Share

Papa?

Author: iindwi_z
last update publish date: 2026-06-04 08:30:53

Hening. Sejenak suasana berubah menjadi sangat sunyi setelah kegaduhan yang baru saja Lucas ciptakan. Aku melihat ke arah Emelia. Netra indahnya mengerjap pelan, seakan otaknya sedang berusaha keras mencerna kalimat yang baru saja dilontarkan oleh pria tua itu.

“Dok, apa tidak apa-apa kalau dia mendengarkan sebuah kabar yang mungkin akan membuatnya kaget?” tanyaku langsung pada dokter yang masih berdiri di sisi ranjang.

Aku tidak ingin gegabah. Emelia baru saja sadar

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Janji di balik kaca

    (POV: Emelia)“Gabriel...” aku bergumam lirih, menatap sayu ke arah tubuh mungil anakku yang masih terbaring di dalam kotak kaca inkubator itu.Rasa sedih yang teramat mendalam mendadak meremas dadaku hingga terasa sesak. Air mataku kembali menggenang di pelipis mata. Seharusnya, bayi sekecil ini lahir langsung berada di dalam dekapanku, merasakan hangatnya kulit sang ibu, dan menyusu untuk pertama kalinya dengan nyaman. Namun, takdir justru memaksanya untuk berjuang sendirian di dalam ruangan steril ini, terikat oleh beberapa kabel medis yang menempel di tubuh rapuhnya.Aku menghapus air mata yang meluncur di pipi, lalu mencoba memfokuskan pandanganku untuk mengamati detail tubuh kecilnya. Wajahnya benar-benar keturunan Samuel yang murni—begitu tampan dan tegas.Saat mataku bergerak turun menyusuri lengannya, aku melihat sesuatu di lengan kanan bagian atasnya. Sebuah tanda lahir yang unik berbentuk melengkung sempurna, seperti bulan sab

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Kelahiran Gabriel

    Setelah melewati beberapa jam yang terasa menyiksa, keheningan malam itu mendadak pecah. Suara lengkingan tangis bayi yang samar namun tajam terdengar menembus pintu ruang operasi yang kokoh.Oeeekk... Oeeekk...Seketika, jantungku bergemuruh hebat, berpacu begitu kencang hingga rongga dadaku terasa sesak. Seluruh aliran darahku seakan berhenti mengalir selama satu detik penuh. Apakah itu suara tangis Gabriel? Apakah pangeran kecilku benar-benar sudah lahir ke dunia?Sepasang mataku mendadak berkaca-kaca. Rasa haru, lega, dan tidak percaya bercampur aduk menjadi satu di dalam benakku. Aku mematung di tempat, nyaris tidak menyangka bahwa detik ini juga, statusku telah resmi berubah menjadi seorang ayah.“Papa... itu... itu suara anakku, kan?” ujarku dengan suara parau yang bergetar hebat, menoleh ke arah Papa Arturo yang juga setia menemaniku di koridor sejak beliau tiba menyusul beberapa saat yang lalu.Papa Arturo terseny

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Operasi darurat

    “Tuan, segera bawa Nyonya ke rumah sakit sekarang! Saya dan tim yang akan mengurus mereka semua!” teriak anak buah Papa Lucas dengan urat leher yang menegang sembari menembakkan senjatanya ke arah mobil yang menabrak kami.Aku mengangguk cepat tanpa membuang waktu satu sekon pun. Beruntung, di saat genting seperti ini, sisa pasukan cadangan dari timku dan tim Papa Lucas telah tiba di lokasi untuk memberikan bantuan.Tanpa memperdulikan gemuruh pertempuran yang kembali pecah di belakang kami, aku langsung memindahkan tubuh Emelia ke dalam dekapanku, menggendongnya dengan gaya bridal style untuk segera memindahkannya ke mobil evakuasi medis yang sudah bersiaga.“Samuel ... sakit ... hnghh, sakit sekali,” rintih Emelia lagi dengan suara yang kian melemah. Butiran keringat dingin berukuran besar kini sudah membasahi seluruh permukaan wajah pucatnya.“Sabar ya, Sayang. Tahan sebentar, kita sedang menuju rumah sakit s

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Ketakutan Samuel

    “Sayang, kamu tenang, ya. Kamu tunggu di dalam sini, dulu ya,” ujarku berusaha meredam kepanikan di dalam suaraku sendiri. Gejolak amarah yang membakar dada membuatku ingin sekali keluar dari mobil, mencabut senjataku, dan ikut memburu orang di luar sana yang sudah berani mengusik ketenangan kami.Namun, Emelia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Sepasang netra indahnya kini sudah berkaca-kaca menahan tangis. Aku bisa merasakan seluruh tubuhnya bergetar hebat di dalam dekapanku, ada ketakutan yang teramat mendalam dari sorot matanya.“Hey... lihat aku. Ada suamimu di sini, Sayang. Kamu tidak akan kenapa-napa. Aku bersumpah,” ujarku lagi, menangkup wajahnya dan mengecup keningnya berulang kali demi menyalurkan ketenangan yang gagal kurasakan sendiri.“Aku takut, Samuel ... Ayo kita pergi dari sini sekarang, kumohon ...” rengeknya dengan suara parau yang bergetar.TAARR! TAARR! DUAARR!Rentetan suar

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Serangan dadakan

    Pov SamuelSebenarnya, ada keraguan yang teramat besar di dalam dadaku untuk mengiyakan permintaan Emelia kali ini. Mengunjungi tempat yang jauh dari jangkauan pengawasan utamaku, jadi aku sedikit takut. Namun, setiap kali melihat binar sarat harapan di sepasang netra indahnya, aku selalu berakhir tidak sanggup untuk mengucapkan kata penolakan. Terlebih lagi, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menuruti dan mewujudkan semua hal yang diimpikan oleh istri cantiku itu.Oleh karena itu, sehari sebelum keberangkatan, aku langsung memerintahkan tim garis depan anak buahku untuk bergerak lebih dulu. Mereka bertugas menyisir dan memastikan bahwa area taman bunga terpencil itu benar-benar steril dan aman dari potensi bahaya apa pun.Aku tidak ingin kecerobohan sekecil apa pun merusak hari bahagia wanitaku.Pagi harinya, kami sudah bersiap untuk pergi piknik bersama. Emelia terlihat begitu menakjubkan dengan gaun hamil berwarna pastel y

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Perebutan calon nama

    “Nanti cucu pertama kita akan Papa beri nama Albert!” seru Papa Arturo lantang, memecah keheningan ruang tengah begitu kami semua sudah sampai di rumah setelah kepulangan dari rumah sakit.“Enak saja! Mana bisa begitu?” sahut Papa Lucas, tidak mau kalah gesit. Beliau langsung berdiri dari sofa dengan berkacak pinggang. “Nanti anaknya akan aku kasih nama Maxim! Terdengar jauh lebih gagah dan berwibawa!”“Ya tidak bisa begitu dong, Lucas! Itu kan cucuku!” ujar Papa Arturo tidak suka, melayangkan tatapan protes atas keputusan sepihak yang diambil oleh besannya.“Lah, kamu lupa, kalau dia itu juga cucuku?” balas Papa Lucas sengit, menatap Papa Arturo dengan dahi berkerut dalam.Aku hanya bisa tersenyum manis mendengar perdebatan sengit namun jenaka di depanku. Jemariku bergerak lambat, mengelus perutku yang kini sudah tampak membuncit dengan perasaan bahagia. Tatapanku kemudian beralih ke arah Samuel

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Samuel, bangun...

    Pov Emelia ​“Daniel, stop!!!”​Aku menjerit histeris dengan seluruh kekuatan yang tersisa di tenggorokanku. Air mataku luruh semakin deras, membasahi pipi yang terasa kaku karena ketakutan yang teramat masif. Menyaksikan Samuel—suamiku, pria yang selalu berdiri gagah melindungi

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Pasukan khusus

    Pov Lucas.​“Mau ke mana kamu, Lucas?”​Mendengar instruksi bernada interogasi itu, aku seketika menghentikan langkah dan membalikkan tubuh. Kutatap Arturo dengan sorot mata setajam silet. Bagaimana bisa pria itu masih bertanya dengan begitu santai di saat situasi sedang kritis

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Namaku Daniel.

    ​“Kenapa bengong? Apa kamu begitu terkejut melihatku?”​Suara parau yang sarat akan nada mengejek itu seketika menarikku paksa dari keterpakuan. Aku mengerjapkan mata, menatap sosok di hadapanku dengan kilat amarah yang berkobar hebat. Di bawah kungkungan pria itu, aku bisa melihat Emeli

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Mengintip

    Pov Emelia“Lepaskan tubuhku, Samuel... Kan tadi sudah?”Aku berusaha keras menggeliat dan melepaskan diri dari kungkungan lengan kekar Samuel yang masih melingkar posesif di pinggangku. Hasrat ingin tahu yang membuncah membuatku tidak sabar untuk segera turun ke l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status