MasukLaura menggeliat malas. Tubuhnya terasa letih padahal tidak melakukan kegiatan apa pun. Wanita cantik itu kemudian membuka kelopak matanya dan menyadari jika saat ini ia berada di dalam ruangan yang pernah ditempatinya beberapa waktu lalu saat Bernard mengajaknya datang ke kantor.Padahal tadi ia tertidur di sofa, tetapi sekarang sudah berpindah ke dalam kamar ini. Hal itu membuktikan bahwa Bernard-lah yang memindahkannya.Laura turun dari tempat tidur, masuk ke kamar mandi, kemudian tak lama keluar dengan wajah yang lebih segar.Wanita itu melangkah keluar dari kamar dan menemukan Bernard yang sedang duduk di meja kerjanya dengan beberapa berkas di hadapannya.Laura juga melihat beberapa orang yang tidak dikenalnya. Namun, salah satu pemilik suara yang terdengar begitu familier membuatnya yang baru saja hendak menghampiri Bernard langsung memutar tubuh dan kembali masuk ke dalam kamar sambil membanting pintu.Suara pintu yang keras itu mengejutkan beberapa orang hingga mereka serempa
Laura turun dari mobilnya, kemudian melangkah masuk melewati lobi utama perusahaan tujuannya. Beberapa waktu lalu ia mendapatkan spam chat dari Bernard yang memintanya datang ke kantor.Laura tentu saja menolak karena tidak ingin bertemu dengan pria itu di kantor. Namun, Bernard justru mengancam akan langsung mendatanginya ke rumah jika ia terus menolak. Tidak ingin menambah masalah, terlebih ia masih tinggal di rumah Jackson, Laura pun akhirnya memutuskan untuk datang.Masalah perundungan yang terjadi padanya membuat Laura harus mengambil cuti sementara waktu. Ini juga merupakan permintaan pihak kampus agar ia bisa menenangkan diri terlebih dahulu.Tadi malam merupakan sidang pertama bersama keluarga Jackson mengenai kelanjutan pernikahan mereka. Pada akhirnya, mereka tetap memutuskan untuk bercerai.Setelah melewati lobi, Laura menghampiri resepsionis dan menatap wanita yang berdiri di balik meja."Aku sudah memiliki janji bertemu dengan Bernard Berzone."Laura kemudian mengirimkan
Laura duduk bersama orang-orang yang tampak tegang satu sama lain.Terutama kedua mertuanya yang terlihat gelisah. Tatapannya kemudian tertuju pada Ariana yang menangis dalam pelukan Jackson, membuat wanita itu menghela napas pelan.Mungkin ini adalah keputusan yang berat, tetapi Laura juga tidak bisa terus hidup di bawah tekanan. Apalagi masalah semakin membesar setelah Nenek Emma bersikeras agar mereka segera bercerai supaya Jackson bisa menikahi Ariana."Kalau kamu tahu diri, seharusnya kamu bercerai dengan Jackson. Wanita yang tidak dicintai harusnya sadar diri, bukannya tetap memaksa berada di sisinya," kata Emma dengan lidahnya yang tajam."Nenek, tidak seharusnya Nenek berbicara seperti itu kepada Laura. Di sini dia adalah korban dari keegoisan dua orang ini. Laura tidak melakukan kesalahan apa pun."Jessica datang membela Laura sambil menatap neneknya yang memang tidak pernah menyukai Laura sejak awal.Jessica paham mengapa neneknya tidak menyukai Laura. Laura memang tidak tah
"Apa yang kamu lakukan di sini, Lauren? Bukankah kamu sedang mengadakan tur ke luar negeri? Kapan kamu kembali?"Laura menatap Lauren yang saat ini berdiri tak jauh darinya sambil memegang segelas sampanye di tangan kanannya.Gerakannya halus dan lembut, anggun sekaligus bersahaja. Definisi wanita sempurna seperti Lauren memang sangat diidam-idamkan banyak orang. Sayang sekali, hanya Laura dan geng mereka yang tahu betapa ganasnya wanita di hadapannya itu jika sudah membuat ulah."Aku sudah kembali sejak dua hari yang lalu. Tur ke negara terakhir dibatalkan.""Kenapa bisa dibatalkan? Bukankah seharusnya sesuai jadwal?""Negara tujuan terakhirku sedang mengalami musibah banjir besar, jadi konser tentu saja dibatalkan. Belum lagi korban jiwa akibat banjir itu mencapai puluhan ribu orang. Tidak mungkin aku tetap melanjutkan konser di sana sementara orang-orang sedang berada dalam kesulitan.""Cukup bijaksana." Laura menganggukkan kepala. "Eh, memangnya apa yang kamu lakukan di sini? Kamu
Pesta ulang tahun Bibi Margaret memang diadakan di kediamannya sendiri yang berukuran sangat luas. Tidak heran meskipun mengundang banyak tamu, halaman depan rumah Bibi Margaret sama sekali tidak terlihat penuh.Perayaannya tidak hanya berlangsung di halaman depan rumah, tetapi juga di dalam rumah bagi siapa pun yang ingin bersantai.Bibi Margaret merupakan seorang sosialita sekaligus istri dari pengusaha kaya raya, sehingga kekayaan yang dimilikinya kerap digunakan untuk mengadakan pesta-pesta mewah.Ulang tahunnya yang ke-56 menjadi momen istimewa karena putranya membawa calon menantunya untuk diperkenalkan kepada semua tamu.Itulah yang disampaikan ibu mertuanya kepada Laura beberapa saat yang lalu setelah Bibi Margaret selesai menyapa mereka."Aku hanya tahu kalau kekasih Kennedy seorang aktris terkenal. Meskipun begitu, mereka tetap menerimanya," bisik Jessica kepada Laura yang saat itu sedang menikmati sepotong cake yang mereka ambil dari meja prasmanan.Menolehkan kepalanya, La
Laura baru saja masuk ke dalam rumah ketika mendengar suara Jackson. Akhir-akhir ini, setelah pulang ke rumah, ia seringkali melihat keberadaan pria itu."Aku dengar kamu terlibat masalah di kampus sampai ke ranah polisi. Apa kamu membutuhkan bantuanku untuk menyelesaikan masalahmu?"Laura memutar tubuhnya ke samping, menatap ke arah Jackson yang saat ini duduk sambil menikmati secangkir kopi.Tidak biasanya pria ini berada di rumah dengan secangkir kopi yang selalu ada di tangan ataupun di hadapannya.Apakah hubungannya dengan Ariana akhir-akhir ini semakin membaik sehingga dia terlihat santai? Atau justru sebaliknya? batin wanita itu bertanya-tanya."Aku sudah menyelesaikan masalahnya. Tidak butuh bantuanmu," kata Laura sambil menatap Jackson. "Ada hal lain yang ingin kamu sampaikan?"Pertanyaan itu diajukan karena Laura ingin langsung masuk ke dalam kamarnya. Wanita itu tidak ingin berlama-lama berada di satu ruangan yang sama dengan Jackson. Entahlah, ada perasaan waswas dan waspa
Semua pasang mata yang berada di dalam ruangan itu menatap ke arah pintu dan menemukan dua sosok asing yang tidak mereka kenal."Siapa yang mencari?" Perempuan yang mengenakan lingerie seksi itu melangkah keluar dari kerumunan para lelaki sambil menghampiri 4 orang yang baru saja masuk. Dua di an
Sebuah tamparan renyah terdengar di sebuah ruangan dengan kehadiran 4 orang yang menyaksikan adegan tersebut. Sosok pria paruh baya dengan kacamata yang menghiasi wajahnya, menatap tajam pada putrinya yang nyaris membuat malu di depan keluarga besar mereka. Edward, tidak menyangka jika putriny
Laura menatap acuh pada rombongan pria dan wanita yang saat ini sudah menunggu di bawah panggung mini yang disiapkan. Sementara di atasnya berdiri sepasang pengantin yang sudah sah menjadi suami istri hari ini. Sekelompok orang berdiri di depan panggung mini tentunya bukan tanpa alasan. Mereka men
Suasana ballroom yang terlihat mewah dan megah, di iringi suara tawa penuh pesona serta muslihat seolah menjadi backsound di setiap sudut ruangan yang saat ini dihadiri oleh banyak manusia dari berbagai macam kalangan. Malam ini, sebuah pesta mewah digelar dengan sangat meriah dan dihadiri oleh p







