Share

Bab 145 Berkabung

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-07-19 16:07:20
Perasaan Azalea sudah diliputi cemas dan tidak enak sejak kehadiran Marta di rumah sakit, namun ia tidak ingin berpikir macam-macam saat ini.

Fokusnya sepenuhnya tercurah untuk mendiang Dina yang kini harus segera dimakamkan.

​Meski Azalea sebatang kara, untung saja proses pemakaman berjalan lancar karena dibantu oleh banyak pihak, termasuk beberapa teman sekolah yang datang melayat.

Marvel dan Marta bahkan ikut mendampingi hingga seluruh proses pemakaman selesai. Bisa dibilang, pasang s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 151 Zayn Tampak Kecewa

    Sayangnya, sampai detik ini, Zayn tetap menampilkan impresi seperti biasanya—sosok yang tidak pernah menanggapi sesuatu secara berlebihan atau meledak-ledak.​Pemuda itu tetap terlihat tenang dan menjaga jarak emosionalnya. Padahal, bukankah seharusnya saat melihat Naura yang tampak begitu lemah dan penuh beban seperti itu, Zayn akan langsung memeluknya? Memberikan dekapan hangat yang menenangkan?​Azalea memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia memilih untuk menatap lurus ke arah ibu Naura yang terpejam tenang, ketimbang harus terus menyaksikan drama air mata yang sedang dipertunjukkan oleh Naura di samping Zayn.​​"Lea juga baru saja kehilangan ibunya dua hari yang lalu. Kamu harus belajar banyak darinya tentang bagaimana cara bersikap tegar dan menerima takdir yang kadang berjalan tidak sesuai dengan keinginan kita," kata Zayn tiba-tiba.​Kalimat tidak terduga itu tentu saja langsung menarik perhatian Azalea, sekaligus sukses membuat Naura seketika ternganga tak percaya mendengarny

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 150 Zayn dan Azalea Pergi Bersama Ke Rumah Sakit

    Tidak ada satu pun yang berani menyela. Beberapa petugas keamanan segera turun tangan membantu melerai sisa-sisa perkelahian, lalu memerintahkan para siswa untuk berbaris rapi sesuai dengan kelas masing-masing.​Zayn berdiri tegak di tengah ruangan. Tatapan matanya mengarah lurus pada satu per satu siswa yang terlibat masalah.​"Mereka yang mulai mencari gara-gara lebih dulu, Zayn! Mereka merundung anak-anak dari kelas kami!" bela Ezra yang berdiri di barisan paling depan dari kelompok kelasnya.​Sementara itu, Yiyi dan teman-temannya mendadak bungkam. Mereka mungkin menyadari kesalahan mereka, tetapi jelas tidak ada yang mau disalahkan begitu saja dalam situasi ini.​"Mereka bahkan menyudutkan dan menghina Azalea lagi!" imbuh Ezra berapi-api.​Zayn tahu betul ia harus bisa menengahi situasi ini dengan kepala dingin agar keributan tidak kembali pecah.​"Tapi beberapa dari kalian yang lebih dulu memulai kontak fisik! Kamu tadi menarik-narik bajuku sampai robek!" tuduh Yiyi seraya menun

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 149 Perkelahian Antar Kelas

    Azalea diam-diam menyunggingkan senyum mengejek di sudut bibirnya. Ia sangat menikmati ekspresi kekesalan dan kepanikan yang terpancar jelas di wajah Alya saat ini. Pikirannya berputar cepat, sepertinya akan menjadi tontonan yang sangat seru jika ke depannya ada drama saling berebut hak dan perhatian di dalam rumah mewah ini. ​Ehem! ​Azalea berdeham pelan untuk memecah ketegangan. Setelah berpura-pura berpikir keras selama beberapa saat, ia pun memutuskan untuk memastikan niat sepasang suami istri di hadapannya lebih dulu. ​"Apa benar kalian sungguh-sungguh akan menerimaku di rumah ini? Tidak akan ada hal buruk atau perlakuan tidak adil yang mungkin aku terima nanti, kan?" tanya Azalea dengan nada menyelidik. ​Marvel menggelengkan kepalanya dengan cepat, berusaha meyakinkan putrinya. "Lea, Ayah akan pastikan hidupmu menjadi jauh lebih mudah dan terjamin setelah pindah ke sini. Semua kebutuhan dan fasilitas yang kamu inginkan akan Ayah cukupi tanpa terkecuali. Kamu tidak akan me

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 148 Alya Tersingkir

    Azalea duduk dengan canggung di ruang tamu. Meskipun rumah ini luas dan mewah, ia justru merasa seolah sedang dijebak di dalam sangkar yang menyesakkan.​Marvel dan Marta duduk berdampingan di hadapannya. Sebelum memulai pembicaraan inti, mereka bahkan sempat menyuguhkan berbagai macam minuman segar dan camilan manis untuk menjamu Azalea. Sebuah keramahan mendadak yang terasa sangat palsu di mata gadis itu.​"Bu Marta, Pak Marvel, bisakah langsung ke inti pembicaraan saja? Apa sebenarnya yang ingin kalian katakan?" tanya Azalea langsung tanpa basa-basi. Ia sudah tidak sabar dan enggan berlama-lama terjebak dalam kecanggungan di rumah ini.​Marvel berdeham pelan untuk mencairkan suasana. Melalui sebuah kode mata, ia mengisyaratkan kepada istrinya untuk mengeluarkan dokumen yang sejak tadi disimpan.​"Lea, ini adalah surat hasil tes DNA antara kamu dan Pak Marvel. Dokumen medis ini menyatakan secara akurat bahwa kalian adalah aya

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 147 Rumah yang Mewah dan Megah

    "Zayn, kenapa tiba-tiba membahas itu?" Azalea menatap Zayn lebih lekat. Sementara Zayn juatru memalingkan tatapannya. "Tidak apa. Aku hanya kasihan." Azalea menghela napas. Ia lalu mengangguk. "Aku akan pertimbangkannya dulu." Zayn membalas dengan anggun kecil lalu memerintah Azalea untuk keluar. Tidak ada obrolan lagi di antara mereka. Azalea melangkah dengan kaki yang terasa berat, ia menoleh sekilas sebelum benar-benar menjauh namun ia lihat Zayn yang tidak lagi menatapnya. ***Siangnya, Azalea berjalan ke arah gerbang sekolah seorang diri. Ia berniat untuk pulang dengan menggunakan kendaraan umum. Namun, di depan sana lagi-lagi tampak sebuah mobil mewah yang terparkir tepat di depan pintu gerbang utama.​Langkah Azalea seketika melambat saat ia menyadari mobil milik siapa itu. Sayangnya, ia sudah terlanjur terlihat dan tidak bisa menghindar lagi.​"Lea, kemarilah!" panggil Marvel yang bergegas keluar dari dalam mobil. Ia tidak sendiri, melainkan bersama Marta. Hubungan suam

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 146 Tinggal di Panti Asuhan?

    Bukankah seharusnya Zayn tahu kalau ibunya meninggal? Namun, hingga tengah malam berlalu, tidak ada satu pun kabar atau pesan singkat dari lelaki itu. Apakah ia memang sesibuk itu?​Sebenarnya Azalea tidak ingin memikirkan hal itu, tetapi entah mengapa hatinya merasa gelisah dan rasa sedihnya kian menumpuk. Meski sebelumnya Azalea sudah bertekad untuk tidak terlalu bergantung dan terbawa perasaan, nyatanya ia tetap tidak bisa membohongi rasa sakit di dadanya saat membayangkan Zayn ternyata lebih peduli dan memberikan perhatian penuh pada wanita lain.​Dua hari berlalu. Azalea akhirnya memutuskan untuk kembali berangkat sekolah dengan wajah lesu dan kantung mata yang menghitam akibat kurang tidur.​Jeje langsung menyambut kedatangannya dengan penuh perhatian. Sebagai sahabat, ia tahu betul bahwa Azalea masih berada dalam masa berkabung yang berat.​"Lea, Zayn memanggilmu ke ruang eksklusif," kata Ezra menghampiri meja Azalea begitu melihat gadis itu sudah berada di kelas.​Azalea langs

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 1 Jadi Babu Raja Sekolah

    "Tuan muda, bagaimana caramu akan menghukum gadis beasiswa miskin ini?" Suara itu membuat jantung Azalea serasa mau copot. Meski siswa itu bicara dengan nada rendah, ucapannya sarat cibiran untuk memojokkan Azalea. Takut-takut Azalea mendongakan wajahnya, menatap sosok anak lelaki yang kini berd

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 35 Kontrak Kerja

    "Kontrak kerja?" Kening Zayn berkerut. Azalea meringis malu-malu. "Hanya perjanjian secara tertulis agar kita sama-sama tidak rugi. Nanti kamu jelaskan detail bayarannya, dan aku juga jelaskan detail pekerjaan yang akan aku garap." Gadis itu sudah berubah lebih cerewet dan pintar bernegosiasi. K

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 27 Dalam Dekapan Zayn

    Bugh! Suara hantaman terdengar keras, Azalea merunduk dan memejam. Namun hingga suara itu berlalu, ia sama sekali tidak merasakan sakit. Ia justru merasakan dekapan yang hangat dan erat. Azalea membuka matanya, ia tidak melihat apa pun kecuali dada bidang Zayn yang menghimpitnya. "Za--Zayn..." A

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 12 Gosip Murahan

    Ezra langsung bicara blak-blakan.​"A—pa? Aku trending?" Azalea menunjuk dirinya sendiri dengan wajah cengo.​Ezra menghentak napasnya kasar, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan layarnya tepat di depan hidung Azalea.​"Hah, beli kuota internet saja pasti kamu tidak mampu, kan? Makanya kudet

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status