Beranda / Romansa / HOT NIGHT / BAB 3 PEMUDA MISKIN

Share

BAB 3 PEMUDA MISKIN

Penulis: Jemyadam
last update Tanggal publikasi: 2021-08-21 12:19:16

BAB 3 ANAK LAKI-LAKI MISKIN YANG TERLANTAR

Sudah nyaris setengah hari Jared mengayunkan kampak pembelah kayunya, suara bongkahan-bongkahan balok kayu yang terus dia lempar sudah mulai menggunung tapi rasanya dia masih belum lelah atau sebenarnya dia hanya belum puas untuk menghantam lagi dan lagi.

"Sudah Nak, itu sudah cukup untuk persediaanku selama musim dingin, " panggil wanita tua berambut perunggu yang baru menyusul ke halaman belakang.

"Tidak apa-apa, Bibi juga tidak perlu membayarku kali ini."

Jared masih belum juga berhenti terus mengayunkan kampaknya membelah serat kayu tebal hanya dalam sekali ayunan.

Bibi Marie adalah janda tua yang sering membayar Jared untuk membelah kayu persediaan di rumahnya selama musim dingin, karena dari dulu Bibi Marie tinggal seorang diri, tidak pernah ada anak laki-laki di rumahnya yang bisa dia suruh untuk membelah kayu.

"Jika kau tidak mau upah pasti kau masih mau sup jamur buatanku bukan? " wanita itu mengelilingi punggung Jered untuk bertanya dari sisi dapan.

"Aku sudah membuat sup jamur makanlah selagi hangat."

Jared berhenti mengayunkan kampaknya dan mendongak. Keringatnya basah bercucuran, rambut setengah ikalnya juga basah apa lagi dengan kemeja flanelnya yang sudah merekat di badan. Aroma keringat, serpihan kayu kering, dan sup jamur sepertinya tidak akan menjadi perpaduan yang lezat.

"Aku akan mandi dulu?"

Jared menggeletakkan kampaknya di samping tumpukan kayu kemudian berjalan ke pikap merah kusamnya untuk mengambil pakaian ganti.

Ada sungai berarus deras dengan banyak bebatuan besar di belakang pekarangan bibi Mari. Tempat biasanya Jared bisa langsung mandi di sana seusai membelah kayu.

Sebenarnya wanita tua itu sudah sering menawarkan kamar mandi di rumahnya yang memiliki pancuran air hangat, tapi Jared tidak pernah mau. Sejak kecil jared sudah biasa berkeliaran dan tidak terlalu terurus jika dia tidak mengurus dirinya sendiri. Mandi air dingin di sungai ataupun di rawa sudah biasa bagi Jared yang untungnya tidak pernah sakit.

Jared menjatuhkan pakaian kotornya begitu saja di tanah kemudian berjalan telanjang ke dalam sungai tanpa rasa risih karena sudah biasa seperti itu.

Air sungainya jernih dan semakin dingin menjelang akhir musim gugur. Sungai di tempat ini juga memiliki sumber air yang sama dengan sungai-sungai yang mengalir sampai ke kota Leeds, tapi di sini lebih jernih dan tidak tercemar, tepat untuk membersihkan kepenatan di kepala Jared yang sering ingin meledak ketika tubuhnya panas terbakar.

Setelah selesai, dia segera kembali berpakaian bersih. Jared berjalan ke rumah bibi Marie melalui halaman samping, melewati barisan pohon mapel berdahan rendah yang daunnya sudah menguning berguguran. Tumpukan balok kayu yang tadi dia belah juga masih berserakan di sana tapi bibi Marie sudah menyingkirkan kampaknya, mungkin agar Jared berhenti membelah kayu.

Jared masuk melalui pintu samping yang langsung bersebelahan dengan dapur. Aroma dari sup jamur bercampur rempah bawang dan kayu manis segera menyergap hidungnya. 

Bibi Marie langsung mendongak dari panci sup-nya yang masih mengepul begitu mendengar suara derap langkah kaki pemuda yang baru memasuki pintu dapurnya.

"Kupikir kau masih bekerja di hari Kamis?" Bibi Marie langsung menyambut Jared dengan pertanyaan.

"Aku pulang cepat karena sedang tidak ada pekerjaan."

"Baru kali ini kudengar bengkel Tuan Norton sepi pelanggan."

"Kami masih menunggu pasokan suku cadang yang terhambat." Jared tidak bercerita jika dirinya baru di pecat.

"Aku akan tetap membayarmu meskipun kau menghabiskan semua supnya," kata bibi Marie mendekati Jared dan meletakkan selembar amplop tipis di depan mejanya.

"Tidak Bibi, kau tidak perlu membayarku." Jared menolak kemudian mendorong amplop di depannya. "Aku sendiri yang tadi ingin membelah tumpukan balok di gudangmu."

Tadi Jared hanya sedang tidak sengaja melintas di depan pekarangan rumah Bibi Marie dan tiba tiba menghentikan mobilnya untuk mengambil kampak kemudian membelah kayu. Jared juga sengaja mematikan ponselnya agar tidak bisa dihubungi setelah keributan yang dia buat di bengkel tadi.

*****

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Fransisko Vitalis
miskin boleh...tapi harga diri harus tetaap ada
goodnovel comment avatar
Lee Naa 84
itulah sebabny wahai para pria,jgn suka menanam benih sembarangan.meski hrta geoge loghan td akn hbis 7 turunan.tapi dia td mensejahterakan keturunanya dg adil.jared kaya pun itu setelah ayhnya koid.dan anak k-2 nyalah yg adil dan jujur.
goodnovel comment avatar
Hafidz Nursalam04
nnkklllhbvcxd
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • HOT NIGHT   BAB 15 TERKEJUT

    Anelies semakin menggigil dengan pakaian basah yang menempel di tubuhnya. Suhu ruangan di kamar itu semakin turun. Sepertinya Anelies juga sedang dibawa ke arah utara, entah akan diapakan lagi setelah ini, dia benar-benar tidak tahu nasibnya akan berujung seperti apa. Anelies pikir, jika Omar mengatakan dia akan diadili, seharusnya ia tidak dibawa ke utara tapi ke timur. Rasanya sangat aneh namun Anelies belum sempat memikirkannya, sekarang dia harus segera mengeringkan pakaian jika tidak mau benar-benar membeku. Anelies segera membuka pakain longgar basahnya untuk dia peras. Sama seperti kemarin, Anelies diberi pakaian wanita berpotongan longgar dengan warna serba hitam. Anelies baru akan memeras pakaian basah tersebut ketika tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan Anelies menjerit. "Oh Tuhan!" Kaget laki-laki itu tidak kalah syok melihat Anelies telanjang. "Apa yang kau lakukan!" Anelies segera melempar pakaian basahnya ke lantai dan menyambar seprai untuk menggulung tubuhnya yang s

  • HOT NIGHT   BAB 14 BASAH

    Tuan Husain diberitakan meninggal akibat serangan jantung di rumah istri seniornya. Tidak ada yang tahu jika sebenarnya pemimpin besar itu ditemukan sedang dalam kondisi telanjang dan tertelungkup di kamar istri muda yang baru beberapa saat dia nikahi. Pangeran Serkan sengaja menyembunyikan fakta tersebut untuk melindungi reputasi keluarganya. Serkan adalah putra kedua dari istri senior Tuan Husain. Kakak laki-laki Serkan mengalami koma selama hampir dua puluh tahun dan cuma hidup karena berbagai alat penopang kehidupan yang terpasang di tubuhnya. Tuan Husain juga sudah memiliki dua istri muda, dia punya tiga putra dari istri keduanya dan dua putri dari istri ketiga. Setelah Tuan Husain meninggal otomatis Serkan yang mengantikan posisi ayahnya. Posisi yang sempat ditentang oleh paman-pamannya karena menganggap Serkan masih terlalu muda dan masih lajang di usianya yang ke dua puluh delapan tahun. Diam-diam Pangeran Serka terus menyelidiki kasus kematian ayahnya yang dia anggap tidak w

  • HOT NIGHT   BAB 13 PANGERAN SERKAN

    Setelah kembali disekap untuk dipindahkan dalam kondisi tangan serta mata terikat, kali ini Anelies mendapat kamar yang lebih layak. Anelies dimasukkan ke dalam kamar berukuran tiga kali tiga meter degan bilik toilet kecil dan ranjang seukuran tubuhnya. Paling tidak Anelies sudah tidak tidur di lantai dan ruangannya terang benderang. Ada jendela kaca bulat di dinding, satu-satunya akses dia bisa melihat keluar dan tahu pergantian hari.Anelies sedang dibawa dalam perjalanan mengunakan kapal pesiar besar, dia masih belum tahu akan dibawa ke mana. Seharusnya ini sudah hari ketiga jika Anelies tidak salah hitung sejak dia dipindahkan. Anelies belum pernah berada dalam pelayaran, dan sekarang dia agak mual, bahkan dia tidak berani mengintip ke luar karena takut melihat gelombang permukaan air."Jangan menyisakan makanan atau kami tidak akan memberimu makanan lagi!" seorang pengawal memasukkan makanan untuk Anelies dari lobang pintu.Anelies cuma memandangi makanan dalam piring logam bersek

  • HOT NIGHT   BAB 12 TERTANGKAP

    PRANKKK!!!Terdengar suara pecahan gelas kaca yang jatuh ke lantai, Mara segera berlari menengok Jared."Ada apa?" kaget Mara melihat Jared telah menjatuhkan cangkir kopi yang baru dia buatkan."Aku hanya tidak sengaja menjatuhkannya," Jared Berbohong.Jared tidak mau Mara sampai tahu mengenai kilasan penglihatan yang baru muncul di kepalanya. Baru saja Jared melihat penglihatan Anelies yang gelap, benar-benar gelap tanpa cahaya hingga yang bisa Jared dengarkan cuma hembusan lemah dari napas anak gadisnya yang terkulai lemas. Anelies sedang dalam bahaya dan jared tidak mampu berbuat apa-apa untuk menjangkaunya."Biar kubuatkan lagi." Mara menyentuh bahu Jared agar tenang.Sebenarnya Mara juga tidak bodoh, Jared tidak akan setegang itu jika bukan karena baru melihat sesuatu. Yang membuat Mara semakin cemas adalah Jared yang tidak mau bercerita jujur, karena artinya bisa jauh lebih menakutkan bila Jared sampai pilih merahasiakannya sendiri."Istirahatlah jika kau capek." Mara mengelus ba

  • HOT NIGHT   BAB 11 KABUR

    Anelies mendekat pelan-pelan untuk memastikan jika pria besar itu benar-benar sudah tidak bernapas dan Anelies kembali menyingkir ketakutan. Anelies baru saja membunuh, gadis muda itu sangat panik hingga yang bisa dia pikirkan cuma satu yaitu 'cara untuk kabur!' Anelies harus kabur sebelum ada yang tahu Tuan Husain sudah meninggal di kamarnya dengan posisi tertelungkup di atas ranjang dan sedang telanjang. Anelies menarik tirai jendela kemudian mengikatnya sambung menyambung untuk dia pakai turun dari lantai tiga. Kamar itu cukup tinggi, sangat mengerikan jika Anelies sampai terjatuh. Tapi Anelies sedang tidak punya pilihan, kematian pria kaya seperti Tuan Husain pasti akan segera membuat dunia ikut heboh. Yang harus Anelies lakukan sekarang adalah mencari tiang yang kuat untuk mengikat talinya. Anelies mengikat talinya ke kaki ranjan dan memastikan semua ikatannya sekali lagi. Anelies juga mengikat ujung talinya ke pinggang untuk berjaga-jaga jika dia terpeleset saat berpijak di d

  • HOT NIGHT   BAB 10 DISEKAP

    Mara serta Jared masih berada di Hampton, jarak yang sebenarnya juga tidak terlalu jauh dari putri mereka. Tapi meskipun cuma berjarak sejengkal dan mungkin mereka saling berpapasan, bisa saja Jared atau Mara tidak mengenali Anelies dengan penampilan barunya. Apalagi sampai sejauh ini Anelies juga masih belum tahu jika dia punya keluarga kaya raya, punya ayah, punya ibu dan mereka semua sedang mencarinya."Apa kau masih belum mendapat informasi lagi mengenai putri kita?" Mara menghampiri Jared."Kita pasti menemukanya segera."Dari tadi Jared cuma terlihat duduk di dermaga memandang ke arah gulungan ombak yang berakhir landai ketika meraih pantai. Seperti itu pula perasaan mereka kali ini. Bergejolak seperti gelombang tapi berulang kali harus melandai hilang lagi seolah tanpa harapan."Kita harus tetap berhati-hati karena tidak boleh ada yang tahu jika putri kita selamat dari ledakan. Siapapun bisa ikut memburunya jika tahu Anelies masih hidup. Masih ada beberapa organisasi yang teta

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status