Short
Jujur atau Tantangan: Aku Pilih Pergi

Jujur atau Tantangan: Aku Pilih Pergi

By:  BagelCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setiap kali bermain game "Jujur atau Tantangan", Clara, teman masa kecil pacarku, selalu menantang Ronan untuk mengerjaiku, sedangkan Ronan tidak pernah menolak, dia berpura-pura melamarku. Terakhir kali, aku sempat percaya dengan tipuan mereka. Aku mengulurkan tangan dengan senang hati, tetapi komponen di dalam cincin itu tiba-tiba menjepit jariku, seketika itu juga aku menjerit kesakitan. Ronan dan Clara tertawa terbahak-bahak, mengabaikan jariku yang sudah membiru karena terjepit. Setelah itu, Ronan menahanku di dinding dan bersumpah bahwa dia akan serius melamarku tahun ini. Sehingga ketika pengawalnya mengantarku ke klub elite tempat kami pertama kali bertemu, aku mengenakan gaun sutra putih yang mahal, menata rambut, bahkan berdandan secantik mungkin. Aku juga membayangkan momen lamaran yang mengharukan, membayangkan aku menganggukkan kepala dan menjawab, "Ya, aku bersedia." Namun begitu aku membuka pintu ruang VIP, betapa terkejutnya diriku, ada seseorang yang mengguyur segelas anggur merah ke wajahku. Minuman itu menetes dari dagu dan membasahi gaunku. Tawa seorang wanita langsung pecah di tengah kerumunan. "Sudah kubilang, Aurora pasti datang, 'kan? Ronan, kamu kalah!" Ronan menghampiriku dengan wajah pasrah. Pria itu mengusap wajahku menggunakan tisu dengan lembut, nada suaranya masih selembut biasanya. "Kamu dandan demi aku, ya? Sayang sekali, gaunmu jadi kotor." "Clara menantangku bertaruh apakah kamu berani datang ke klub kita malam ini, aku yakin kamu pasti datang. Taruhannya seperti ini: Kalau kamu nggak datang, aku akan melamarmu besok. Sebaliknya, kalau kamu datang, maka lamaran ini diundur tahun depan." "Maaf, Sayang. Karena kamu datang, jadi kita batal menikah tahun ini." Aku menatapnya. Setelah terdiam lama, aku bertanya, "Apa kamu ingat besok itu hari apa?" Pria itu mengangkat bahu sambil tersenyum. "Tentu, besok adalah hari jadian kita yang keenam tahun, aku nggak mungkin lupa." Anggur merah itu mengalir melewati tulang selangkaku, rasa dingin dan lengketnya membuat tubuhku menggigil. Tiba-tiba, semua terasa sia-sia. Hari jadian kami tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan salah satu lelucon mereka ini. Orang sepertiku tidak pernah bisa menang melawan teman masa kecilnya, Clara. Aku melepaskan gelang perak yang terus kupakai selama enam tahun dari pergelangan tanganku. "Semua sudah berakhir, kita putus!"

View More

Chapter 1

Bab 1

Gelang perak itu jatuh di lantai marmer. Suara dentingannya membuat semua orang di ruangan terdiam.

Senyum Ronan hilang, alisnya berkerut.

"Berhentilah merajuk. Toh cuma gaunmu yang kotor, aku akan membantu mencuci gaunmu begitu kita balik ke kamar."

"Kamu juga tahu Clara orangnya memang seperti ini, dia suka bercanda seperti ini sejak kecil, bahkan dulu permainannya jauh lebih gila. Yang dia lakukan padamu hari ini masih belum seberapa."

"Kamu biasanya nggak berani datang ke sini. Karena kamu sudah datang, jaga sikapmu, jangan sampai teman-temanku menganggap pacarku nggak tahu diri."

Clara bersandar di meja kartu dengan wajah cemberut.

"Aurora, ini hanya permainan biasa. Kalau kamu nggak bisa diajak bercanda, aku nggak akan menggodamu lagi. Haruskah kamu putusin Ronan hanya karena masalah sepele seperti ini?"

"Aku sudah bilang dia itu orangnya sensitif, kamu masih saja memaksanya datang, sekarang lihat semuanya jadi kacau begini."

Clara menyilangkan tangan sambil duduk di sofa. Semua orang di ruangan menatapku dengan tatapan tidak bersahabat, seolah akulah yang merusak kegembiraan mereka.

Clara adalah satu-satunya perempuan di antara teman-teman Ronan, mereka sangat menyayangi Clara. Jika Clara terlihat cemberut sedikit saja, mereka pasti langsung berusaha membuatnya senang.

Tentu saja, termasuk Ronan.

Aku masih ingat saat pertama kali bertemu dengan Clara, dia sangat suka main game "Jujur atau Tantangan". Setiap tantangan pasti lebih gila dibandingkan tantangan sebelumnya.

Untuk orang lain, hukumannya hanya menantang preman di jalanan, sementara aku dihukum memperagakan posisi bercinta favoritku dengan Ronan di depan teman-temannya.

Aku hanya bergumam bahwa tantangan itu terlalu vulgar, tetapi Clara langsung marah, lalu keluar sambil membanting pintu.

Suasana di ruangan langsung berubah tegang. Mereka bergegas mengejar Clara, Ronan menjadi orang pertama yang mengejar Clara.

Makan malam yang seharusnya menjadi momen perkenalanku dengan teman-teman Ronan pun berakhir kacau. Aku hanya duduk sendirian di meja panjang itu.

Ronan tidak pernah membahas masalah itu lagi setelah kembali. Namun sejak saat itu, tanpa persetujuan Clara, Ronan tidak pernah mengajakku berkumpul lagi dengan teman-temannya.

Sampai sekarang, meskipun kami sudah enam tahun pacaran, hanya sedikit temannya yang mengenalku.

Sekarang, Ronan berkata sambil mengerutkan alis, "Aurora, minta maaf pada Clara."

Dulu, demi tetap berada di sisinya, demi bisa diterima oleh lingkungannya, dan demi menjaga harga dirinya di depan orang, aku rela mengabaikan harga diriku sendiri.

Bahkan tanpa dia minta, aku bersedia mengalah duluan.

Namun, sekarang ternyata permintaan putus dariku tidak sepenting suasana hati Clara yang sedang "tidak bahagia".

Baru kusadari sekarang bahwa sejak awal, bagi Ronan, hubungan kami tidaklah sepenting persahabatannya dengan Clara.

Aku mengambil tas dan mantel yang khusus kupilih untuk bertemu dengan keluarga Ronan. Menghadapi tatapan tajam orang-orang di ruangan, aku berkata dengan tegas, "Ronan, kita putus. Aku serius."

Aku langsung balik badan. Meskipun sepatu hak tinggiku membuat langkahku tidak stabil di atas lantai yang licin, aku tetap pergi tanpa menoleh sedikit pun.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status