Share

Bab 6

Penulis: Menikkk
last update Tanggal publikasi: 2025-05-02 03:31:35

Ji Yuan yakin bahwa dia tidak sedang diawasi, baik secara terang-terangan maupun diam-diam. Dia selalu mengecek berkali – kali ketika pergi keluar dan cenderung selalu berhati – hati dalam setiap tindakan. Tapi mengapa dia dipanggil ke markas Militer oleh seorang jendral?

Sebagai seorang ahli pemurnian, yang paling penting adalah budidaya materi dan pengukuran kekuatan materi, dan ini selalu menjadi kekuatan Ji Yuan. Bagi seorang praktisi yang kuat secara dalam pengukuran dan budidaya materi, tidak mungkin untuk dipantau tanpa menyadarinya, Ji Yuan memiliki kepercayaan diri ini.

Jadi dia sekarang sangat bingung, kelalaian apa yang menyebabkan seorang Letnan Jenderal Perang muncul langsung di depannya? Bahkan mengatakan jika Jendral Chu Zhao yang terkenal itu mencarinya? 

Saat pikiran Ji Yuan berbalik, kereta yang membawanya telah melaju kencang bagaikan terbang. Melalui jendela, dia bisa melihat jalan Ibu kota yang selalu sibuk dan Kereta – kereta kuda yang bergiliran melaju dengan tertib di jalan – jalan. Nampaknya Dynasty ini sangat maju dan super sibuk.

Letnan jenderal, yang telah duduk rendah di samping, akhirnya mengalihkan pandangannya ke Ji Yuan lagi, dan tampak sedikit lebih bingung daripada sekarang, "Apakah kamu takut?" 

Ji Yuan mengangkat alisnya, menghadap seorang letnan jendral dari awal hingga akhir, dia tidak rendah hati atau sombong, "Apa yang membuat ku ketakutan?"

Pihak lain memberikan penghinaan yang lembut, lalu menoleh, seolah-olah dia tidak ingin mengatakan apa pun padanya. Sampai kendaraan yang melaju kencang terus memacu kecepatannya. Ji Yuan melihat bangunan di luar jendela, saat bangunan semakin tua dan semakin sedikit, dan pemandangan di antaranya begitu indah sehingga orang tidak bisa tidak kagum. 

Letnan jenderal itu tiba-tiba bangkit, dan saat tubuhnya yang tinggi menghalangi pintu, Ji Yuan mendengarnya berkata dengan sedikit marah, "Jika Jendral kita tidak memerlukan bantuannya sudah sejak tadi aku lemparkan dia ke jalan.” 

Ji Yuan : “???”

Kereta itu berhenti.

Sebuah bagunan besar ada di depannya, seperti taman langit, menggantung dengan tenang di depan Ji Yuan, seperti istana peri di dunia itu, berdiri di atas awan berwarna-warni. Ji Yuan tidak bisa menahan napas karena pemandangan di depan dari dia. Sungguh ini diluar ekspektasinya. Dia pikir bangunan militer akan sangat membosakan. Akan memberikan kesan galak dan kaku. Namun bangunan di depannya sangatlah berbeda. Tampak diatur dengan sangat cantik dan nyaman. Berbagai tamanan tumbuh dengan sangat subur disini. Mulai dari tanaman besar hingga bunga – bunga yang sangat indah. Nampaknya orang yang melakukan pemilihan taman di bangunan ini adalah orang yang sangat terampil. 

Mengikuti letnan jenderal yang sangat aneh itu di sepanjang jalan, apa yang dia lihat di depannya berada di luar imajinasi Ji Yuan dan jauh di luar ingatan pemilik aslinya. Ji Yuan menghela nafas, dan melihat seorang anak laki-laki yang tampak halus berlari ke arah mereka dengan rasa ingin tahu, dan kemudian berbisik kepada kakak tertuanya, tetapi pemuda itu meraih tangannya dengan hati-hati. Dia kembali berlari dengan lengan bajunya yang berterbangan. Sang kakak tampak kewalahan menjaga bersamanya. Letnan Jendral itu berdeham kencang, dan kemudian diam-diam menoleh ke belakang untuk melihat apakah Ji Yuan masih mengikutinya di belakang.

Ji Yuan terpana, tempat apa ini? Mengapa ada anak kecil dalam kamp militer? Ini kamp militer kah? Tempat apakah ini? 

*

Chu Zhao sedang membaca kertas lusuh dengan sangat serius, betapa pun dia membacanya sampai berkali – kali, dia tetap tidak mengerti. Haruskah dia mengganggu Chu Rui untuk membahas ini? Tidak, adik kembarnya itu belakangan ini disibukkan dengan tugas berat. Ibu kota saat ini sedang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah perdagangan benua. Dalam dunia modern ini bisa dianggap sebagai pertemuan G20 suatu negara. Kali ini mereka akan membahas perdagangan. Chu Rui, sudah sangat sibuk. Diingatnya tadi pagi dia bahkan tidak bisa menyelesaikan sesi latihannya karena ada masalah dalam pembangunan kantor perdagangan baru.

Chu Zhao menghela nafasnya, kali ini disertai dengan garukan kasarnya ke atas kepalanya. Mengapa ini begitu sulit. Mengapa mereka harus menggunakan bahan – bahan yang tidak dia ketahui ini. 

“Jendral…” suara di luar pintu memanggilnya dengan jelas di tempat ini, dan mengatakan kepadanya bahwa tamu yang diundangnya sudah datang. Tak Lama Wang Yi’an masuk dan memberikan hormat kemiliterannya. Dibelakangnya sesosok ramping berdiri.

Dia terlihat lembut dan cantik, warna rambut coklat tua dan matanya sangat mempesona, dia adalah seorang wanita. Tingginya sekitar 1,67 meter, tetapi dengan tinggi bahu Letnan Jenderal Wang Yi’an dia terlihat seperti kurcaci yang imut. Apa imut? Chu Zhao tiba – tiba punya keinginan memukul belakang kepalanya. Wanita itu berusia tujuh belas atau delapan belas tahun, dan dia adalah wanita muda yang kuat dan cantik. Pupil mata coklat muda itu sedikit membesar ketika dia melihat Chu Zhao. Dan kemudian Chu Zhao tanpa sadar seperti mendengar wanita muda itu mengucapkan dua kata dengan suara rendah, "Sangat tampan." 

Ji Yuan segera mengangkat alisnya dan tersenyum padanya dengan ramah, sementara Wang Yi’an menoleh dan memberinya tatapan tidak puas. Nona Muda itu tersipu setelah melihat wajah Jendralnya. Huh tipikal gadis – gadis kota lainnya.

Mengatakan bahwa satu-satunya hal yang membuat Ji Yuan puas dengan tubuhnya di jaman kuno ini adalah kulit yang bagus ini. Dan ini adalah satu-satunya yang dibanggakan oleh Ji Yuan. Tetapi kali ini dia akan mengutuk kulitnya. Pasti sangat memalukan karena ketika dia tersipu, kulit yang bagus ini akan menjelaskan sejelas – jelasnya. Kemerahan yang jelas terlihat dipipi hingga telinganya. Benar – benar membuatnya dia ingin mengubur dirinya sendiri. Ji Yuan… kamu benar – benar.

 “Nona Ji Yuan…” Chu Zhao mempersilahkannya duduk di depan sebuah meja besar.

“Menurut Putri Nishang, Anda adalah Guru di akademi Putri Kekaisaran yang pernah membuat tulisan akademik tentang beberapa materi asing yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan peledak dan api. Apakah itu Benar?” Chu Zhao menatap dengan tajam langsung pada Iris coklat wanita itu.

Ji Yuan yang dipandangi sedemikian rupa merasakan sedikit dingin dan gemetar pada hatinya. Benarkah ini Jendral yang terkenal itu? Pantas saja baru tatapannya saja rasanya sudah menghunus lawan bicaranya.

“Nona…” Chu Zhao sudah tidak sabar.

“Ya.” Ji Yuan akhirnya meraih kesadarannya dan menjawab. Untungnya Ji yuan pemilik tubuh ini adalah seorang guru, sehingga tidak mencurigakan jika dia menulis literasi dan Gentry Jurnal ilmiah.

“Bisakan Nona memberitahu saya mengenai ini?” Chu Zhao memberikan kertas yang sudah kusut. Tampak seringnya dibaca dan dibaca. 

Ji Yuan tidak bisa tidak tersenyum. Lalu melihat kertas yang dimaksud. Berupa tulisan gambar dan diagram. Tanpa penjelasan apa pun disana. Tapi Ji Yuan tau, apa ini. Bahkan dia menghapalnya diluar kepala. Ini adalah cara paling standar dan mudah untuk membuat bom kimia, tanpa bubuk mesiu. Sebuah ledakan besar tanpa residu.

***

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 74

    “Berhasil…” ucap Ji Yuan pelan.“Apa katamu?” ucap Bibi Jiang. Dia mendengar Ji Yuansmengatakan sesuatu namun dia tidak dapat mendengarnya dengan jelas.“Selesai Bibi. Kita berhasil.” jawab Ji Yuan kali ini dengan suara yang lebih lantang.“Kamu yakin?” tanya Bibi Jiang.“Ya. Hanya saja kita perlu mencobanya.” Jawab Ji Yuan.“Mencobanya? Apa maksudmu?” Tanya Bibi Jiang dengan kebingungan.“Ya kita perlu mencobanya dulu.” Ucap Ji Yuan.Ji Yuan mengambil beberapa bungkus anti materi b*m diatas meja dan berjalan keluar ruang berkubah.Sebenarnya pembuatan anti materi b*m ini tidak sulit untuk Ji Yuan. Dia jaman modern dia pernah membuatnya beberapa kali. Namun kini di jaman kuno, terasa akan lebih sulit karena kekurangan alat dan bahan yang masih sangat mentah. Sehingga Ji Yuan harus mengekstrasi bahannya satu persatu sehingga memerlukan waktu yang lebih lama.Bibi Jiang mengikuti Ji Yuan ke luar ruangan berkubah.Ji Yuan berjalan menuju kumpulan pengawal dan pasukan Chu Wei yang ditingg

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 73

    Hari ke empat hingga ketujuh semua masih berjalan seperti biasa. Chu Yaoyao sudah bisa menjalani dengan ringan. Dia sudah terbiasa. Dan lagi keadaan pasien – pasien dengan luka berat (para prajurit Chu Zhao) sudah lebih baik.Peilu sudah bisa bernafas normal. Paru – parunya mengalami peningkatan penyembuhan setelah beberapa kali meminum ramuan obat yang dibuat oleh Ji Yuan. Bibi Jiang sendiri memberikan ramuan lain untuk mempercepat pengeringan lukanya. Kini, Peilu sudah bisa duduk dan bergerak ringan di atas tempat tidur.Dingbang juga sudah lebih baik. Bengkak di kakinya sudah hampir hilang. Kini yang tersisa adalah perawatan lukanya, baik itu luka di kaki dan tangannya. Paru – parunya juga sudah membaik. Luka kecil pada paru – parunya akibat hembusan panas dari b*m dahsyat itu telah sembuh beberapa hari lalu. Kini Dingbang hanya menunggu luka – lukanya mongering. Yang menurutnya luar biasa adalah luka bakar pada tangannya, luka itu kini sudah tidak sakit lagi. Memang masihlah ditut

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 72

    Selesai menemui Nenek Buguo dan Pingguo kecil, Chu Yaoyao kembali menghampiri Song Yaoyi di taman belakang bangunan utama halaman miliki Bibi Jiang.“Ibu~” Chu Yaoyao langsung duduk meringsek Song Yaoyi dan memeluknya erat.“Apa kamu sudah selesai?” Song Yaoyi tersenyum dan memeluk Chu Yaoyao.“Sudah Ibu.” Chu Yaoyao meletakkan kepalanya pada pangkuan Song Yaoyi dan menarik nafas panjang.“Ada yang ingin Ibu bicarakan. Ibu akan kembali ke Rumah Utama Kediaman Jendral Agung Chu, untuk ke mengaburkan fakta jika di halaman Bibi Jiang sedang ada beberapa pasukan Chu Zhao yang terluka.” Ucap Song Yaoyi sambil mengusap kepala Chu Yaoyao yang ada dipangkuannya.Chu Yaoyao segera mengeluarkan suara keberatannya.“Apa yang kamu lakukan? Ibu harus melakukan itu, agar tidak ada yang mencurigai aktivitas di halaman Bangongshi. Kita tidak ingin orang lain tau mengenai hal ini. Ibu yakin fraksi pendukung Selir Tua Gui sedang mengawasi semua orang. terlebih keluarga Jendral Agung Chu.” Song Yaoyi be

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 71

    Keesokan harinya, halaman Bangongshi milik Jendral Agung Chu sangat sibuk. Prajurit dan pelayan yang dimiliki Chu Wei, mulai bergerak keluar dengan hati – hati untuk mencari bahan obat – obatan dengan bantuan jaringan perdagangan yang dimiliki Song Yaoyi dan Zhu Yu. Zhu Yu sendiri bahkan ikut sibuk untuk mencari dan memastikan bahan – bahan tersedia.Beberapa Prajurit bahkan mencari Ikan salmon dan Ikan Aselarat dengan terjun langsung ke sungai – sungai berarus deras. Mereka menjaring dengan hati – hati dan juga sembunyi – sembunyi.Chu Yaoyao sudah sibuk sejak pagi. Dia mempersiapkan obat dan peralatan pergantian perban dan olesan obat untuk luka bakar. Ji Yuan sudah memberikan resepnya dan sudah menuliskan Langkah – Langkah pembuatannya dengan sangat rinci. Chu Yaoyao tidak merasa kesulitan membuatnya. Dalam hatinya dia berpikiran jika Ji Yuan memang sangat tepat menjadi guru. Karena Ji Yuan menuliskan baik cara pembuatannya maupun cara memberikan obat – obatannya dengan sangat deta

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 70

    Ji Yuan duduk di atas tempat tidur di dalam kamar Bibi Jiang. Di sebelahnya Chu Yaoyao berbaring setengah badan. Kakinya lurus memanjang di atas lantai. Sementara Bibi Jiang terlentang dan sedang memukul – mukul pinggangnya.Song Yaoyi yang duduk di dekat Chu Yaoyao sambil memijat tangan Chu Yaoyao menatap mereka dengan tatapan kasian. Chu Wei berdiri menatap jendela dengan tenang.Pingguo kembar masuk kedalam kamar dengan perlahan. Pingguo kecil membawa baki kecil berisi botol – botol yang juga berukuran kecil. Sedangkan Pingguo besar membawa gelas – gelas berisi air gula hangat.Keduanya meletakkan baki – baki itu diatas meja, lalu dengan sopan Pingguo kecil memberikan gelas gelas berisi air gula merah pada masing – masing orang yang ada di dalam ruangan.“Terima kasih.”“Mengapa kamu disini? Seharusnya kamu beristirahat. Kamu pun masih dalam tahap pengobatan?” Tanya Chu Yaoyaou pada Pingguo kecil.“Nona saya sudah merasa lebih baik.” Pingguo kecil menajawab dengan penuh hormat.“Se

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 69

    Halaman Bangongshi, sangat sibuk malam ini, terutama Bibi Jiang dan Chu Yaoyao. Anggota pasukan Chu Zhao dikirim langsung ke halaman Bongongshi tanpa kereta. Mereka di bopong dengan rekan sesama pasukannya bergantian hingga bisa sampai pada halaman Bangongshi dalam satu dupa.Setelah menyerahkan ketiga rekannya yang sedang dalam kondisi terluka parah, ke duabelas anggota pasukan Chu Zhao lainnya langsung terduduk lemas. Malah ini energi mereka terkuras habis.Beberapa penjaga di halaman Bangongshi segera memberikan mereka air madu untuk membantu mereka meraih energi mereka kembali.Song Yaoyi bahkan keluar menemui mereka dan memberikan mereka kurma merah yang sangat mahal untuk mengembalikan kondisi mereka.Saat ini, Chu Yaoyao, Bibi Jiang dan Ji Yuan sedang mengobati pasukan yang terluka.Satu orang prajurit Chu Zhao bernama Peilu, terluka parah akibat sabetan benda tajam di bagian punggungnya. Lukanya dalam dan menembus organ paru – parunya. Chu Yaoyao sedang mengobatinya dan menut

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 33

    Ji Yuan dengan semangat berjalan ke halaman kamar Chu Zhao, lalu bertanya pada Pingguo, “Dimana Zhu Zhuan dan yang lain biasa bermain?”“Nona… Saya tidak tahu. Maafkan saya Nona, saya sebelumnya bekerja di halaman Bangongshi. Nona…” Pingguo seketika berlutut dan ingin memukulkan kepalanya ke tanah.

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 30

    Meja – meja disusun berjajar dan diisi oleh para tamu. Diatur berdasarkan pangkat dan betapa pentingnya mereka.‘Apa dia jaman kuno ini semua bentuk feodalisme, masih sangat kental?’ pikir Ji Yuan. Saat tadi dia melihat sekeliling dari tempat duduknya. Melihat orang -orang yang hampir tidak dikenal

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 28

    Luopa Daxue, yang merupakan universitas komprehensif paling agung dan berwibawa di seluruh jajaran Benua bintang. Benua bintang adalah sebutan untuk wilayah lebih luas dari Kekaisaran ini. Kumpulan Kekaisaran – Kekaisaran dan Kerajaan – kerajaan yang berada dalam satu radius jarak yang tertentu, da

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 31

    "Uhuk!" Chu Zhao sedikit tidak nyaman dengan mata penuh arti Ji Yuan, jadi dia hanya menatap keponakan kecil di pelukan Ji Yuan, matanya ekspresif, dan dia tidak bisa turun dan berjalan sendiri?Dia tidak ingin Zhu Weiyu memegang kotak besar di satu tangan, tetapi berpegangan pada leher Ji Yuan den

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status