Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 39. Rahasia yang Masih Tersimpan Rapi

Share

39. Rahasia yang Masih Tersimpan Rapi

last update publish date: 2026-06-24 21:31:52

“Sempak! Dasar duda mesum!”

Di lorong sunyi lantai eksekutif gedung Vastu Chandra, caci maki meluncur deras dari mulut Jimmy yang masih menempelkan ponselnya erat-rekat di pipi.

Orang kepercayaan Raymond itu berjalan cepat, menjauh dari pintu ruang rapat utama agar suaranya tidak menggema ke dalam.

"Sialan kamu, Ray! Bisa-bisanya kamu menghilang di jam krusial begini!" desis Jimmy dengan napas memburu karena menahan geram.

Tatap mata Jimmt tertuju pada jam dinding, lalu melanjutkan dengan nad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
Ray....kalau sudah seperti ini mau gimana lagi??
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   113. Prinsip yang Dilanggar

    Karina berdiri mematung di depan dinding kaca besar di ruang kerjanya, menatap lurus pemandangan pencakar langit kota yang membisu. Pandangannya kosong, tenggelam dalam pusaran ragu yang mulai menggerogoti logikanya.Sebenarnya, jauh dalam lubuk hatinya, Karina tidak yakin Raymond memiliki hubungan spesial dengan Jovita. Gadis itu terlalu muda, sangat bertolak belakang dengan semua prinsip yang pernah Raymond tegaskan padanya.“Lihat gadis-gadis itu! Kalau tahu kamu duda, pasti mereka lari ke arahmu sambil berteriak nikahi aku, Om.”Raymond hanya tertawa mendengar keluhan Karina yang tidak terima saat banyak gadis yang terus memperhatikan kekasihnya. Meski sudah tidak muda lagi, tapi pesona Raymond seolah tak pernah memudar.“Mereka masih terlalu muda, belum tahu pahitnya hidup. Mereka pikir hidup hanya senang-senang saja.”“Apalagi kalau kesampaian dapat om-om matang kaya kamu.”“Kalau cemburu malah tambah cantik,” goda Raymond sambil menoel hidung Karina.Sedekat dan sehangat itu hu

  • Istri Rahasia Om Raymond   112. Jamu dari Bi Siti

    Raymond melangkah pelan memasuki kamar dan mendapati Jovita masih meringkuk di balik selimut tebal.Sejak Raymond tiba di rumah tadi malam, Jovita memang sudah meringkuk kesakitan seperti ini.Keinginan Raymond untuk melepas lelah dan meluapkan rasa rindu pada sang istri terpaksa harus ia urungkan, semalam ia hanya bisa berbaring miring, memeluk erat tubuh Jovita sembari memberikan kehangatan hingga mereka tertidur.Raymond duduk di tepi ranjang. “Masih sakit, Jo?” tanyanya lembut.Jovita mendongak sedikit dari balik bantal, lalu mengangguk pelan dengan raut wajah lesu.Raymond tersenyum maklum, tangan kekarnya terulur mengusap lembut rambut Jovita yang terurai.“Nanti siang, kalau kondisimu sudah baikan, aku jemput ya. Kita pergi lihat calon apartemen kita.”“Hmm...” Jovita hanya bergumam pelan mengiyakan.Tak ingin mengganggu waktu istirahat istrinya lebih lama, Raymond segera bangkit dan bersiap-siap menuju kantor.Meski sudah menikah, Raymond tetap mandiri seperti dulu. Tak pernah

  • Istri Rahasia Om Raymond   111. Mata-mata Vs Penjaga

    “Ngapain, Mas?” Pak Budi menegur tegas sembari menghampiri pria berjaket gelap yang sudah beberapa hari ini terlihat mondar-mandir di depan area kos Maximilian Residence. Pria itu sempat tersentak kaget, namun dengan cepat berusaha memasang raut wajah polos. “Mau cari kos buat adik saya, Pak,” jawabnya meyakinkan. Pak Budi menatapnya penuh curiga dari atas sampai bawah. “Adiknya cewek?” “Iya, Pak, cewek.” Pak Budi kemudian menjelaskan dengan nada datar, “Tempat ini memang kos khusus cewek, Mas. Keamanannya ketat.” Pria misterius itu memiringkan kepalanya sedikit, berpura-pura bingung lalu melancarkan aksi menyelidikinya. “Tapi... saya sering lihat ada laki-laki yang keluar masuk tempat itu, Pak. Yang pakai SUV hitam itu.” “Itu pemiliknya, Mas,” jawab Pak Budi tanpa ragu. “Lho, katanya khusus cewek? Nggak bahaya pemilik cowok yang masih muda seperti itu tinggal di dalam?” sahut pria itu cepat, mencoba memancing informasi lebih dalam. Pak Budi terkekeh pelan, lalu menjawab san

  • Istri Rahasia Om Raymond   110. Mulai Ekstra Hati-Hati

    @Raymond Chandra[Kamu pulang duluan pakai taksi][Aku mampir ke rumah dulu][Mau kasih hadiah buat Vio]@Jovita Anindita[OK][Om nginap di sana]Om Ray:[Tentu saja tidak][Tunggu aku pulang][Jangan lupa pakai baju yang aku belikan dari Singapura]Jovita menghembuskan napas panjang, seketika teringat wujud baju tidur yang dibawakan Raymond dari Singapura. Wajahnya merona merah sekaligus dongkol.“Jauh-jauh ke Singapura, masa yang dibeli baju kurang bahan begitu... mana tipis banget lagi! Bikin mriang saja,” gerutu Jovita dalam hati, mengetuk-ngetuk layarnya dengan gemas sebelum mengunci ponsel.Jovita bergegas merapikan barang-barangnya di meja kerja. Ia memandang sekeliling ruangan untuk terakhir kalinya, mematri kenangan manis dan ilmu yang didapatkan di sana, lalu melangkah keluar gedung untuk memesan taksi online.Sebagai anak magang, hari ini adalah hari terakhirnya menjejakkan kaki di kantor Vastu Chandra.Perjalanan pulang menuju Maximilian Residence terbilang lancar meski s

  • Istri Rahasia Om Raymond   109. Bunga dan Kumbang

    Dylan terdiam cukup lama, menunduk, menatap cangkir kopi di hadapannya yang mulai memutih akibat kepulan uap yang menghilang.Pernyataan terakhir Raymond memukul kesadarannya cukup telak. Sebagai pria yang tumbuh di lingkungan keluarga elite, Dylan tahu betul betapa kejamnya dunia mereka jika sebuah rahasia atau kelemahan terekspos sebelum waktunya.Dengan segala yang dimilikinya, Raymond akan tetap bertahan oleh badai skandal. Tapi tidak akan sama dengan Jovita. Posisinya sangat lemah, bisa saja dia menjadi bahan perundungan yang menyudutkannya.Sebutan-sebutan yang merendahkan bisa saja langsung melekat pada diri Jovita. Pelakor, perempuan simpanan, atau lebih kasar lagi, pelacur.Dylan menghembuskan napas panjang, mencoba menekan seluruh ego dan gelombang kekecewaan yang masih bergolak di dadanya.“Saya paham...” ujar Dylan pelan, nadanya berubah jauh lebih tenang walau garis wajahnya masih menyiarkan luka yang tak sanggup ia sembunyikan.Pemuda itu mendongak, menatap lurus mata Ra

  • Istri Rahasia Om Raymond   108. Dua Pria Dewasa

    Raymond melangkahkan kaki memasuki area private sebuah restoran mewah yang suasananya sangat tenang.Sebagai seorang pria matang yang kenyang pengalaman hidup dan dunia bisnis, seharusnya tidak ada keraguan sedikit pun untuk menemui pria muda yang usianya jauh di bawahnya.Tapi, membayangkan betapa dekat anak muda ini dengan istrinya selama ini, rasa cemburu yang membakar dada menguapkan seluruh rasionalitasnya. Panggilan telepon dan ajakan pertemuan dari Dylan terasa seperti tantangan duel.Raymond mengontrol raut wajahnya, tetap bersikap tenang dan berwibawa saat mendekati meja. Di sana, Dylan sudah berdiri menunggu.“Selamat siang, Om,” sapa Dylan berusaha formal.“Siang, Dylan,” balas Raymond singkat.Mereka saling berjabat tangan. Genggaman erat dan tatapan mata yang saling mengunci mengirimkan gelombang ketegangan yang nyata di antara dua pria dewasa.Meski terlihat tenang, sebenarnya jantung Raymond bergemuruh hebat.Dylan pun sama. Ada gejolak amarah dan rasa tidak terima yang

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status