Short
Iris Hitam Yang Terbakar

Iris Hitam Yang Terbakar

Oleh:  BagelTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Bab
3.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"Lepaskan pakaianmu. Buka lebar kakimu." "... Apa? Kenapa?" Suara itu memecah keheningan, dan jantungku berdebar kencang. Aku langsung refleks menutupi perutku. Itu adalah ulang tahun pertama pernikahanku dengan Alex, Sang Ketua Mafia Keluarga Riswaga. Aku sedang hamil dan ingin memberinya kejutan. Tetapi sekretarisnya yang bernama Lila, malah menutup mataku dan membawaku ke tempat yang asing ini. "Nyonya, berhentilah bersikap seperti korban. Merayu pria itu memang keahlianmu, bukan?" "Malam ini, di rumah lelang ilegal ini, kau akan menjadi barang terakhir yang dilelang." Rasa dingin menjalar di punggungku, dan suaraku pun bergetar. "Apa kau gila? Aku Nyonya Keluarga Riswaga dan aku sedang mengandung pewaris keluarga ini! Alex akan membunuhmu ...." Lila mencibir dan melepas penutup mataku. Cahaya yang menyilaukan menyinari diriku. Aku menyipitkan mata, dan perlahan, seorang pria yang duduk di bagian VIP mulai terlihat .... Itu Alex! Aku menatapnya tak percaya saat dia perlahan mematikan cerutu di tangannya. "Hamil? Anak haram siapa yang kau kandung itu?" "Ini anakmu!" teriakku. "Pembohong!" Dia mengangkat tangan, dan sebuah laporan dilemparkan ke arah kakiku. Huruf tebal bertuliskan: Kemungkinan hubungan darah: 0%, seakan membakar perih mataku. Dia lalu mendekat dan mencengkeram daguku. "Lila benar. Wanita sepertimu itu busuk sampai ke akar-akarnya." "Cintaku tak pernah cukup untuk memuaskan keserakahanmu." "Dan aku, Alex, tak akan pernah sudi membesarkan anak haram pria lain!" Kemudian hari, dia akhirnya mengetahui anak itu adalah darah dagingnya sendiri. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu begitu tenang, angkuh, dan terkendali itu berlutut di hadapanku dengan suara bergetar. "Celia, aku mohon padamu ... meskipun kau tak bisa memaafkanku, kumohon, izinkan aku menebus kesalahanku." Namun ... hatiku sudah tak merasakan apa pun lagi untuknya.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Anak buahnya memegang masing-masing lenganku, aku diseret ke rumah lelang ilegal pribadi seperti binatang yang akan disembelih.

Aku hanya mengenakan gaun tidur sutra, pakaian tipis yang sama sekali tidak bisa menyembunyikan perutku yang sedang hamil empat bulan.

Udaranya sangat dingin, membuatku menggigil tak terkendali.

Begitu aku memasuki aula, semua mata beralih dari panggung lelang ke arahku, mereka terlihat lapar seperti predator.

"Lihat Nyonya kita. Aku ingin tahu anjing siapa yang dia kandung di perutnya itu."

"Mengenakan pakaian dalam seksi dengan perut seperti itu. Sepertinya dia sudah banyak berhubungan."

"Buka kakinya. Aku ingin melihat apakah dia sesempit yang mereka katakan."

Ejekan cabul, bercampur dengan bau asap cerutu yang menyengat, membuatku ingin muntah.

Aku mencoba menutupi diriku dengan sepotong kain yang sangat kecil, tetapi tanganku dipaksa ke belakang dan diborgol ke pagar emas pajangan berbentuk melingkar.

Air mata mengaburkan pandanganku, tetapi akhirnya aku menemukan sosok yang kukenal.

Suamiku, seorang bos mafia di Kota Neroku, Alex Riswaga, sedang duduk di kursi kehormatan. Dia mengenakan setelan jas yang dibuat dengan sempurna, kakinya yang jenjang disilangkan dengan elegan.

Dia memainkan papan penawaran, dengan sebatang cerutu yang menyala dan padam di antara jari-jarinya.

Wajah tampan yang pernah memenuhi mimpiku itu kini menjadi kaku dan dingin seperti topeng es.

"Alex ...." Aku memanggil namanya dengan sekuat tenaga.

"Lihat aku! Aku tidak mengkhianatimu! Ini darah dagingmu, garis keturunan Keluarga Riswaga!"

Dia perlahan menurunkan cerutunya, lalu tertawa singkat dan dingin.

"Darah dagingku?"

Dia bangkit, sepatu kulitnya berbunyi di lantai marmer. "Celia, apa kau benar-benar berpikir kalau aku masih akan percaya pada kebohonganmu itu?"

"Celia, aku sangat sibuk dengan urusan keluarga selama enam bulan ini, aku bisa menghitung hanya dengan satu tangan berapa kali menyentuhmu."

"Dan terakhir kali, itu empat bulan yang lalu."

Alex berjalan mendekatiku, jari-jarinya yang dingin tiba-tiba mencengkeram rahangku, memaksa kepalaku mendongak.

"Baru empat bulan, tapi kau terlihat seperti akan melahirkan. Dan kau bilang itu anakku?"

"Aku tidak mengerti, tapi aku bersumpah … aku tidak pernah sekalipun mengkhianatimu!" Aku berusaha keras menjelaskan, air mata panas membasahi punggung tangannya.

"Cukup!"

Alex mendorongku, dia mengambil setumpuk dokumen dan foto dari meja di dekatnya, dan membantingnya ke wajahku.

"Kau bersikap sangat polos di ranjangku, tapi di belakangku, kau melakukan hal-hal kotor seperti ini!"

Ujung tajam sebuah foto melukai pipiku hingga terasa sangat perih.

Foto-foto itu berserakan di lantai, masing-masing lebih mengejutkan daripada yang sebelumnya.

Itu adalah "aku".

Di kamar hotel yang remang-remang, di pesta kapal pesiar, dan dengan pria yang berbeda-beda.

Wanita di semua foto itu memiliki wajahku.

Di salah satu foto itu, "aku" terlihat sedang duduk di pangkuan Erik Furona, musuh bebuyutan Alex. Posenya memalukan dan cabul.

"Laporan DNA-nya juga ada di sini."

"Itu membuktikan bahwa anak haram di perutmu bukan anakku."

Kertas itu jatuh di kakiku, data di dalamnya jelas menunjukkan bahwa persentase kemungkinannya sebagai ayah adalah nol.

Aku menatap bukti palsu yang sempurna itu, tidak menyadari luka di wajahku yang sekarang berdarah karena ujung kertas yang tajam.

"Tidak, ini tidak mungkin! Ini pasti palsu ...."

"Itu bukan aku! Alex, kau harus percaya padaku!"

Aku memohon dengan putus asa, air mata mengaburkan pandanganku.

"Bos," kata Lila yang melangkah keluar dari bayangan. "Dia tidak sepadan dengan amarahmu. Lelang harus dilanjutkan. Semua orang sudah menunggu."

Alex mengangguk acuh tak acuh, dia berbalik, dan duduk kembali di kursinya, tanpa melirikku lagi.

"Kau benar. Karena dia sangat suka ditiduri oleh laki-laki, aku akan mengabulkan keinginannya."

Lelang dilanjutkan, dan suasana di ruangan itu kembali riuh.

Hanya saja kali ini, yang dilelang adalah aku.

"Penawaran pembuka adalah delapan miliar. Kenaikan minimum adalah satu koma enam miliar. Mari kita mulai."

Begitu juru lelang selesai berbicara, seluruh ruangan menjadi riuh.

"Delapan miliar!"

"11,2 miliar!"

"Enam belas miliar!"

...

Para pria di ruang lelang itu semuanya adalah pencari sensasi.

Seorang pemimpin cabang dengan kepala botak dan wajah gemuk adalah yang pertama mengangkat papan penawarannya.

Dia melemparkan katalognya, matanya yang serakah mengamati tubuhku. "Bos, lupakan barang antik. Aku akan memberimu empat puluh delapan miliar untuk satu malam bersama istrimu. Bagaimana?"

"Empat puluh delapan miliar untuk meniduri wanita hamil. Wah, itu sangat menarik."

"Aku juga ingin mencicipi wanita milik Bos."

Sorakan ejekan terdengar dari sekeliling, seolah mengancam akan menenggelamkanku.

Aku menatap Alex dengan putus asa, tubuhku gemetar tak terkendali.

Aku berpegang pada secercah harapan terakhir bahwa dia akan turun tangan untuk melindungiku, seperti yang selalu dia lakukan selama ini.

Tetapi pria botak itu menggosok-gosok kedua tangannya, seringai mesum terpampang di wajahnya saat dia berjalan mendekatiku.

Alex hanya tertawa kecil, tanpa bergerak sedikit pun.

Tepat ketika aku hendak menutup mata dan pasrah pada nasibku, aku mendengar suara yang familiar.

"Empat puluh delapan miliar?" kata Alex, perlahan memutar papan di tangannya. "Kalau begitu, aku akan menawar delapan puluh miliar."

Pria botak itu membeku, langkahnya terhenti di tempat.

Jantungku mulai berdebar kencang.

Sudah kuduga. Dia memang masih mencintaiku. Dia tidak akan tega melemparkanku kepada binatang-binatang ini.

"Alex ...." Aku terbatuk saat menyebut namanya.

Dia menjentikkan abu cerutunya. "Delapan puluh miliar. Aku akan membelinya."

Dia perlahan berdiri. Sosoknya yang tinggi mendekatiku, setiap langkahnya terasa seperti pukulan ke jantungku.

Dia lalu berhenti di bawah panggung dan menatapku, sorot matanya tanpa kehangatan.

"Ini hadiah spesial yang telah kusiapkan untuk malam ini, untuk kalian semua nikmati."

Seketika, suara siulan dan sorakan meledak, cukup keras untuk mengguncang pondasi bangunan.

Aku merasa seperti ditindih beban berat, tubuhku gemetaran hingga tak mampu berdiri tegak.

Untuk sepersekian detik, aku bahkan berharap sudah salah dengar.

"Tidak, Alex. Jangan!"

Beberapa pria yang tak bisa lagi menahan diri bergegas maju seperti binatang buas.

Tangan-tangan berminyak meraba kulitku, sentuhan menjijikkan itu membuatku merinding.

Seseorang menarik rambutku, sementara yang lain dengan kasar merobek kain terakhir yang menutupi tubuhku.

"Lepaskan! Jangan sentuh aku!"

Aku menjerit, menendang dengan liar, kuku-kukuku mencakar kulit mereka yang menjijikkan hingga berdarah.

Tetapi, itu sia-sia.

Aku menatap Alex, mencari secercah belas kasihan terakhir.

Namun, dia hanya berdiri di sana dengan dingin, menerima segelas anggur merah dari Lila dan memutarnya perlahan, seolah-olah dia sedang menonton pertunjukan sirkus yang spektakuler.

Di matanya, aku bukan lagi istrinya. Aku hanyalah seorang pelacur yang telah mengkhianati keluarga, mainan yang bisa dihancurkan sesuka hatinya.

Mengapa dia harus peduli?

Aku pun menutup mata saat air mata mengalir deras di wajahku, panas dan tak terbendung.

Ketika hatiku benar-benar mati, aku berhenti meronta.

Aku membiarkan sebuah tangan kasar mencengkeram leherku, sementara tangan lainnya mencoba membuka kakiku.

Biarkan mereka melakukan apa pun yang mereka mau. Jika hidup adalah neraka, maka biarkan aku mati.

Aku menutup mata, dan dengan sisa kekuatanku, aku membenturkan kepalaku dengan keras ke pagar besi berlapis emas.

Aku lebih memilih mati daripada dipermalukan seperti itu!

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Dimitrii Van
Dimitrii Van
recommended
2026-06-10 17:00:10
0
0
Dimitrii Van
Dimitrii Van
Bagus ceritanya...
2026-06-10 16:58:51
0
0
Sarah Kamilya
Sarah Kamilya
mana suami TOLOLnya juga stlh istrinya "meninggal" gaada rasa bersalah atau sedihnya samsek, slama 3 thn hidup sm si pelakor, walau ga dinikahi tp udh dibuat jd NYONYA jg tuh lonte dirumahnya si laki, sdgkn istrinya hampir mati dan harus mengalami kerusakan fisik permanen, bisa2nya tuh laki dimaafin
2026-05-10 08:43:52
1
0
Sarah Kamilya
Sarah Kamilya
terus nih aplikasi emang menjunjung tinggi pelakor ya... kejahatan pelakor dibuat berulang kali dengan rinci/detail, istri sah diinjak2 sama pelakor disini, tapi balasan buat pelakornya cuma ditulis dalam satu kalimat doang, cuma dipenjara doang setelah semua penyiksaan yg dia lakuin ke istri sah...
2026-05-10 08:32:25
1
0
11 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status