Home / Romansa / ISTRI KONTRAK SANG MONSTER / BAB 79 Rasa yang Enggan Diakui

Share

BAB 79 Rasa yang Enggan Diakui

Author: Mutia Azwar
last update publish date: 2026-07-15 02:37:57
Berbanding terbalik dengan mulutnya yang selalu ketus dan galak setiap kali berbicara, gerakan tangan Naura saat menyentuh luka Arka justru begitu lembut, seolah tengah menangani porselen paling rapuh di dunia.

Arka mengamatinya tanpa suara. Sorot matanya melembut saat memandangi puncak kepala Naura yang tampak begitu fokus. Kening wanita itu berkerut serius. Bibir bawahnya tergigit tanpa sadar ketika lapisan demi lapisan perban mulai terurai, perlahan memperlihatkan luka yang tersembunyi di bal
Mutia Azwar

karena ngeliat antusias dari readerku, khusus malam ini aku post dua bab sekaligus. semoga kalian suka ya. jgn lupa follow dan vote aku ya guys, biar tidak ketinggalan setiap info seputar update terbaru :*

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
ohhserii_
ga berasa bacanya krn seru banget
goodnovel comment avatar
ohhserii_
next thor...
goodnovel comment avatar
brynolaa
sering” ya kak update 2 bab sehari wkwk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 82 One Step Ahead

    "Eh—Arka, apa—mmph!"Bibir pria itu langsung membungkamnya. Melumatnya bergantian hingga menggigit pelan bibir Naura dengan sensual.Kedua mata Naura seketika membelalak membesar karena terkejut yang luar biasa. Sialan! Monster ini benar-benar nekat menciumnya di tempat umum! Tangannya secara refleks bergerak naik, mencengkeram bagian depan kemeja hitam Arka dengan kuat. Ia sudah berniat penuh untuk mendorong tubuh tegap pria itu menjauh dari dirinya,Namun tepat di detik yang sama, memorinya mendadak memutar bayangan perban putih yang melilit bahu kanan Arka yang baru saja ia bersihkan dengan susah payah beberapa menit lalu di kamar. Gerakannya terhenti. Jemarinya menegang di atas kain kemeja itu, diliputi keraguan yang datang begitu saja.Keraguan singkat bercampur rasa khawatir yang tersembunyi dari Naura itu langsung dimanfaatkan oleh Arka dengan sangat cerdas. Pria itu memperdalam tautan bibir mereka, menarik pinggang Naura semakin erat, dan memiringkan posisi kepala mereka untuk

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 81 Arka's Plan

    Rahang Arka mengeras samar. "Belum mengatakan kepada siapa?" tanyanya dingin.Naura tersentak dari lamunannya, buru-buru menata detak jantungnya agar tidak ketahuan. "Vanessa!" kelitnya sedatar mungkin, mencoba bersikap natural."Kamu yakin?""Iya, yakinlah! Memangnya kenapa sih? Vanessa itu manajerku, wajar kan kalau aku harus memberi tahu dia kalau aku mau pergi ke luar negeri!"Arka menatap mata Naura lekat-lekat, seolah sedang menelanjangi seluruh kebohongan yang tersimpan di sana. Ada dorongan ego yang sangat besar dalam diri Arka untuk mencengkeram bahu Naura dan memaksa wanita itu melafalkan nama Dion secara langsung di depan wajahnya. Tetapi, Arka memilih untuk menahannya.‘Belum saatnya.’ Batin Arka."Kopermu sudah disiapkan di bawah," kata Arka, sengaja mengalihkan pembicaraan untuk meredam ketegangan.Naura mengerutkan keningnya bingung. "Koper siapa?""Kopermu, Naura.""HAH?!""Semua pakaian, paspor, kosmetik, dan kebutuhan pribadimu sudah dikemas rapi tadi pagi-pagi sekal

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 80 No Other Choice

    Pelukan itu bertahan lebih lama daripada yang seharusnya. Naura sendiri tidak tahu sejak kapan tubuhnya berhenti memberikan perlawanan. Kedua tangan yang semula bertumpu kaku di dada bidang Arka perlahan mengendur, membiarkan dirinya terkurung dalam dekapan hangat pria yang selama beberapa minggu terakhir berhasil mengacaukan hampir seluruh hidupnya.Aroma sandalwood Arka bercampur samar dengan aroma antiseptik yang masih melekat di tubuhnya. Naura memejamkan mata tanpa sadar. Untuk beberapa saat yang terasa begitu singkat, pikirannya benar-benar terasa kosong. Tak ada kontrak pernikahan. Tak ada Dion. Tak ada skandal yang menghancurkan kariernya.Yang tersisa hanyalah kehangatan aneh yang entah mengapa terasa begitu menenangkan.Nyaman.Begitu kata itu melintas di benaknya, mata Naura langsung terbuka lebar.‘Apasih? Tidak... tidak.’Ia buru-buru menjauh, bergerak gelisah di atas paha Arka sambil berusaha melepaskan diri dari lingkaran tangan pria itu. "Sudah, ah! Lepaskan aku. Panas

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 79 Rasa yang Enggan Diakui

    Berbanding terbalik dengan mulutnya yang selalu ketus dan galak setiap kali berbicara, gerakan tangan Naura saat menyentuh luka Arka justru begitu lembut, seolah tengah menangani porselen paling rapuh di dunia.Arka mengamatinya tanpa suara. Sorot matanya melembut saat memandangi puncak kepala Naura yang tampak begitu fokus. Kening wanita itu berkerut serius. Bibir bawahnya tergigit tanpa sadar ketika lapisan demi lapisan perban mulai terurai, perlahan memperlihatkan luka yang tersembunyi di balik kain kasa.Begitu luka pada bahu Arka sepenuhnya tersingkap, gerakan Naura mendadak terhenti di udara."Astaga..." desis Naura pelan.Raut wajah cantiknya berubah cemas sekaligus ngeri. Bekas operasi itu masih terlihat baru dan basah. Benang jahitan membentang di sepanjang bahu, sementara beberapa memar keunguan di sekitarnya belum sepenuhnya memudar.Naura mengangkat wajah, menatap Arka dengan pandangan bergetar. "Ini... luka apa sebenarnya? Kenapa bisa mengerikan seperti ini?"Arka bersanda

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 78 Di Balik Mulut Pedasnya

    "Ah..."Belum sempat Naura mengumpulkan tenaga untuk bangkit dari posisi telentangnya di atas kasur, tubuh tegap Arka telah merapat. Pria itu bergerak cepat seolah tak membiarkan celah udara tersisa di antara mereka. Tangan kirinya menumpu kokoh di sisi kepala Naura, menyangga sebagian besar bobot tubuh agar tidak benar-benar menghimpit wanita itu di bawahnya.Kedua mata Naura membulat lebar saat hembusan napas hangat beraroma mint menerpa wajahnya. "Apa yang kamu lakukan, Arka?""Hm?" Arka hanya menggumam rendah, sorot matanya menggelap penuh intensitas."Turun, ihh! Berat tahu!" Naura berusaha menggeser tubuh, tetapi gaun marun yang sempit justru membatasi pergerakannya."Aku bahkan tidak menindihmu, Naura.""Tetap saja! Minggir sana!" Naura memalingkan muka, enggan beradu pandang dengan mata elang yang seolah mampu membaca seluruh isi kepalanya.Arka tetap bergeming. Sorotnya kian lekat mengunci wajah Naura dari jarak sedekat itu. Jemari tangan kanannya terangkat, menyentuh pipi wa

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 77 Gaun Marun Sang Singa Betina

    Leon baru saja hendak berbalik ketika suara Arka menghentikan langkahnya."Leon."Pria itu segera menoleh dan berdiri tegap lagi di hadapan meja kerja. "Ya, Tuan?""Bagaimana fitting Naura?"Leon terdiam sesaat. Pandangannya jatuh pada layar tablet di tangan, membaca laporan yang baru dikirim Julian beberapa menit lalu. Baginya menyampaikan hasil fitting gaun terasa jauh lebih sulit dibanding melaporkan transaksi bisnis bernilai miliaran rupiah."Julian baru saja mengirim laporan, Tuan," jawabnya hati-hati.Arka mengangkat sebelah alis. "And then?""Nona Naura menolak hampir seluruh gaun yang dibawa oleh tim desainer."Arka memejamkan mata sembari mengangkat dua jari untuk memijat pelipis. Tak ada sedikit pun keterkejutan di wajahnya. Sejak awal, pria itu sudah menduga Naura pasti akan mencari seribu satu alasan demi menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan prewedding mereka."Alasannya?" tanya Arka datar.Leon berdeham kecil sebelum melirik lagi layar tabletnya. "Gaun pertama j

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 23 Kejutan di Tengah Malam

    Roda jet pribadi itu menyentuh landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma dengan hentakan halus. Bagi Naura hentakan itu terasa seperti palu yang menghantam dadanya. Udara Jakarta yang lembap dan pekat segera menyeruak masuk begitu pintu kabin terbuka, menggantikan aroma steril jet pribadi yang mewah

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 21 Saat Aturan Mulai Dilanggar

    Dari jendela jet pribadinya, Arka Rajendra Mahardika memandangi pendar itu tanpa ekspresi. Api di luar sana terasa cocok dengan bara di dalam dadanya.Gelas whisky di tangannya sudah hampir kosong. Ia memutar cairan itu pelan, gerakannya tenang. Di monitor kecil di depannya, terlihat wajah seorang p

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 20 Ketika Monster Mulai Terusik

    Aroma sheet mask lavender yang menenangkan memenuhi kamar luxury suite di The Elysian Hotel. Naura menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, sementara Vanessa sibuk mengoleskan serum ke wajahnya sendiri di sampingnya. Untuk pertama kalinya dalam tiga hari ini, suasana terasa normal atau setidak

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 16 Satu Langkah ke Jurang

    Langit Singapore mulai berwarna jingga saat mobil yang ditumpangi mereka keluar dari pusat kota. Naura duduk kaku di kursi penumpang, kedua tangannya menggenggam erat pangkuannya. Sejak tadi ia menatap keluar jendela dengan tatapan kosong, kini berubah menjadi curiga. Jalanan semakin sempit, diapit

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status