Beranda / Romansa / Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah! / Bab 58 Pengumuman Hasil Test

Share

Bab 58 Pengumuman Hasil Test

Penulis: Ratu As
last update Tanggal publikasi: 2026-06-19 09:03:20

"Tidak ada, hanya ini saja."

Azalea gugup, entah kenapa dengan perlakuan Zayn sekarang, jantungnya berdebar lebih kencang. Ia jadi tidak bisa fokus.

"Baguslah, kali ini kamu berani melawan." Zayn tersenyum tipis, seperti sebuah penghargaan untuk Azalea.

"Te--tentu saja! Karena ia yang berulah lebih dulu!" jawab Azalea antusias.

Ia senang Zayn memberi apresiasi dan tidak menyalahkannya meski sudah melawan sepupunya.

"Ayo pulang dan obati l
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 134 Hadiah dari Kakak Kelas

    Azalea menggeleng.​"Katakan saja."​"Tidak ada. Tidak ada apa pun!" jawab Azalea ketus.​Kening Zayn berkerut dalam, dan sebelah alisnya terangkat. "Kamu yakin?"​"Sudah kubilang tidak ada apa-apa..."​Belum sempat Azalea menyelesaikan kalimatnya, Zayn menarik lengan gadis itu dengan sentakan kuat. Tubuh Azalea terpelanting ke depan hingga menabrak dada Zayn, yang kini posisi duduknya bersandar di tepi meja.​Zayn kembali menahan tubuh Azalea dengan merangkul erat pinggangnya, persis seperti kejadian kemarin. Ia kemudian memaksa gadis itu mendongak menatapnya dengan menekan dagunya ke atas.​"Apa yang kamu lakukan, Zayn?!" protes Azalea tidak nyaman. Ia mencoba memberontak, tetapi sepasang tangan Zayn terlalu kuat untuk ia lawan.​"Lea, kamu tahu aku paling tidak suka diacuhkan?"​"Siapa yang mengacuhkanmu? Tidak sama sekali!" berontak Azalea. Ia tidak mau tinggal diam dan terus mencoba melepaskan diri dari kungkungan Zayn.​"Lalu kenapa wajahmu ditekuk sepanjang hari?"​"Apa?" Azale

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 133 Kamu Tetap Di Sini Babu!

    Alya terdiam dengan gigi bergemertak. Ia membatin geram, sepertinya karena terlalu dimanja oleh Zayn, babu ini jadi semakin tidak tahu diri! Karena Azalea sudah secara terang-terangan menantangnya untuk berperang, Alya merasa tidak perlu segan-segan lagi. ​"Lea, kamu sungguh sangat berani! Apa kamu sepercaya diri itu karena yakin Zayn akan selalu mendukungmu?" Alya kembali memprovokasi. Ucapannya selalu pedas, diiringi dengan lirikan sinis yang tajam.​"Kalau iya, memangnya kenapa? Zayn memang sangat bermurah hati padaku—"​Refleks, Alya tertawa lepas mendengar jawaban itu. "Lea, ternyata kamu sepolos itu, ya? Sekalipun Zayn membelamu, jika dibandingkan dengan keluarganya sendiri, kamu itu tidak ada artinya! Zayn tetaplah Zayn!"​Kening Azalea berkerut dalam. Ia kurang paham dengan arah pembicaraan Alya.​"Asal kamu tahu, Lea—" Alya melangkah semakin dekat lalu berbisik tepat di telinga Azalea. "Zayn itu selalu berpikir realistis. Ia hanya akan mendukung orang yang bisa memberinya

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 132 Azalea Menantang Alya

    ​"Zayn, kamu gila sekali hari ini! Kita semua dapat masalah karena sikap impulsifmu itu!" omel Ezra setelah mereka keluar dari ruang sidak.​Ia terus mendumal seperti kebiasaannya. Di sampingnya, Zayn tetap berjalan dengan tegap dan tenang, seolah tidak baru saja menerima hukuman.​Ezra masih kesal sekaligus heran. Kenapa Zayn yang biasanya selalu bertindak rasional dengan alasan yang jelas, tiba-tiba bersikap tidak sportif hari ini? Kerusuhan di lapangan tadi—Zayn adalah biang keroknya! Zayn yang memulai semuanya dengan sengaja melemparkan bola ke arah lawan dan membidik tepat di kepalanya.​"Zayn! Apa kamu sungguh sengaja melakukannya? Apa masalahnya sampai kamu tiba-tiba semarah itu?"​"Tidak ada. Aku hanya kesal," jawab Zayn datar.​"Pada Rudy? Apa ia pernah membuat masalah denganmu?" cecar Ezra lagi. Rudy adalah siswa yang menjadi target pertama emosi Zayn tadi.​"Tidak. Aku hanya kesal pada seseorang."​Kening Ezra berkerut dalam, membuat ekspresi bingungnya terlihat semakin kon

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 131 Miliknya Seutuhnya

    Zayn menatapnya lekat-lekat. Jarak di antara mereka mendadak terkikis begitu dekat. Tangan kekar pemuda itu bahkan tiba-tiba menarik pinggang Azalea, membuat gadis itu tersentak dan hampir terduduk di pangkuan Zayn. ​"Menurutmu?!" bisik Zayn rendah. ​Azalea tertegun sesaat. Jantungnya berdebar tidak karuan, merasa gugup dengan respons Zayn yang ia pikir hanya sedang iseng menjahilinya. ​Gadis itu berdeham canggung. Ia meringis pelan sambil berusaha melepaskan rangkulan tangan Zayn yang melingkar di pinggangnya. ​"Yah, aku yakin kamu yang paling bersemangat untuk itu. Demi membela teman," jawab Azalea Ia mencoba mencairkan suasana dengan setengah menyindir. ​Namun, pelukan tangan Zayn di pinggangnya tetap erat, tidak merenggang sedikit pun. Pada saat itulah Azalea sadar bahwa Zayn sama sekali tidak sedang bercanda. Sorot mata dan garis wajahnya yang kaku menunjukkan bahwa ada masalah yang sedang mengusik pikirannya. ​"Zayn, ada apa?" tanya Azalea kemudian, saat ia merasak

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 130 Zayn Gagal Fokus

    ​"Kamu sungguh melakukan ini juga?" Sebelah alis Zayn terangkat. Ia menatap Azalea dengan pandangan yang berbeda dari biasanya.​"Maafkan aku, Zayn," kata Azalea lirih.​"Apa ada yang ingin kamu jelaskan lagi?" tanya Zayn sebelum pergi. Raut wajah Azalea yang tampak berat membuat ia curiga ada hal lain yang disembunyikan.​Azalea menunduk sambil meremas jari-jarinya. Ia merasa tidak percaya diri. Setelah semua rahasia ini terbongkar, ia takut Zayn akan memandangnya dengan buruk.​Dengan ragu, Azalea mendongak. "Zayn, bolehkah aku tahu hasil tes DNA itu? Aku belum sempat melihatnya—"​Zayn tidak langsung menjawab. Ia menatap Azalea lekat-lekat.​"Lea, kamu melakukan tes ini diam-diam saja sudah salah. Sekarang kamu malah masih penasaran dengan hasilnya?"​Azalea langsung terdiam dan mengatupkan bibirnya. Ia sadar tindakannya keliru. Namun, andai Zayn tahu bahwa ia juga berhak tahu karena statusnya sebagai anak kandung Marvel, apakah Zayn akan memberinya kesempatan?​""Kamu tenangkan pi

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 129 Masalah Ini Belum Selesai!

    Marta melihat anak kecil yang berdiri ketakutan di belakang ibunya, sementara sang ibu terlihat tetap tenang dan percaya diri. Natasya bahkan masih sempat memberikan senyum sinis penuh cibiran pada wanita mandul itu. "Zayn," Suara Marta menarik ketegangan. Ia mendekat lalu menahan keponakannya yang hendak memberi bogem mentah. "Apa yang terjadi?" "Kamu bahkan bilang pada Marta?!" Keterkejutan Marvel tidak bisa dibohongi. Kedatangan istrinya membuatnya panik. Gigi Marvel gemertak. Ia masih bisa mengatasi jika kepergok oleh Azalea dan Zayn, tapi ia tidak menyangka para bocah ingusan itu akan dengan cepat menghubungi istrinya. Marvel menggeleng pelan, ia merasa sudah terperosok jatuh sekarang. akan sangat sulit membela diri. Namun ia masih ingin mempertahankan rumah tangganya. Yah, ia masih butuh Marta untuk tetap di sampingnya dan menopangnya sebagai istri yang terhormat. "Jelaskan pada tanteku! Siapa dia!" Tunjuk Zayn pada Natasya. Suara Zayn tegas dan juga penuh penekanan. M

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 5 Minta Maaf Pada Babuku!

    Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 16 Pegangan!

    Tanpa meminta izin, Zayn langsung mengambil kuas di tangan Azalea, lalu menggunakannya untuk mencorat-coret hasil lukisan Azalea. "Zayn, kamu--" Azalea berdiri, ia hendak merebut kuas di tangan Zayn, namun pemuda itu lebih dulu mematahkannya. Krak! Suara patahan itu mungkin lirih, namun di telin

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 12 Gosip Murahan

    Ezra langsung bicara blak-blakan.​"A—pa? Aku trending?" Azalea menunjuk dirinya sendiri dengan wajah cengo.​Ezra menghentak napasnya kasar, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan layarnya tepat di depan hidung Azalea.​"Hah, beli kuota internet saja pasti kamu tidak mampu, kan? Makanya kudet

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status