Share

BAB 53

Author: my_ladyyy
last update publish date: 2026-06-04 07:00:27

Beberapa menit setelah Roberto pergi, suara pintu depan terdengar terbuka dari lantai bawah. Rebecca yang masih duduk di ranjang bayi, tidak bergerak. Jemarinya mengusap kepala Jourell dengan perlahan, memperhatikan putranya yang sudah tertidur pulas setelah menyusu.

Tak lama kemudian, langkah kaki terdengar menaiki tangga. Pintu kamar bayi terbuka perlahan. Elion berdiri di depan pintu, membuat Rebecca menolehkan pandangannya.

Untuk sesaat, keduanya hanya saling memandang dalam diam. "A
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 75

    Bab 75Pintu kaca tebal ICU bergeser menutup perlahan di belakang langkah Rebecca. Ssshhhht... Bunyi pengunci otomatis itu berdenting dingin, memutus dunia luar dengan area steril tempat tubuh Elion berada. Di luar, Roberto masih berdiri mematung. Tangannya terulur sedikit ke depan, kaku di udara--- seolah-olah jemarinya baru saja dipaksa melepas gaun steril dan jemari Rebecca. Pintu menyatu sempurna, lampu indikator steril menyala merah. Begitu celah pintu menghilang, tubuh Roberto bergeming. Untuk pertama kalinya sepanjang malam kekacauan ini, pria yang selalu memiliki ketenangan baja dan jawaban untuk segala hal itu... Mendadak kehilangan arah. Ia berdiri seperti patung tanpa tahu harus melangkah ke mana. Koridor dilingkupi keheningan yang mencekik. Christopher tidak berpindah dari tempatnya. Ia masih mengenakan scrub operasi yang bernoda darah kering, masker medis terkulai pasrah di bawah dagunya. Di belakangnya, tim dokter spesialis bedah toraks, bedah saraf, anestesi, kepala

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 74

    Raung sirene ambulans mendadak mati tepat ketika roda-roda kendaraan medis itu membelah area drop-off Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit St. Mary's. Bahkan sebelum pintu belakang terbuka lebar, Dr. Christopher bersama tim bedah trauma terbaik rumah sakit sudah berbaris siaga. Instruksi langsung dari Justin dan Margareth beberapa menit lalu telah menggerakkan seluruh lini prioritas tertinggi di fasilitas medis tersebut. "Buka pintunya! Sekarang!" Pintu ambulans dihentakkan. Pemandangan di dalamnya seketika membekukan udara malam itu. Suara ritmis dari portable monitor berbunyi nyaring, diselingi desis bag-valve mask yang dipompa secara manual oleh paramedis. Tandu dorong diturunkan dengan manuver cepat. Willy, dengn pakaian yang basah kuyup dan ternoda darah, ikut merangsek maju, memegang sisi besi tandu seraya berlari menyusuri koridor steril. Di sisinya, Darwin bergerak terpisah menuju konter pendaftaran, menyelesaikan seluruh proses administrasi darurat tanpa membuang sat

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 73

    Gerimis yang belum reda menemani perjalanan SUV yang dikemudikan Roberto menuju townhouse. Tidak ada alunan musik atau pun percakapan taktis, Hanya ada suara bilah wiper yang bergerak ritmis menghapus rintik air di kaca depan. Sesekali kilat menyambar di atas langit London, memantulkan bayangan redup di dalam kabin.Bayangan kondisi SUV Elion yang ringsek parah dan tubuhnya yang dibawa ambulans menuju Rumah Sakit St. Mary's terus memenuhi ruang pikiran Roberto. Jemarinya mencengkeram lingkar kemudi semakin kuat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol.Setiap denyutan jantung membuat luka di pelipis kirinya kembali berdenyut nyeri. Perban putih yang melingkari kepalanya semakin lembap, entah oleh keringat atau sisa air hujan yang belum sempat mengering. Tetapi Roberto bahkan tidak mengangkat tangan untuk memeriksanya. Rasa sakit itu nyaris tidak berarti dibanding beban yang sedang menunggunya di depan.'Bagaimana... Bagaimana bisa aku mengatakan semua ini padanya?' monolog Robe

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 72

    Roberto menurunkan ponselnya perlahan dari telinga. Jemarinya yang selalu mantap dan tidak pernah bergetar, kini nampak gemetar nyaris tak terlihat. Pandangannya kosong menembus lantai marmer ruang kerja mansion yang dingin, seolah pikirannya masih tertinggal pada kalimat pendek yang baru saja ia dengar dan ucapkan.'Elion mengalami kecelakaan.'Kalimat itu terasa begitu asing, bahkan bagi dirinya sendiri. Ia menarik napas panjang yang dalam, mencoba menguasai paru-parunya, namun dadanya tetap terada sesak.Tanpa membuang waktu, Roberto segera berbalik meninggalkan ruang kerja menuju ruang keluarga Mansion Utama. Langkah kakinya cepat namun terasa sangat berat. Semakin ia melangkah, semakin sulit ia membayangkan bagaimana raut wajah Rebecca saat mendengar kabar yng sanggup meruntuhkan dunia wanita itu.Cklek.Pintu ganda ruang keluarga terbuka. Justin Serphent yang sedang berdiri tegak di dekat perapian langsung menoleh. Sedangkan Margareth masih duduk anggun di sisi sofa tempat Richa

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 71

    Disisi utara London, tiga SUV hitam besar milik Serphent membelah keheningan pelataran Mansion Utama yang kaku. Roberto turun lebih dulu, langkahnya tegap meski perban di pelipisnya terus berdenyut nyeri. Di belakangnya, pengawal pribadi Justin menggendong Richard yang terlelap karena kelelahan emosional. Pintu ganda mansion terbuka lebar, menampilkan siluet tinggi Margareth Serphent dengan gaun beludru gelapnya yang anggun namun dingin. Wanita paruh baya itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Langkah kakinya perlahan mendekati pengawal. Dengan kedua tangannya sendiri, ia mengambil alih tubuh kecil Richard dari gendongan pengawal. Margareth membawa Richard ke sofa panjang ruang keluarga. Meletakkannya dengan sangat hati-hati, lalu menyelimuti tubuh cucunya dengan kain wol hangat. Roberto berdiri diam di dekat perapian, mengawasi gerak-gerik Ibunya. "Dia aman, Ibu. Richard tidak disentuh oleh mereka," ucap Roberto memecah kesunyian. Margareth tetap diam. Ia hanya mengusap lembu

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 70

    Willy akhirnya mengangguk pelan, ia tahu tidak ada gunanya menyembunyikan fakta dari Rebecca. "Sudah mengikuti kita hampir enam kilometer, Nyonya." Rebecca menelan ludah yang terasa kesat di tenggorokannya. "Apa... apa itu orang-orang Adam?" "Aku harap bukan." jawaban Willy yang menggantung justru membuat kecemasan yang menghampiri Rebecca terasa berkali-kali lipat lebih menyesakkan. Tiba-tiba— KRETEK! Radio di dasbor bergerak keras, memotong ketegangan dengan suara panik yang memekakkan telinga. "Unit satu! Dua kendaraan baru masuk dari sisi kanan! Akselerasi penuh!" Mata Willy langsung membulat sempurna. "Apa?!" "SUV abu-abu! Kecepatan tinggi, mereka mengincar buritan!" "Hindari mereka! Banting setir!" teriak Willy. Tetapi semuanya terlambat. BRAAKK! SUV abu-abu berukuran besar menghantam bagian belakang mobil mereka dengan telak. Seluruh kendaraan berguncang hebat, memekikkan suara gesekan besi yang mengerikan di tengah hujan. Rebecca spontan memejamkan mata s

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 8

    Lantai marmer Mansion Serphent memantulkan cahaya lampu kristal yang menyilaukan, tetapi atmosfer di dalamnya sedingin es. Margareth Serphent berdiri di tengah aula, jemarinya yang dihiasi berlian menggeser kartu undangan yang baru saja selesai dicetak dengan hiasan lambang dua klan besar: Serphent

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 7

    Arthur Hale berdiri di depan dinding layar, sorot matanya dingin. Deretan data mengalir cepat: rekaman lalu lintas komunikasi, pergerakan keamanan pribadi, serta jalur distribusi logistik yang seharusnya sudah lama tidak aktif. Salah satunya menyala kembali."Konfirmasi terakhir?" tanyanya singkat

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 6

    Luka bekas operasi itu hampir mengering, tapi rasa nyeri di bagian dalam tak bisa Rebecca tahan hingga membuatnya selalu menangis dalam diam, membiarkan rasa nyeri itu menggerogoti dirinya.Tapi yang jauh lebih menyakitkan lagi adalah rasa sesak di dadanya. Air susu yang terus berproduksi namun tid

  • IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN    BAB 5

    Keheningan yang tercipta setelah jawaban Richard seolah membekukan oksigen di ruang tamu utama. Margareth Serphent menyipitkan mata, tatapannya yang tajam bak belati kini hanya fokus tertuju pada wajah polos sang cucu. Ia bukanlah tipe wanita yang dengan mudahnya percaya pada dongeng, apalagi jika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status