Kebangkitan Sang Patriark

Kebangkitan Sang Patriark

By:  Galih RembulanOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
3 Mga Ratings. 3 Rebyu
50Mga Kabanata
2.0Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Adrian Pramudya sama sekali tidak pernah menyangka jika ucapan putrinya yang terkesan asal bicara, "Aku bukan anak kandungmu!", ternyata menjadi kenyataan. Kalimat itu pula yang akhirnya membongkar lapisan demi lapisan rahasia kelam yang menyelimuti pernikahan dan keluarga Adrian. Istri Adrian adalah seorang wanita yang luar biasa cantik sekaligus wanita terkaya di daerah tersebut. Menikah dengan Adrian selama enam belas tahun, mereka dikaruniai tiga anak perempuan. Namun, hasil tes DNA berikutnya menunjukkan kejutan yang lebih mengerikan, dua anak perempuan mereka yang lain ternyata juga bukan anak kandung Adrian. Sejak saat itu, kehidupan pernikahan dan karier Adrian pun terperosok ke dalam masa terburuk dalam hidupnya ....

view more

Kabanata 1

Bab 1

Adrian Pramudya terpaku menatap tiga lembar hasil tes DNA di depannya. Tulisan "Dinyatakan Tidak Memiliki Hubungan Darah" di dalam stempel merah itu terlihat begitu menusuk mata.

Ketiga putrinya sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengannya.

Putri sulungnya berusia 15 tahun, putri kedua 11 tahun dan si bungsu berusia enam tahun. Anak-anak yang dia besarkan dengan penuh kasih sayang selama bertahun-tahun ini, ternyata bukan darah dagingnya sendiri!

Benar-benar konyol!

Seluruh tubuh Adrian terasa dingin. Kedua tangannya yang mencengkeram kemudi gemetar dan hatinya dipenuhi rasa sakit serta penderitaan.

Adrian seumuran dengan istrinya, Kamila Hadinata. Mereka saling mengenal dan jatuh cinta di usia 24 tahun, lalu menikah dan hidup bahagia selama 16 tahun.

Selama periode itu, Kamila banyak berkorban untuk Adrian dengan melahirkan tiga putrinya. Banyak wanita mengalami perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan, tetapi hal itu tidak terjadi pada Kamila. Justru setelah tiga kali melahirkan, tubuh Kamila menjadi lebih matang dan sempurna, dengan lekuk tubuh yang begitu indah. Wajah Kamila juga tidak memiliki kerutan sedikit pun, terlihat putih bersih dan halus, seakan-akan Kamila tetap berusia 28 tahun selamanya.

Kamila berasal dari keluarga terpandang dan merupakan anak tunggal. Lima tahun yang lalu, Kamila mewarisi bisnis keluarganya dan menjabat sebagai presdir Grup Hadinata, sehingga dalam sekejap menjadi wanita terkaya di Kota Raksi.

Kamila adalah sosok wanita yang cantik, kaya dan punya latar belakang terhormat yang sempurna. Ditambah dengan kehadiran tiga putri mereka yang bagaikan malaikat, Adrian sempat merasa jika dirinya adalah pria paling bahagia di seluruh Kota Raksi.

Akan tetapi, siapa yang mengira jika ….

Adrian teringat akan asal-usulnya yang hanya dari keluarga nelayan, latar belakang keluarga yang sangat biasa. Setelah kedua orang tua Adrian meninggal dunia karena sakit lima tahun lalu, Adrian tidak memiliki latar belakang apa pun lagi.

Adrian juga hanya dokter biasa di bagian rawat inap Rumah Sakit Afiliasi Universitas Raksi. Setelah bekerja selama 18 tahun, pencapaian Adrian juga hanya sebatas menjadi dokter spesialis yang sama sekali tidak terkenal.

Selama bertahun-tahun ini, Kamila mungkin hanya menganggap Adrian sebagai orang yang bodoh, atau seekor anjing penurut dan bisa diperintah sesuka hati, bahkan dikhianati dan dipermalukan. Semua kebaikan dan toleransi yang diberikan Kamila kepada Adrian selama ini mungkin hanya merupakan bentuk sedekah dari posisinya yang jauh lebih tinggi.

Adrian berpikir, seandainya dia pulang sekarang dan membongkar kelakuan bejat Kamila, Kamila yang bergelimang harta itu kemungkinan besar hanya akan melemparkan sejumlah uang kepadanya sebagai biaya perceraian dan uang tutup mulut. Bahkan, Adrian mungkin tidak akan pernah tahu siapa pria selingkuhan istrinya. Lebih parahnya lagi, sekalipun Kamila memberitahukan identitas pria selingkuhannya itu, Adrian tetap tidak akan bisa berbuat apa-apa. Pemikiran ini membuat Adrian merasa makin frustrasi.

Oleh karena itu, Adrian memilih untuk melarikan diri dan tidak pulang ke rumah. Saat melewati sebuah bar, Adrian langsung masuk ke bar itu.

Sejak duduk di area sofa, tangan Adrian tidak pernah berhenti menuang minuman.

Adrian berwajah tampan, bersih, mengenakan setelan kemeja juga celana dan memancarkan aura terpelajar. Namun, dari caranya menenggak minuman, terlihat jelas jika dia sedang memendam masalah besar, seakan-akan kisah hidupnya tertulis di wajahnya sendiri. Tak heran jika dalam sekejap, Adrian langsung menjadi incaran para wanita penggoda di bar itu.

Namun, ketika wanita pertama, seorang wanita dewasa yang mengenakan riasan smokey eyes dan gaun yang ketat maju mendekat, dia langsung disemprot oleh Adrian dengan makian, "Dasar pelacur, pergi sana!" dan usaha merayu wanita itu pun gagal total. Melihat hal itu, wanita-wanita penggoda lainnya langsung menahan diri. Meski begitu, mereka tetap bersiap-siap menunggu Adrian mabuk berat, lalu maju untuk memanfaatkan keadaan.

Adrian sama sekali tidak tahu, juga tidak peduli. Saat ini, Adrian hanya ingin mabuk sepuasnya untuk melupakan masa lalu, masa kini, dan masa depannya bersama Kamila. Dalam keadaan mabuk, Adrian ingin meratapi masa mudanya yang sia-sia, pernikahannya yang absurd, serta jalan hidupnya yang penuh drama.

Entah sejak kapan, DJ bar sudah mengganti lagunya dengan lagu berjudul Kembalinya Si Anak Hilang.

Rokok dinyalakan satu demi satu.

Minuman ditenggak segelas demi segelas.

Kuharap kamu bisa memahamiku.

Aku tidak pandai minum, tapi tetap dipaksa minum terus.

Adrian minum dengan lebih menggila lagi. Akhirnya, setelah menghabiskan gelas yang satu itu, kesadarannya mulai kabur dan Adrian pun jatuh pingsan karena mabuk.

Dalam keadaan setengah sadar, Adrian merasa tubuhnya dipapah untuk berjalan pergi. Bahu orang yang memapahnya terasa lembut dan tenaganya kurang kuat, sehingga berjalan terhuyung-huyung ke kiri dan ke kanan. Jelas sekali jika orang itu adalah seorang wanita. Namun, Adrian tidak mampu membuka mata, sehingga tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang itu.

Kemudian, Adrian dibawa masuk ke mobil. Di tengah guncangan mobil yang terasa nyaman layaknya ayunan, Adrian merasa lebih rileks. Adrian sempat memaksakan matanya sedikit terbuka dan samar-samar melihat kilatan cahaya lampu yang melintas cepat di luar jendela mobil.

Ketika melihat ke arah orang yang sedang menyetir, tampak rambut panjang yang terurai indah seperti air terjun. Adrian mengira itu adalah "istrinya", sehingga dia pun langsung mencecarnya, "Kamila, kenapa kamu membohongiku? Kenapa kamu mengkhianatiku? Siapa laki-laki simpananmu di luar sana?"

Orang yang menyetir itu tidak memedulikan Adrian, sehingga Adrian pun melanjutkan kata-katanya, "Nggak usah banyak alasan. Aku punya bukti perselingkuhan dan pengkhianatanmu. Begitu aku membeberkannya, reputasimu bakal hancur lebur."

Orang di depannya tetap diam dan tidak menjawab, sehingga membuat Adrian berteriak, "Katakan sesuatu! Aku begitu mencintaimu, aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku, tapi kenapa kamu tega membohongiku? Kebohongan, semuanya cuma kebohongan sialan!"

Tenaga Adrian sepertinya hanya tersisa sampai di situ saja. Setelah meluapkan semua kekesalannya, Adrian pun kembali tertidur.

Saat mobil berhenti, Adrian dipapah untuk turun. Hanya dengan bersandar pada "istrinya" itulah, Adrian tidak ambruk. Adrian kembali memaksakan matanya terbuka. Dalam kondisi setengah sadar, Adrian menyadari jika mereka berada di sebuah tempat parkir bawah tanah. Berpikir jika itu adalah properti baru yang dibeli "istrinya", Adrian pun mendengus, "Kamila, akhirnya kamu menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya. Kamu membeli begitu banyak rumah, apa demi memudahkanmu kencan sembunyi-sembunyi dengan pria jalangmu itu? Iya, 'kan? Katakan, kenapa kamu diam saja? Berani berbuat, nggak berani mengakui, ya?"

"Istrinya" tidak menjawab. Dia memapah Adrian masuk ke rumah. Namun, karena tidak kuat lagi untuk membawa Adrian sampai ke kamar tidur, mereka berdua akhirnya ambruk bersama di atas karpet ruang tamu.

Mabuk Adrian makin parah. Adrian sama sekali tidak bisa membuka mata dan kesadarannya kian memudar. Adrian berbaring telentang. Sebelum sisa kesadaran terakhirnya benar-benar lenyap, Adrian sangat yakin jika "istrinya" sedang melepaskan pakaian yang dikenakan Adrian.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Rebyu

Bagus Tringgila
Bagus Tringgila
Seru,namun karna bab selanjutnya belum juga muncul
2026-06-22 02:29:37
0
0
Mustamin Dalle
Mustamin Dalle
terkesan mantap
2026-06-20 13:39:52
0
0
liana gonta
liana gonta
enak dibaca
2026-06-20 05:58:01
0
0
50 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status