LOGINRania tinggal bersama Ibu Tirinya yang kejam. Suka memerintah seenak jidat. Bahkan dia memaksa Rania untuk menikah diusianya yang masih belia. Vera menginginkan Rania menikah dengan anak temannya, semata-mata demi mendapatkan uang maskawin yang diberikan. Rania terpaksa menikah dengan Erlan. Ketua OSIS sekaligus geng motor yang ditakuti. Di lain sisi, Rania pun dicintai oleh Ravi, Dokter ganteng yang dulu merawat Ayahnya Rania ketika sakit. Lantas seperti apa kehidupan Rania? Akankah dia tetap mempertahankan pernikahannya dengan Erlan atau berpaling kepada Ravi?
View More"Erlan! Kamu mau pergi kemana, Sayang?" tanya Desi, cemas. Mengikuti langkah putranya yang tergesa-gesa. "Jangan masuk, Erlan!" perintahnya, tapi Erlan diam. Petugas pemadam kebakaran, telah datang dan sedang berusaha untuk memadamkan kobaran api yang berasal dari lantai dua. Erlan seakan tak peduli itu. Dia tetap masuk ke rumah, untuk mengambil kunci mobil agar bisa mengejar Rania. "Di mana Rania?" tanyanya lagi, tapi Erlan tidak peduli. Sikapnya kembali dingin, menulikan pendengarannya, seakan Desi tak ada di sana. "Jawab Mommy, Erlan!" teriaknya. Sekuat tenaga untuk menggantikan putranya. Seorang penjaga menghampiri Desi."Nyonya! Seseorang telah membawa Nona pergi. Para penjaga dihajar beberapa orang tidak dikenal, Nyonya," lapor penjaga itu, tertunduk."Apa?" Desi tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, saking terkejutnya, dia hampir kehilangan kesadarannya. Tubuhnya lunglai, kedua kakinya tak mampu menopang berat badannya. Dia hampir jatuh, seandainya Roy tidak langsun
"Suapin gue," pinta Erlan lembut, menatap teduh istrinya.Rania mengangkat kepalanya, sponta, dia melotot, menelan ludahnya berat-berat. Permintaan Erlan membuatnya merasa tegang. "Kenapa diem? Tadi, katanya suruh gue makan. Ayo, suapin gue," pintanya lagi, terdengar memaksa, ditambah dia sudah membuka mulutnya lebar-lebar.Rania tampak ragu-ragu, menyiuk nasi menggunakan sendok. Tak pernah sedikitpun terlintas dalam benaknya, Erlan berlagak selayaknya bocah yang minta disuapi ketika makan. Erlan menunggu, disertai senyuman menggoda.Rania menarik napas dalam-dalam, lalu membuangnya cepat. Berusaha untuk tersenyum, meskipun bibirnya terasa sangat kaku untuk digerakkan. Perlahan-lahan, Rania mengarahkan sendok itu ke mulut suaminya. Hap!Dalam sekali hap. Erlan melahap makanan yang disuapi langsung oleh istrinya.Rasanya terasa sangat nikmat dari biasanya. Semua rasa menjadi satu di dalam mulut.Rania tersenyum tipis. Ini kali pertama dirinya menyuapi pria lain, selain Ayahnya dulu
"Erlan!!!" teriak Rania dari kejauhan sambil berlari melewati koridor.Erlan berbalik badan. Matanya berseri-seri, tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya ketika bisa melihat sang istri kembali.Rania menghambur dalam pelukan suaminya. Erlan mendekapnya erat. Keduanya melepas rasa rindu sekaligus perasaan lega yang membumbung tinggi di hati masing-masing."Gue takut banget kehilangan lu, Lan," ucap Rania, terisak, tak mampu memendam perasaannya yang kian hari makin besar saja. Erlan memejamkan matanya. Napasnya begitu memburu. Rasa takut Rania, mampu ia rasakan, sama seperti yang dirasakan dirinya ketika melihat sang istri diculik. Erlan membuka matanya, melepaskan pelukannya kemudian, menatap teduh kedua mata Rania penuh cinta, "gue enggak akan pergi, Ran. Gue udah janji, bakalan balik lagi ...""Sekarang, gue menempati janji itu."Alih-alih tersenyum, tangis Rania semakin pecah, dia kembali memeluk suaminya dengan erat. "Jangan pernah tinggalin gue, Lan. Gue takut, lu pergi jauh
"Gue harus pergi dari sini secepatnya," gumam Leni, cemas, sembari memasukkan beberapa pasang pakaian ke dalam koper.Tindakannya begitu tergesa-gesa, seperti orang yang sedang dikejar-kejar penagih hutang."Gue enggak mau mati konyol di sini," gumamnya lagi, menarik resleting koper. Semua barang yang diperlukan telah ia masukkan. Leni menyambar jaket yang hitam yang tergeletak di kasur. Memakai jaket tersebut, lalu menutupi kepala dengan topi, serta memakai masker demi menyamarkan identitas.Leni bergegas pergi, meninggalkan apartemen yang disewanya. Menarik koper berukuran sedang, berisi barang-barang keperluannya.||•||Satu setengah jam kemudian ...Leni sampai di bandara internasional. Langkahnya begitu cepat, sambil memperhatikan sekitarnya, penuh waspada.Dia mempercepat langkahnya, menuju area pemeriksaan.DEG!Seseorang menabrakkan dirinya. Leni gelagapan saat topinya terlepas. "Mau coba-coba pergi?" kata orang itu, berbalik badan, terdengar seperti seseorang pria. Dia me
"Ada apa ini? Kenapa pada ngumpul-ngumpul kayak gini?!" Rania datang bersama Eva. Murid-murid berkerumun di depan kelas dan juga di dalam. Betapa terkejutnya Rania saat melihat Erlan sudah terluka dan napas terengah-engah. Bibir bawahnya memar dan sedikit mengeluarkan darah.Erlan menatap Rania,
"Bagaimana keadaanmu saat ini, Sayang?" tanya Desi tanpa bisa menutupi kecemasan saat mendapati Rania terbaring lemas di ranjang rumah sakit. Kendati demikian, Rania sudah sadar, setelah pingsan beberapa saat lalu. Desi langsung meninggalkan pekerjaannya, pergi ke rumah sakit saat mendapat kabar b
Erlan menggenggam kedua pergelangan tangan istrinya, menekannya dan tersenyum penuh kemenangan. Sementara Rania terpejam, pasrah.Ekspresi takut istrinya membuat Erlan ingin tertawa. Terlihat lucu."Ayo, gue siap," kata Rania, sedikit meringis.Erlan menahan tawa. Kemudian dia melepaskan istrinya,
Malam semakin larut. Namun, Rania masih terjaga. Matanya enggan terpejam, walau sudah ia usahakan, tetap saja pikirannya masih melalang buana, memikirkan banyak hal. Sementara Erlan, sudah terlelap di atas ranjang menyapa mimpi.Rania beringsut dari tempat tidur. Seperti biasa, dia tidur di lantai,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore