Share

Merasa getaran

Author: iindwi_z
last update publish date: 2026-05-25 08:30:39

Pov Emelia 

Aku baru saja berniat membuat makan malam. Meskipun ada pelayan, aku ingin memasak sesuatu yang spesial untuk Samuel. Aku butuh kegiatan karena aku merasa sangat bosan jika hanya berdiam diri sejak tadi.

Tiba-tiba, suara tembakan menggelegar. Jantungku langsung berdegup kencang, seolah ingin melompat keluar dari dada.

Siapa itu? Kenapa suara tembakan terdengar semakin intens? Aku menoleh dengan panik saat melihat beberapa pengawal berlari ma

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Operasi darurat

    “Tuan, segera bawa Nyonya ke rumah sakit sekarang! Saya dan tim yang akan mengurus mereka semua!” teriak anak buah Papa Lucas dengan urat leher yang menegang sembari menembakkan senjatanya ke arah mobil yang menabrak kami.Aku mengangguk cepat tanpa membuang waktu satu sekon pun. Beruntung, di saat genting seperti ini, sisa pasukan cadangan dari timku dan tim Papa Lucas telah tiba di lokasi untuk memberikan bantuan.Tanpa memperdulikan gemuruh pertempuran yang kembali pecah di belakang kami, aku langsung memindahkan tubuh Emelia ke dalam dekapanku, menggendongnya dengan gaya bridal style untuk segera memindahkannya ke mobil evakuasi medis yang sudah bersiaga.“Samuel ... sakit ... hnghh, sakit sekali,” rintih Emelia lagi dengan suara yang kian melemah. Butiran keringat dingin berukuran besar kini sudah membasahi seluruh permukaan wajah pucatnya.“Sabar ya, Sayang. Tahan sebentar, kita sedang menuju rumah sakit s

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Ketakutan Samuel

    “Sayang, kamu tenang, ya. Kamu tunggu di dalam sini, dulu ya,” ujarku berusaha meredam kepanikan di dalam suaraku sendiri. Gejolak amarah yang membakar dada membuatku ingin sekali keluar dari mobil, mencabut senjataku, dan ikut memburu orang di luar sana yang sudah berani mengusik ketenangan kami.Namun, Emelia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Sepasang netra indahnya kini sudah berkaca-kaca menahan tangis. Aku bisa merasakan seluruh tubuhnya bergetar hebat di dalam dekapanku, ada ketakutan yang teramat mendalam dari sorot matanya.“Hey... lihat aku. Ada suamimu di sini, Sayang. Kamu tidak akan kenapa-napa. Aku bersumpah,” ujarku lagi, menangkup wajahnya dan mengecup keningnya berulang kali demi menyalurkan ketenangan yang gagal kurasakan sendiri.“Aku takut, Samuel ... Ayo kita pergi dari sini sekarang, kumohon ...” rengeknya dengan suara parau yang bergetar.TAARR! TAARR! DUAARR!Rentetan suar

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Serangan dadakan

    Pov SamuelSebenarnya, ada keraguan yang teramat besar di dalam dadaku untuk mengiyakan permintaan Emelia kali ini. Mengunjungi tempat yang jauh dari jangkauan pengawasan utamaku, jadi aku sedikit takut. Namun, setiap kali melihat binar sarat harapan di sepasang netra indahnya, aku selalu berakhir tidak sanggup untuk mengucapkan kata penolakan. Terlebih lagi, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menuruti dan mewujudkan semua hal yang diimpikan oleh istri cantiku itu.Oleh karena itu, sehari sebelum keberangkatan, aku langsung memerintahkan tim garis depan anak buahku untuk bergerak lebih dulu. Mereka bertugas menyisir dan memastikan bahwa area taman bunga terpencil itu benar-benar steril dan aman dari potensi bahaya apa pun.Aku tidak ingin kecerobohan sekecil apa pun merusak hari bahagia wanitaku.Pagi harinya, kami sudah bersiap untuk pergi piknik bersama. Emelia terlihat begitu menakjubkan dengan gaun hamil berwarna pastel y

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Perebutan calon nama

    “Nanti cucu pertama kita akan Papa beri nama Albert!” seru Papa Arturo lantang, memecah keheningan ruang tengah begitu kami semua sudah sampai di rumah setelah kepulangan dari rumah sakit.“Enak saja! Mana bisa begitu?” sahut Papa Lucas, tidak mau kalah gesit. Beliau langsung berdiri dari sofa dengan berkacak pinggang. “Nanti anaknya akan aku kasih nama Maxim! Terdengar jauh lebih gagah dan berwibawa!”“Ya tidak bisa begitu dong, Lucas! Itu kan cucuku!” ujar Papa Arturo tidak suka, melayangkan tatapan protes atas keputusan sepihak yang diambil oleh besannya.“Lah, kamu lupa, kalau dia itu juga cucuku?” balas Papa Lucas sengit, menatap Papa Arturo dengan dahi berkerut dalam.Aku hanya bisa tersenyum manis mendengar perdebatan sengit namun jenaka di depanku. Jemariku bergerak lambat, mengelus perutku yang kini sudah tampak membuncit dengan perasaan bahagia. Tatapanku kemudian beralih ke arah Samuel

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Melakukan USG

    POV EmeliaAku merasa diriku sekarang benar-benar layaknya seorang ratu. Apapun yang aku inginkan, apapun yang aku minta, Samuel, Papa Lucas, dan Mama Melissa pasti akan selalu bergegas memenuhinya tanpa terkecuali.Mulai dari impian masa kecilku untuk belanja bersama Mama, pergi ke pantai dengan pasangan impianku, hingga sekadar makan malam santai bersama—semuanya diwujudkan dengan begitu sempurna. Ah, aku selalu merasa diselimuti kebahagiaan yang meluap-luap setiap harinya.Tanpa terasa, hari-hari berlalu begitu cepat hingga usia kandunganku kini sudah resmi memasuki bulan keempat.Cepat sekali, bukan? Samuel, suamiku yang protektif itu, bahkan selama ini tidak pernah menginjakkan kakinya ke kantor lagi. Ia selalu beralasan kalau dirinya masih tidak bisa berada jauh dariku karena efek bawaan bayi. Padahal, belakangan ini aku sudah tidak pernah lagi melihatnya mual-mual atau mengeluh sak

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Ancama bahaya

    “Tuan, keluarga angkat Nyonya Emelia berada di luar dan bersikeras ingin bertemu,” lapor anak buahku keesokan harinya.Aku menghentikan gerakan jemariku, lalu menutup laptop di atas meja kerja dengan satu gerakan kasar. Aku menatap anak buahku dengan pandangan datar, sebelum sedetik kemudian kilat mataku berubah menjadi teramat sengit. Aku tentu tahu jelas apa maksud dan tujuan keluarga Perez itu mendatangi mansionku sepagi ini. Setelah apa yang terjadi kemarin di pusat perbelanjaan, mereka pasti datang untuk merengek, meminta ampun, dan mengemis maaf agar aku menarik kembali sanksi bisnis yang telah ku jatuhkan.“Usir mereka sekarang juga. Aku tidak memiliki kepentingan apapun dengan manusia-manusia parasit seperti mereka,” ujarku lantang dengan nada suara yang tidak menerima bantahan.“Baik, Tuan. Akan segera kami laksanakan,” jawabnya patuh, langsung membungkuk hormat sebelum melangkah lebar meninggalkan ruang kerja pribadi

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Kecupan

    Aku tidak tahu tugas apa lagi yang akan diberikan padaku. Sejak satu jam yang lalu, Samuel hanya terpaku menatap layar laptop di meja kerjanya, sementara aku diperintahkan berdiri mematung di sudut ruangan.Apa pria ini tidak punya rasa kasihan? Bayangkan saja, kakiku sudah terasa kebas karena berd

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Kolam renang

    Aku benar-benar merasa pria yang kini menjadi suamiku itu gila.Ya, gila! Samuel De Leon sama sekali tidak memiliki perikemanusiaan. Seluruh tubuhku terasa remuk, terutama pinggangku yang serasa ingin patah karena sejak tadi harus memunguti ribuan daun yang berguguran di halaman luas itu.Aku mengh

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Kenapa tidak di ranjang?

    “Ini kamar Anda, Nyonya...”Aku menatap kamar yang baru saja ditunjukkan pelayan padaku. Ruangannya cukup besar, bahkan sangat luas jika dibandingkan dengan kamarku di rumah lama yang hanya berisi kasur tipis yang membuat sekujur tubuhku pegal setiap pagi.“Aku tidur sendiri?” tanyaku langsung. Men

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Permintaan Menikah

    Pov Emelia “Menikahlah dengan Tuan Samuel, Emelia!”Aku terdiam mendengar Ayah memintaku menikah dengan pria yang sama sekali tidak kukenal. Kutatap wajahnya dengan tenang. Aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak beres, mengingat selama ini Ayah selalu memanjakan Bianca, adikku, melebihi diriku. Har

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status