แชร์

84. Di Ranjang Sempit

ผู้เขียน: anfebizha
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-05 23:59:49

"Eh-!"

Langkah Maura seketika terkunci di ambang pintu. Matanya mendadak melotot lagi untuk yang kesekian kalinya hari ini.

Bumi keluar hanya dengan balutan handuk putih miliknya yang melingkar di pinggangnya. Handuk itu jelas-jelas kekecilan untuk postur tubuh Bumi yang jangkung dan atletis, membuat batas kainnya menggantung beberapa senti di atas lututnya yang kokoh.

Tetesan air sisa mandi masih tertinggal di dada bidangnya yang terekspos sempurna, turun perlahan melewati lekuk perutnya, lalu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Aflinda Nurdin
Tapi… jangan lama up lg ya thor, lucu banget ini
goodnovel comment avatar
Dyah Wiryastini
Duh duh. Mauraaaa
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
wkwkwkwk sepanjang chapter dibuat ngakak Ama kelakuan dua laki bini ini. makasih banyak updatenya kakak syng :*
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Istri Pengganti Mas Dosen   196.

    "Angkat, brengsek! Angkat!" maki Dira berbisik, napasnya memburu.Dia kembali menelepon. Sekali, dua kali, tiga kali, hingga panggilan kelima, semuanya berujung pada suara operator.Dokter Julian sama sekali tidak berniat mengangkat telepon dari.Apinya amarah Dira kian membakar. Dengan sisa keberanian yang picik, jemari-jemarinya kembali menari liar di atas laya, menyusun barisan kalimat panjang yang dipenuhi gertakan sekaligus rayuan finansial.Dengan penawaran 100 juta untuk hasil itu.Pesan panjang nan nekat itu terkirim. Dua centang abu-abu langsung muncul.Dira melempar HP-nya ke atas kasur, lalu berdiri dan berjalan bolak-balik di kamar berAC itu dengan gelisah.Keringat dingin menetes di pelipisnya. Setiap detik yang berlalu terasa bagai siksaan neraka. Dia menatap jam dinding yang terus berdentang samar, menghitung tiap menit yang bergulir penuh kecemasan.Hampir satu jam berlalu dalam ketegangan yang mencekik.Gadis itu menyambar HP-nya kembali dengan napas tertahan. Dia mem

  • Istri Pengganti Mas Dosen   195.

    "Harus manipulasi hasilnya... Nggak ada cara lain!" gumam Dira serak, matanya menatap tajam plafon, yang kini tampak seperti ancaman.Dua belas menit penuh siksaan berlalu. Layar HP-nya yang redup mendadak menyala terang, menampilkan panggilan masuk dari orang yag sama dati sebelumnya. Dira langsung menyambar secepat kilat."Gimana, Vin?!" tembak Dira sebelum Vina sempat menyapa."Udah tak kirim ke WhatsApp-mu," bisik Vina sedikit ragu, seolah-olah ada yang mengawasinya di lorong rumah sakit. "Tapi ingat ya, Dir! Jangan bawa-bawa namaku! Kalau manajemen tahu aku nyebarin kontak pribadi dr. Julian, aku bisa di-PHK!""Ya! Yang penting nomornya ada!" potong Dira kasar, lalu mematikan sambungan sepihak, mengacuhkan rengekan temannya.Dengan tangan yang gemetar hebat, Dira membuka aplikasi pesan. Sebuah kontak baru terpampang di sana.Dira menggigit bibir bawahnya rapat-rapat, mengatur napasnya yang memburu sebelum menyusun kalimat paling persuasif .Dia tidak mengetik salam santun atau pe

  • Istri Pengganti Mas Dosen   194.

    Maura meronta sekuat tenaga. Kedua tangan mungilnya mendorong dada bidang Bumi, berusaha meloloskan diri dari cengkeraman suaminya yang luar biasa kokoh."Lepas, Bumi! Jangan main nyosor- Mpphh!"Bumi sama sekali tidak memberi celah. Bukannya mundur, pria itu justru melangkah maju, terus mendesak Maura hingga punggung dan pinggul istrinya membentur pintu mobil hitam mereka.Bunyi benturan itu mengunci pergerakan Maura sepenuhnya. Mengikis sisa jarak di antara mereka, menempelkan tubuhnya rapat-rapat hingga gadis itu tak bisa berkutik lagi.Postur tubuh mereka yang berbeda jauh membuat Bumi harus sedikit membungkuk. Wajah tegasnya menunduk dalam, membungkam rapat-rapat bibir cemberut Maura yang tadi sibuk mengomel.Lumatan yang berawal dari panik itu berubah menjadi ciuman penuh kehangatan, menyapu bersih seluruh barikade pertahanan yang coba Maura bangun sejak di rumah sakit."Mmph... Bapak-!!" Protesan Maura makin lenyap.Napasnya mulai memburu. Meronta pun percuma, kekuatan fisik Bu

  • Istri Pengganti Mas Dosen   193.

    Mobil pun melaju meninggalkan area rumah sakit.Dira, yang tadinya terdiam pucat, mendadak menunjuk ke arah luar jendela dengan antusias. Saat melewati kawas kuliner terkenal di kota ini."Bumi, lihat deh! Restoran steak langganan kita dulu masih buka," ucap Dira lembut. "Kamu ingat enggak, dulu kamu sering banget antre berjam-jam cuma buat beliin aku pasta kesukaanku di sana kalau aku lagi mogok makan?"Suasana di dalam mobil seketika dingin. Di belakang, Maura yang menyandarkan kepalanya ke kaca jendela, dengan muka kesal, tampak berkali-kali lipat tambah kesal mendegar itu. Apalagi melihat kakaknya yang dengan kesadaran penuh, memegang-megang lengan suaminya.Bumi meringis tipis. Dia hanya bisa tersenyum canggung, senyuman terpaksa yang bahkan tidak sampai ke matanya."Oh... iya?" sahut Bumi seadanya, mengutak-atik tombol AC untuk mengalihkan perhatian, berusaha keras tidak merespons pancingan nostalgia itu.Sambil tetap memegang kemudi, mata Bumi ketakutan mencuri pandang ke arah

  • Istri Pengganti Mas Dosen   192.

    Setelah menyelesaikan semua prosedur pengambilan sampel, Julian membereskan peralatannya dengan tenang. Pria berkacamata itu menatap ke arah Bumi penuh simpati.Bumi mengangguk kecil. "Terima kasih banyak, Jul. Tolong pastikan prosesnya benar-benar steril dan hasilnya langsung ke tangan saya.""Pasti. Kamu tahu reputasiku," balas Julian sembari mengulas senyum tipis.Di sudut sofa, Dira masih bergeming. Kebohongan besar yang dia bangun selama berminggu-minggu kini tinggal menunggu hitungan hari sebelum hancur lebur secara ilmiah. Tapi di balik kepucatan wajahnya, ada kilat dendam dan rasa tidak terima yang kian membakar dada.Sebentar kemudian dia cepat-cepat mengambil HP-nya, dan mengetik pesan terburu-buru. Matanya berkilat penuh dendam, jika dia harus hancur, dia tidak akan biarkan Maura menang begitu saja.Saat mereka berlima mulai bersiap meninggalkan ruangan, sang Mama pelan-pelan melambatkan langkahnya. Wanita setengah baya itu sengaja membiarkan Bumi berjalan lebih dulu, lalu

  • Istri Pengganti Mas Dosen   191.

    Disusul derap langkah kaki pelan yang menuruni tangga satu per satu.Bukan suara jeritan atau tangisan histeris yang terdengar, melainkan kesunyian yang amat canggung. Papa Maura berjalan lebih dulu di depan, sementara Sang Mama membimbing Dira dari samping. Dira, kini menunduk dalam-dalam. Wajahnya pucat pasasi, matanya sembap, dan bahunya tampak meliuk lesu seolah seluruh dinding pertahanannya baru saja dirobohkan tanpa sisa.Kebohongan yang tersudutkan memang tak lagi punya suara untuk melengking.Maura menyenggol lengan suaminya pelan, membelalakkan mata seolah bertanya, 'Kok bisa?!'Bumi tak menjawab. Pria itu justru tersenyum tipis, jemarinya di balik pinggul Maura menepuk-nepuk pelan."Dira udah siap, Ayo berangkat," ujar Sang Papa. Beliau menatap Bumi penuh bimbang. Pria separuh baya itu tak tahu siapa yang benar, tapi setidaknya dengan cara ini semua hal akan menemukan jalannya."Yaudah, ayo berangkat sekarang," sahut Bumi tenang. Dia beranjak berdiri dari sofa, tanpa melepa

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   2. Pesan Penentuan

    Suara Maura menggema di lorong, membuat dua mahasiswa yang lewat refleks menoleh, lalu pura-pura tidak peduli sambil tetap mencuri pandang."Kenapa lo teriak kayak liat saldo minus?""Gue- gue harus balik. bokap gue pingsan," sahut Maura gagap.Tangannya gemetar saat menyambar tas kanvasnya dari ta

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status