Masuk*Brakkkk!*Hologram video penculikan adik Arkan di wilayah timur itu mendadak meledak menjadi partikel cahaya merah, menyisakan keheningan yang menyesakkan di dalam kabin mobil dinas mewah Dinasti Naga Emas yang sudah ringsek total. Arkan membeku di kursi kemudi, tatapannya kosong menatap puing-puing cyborg elite yang masih mengepulkan asap hitam di depan moncong mobil yang hancur.'Waduh! Sialan beneran! Baru saja mau nyuapin getuk lindri tumpah ke mulut Nona Aura, malah dikasih tontonan penculikan adik gue di timur! Jantung naga gue rasanya mau copot, bukan karena syahwat, tapi karena panik keluarga meledak parah!' batin Arkan geram kocak di dalam hatinya yang terdalam.Aura, yang masih trauma ketakutan bersembunyi di lantai mobil sembari memeluk kaki tegap Arkan, langsung mendongakkan kepalanya dengan cemas mendengar makian pengawalnya.Dia mengabaikan rasa perih di keningnya akibat benturan drifting tadi dan langsung merosot naik kembali ke kursi penumpang, mepe
*Deggg...*Jantung Arkan seakan berhenti berdetak menatap angka merah yang terus menyusut menuju angka sembilan menit di layar hologram gawai taktisnya. Di dalam kabin mobil dinas mewah yang sudah ringsek parah dan penuh debu sisa ledakan cyborg, atmosfer mendadak sunyi total, hanya menyisakan deru napas panik dari Arkan dan Aura.'Waduh! Sialan beneran! Baru saja lolos dari maut tabrakan cyborg, sekarang malah dikasih tontonan bom waktu penyiksaan Bayu dan Bokap! Jantung naga gue rasanya mau copot, bukan karena syahwat, tapi karena panik menyelamatkan aset Dinasti dan melodrama keluarga!' batin Arkan geram kocak di dalam hatinya yang terdalam.Aura, yang masih trauma ketakutan bersembunyi di lantai mobil sembari memeluk kaki tegap Arkan, langsung mendongakkan kepalanya dengan cemas mendengar makian pengawalnya.Dia mengabaikan rasa perih di keningnya akibat benturan drifting tadi dan langsung merosot naik kembali ke kursi penumpang, mepet agresif ke lengan jubah pan
*Brakkkk!* Ledakan dahsyat di layar hologram gawai taktis Arkan seakan meruntuhkan dunianya, menampilkan detik-detik menara transmisi kristal murni di markas Dinasti Naga Emas hancur lebur menjadi debu siber. Di dalam kabin mobil dinas mewah yang sudah ringsek parah akibat tabrakan cyborg tadi, atmosfer mendadak sunyi total, hanya menyisakan deru napas panik dari Arkan dan Aura. 'Waduh! Sialan beneran! Baru saja mau nyuapin getuk lindri tumpah ke mulut Nona Aura, malah dikasih tontonan kembang api penghancuran aset Dinasti! Jantung naga gue rasanya mau copot, bukan karena syahwat, tapi karena panik aset miliaran melayang dalam sekejap!' batin Arkan menggerutu kocak di dalam hatinya yang terdalam. Aura, yang masih trauma ketakutan bersembunyi di lantai mobil sembari memeluk kaki tegap Arkan, langsung mendongakkan kepalanya dengan cemas mendengar makian pengawalnya. Dia mengabaikan rasa perih di keningnya akibat benturan drifting tadi dan langsu
*Bzzz... Klik!*Proyeksi hologram peringatan warna merah darah dari Ketua Tertinggi Black Lotus Pusat itu perlahan memudar, menyisakan keheningan mencekam di dalam kabin mobil dinas mewah Dinasti Naga Emas yang kini kondisinya sudah ringsek parah. Arkan membeku di kursi kemudi, tatapannya kosong menatap puing-puing cyborg elite yang masih mengepulkan asap hitam di depan moncong mobil yang hancur."Ayah... Sialan! Lah, jadi selama ini bokap gue masih hidup dan dijadikan kelinci percobaan sama Black Lotus Pusat di penjara barat sialan itu?!" seru Arkan geram sembari menggebrak dasbor mobil yang sudah retak, wajahnya mengeras menahan amarah yang meledak-ledak.Aura, yang masih trauma ketakutan bersembunyi di lantai mobil sembari memeluk kaki tegap Arkan, langsung mendongakkan kepalanya dengan cemas mendengar makian pengawalnya.Dia mengabaikan rasa perih di keningnya akibat benturan drifting tadi dan langsung merosot naik kembali ke kursi penumpang, mepet agresif ke len
*Brakkkk!*Cyborg elite dengan empat lengan pisau itu menghentakkan kakinya ke lantai beton basemen, menciptakan retakan menjalar cepat menuju mobil dinas mewah Aura. Arkan tidak membuang waktu, jemarinya langsung memindahkan persneling ke posisi mundur, lalu menginjak pedal gas dalam-dalam sembari memutar setir dengan satu tangan secara brutal.Mobil dinas anti peluru itu melesat mundur dengan kecepatan tinggi, melakukan *j-turn* ekstrem yang membuat ban berdecit nyaring memenuhi area basemen yang luas."Waduh! Arkan! Lah, Om! Jangan *drifting* mendadak begini dong! Sialan, getuk lindri di tas bekal gue jadi tumpah semua ke karpet mobil!" pekik Aura histeris sembari berpegangan erat pada *handle* pintu mobil, wajah gemesnya pucat pasi campur kesal."Tahan napas lo, Nona. Ini demi keselamatan aset berharga Dinasti Naga Emas, termasuk getuk lindri lo itu," sahut Arkan lempeng, matanya fokus menatap spion memantau pergerakan monster mekanis di belakang mereka.*Sp
*Bzzzzzt!*Proyeksi hologram peringatan warna merah darah itu terus berkedip-kedip di dalam kabin mobil dinas mewah yang remang-remang, menampilkan visual buram detik-detik Bayu diseret masuk ke dalam van hitam oleh sekelompok orang berseragam taktis Black Lotus. Arkan, yang wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari bibir Aura karena tarikan dasi tadi, langsung membeku total dengan tatapan mata yang berubah drastis menjadi dingin dan mematikan.'Waduh! Sialan beneran! Momen emas nyaris ciuman malah bubar total gara-gara kabar penculikan Bayu! Jantung naga gue rasanya mau copot, bukan karena syahwat, tapi karena panik siber level dewa!' batin Arkan menggerutu kocak di dalam hatinya yang terdalam.Aura, yang tadinya agresif narik dasi Arkan, langsung melepaskan cengkeramannya dan ikut membeku menatap layar hologram tersebut dengan wajah pucat pasi."Bayu... Arkan, Bayu diculik?! Lah, kenapa sistem keamanan markas yang kita bangun pakai kristal murni bisa lumpuh
Arkan seketika tersedak air liurnya sendiri mendengar pertanyaan nakal yang keluar dari bibir Aura.'Waduh... ini anak kalau bicara suka tidak disaring dulu ya!' batin Arkan panik, wajahnya mendadak terasa ikut memanas karena efek perapian dan godaan tersebut.Aura yang melihat kepanikan
Pisau taktis berlumur racun hitam milik penyerang Black Lotus itu tertahan di udara, hanya berjarak beberapa sentimeter dari punggung Aura.Aura memejamkan matanya rapat-rapat sambil terus memeluk erat tubuh Arkan dari belakang, air matanya membasahi jas sang pengawal.'Aduh, ini anak nek
Matahari baru saja naik, tapi keringat dingin sudah membasahi pelipis Arkan.Dia berdiri di koridor luar kamar Aura dengan ponsel yang menempel erat di telinga."Arkan, kamu harus dengerin Ibu baik-baik," suara ibunya di seberang sana terdengar sangat cemas."I-iya, Bu. Ada apa sebenarnya? Kenapa I
Arkan berdiri mematung di tengah lobi rumah yang lebih mirip istana daripada tempat tinggal manusia.Pikirannya masih kacau memikirkan ucapan ibunya soal bakat Kultivasi kuno yang terdengar seperti dongeng sebelum tidur."Sialan, kenapa tugas pertamaku harus begini?" batinnya sambil menyesuaikan ja







