LOGIN"Kamu harus paham, peraturan pertama adalah melayani siapa yang harusnya kamu layani." Bagi Azalea, bertahan di sekolah elit ini adalah satu-satunya tiket untuk mengubah nasib keluarganya. Namun, satu kecelakaan kecil membuat seragam mahal Zayn—sang Raja Sekolah—ternoda. Ganti rugi puluhan juta jelas mustahil bagi gadis pengantar jahitan sepertinya.Zayn memberinya satu syarat, menjadi babu pribadi atau kehilangan beasiswanya. Azalea harus bersedia diperintah, tapi dia tidak menyadari satu hal. Di mata Zayn, menjadi pelayan berarti menjadi properti pribadinya. Dan Zayn tidak sudi properti pribadinya disentuh orang lain!
View MoreAzalea duduk dengan canggung di ruang tamu. Meskipun rumah ini luas dan mewah, ia justru merasa seolah sedang dijebak di dalam sangkar yang menyesakkan.Marvel dan Marta duduk berdampingan di hadapannya. Sebelum memulai pembicaraan inti, mereka bahkan sempat menyuguhkan berbagai macam minuman segar dan camilan manis untuk menjamu Azalea. Sebuah keramahan mendadak yang terasa sangat palsu di mata gadis itu."Bu Marta, Pak Marvel, bisakah langsung ke inti pembicaraan saja? Apa sebenarnya yang ingin kalian katakan?" tanya Azalea langsung tanpa basa-basi. Ia sudah tidak sabar dan enggan berlama-lama terjebak dalam kecanggungan di rumah ini.Marvel berdeham pelan untuk mencairkan suasana. Melalui sebuah kode mata, ia mengisyaratkan kepada istrinya untuk mengeluarkan dokumen yang sejak tadi disimpan."Lea, ini adalah surat hasil tes DNA antara kamu dan Pak Marvel. Dokumen medis ini menyatakan secara akurat bahwa kalian adalah aya
"Zayn, kenapa tiba-tiba membahas itu?" Azalea menatap Zayn lebih lekat. Sementara Zayn juatru memalingkan tatapannya. "Tidak apa. Aku hanya kasihan." Azalea menghela napas. Ia lalu mengangguk. "Aku akan pertimbangkannya dulu." Zayn membalas dengan anggun kecil lalu memerintah Azalea untuk keluar. Tidak ada obrolan lagi di antara mereka. Azalea melangkah dengan kaki yang terasa berat, ia menoleh sekilas sebelum benar-benar menjauh namun ia lihat Zayn yang tidak lagi menatapnya. ***Siangnya, Azalea berjalan ke arah gerbang sekolah seorang diri. Ia berniat untuk pulang dengan menggunakan kendaraan umum. Namun, di depan sana lagi-lagi tampak sebuah mobil mewah yang terparkir tepat di depan pintu gerbang utama.Langkah Azalea seketika melambat saat ia menyadari mobil milik siapa itu. Sayangnya, ia sudah terlanjur terlihat dan tidak bisa menghindar lagi."Lea, kemarilah!" panggil Marvel yang bergegas keluar dari dalam mobil. Ia tidak sendiri, melainkan bersama Marta. Hubungan suam
Bukankah seharusnya Zayn tahu kalau ibunya meninggal? Namun, hingga tengah malam berlalu, tidak ada satu pun kabar atau pesan singkat dari lelaki itu. Apakah ia memang sesibuk itu?Sebenarnya Azalea tidak ingin memikirkan hal itu, tetapi entah mengapa hatinya merasa gelisah dan rasa sedihnya kian menumpuk. Meski sebelumnya Azalea sudah bertekad untuk tidak terlalu bergantung dan terbawa perasaan, nyatanya ia tetap tidak bisa membohongi rasa sakit di dadanya saat membayangkan Zayn ternyata lebih peduli dan memberikan perhatian penuh pada wanita lain.Dua hari berlalu. Azalea akhirnya memutuskan untuk kembali berangkat sekolah dengan wajah lesu dan kantung mata yang menghitam akibat kurang tidur.Jeje langsung menyambut kedatangannya dengan penuh perhatian. Sebagai sahabat, ia tahu betul bahwa Azalea masih berada dalam masa berkabung yang berat."Lea, Zayn memanggilmu ke ruang eksklusif," kata Ezra menghampiri meja Azalea begitu melihat gadis itu sudah berada di kelas.Azalea langs
Perasaan Azalea sudah diliputi cemas dan tidak enak sejak kehadiran Marta di rumah sakit, namun ia tidak ingin berpikir macam-macam saat ini. Fokusnya sepenuhnya tercurah untuk mendiang Dina yang kini harus segera dimakamkan.Meski Azalea sebatang kara, untung saja proses pemakaman berjalan lancar karena dibantu oleh banyak pihak, termasuk beberapa teman sekolah yang datang melayat. Marvel dan Marta bahkan ikut mendampingi hingga seluruh proses pemakaman selesai. Bisa dibilang, pasang suami istri itulah yang paling banyak membantu mengatur segala keperluan administrasi dan pemakaman.Kini, Azalea didampingi oleh Jeje, masih duduk bersimpuh di dekat gundukan tanah yang masih basah itu. Azalea tidak lagi menangis, karena sejak tadi terus terisak, air matanya seolah sudah habis tak bersisa. Ia hanya diam termenung, menatap sendu taburan bunga segar di depannya."Kamu pasti bisa bertahan dan menghadapi semuanya. Kamu tidak sendiri kok, masih ada aku," bisik Jeje coba menenangkan, mer
Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--
Bruuuk! Alya mendorong tubuh Azalea sampai terbentur pintu toilet lalu tersungkur ke lantai. "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kalian berbuat kasar begini?" tanya Azalea lagi sambil meringis perih."Jangan berlagak polos!" bentak Alya. "Kamu sengaja melakukan itu, kan? Sengaja ngilangin kertas ulan
Tatapan itu membuat Azalea gugup, ada sesuatu yang berdebar aneh. Ia langsung menyerahkan botol minum Zayn padanya. "Jawab aku. Kamu mengerti?" tekan Zayn. Azalea mengangguk cepat. "Iya… mengerti." Zayn melepas tangan Azalea, lalu menunjuk handuk kecil di tangan gadis itu dengan dagunya. "Bantu
Pemilik kontrakan itu pergi dengan langkah menghentak dan lirikan sinis. "Ibu," Azalea menghampiri ibunya. Suara sang putri membuat Dina buru-buru bangkit dan mengusap air matanya. "Lea? Kamu sudah pulang?" ucapnya gugup sambil memaksakan senyum. "Lea sudah pulang dari tadi." Lea mengus






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore