Compartir

Bab 211

Autor: Darrel Gilvano
Melisa mengirim foto itu kepadanya, bukankah memang untuk memancingnya datang?

Hanya Laura yang masih polos, mengira Melisa benar-benar mau memperkenalkan "orang penting" kepadanya!

Wajah Laura menunjukkan sedikit kebingungan, lalu dia menatap Melisa dan Heston, meminta penjelasan.

"Ternyata kamu nggak sebodoh itu." Heston mengangkat gelas anggur merah, menggoyangkannya perlahan, lalu mendengus dingin. "Karena kamu sudah datang, jangan harap bisa pergi lagi!"

Ekspresi Laura langsung berubah. Dia
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 669

    Jimmy baru mengerti, lalu berkata dengan santai, "Datang ya datang saja! Aku nggak perlu menghindarinya, juga nggak mungkin nyuruh kalian usir dia cuma karena urusan masa lalu kami.""Benar juga." Sabrina tersenyum sambil mengangguk.Jimmy tersenyum, lalu menyuruh Sabrina kembali menyambut para tamu dan tidak perlu memedulikannya.Setelah Sabrina pergi menyambut tamu lain, Jimmy berjalan ke sudut aula dan duduk sendirian.Tujuannya datang ke sini sudah tercapai. Sisanya tinggal menunggu jamuan dimulai. Setelah makan dan minum sampai kenyang, dia bisa langsung pulang.Baru duduk dan memikirkan beberapa hal sebentar, dia sudah merasakan seseorang berjalan ke arahnya. Yang datang bukan orang lain, melainkan Laura.Bersamanya, ada seorang pria berwajah tampan dan bersih. Sepertinya inilah Jasvin yang tadi disebut Sabrina."Jimmy." Melihat Jimmy mengangkat kepala, Laura menyapanya lebih dulu, lalu bertanya, "Kenapa kamu duduk sendirian di sini?""Aku lagi mikir sesuatu." Jimmy tersenyum tip

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 668

    Saat Jimmy menemukan Argani, pria itu sedang mengobrol santai dengan beberapa tamu yang datang lebih awal.Begitu melihat Jimmy, Argani langsung menghentikan obrolannya dan berlari kecil menghampiri dengan antusias."Wow! Jarang-jarang kamu datang secepat ini. Aku kira kamu bakal datang pas waktunya mepet.""Bagaimanapun juga ini wilayahku. Setidaknya aku harus datang lebih awal untuk lihat-lihat dulu." Jimmy tersenyum, lalu mengangguk ke arah beberapa orang di sana. "Kalian cuma ngobrol santai atau bahas urusan penting?""Cuma ngobrol santai!" Argani terkekeh. "Memangnya kamu ada urusan yang mau dibicarakan?"Jimmy mengangguk. "Ada sedikit.""Kalau begitu, tunggu sebentar." Argani segera menghampiri beberapa orang itu untuk berpamitan, lalu berjalan bersama Jimmy ke tempat yang lebih sepi.Keduanya keluar dari aula pesta dan menuju gazebo di luar resor."Kapan kamu kembali ke ibu kota?" tanya Jimmy langsung."Beberapa hari lagi." Argani mengembuskan napas panjang. "Aku mengadakan pest

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 667

    "Bukan." Zisel menggeleng sambil tersenyum. "Kak Sabrina juga undang aku ke pesta ini. Karena memang mau datang, sekalian saja datang lebih awal untuk bantu.""Pantas saja!" Jimmy tersenyum seolah baru mengerti. "Ada yang perlu kubantu?""Sudahlah!" Zisel terkekeh, lalu menggoda, "Siapa yang berani menyuruhmu bantu? Kalau bos besar sepertimu sampai kelelahan, para karyawan itu pasti mencabik-cabikku hidup-hidup."Meskipun Jimmy hampir tidak pernah ikut campur dalam urusan perusahaan, dia sangat disayangi para karyawannya. Begitu dia datang, semua orang ingin memperlakukannya seperti leluhur yang harus dihormati. Mana mungkin mereka membiarkannya membantu?"Zisel!" Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba terdengar seseorang memanggil dari belakang Jimmy.Saat menoleh, mereka melihat seorang pria muda yang tampan dan berwibawa berjalan cepat menghampiri.Begitu melihat orang itu, Zisel langsung tampak pusing. Melihat reaksinya, Jimmy pun mengerti."Pengejarmu?""Ya." Zisel mengangguk den

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 666

    Tak lama kemudian, Yasmin menjelaskan seluruh duduk perkaranya.Awalnya, Nargari memang berencana berangkat ke Bataram hari ini. Namun, saat berbicara dengan Yasmin lewat telepon, dia tanpa sengaja mengetahui bahwa Jimmy menguasai ilmu medis, bahkan kemampuan medisnya sangat hebat.Kebetulan, beberapa waktu lalu cucu perempuan Nargari terserang penyakit aneh. Dia sudah mencari banyak dokter ternama, tetapi tidak ada seorang pun yang mampu menyembuhkan cucunya. Bahkan tidak ada yang bisa memastikan penyakit apa yang sebenarnya diderita gadis itu.Setelah mengetahui kemampuan medis Jimmy yang luar biasa, Nargari ingin meminta Jimmy memeriksa kondisi cucunya. Jika Jimmy bersedia, kali ini Nargari akan membawa cucunya ke Bataram.Yasmin tentu tidak berani mengambil keputusan atas nama Jimmy, jadi dia ingin menanyakan apakah Jimmy bersedia memeriksa cucu Nargari."Suruh bawa saja." Jimmy langsung menyetujuinya dengan santai."Oke. Aku akan segera kasih kabar ke Senior!" Yasmin tampak sangat

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 665

    "Sudah, jangan melotot lagi. Tatapanmu juga nggak akan bisa membunuhku." Jimmy melangkah maju dan menarik tangan Yunan. "Ayo, kita pergi sarapan!"Yunan berusaha melepaskan tangannya, tetapi Jimmy sama sekali tidak mau melepaskannya. Dengan enggan, Yunan ditarik sampai ke depan garasi.Namun, Jimmy tidak mengambil mobil, malah menaiki skuter listriknya yang sudah cukup lama tidak dipakai. "Naik! Kenapa malah bengong?"Jimmy menepuk jok di belakang skuter listrik itu. "Tenang saja, aku nggak akan ambil keuntungan darimu!"Yunan mendecak pelan, lalu mendengus. "Kalau aku telanjang bulat di depanmu dan kasih kamu kesempatan ambil keuntungan, memangnya kamu berani?""Aku ...." Jimmy langsung terdiam. Dia bukannya tidak berani, tetapi tidak boleh!Gadis ini memang begitu. Tiba-tiba melontarkan kalimat yang membuat orang kehabisan kata-kata. Setelah memenangkan pertarungan mulut kecil itu, Yunan akhirnya duduk menyamping di jok belakang.Jarang sekali dia bisa mengajak harimau betina ini kel

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 664

    Sekitar dini hari, Jimmy akhirnya bangkit untuk pamit dan pulang. Sebelum pergi, dia juga membantu Shelvi mengeluarkan efek alkohol dari tubuhnya. Kalau tidak, dengan kondisi Shelvi saat itu, besok dia pasti akan ketinggalan pesawat.Di perjalanan pulang, mengingat semua yang tadi diceritakan Shelvi kepadanya, Jimmy hanya bisa menggeleng sambil tersenyum pahit.Saat tiba di rumah, lampu kamar Yunan sudah padam. Jimmy tidak tahu apakah dia sudah tidur atau belum. Dia juga tidak berniat mengganggu.Setelah kembali ke kamarnya sendiri, Jimmy terus berguling ke sana kemari tanpa bisa tidur. Kadang dia memikirkan urusan Diego, kadang pikirannya beralih ke masalah Kakek Pengemis. Sesekali dia juga teringat pada apa yang dikatakan Shelvi tadi.Setelah berulang kali mencoba tidur tanpa hasil, Jimmy akhirnya duduk dan menelepon Hajahat."Sudah selarut ini, kenapa tiba-tiba telepon aku?"Begitu telepon tersambung, terdengar suara Hajahat yang santai dan seenaknya.Jimmy memijat pelipisnya yang t

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 62

    Dengan inti teluh di tangan Jimmy, langkah selanjutnya menjadi sangat sederhana.Cukup membuat satu sayatan kecil di dada Argani, lalu menyiksa inti teluh tersebut. Inti teluh akan menjerit keras, sehingga serangga guna-guna lain di dalam tubuh Argani otomatis keluar untuk menyelamatkan inti teluh.

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 61

    Melihat Argani yang menggertakkan gigi menahan rasa sakit, Sabrina dan Mukhtar mondar-mandir dengan wajah panik. Begitu Jaka membawa mereka masuk, keduanya langsung seperti melihat penyelamat dan kembali memohon agar Jimmy menyelamatkan Argani.Pada saat ini, mereka semua menjadikan Jimmy sebagai sa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 66

    Tak lama setelah Zisel pergi, Jimmy menerima telepon dari Argani.Nela memang sudah tertangkap. Sayangnya, sebelum Jaka dan orang-orangnya berhasil menangkapnya, Nela sudah bunuh diri terlebih dulu.Argani mengatakan bahwa dua hari ini dia masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan, jadi untu

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 63

    Zisel mengusulkan untuk mengantar Jimmy pulang, dan Jimmy pun tidak menolak.Sepanjang perjalanan, Zisel terus bertanya ke sana kemari seperti anak kecil yang penuh penasaran. Jimmy sedang memikirkan banyak hal, jadi jawabannya pun seadanya.Kejadian malam ini kembali membuktikan dugaannya sebelumny

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status