siswa SMA!" ucap penjaga warung wanita itu, sambil membukakan pintu masuk ke dalam warung. "Baik bi," Erfan tidak sungkan, di langsung masuk kedalam warung. Di dalam warung, Erfan duduk di kursi sederhana. Dia mengeluarkan sebatang rokis, lalu menyalakannya. Penjaga warung wanita, memasak tidak jauh dari Erfan. Mata nakal Erfan menatap tubuh penjaga warung wanita itu, dengan tatapan tidak hati-hati. "Tidak kusangka ada wanita yang menggoda di desa seperti ini," gumam Erfan dalam hati, sambil tersenyum nakal. "Tuan muda, seperti anda bukan berasal dari sini yah?" tanya Penjaga Warung Wanita, sambil terus memasak mie. "Iyah bi, aku baru sampai di sini," jawab Erfan. "Ohh begitu, memang tujuan tuan muda mau kemana? " tanya Penjaga Warung Wanita tersebut. "Ke Desa Mawar Bi," jawab Erfan santai, matanya sambil memperhatikan pantat wanita dewasa itu. "Oh Desa Mawar," jawab Warung Wanita tersebut menjawab sambil mengangguk ngangguk. "Apakah masih jauh bi?" tanya Erfan. "Enggak kok, paling 2 kilometer lagi udah sampe!" jawab Penjaga Warung Tersebut. "Bagus kalo gitu, aku sudah sangat lelah," erfan berkata dengan malas. "Kalo boleh tau, ada tujuan apa tuan muda ke desa mawar?" tanya Penjaga Warung Wanita Tersebut, sambil memasukkan mie yang sudah matang kedalam mangkuk. "Aku di suruh orang tua, mengurus perusahaan pertanian buah buahan yang ada di desa mawar," Erfan menjawab jujur. Deg Penjaga Warung Wanita tersebut terkejut, "Ternyata tuan muda pemilik perusahaan pertanian di desa mawar?" ucap Penjaga Warung Tersebut, sambil meletakkan mangkuk mie di depan Erfan. "Iyah bi, walau yah aku sedikit enggan!" ucap Erfan berkata tanpa daya . "Bibi jamin deh kalo tuan muda sudah ke desa mawar pasti betah," ucap Penjaga Warung Wanita itu. Erfan bingung dengan perkataan wanita dewasa itu, "Eh nanti, jika tuan muda santai main kesini yah, sesekali makan mie atau ngopi!" ucap Penjaga Warung Wanita itu dengan suara menggoda. "Oke bi, siapa nama bibi?" tanya Erfan santai. "Nama Bibi Ayu." ucap Penjaga Warung Wanita itu .  "Oke Bi Ayu, aku mengingatnya!" Erfan menjawab sambil mengangguk ngangguk, mulutnya di penuhi makanan. Wanita Dewasa Bernama Ayu itu menatap Erfan dengan tatapan aneh, sebuah pemikiran nakal muncul di kepalanya. Beberapa menit, Erfan pun menyelesaikan makan mienya. Dia langsung bangkit berdiri, ingin segera melanjutkan perjalanannya. "Bi Ayu ini aku membayar!" Erfan mengeluarkan uang 100 rb . Bi Ayu yang sedang melayani pembeli pun, buru-buru menghampiri Erfan. "Tunggu tuan muda, saya akan mengambil kembalian!" ucap Bi Ayu. "Tidak perlu Bi, buat Bi Ayu saja," jawab Erfan sambil tersenyum. "Beneran tuan muda?" tanya Bi Ayu senang. Erfan mengangguk, "Hehe, kalo tuan muda jajan di warung bibi setiap hari, bibi akan cepat kaya," ucap Bi Ayu, sambil terkekeh. Erfan tertawa, "Hahaha, nanti kalo santai aku main ke sini bi. warung ini tutup sampai jam berapa?" tanya Erfan "Sampai jam 8 malam tuan muda," jawab Bi Ayu sambil menatap Erfan dengan tatapan genit. "Oke, kalo gitu aku pamit dulu!" Erfan berkata, lalu keluar dari warung Bi Ayu. Saat Erfan berjalan menuju mobil, dia melihat banyak siswa yang memfoto mobil ya. Erfan hanya tersenyum, dia tidak marah sama sekali. "Hey awas! yang punya nya datang tuh," ucap Siswa pria, dia mengingatkan, para siswa lainnya yang sedang memfoto di depan mobil Erfan. "Semua nya permisi yah, saya mau lanjut perjalanan lagi," Erfan berkata dengan ramah. "Sialahkan Kak," ucap para siswa itu, sambil tersenyum sedikit malu. Erfan mengangguk sambil tersenyum, lalu masuk ke dalam mobil. Mobil Lamborghini melaju pelan pelan meninggalkan tempat tersebut, di bawah tatapan kagum para siswa SMA. Beberapa menit kemudian, Erfan melihat tugu bertuliskan "Desa Mawar" "Huh, akhirnya sampai," Erfan berkata dengan lega. Mobil Erfan masuk kedalam jalan yang lumayan lebar tapi agak jelek. Mobil Erfan melaju dengan pelan. Saat penduduk desa melihat kedatangan mobil Erfan mereka berbisik-bisik entah apa yang mereka bisikan. Mata Erfan bersinar, saat melihat keadaan penduduk desa. Erfan melihat banyak sekali wanita cantik berlalu lalang di sana. "Sial, apakah ini yang di maksud Bi Ayu?" Erfan berkata dengan penuh semangat. "Kalo gini, aku bisa betah, hahaha," Erfan tertawa. Erfan menghentikan mobilnya, saat melihat banyak ibu-ibu yang sedang berkumpul. Dia ingin menanyakan letak perusahaan milik keluarganya itu. Para Wanita Dewasa itu melirik ke mobil Erfan dengan penasaran, Karena mereka baru pertama kali melihat mobil sebagus itu. Erfan turun dari mobilnya, lalu menghampiri ibu-ibu itu. "Bibi permisi saya mau tanya, Perusahaan Pertanian Nusantara dimana yah?" Tanya Erfan dengan sopan. "Tuan muda lurus saja, nanti di sebelah kiri ada gedung yang sangat besar, di situlah tempatnya tuan muda," jawab Salah Satu Wanita Dewasa dengan cepat. "Oh, baik terimakasih," Erfan berkata lalu kembali kedalam mobil. Mobil Erfan kembali melaju, mengikutinya arah yang di tunjukkan ibu tadi. Tidak lama, Erfan pun sampai di depan Perusahaan Pertanian Nusantara. Erfan menelepon seseorang, Telepon tersambung, "Halo, apakah ini tuan muda?" terdengar suara wanita di seberang telepon. "Benar ini saya, saya sudah berada di depan perusahaan," ucap Erfan . "Baik tuan muda, saya akan ke depan," ucap Wanita di seberang telepon, terdengar dia sangatlah terburu buru. Tidak lama seorang wanita berumur 30 tahun, dengan wajah cantik, dan mempunyai tubuh tinggi yang menggoda, ukuran dada yang sangat besar, menghampiri mobil Erfan. Erfan keluar dari mobil, "Tuan muda," sapa Wanita tersebut, sambil sedikit membungkuk. "Apakah anda pengurus perusahaan?" tanya Erfan, sambil menatap wanita itu. "Benar tuan muda, nama saya Anne," jawab Wanita tersebut.  "Oke Nona Anne, antar saya ke tempat tinggal dulu! saya ingin istirahat dulu, cukup melelahkan di jalan!" ucap Erfan dengan nada lesu. "Baik mari," ucap Anne. Mereka pun masuk kedalam mobil Erfan, Di sepanjang jalan, Anne mencuri curi pandang kepada Erfan yang sedang menyetir. "Kalo aku belum punya suami, mungkin aku akan berusaha mendekati nya!" gumam Anne, di dalam hatinya. "Nona Anne, untuk kedepannya anda akan menjadi sekretaris ku, apakah anda keberatan?" Tanya Erfan . "Tentu saja tidak tuan muda," jawab Anne, dia tampak bersemangat, saat mendengar penawaran Erfan. "Bagus, gaji mu akan aku naikkan 2 kali lipat," ucap Erfan santai. Anne terkejut, perlahan ekspresi wajahnya berubah tampak bersemangat. "Terimakasih tuan muda," ucap Anne, dengan nada bahagia. Tidak lama, Mereka sampai di sebuah Vila. Vila tersebut, memiliki gaya arsitektur klasik yang membuat suasa di sana terasa nyaman dan tenang. Erfan memandang vila tersebut, dengan tatapan penuh kepuasan. "Hey cukup bagus juga," ucap Erfan, setelah turun dari mobil. Anne dan Erfan pun masuk kedalam Vila. Di dalam vila, Erfan menengok ke kanan dan ke kiri, ekspresi wajahnya penuh kepuasan. Erfan melirik Anne yang ada di sampingnya, lalu dia menanyakan sesuatu. "Nona Anne, apakah tidak ada pengurus vila?" tanya Erfan. "Belum ada tuan muda, tapi tenang saja saya sudah mencarikan pengurus vila, dia akan ke sini sebentar lagi," jawab Anne. "Oke bagus," balas Erfan. "Kalo gitu, saya pergi dulu ada yang harus saya kerjakan," ucap Anne, sambil tersenyum, dan tubuhnya sedikit membungkuk. "Baik, apakah perlu di antar, cukup jauh ke perusahaan?" tanya Erfan. "Tidak perlu tuan muda, saya mau mampir ke rumah pengurus vila sebentar, untuk memberi tahunya!" ucap Anne. Erfan mengangguk sambil tersenyum. Anne pun pergi dari vila."Nyonya... goyang yang bagus! Biar anakmu itu menikmati permainanmu," ucap Erfan dengan nada main-main. Wanita itu mulai kegoyangan pinggulnya. Terlihat batang Rizal, keluar masuk di dalam apem itu. "Mmm... mmm... mm.." Hanya suara desahan-desahan lembut yang keluar dari mulut wanita itu. Rizal hanya bisa pasrah di bawah sana. Namun, tak dapat di pungkiri, dia masih merasakan rasa nikmat yang di alirkan batangnya. Meski begitu, tetap saja rasa sakit yang lebih dominan. Erfan menghembuskan asap rokok. "Rizal... kau harus berterima kasih kepadaku. Sebelum mati, kau menikmati kenikmatan dulu," ucap Erfan dengan nada main-main. Goyangan wanita itu semakin lama semakin lincah. Sehingga, suara benturan kulit pun tercipta di sana. "Mantap sekali! Bagus... terus!" ucap Erfan dengan nada memuji. Suara-suara itu mungkin terdengar indah bagi orang lain. Namun, tida
Setibanya di sana, suami Viona dan keluarganya langsung berbicara dengan putus asa. "Tuan Muda, tolong... jangan sekejam ini. Kasih aku kesempatan!" ucap Rizal, suami Viona. "Hmm... aku gak bisa memberi kesempatan kepada musuhku," ucap Erfan sambil menghampiri Rizal. Dia berjongkok di hadapan pria itu, lalu menghantam kan botol anggur ke lantai. PRAKK! Botol itu pecat, hanya menyisakan pegangan atas botolnya saja. Terlihat, ujung bawahnya lancip, itu pastilah sangat tajam. Semua keluarga Rizal pucat pasi, dengan tubuh yang bergetar hebat. "Tuan Muda... anda... anda mau apa," ucap ayahnya Rizal. Erfan tak menjawab. Dia menjambak Rizal, lalu menghantamkan wajahnya ke area pecahan kaca botol. KRASS! "Arghhh..." Rizal berteriak kesakitan, saat serpihan botol itu menancap ke wajahnya. Melihat kekejaman itu, semua orang di s
Beberapa saat kemudian, Erfan sampai di sebuah bangunan tinggi, yang terlihat dari luar tampak terbengkalai. Namun, saat Erfan masuk ke dalam, terlihat di dalam bangunan itu banyak sekali orang.Saat melihat Erfan, orang-orang itu langsung menyapanya dengan hormat."Tuan Muda," ucap mereka serentak."Gak perlu begitu sopan!" balas Erfan sambilmelambaikan tangannya."Tuan Muda, para bajingan itu sudah di tempat eksekusi," ucap seorang pria bertubuh tinggi kekar."Oke. Remon sama yang lainnya ada di sini?" tanya Erfan."Mereka semua ada di sana, lagi minum-minum," balas pria itu.Erfan mengangguk, lalu dia melangkah pergi ke ruangan yang di maksud pria kekar tadi.Setibanya di sana, terlihat belasan orang yang sedang berlutut, dengan tubuh yang di ikat kuat. Semua orang itu tampak menyedihkan, dengan luka memar yang memenuhi wajah mereka.Dari semua orang itu, terus meronta dan berteriak meminta di lepaskan."Apa maksudnya ini? Aku gak pernah menyinggung kalian, kenapa kalian melakukan
"Anak aku? Kok bisa?" teriak Erfan dengan ekspresi penuh keterkejutan. "Aku lebih sering bercinta sama kamu. Lagi pula, pas si bajingan itu meniduriku, cuma dua kali dia mengeluarkannya di dalam. Jadi... anak di kandunganku itu, sudah pasti anak kamu," balas Viona. Erfan mematung, saking terkejutnya. "Maaf, Fan... aku gak menjaga baik kandunganku. Gara-gara jatuh, aku keguguran," ucap Viona dengan air mata yang menetes keluar dari sudut matanya. Erfan menghela nafas panjang, mencoba menenangkan hatinya yang kacau itu. "Ini semua gara-gara si bajingan itu! Kalau bukan gara-gara dia, aku gak bakalan kehilangan anakku!" gumam Erfan di dalam hatinya. "Lihat saja... kau pasti menderita di tanganku!" Erfan menghapus air mata di sudut mata Viona. "Sudah... gak apa-apa! Semua sudah terjadi. Di masa depan, kamu juga pasti bisa mengandung lagi anakku." Viona mengangguk pelan. "Besok, aku antar kamu ke rumah sakit. Kamu harus periksa kesehatan tubuhmu. Selain bekas para bajingan itu ~ y
Tuan Gubernur mendekat ke Erfan. "Tuan Muda, anda dan putri saya...serius memiliki hubungan?" tanyanya dengan canggung. "Ayah, kenapa kamu bayak bertanya! tentu saja benar!" Diva menyela dengan kesal. "Gadis nakal, diam!" tegur Tuan Gubernur. "Itu benar! di masa depan anda tidak perlu sungk
Di dalam kamar, Desi melingkarkan tangannya di leher Erfan dengan berani. "Tuan muda, kamu harus melepas semua pakaian mu!" ucap Desi, dengan nada menggoda. Erfan menyeringai nakal, dia sudah yakin, pasti akhirnya akan berakhir di ranjang kenikmatan. "Kalo gitu buka saja!" balas Erfan, tanpa ra
Tiba-tiba di luar, terdengar Sirene mobil polisi. Beberapa polisi langsung menyerbu masuk ke dalam rumah Wandi yang semakin membuat ketakutan Lusi.Para warga kampung tersebut, berdatangan, termasuk keluarga Lusi, karena mereka di beri tahu oleh warga, ada polisi yang mencari Wandi. "Sialan, lepas
Mereka pun melakukan pemanasan terlebih dahulu, sebelum pertempuran di mulai. "Sayang, milikmu ini membuat ku candu," ucap Anne sambil bermain dengan senjata Erfan. "Em. enak sayang," Erfan menikmati permainan Anne. Setelah dirasa penasaran cukup, dan Erfan juga, sudah membuat Anne mencapai pu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak