Share

114. Rencana

Author: Murlox
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-28 09:19:42

Setengah jam yang lalu, saat ledakan dahsyat di hutan terjadi, Tian Moran sudah melesat dengan kecepatan penuh menuju sumber getaran. Namun, sebelum ia mencapai bibir hutan, kedatangan Phoenix Kegelapan yang besar dan menakutkan itu mencegatnya secepat kilat.

Meskipun ukurannya hampir menyamai gunung, kecepatan terbang burung itu sungguh di luar dugaan, menunjukkan bahwa ia belum mengerahkan kekuatan penuh saat menghadapi Feng Longwei sebelumnya.

Phoenix itu terbang menuju Kota Linglong, melew
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin penasaran
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   165. Bidak Dalam Rencana

    Tak seorang pun menyadari bahwa dunia sedang berada di ambang kehancuran.Bahkan mereka yang menjadi pemicu awal bencana itu sendiri tidak pernah membayangkan bahwa kekacauan akan berkembang sejauh ini hingga lepas dari kendali.Api yang mereka nyalakan berubah menjadi badai yang melahap siapa pun tanpa memandang sekutu ataupun lawan.Kota-kota provinsi yang telah dikuasai pasukan Dinasti Barat pun tidak luput dari ancaman.Monster berkeliaran di luar tembok kota, sementara bayangan hitam yang misterius muncul dari berbagai penjuru, menciptakan kepanikan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Carl Lancelote, pangeran muda yang memimpin invasi ke wilayah Dinasti Yan, berdiri dengan wajah muram.Ia sama sekali tidak mengerti mengapa keadaan bisa berubah seperti ini.Dinasti Yan berhasil dipukul mundur, banyak wilayah jatuh ke tangan mereka, dan kemenangan hanya tinggal menunggu waktu.Namun sekarang...Segalanya berubah.Sejumlah sosok misterius muncul tanpa peringatan.Mereka menggunaka

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   164. Berakhir Terlalu Cepat

    Alis Bao Sanpao mengerut. Ia tak pernah merasakan keberadaan pemuda itu sebelumnya. Namun begitu Feng Longwei muncul, ia langsung sadar bahwa apa yang selama ini ia cari berada pada pemuda tersebut."Bagaimana mungkin? Aku yakin sebelumnya kau hanyalah ahli Core Formation tahap awal. Bagaimana dirimu bisa melaju ke tahap Grandmaster begitu cepat? Selain itu, tubuhmu... ke mana fisik lima elemen itu?"Feng Longwei hanya terkekeh kecil begitu mendengar pria tua tersebut menyebut fisik lima elemen."Huh? Apa yang kau cari hanyalah ilusi. Kau sudah terkena tipu daya klon buatanku," balasnya dengan nada remeh.Bao Sanpao tampak semakin murka. Ia mungkin merasa telah dipermainkan oleh seorang anak muda yang bahkan usianya belum mencapai setengah dari usianya."Dasar kurang ajar! Pantas saja aura dari fisik lima elemen itu tiba-tiba menghilang! Karena sudah berani menipuku, akan kubuat kau membayarnya!"Bao Sanpao meraung penuh amarah. Ia segera membentuk segel tangan sederhana lalu menunjuk

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   163. Pengacau Tua

    Cahaya keemasan melesat seperti kilat membelah langit, hingga hanya meninggalkan jejak samar di udara sebelum akhirnya menembus bangunan utama di pusat kediaman pemimpin Kota Linglong.Anehnya, tidak ada ledakan ataupun kerusakan yang ditimbulkan. Seolah-olah cahaya tersebut hanyalah bayangan yang melintas sesaat.Penduduk kota yang masih beraktivitas tidak menyadari apa pun. Mereka tetap berjalan, atau mengurus pekerjaan masing-masing tanpa mengetahui bahwa sesuatu yang aneh baru saja terjadi.Namun bagi mereka yang memiliki indra spiritual tajam, kemunculan cahaya itu sama sekali tidak bisa diabaikan.Tetua Mong Chuyun adalah salah satunya.Pria tua itu langsung membuka mata saat merasakan fluktuasi energi yang tidak biasa. Ia meninggalkan kamar penginapannya tanpa ragu dan melompat ke atap bangunan tertinggi di sekitar penginapan.Angin meniup jubahnya perlahan. Tatapan Mong Chuyun tertuju ke arah pusat kota.“Cahaya apa itu barusan?” gumamnya lirih, alisnya berkerut dalam. “Aneh..

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   162. Alkemis Gila

    Bao Sanpao.Nama itu bukan sekadar dikenal, tetapi juga ditakuti.Di dataran tengah, siapa pun yang pernah mendengar kisah tentang alkemis gila atau eksperimen yang melampaui batas kemanusiaan, hampir pasti pernah mendengar namanya. Seorang pria tua yang tidak tunduk pada aturan sekte maupun hukum dunia. Seorang peneliti yang menjadikan tubuh manusia sebagai bahan uji coba, dan kehidupan sebagai harga yang wajar untuk sebuah penemuan.Sudah puluhan tahun ia menghilang.Banyak orang mengira ia mati. Ada juga yang percaya ia bersembunyi karena sudah tua dan tak sanggup muncul di dunia.Dan hari ini, ia malah muncul lagi.Tepat di hadapan Longyi.Tatapan Bao Sanpao tidak lepas dari tubuh Longyi sejak awal. Bukan sekadar melihat, tetapi mengamati. Setiap aliran Qi, getaran energi, bahkan stabilitas tubuh fisik yang tampak biasa di permukaan—semuanya ia teliti dalam diam.“Menarik…” gumamnya pelan.Ia melangkah perlahan di atas batang pohon, seperti seseorang yang sedang menikmati pemanda

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   161. Pria Tua Misterius

    Pertempuran besar tengah berlangsung di benteng pertahanan wilayah barat daya Provinsi Guangli.Benteng itu, yang sebelumnya dibangun tergesa menjadi garis pertahanan darurat, kini berubah menjadi lautan kekacauan. Dinding kayu yang kokoh mulai rusak di beberapa titik. Api berkobar di sepanjang menara pengawas. Teriakan prajurit dan raungan monster saling bertumpuk, menciptakan suasana yang nyaris tak bisa dibedakan lagi antara hidup dan mati.Pasukan kota Linglong bertahan sekuat tenaga.Namun jumlah musuh terlalu banyak.Gelombang monster dari jurang kegelapan datang tanpa henti. Satu kelompok belum sepenuhnya dihancurkan, kelompok lain sudah muncul dari balik kabut hitam. Tubuh mereka berbeda-beda—ada yang menyerupai manusia dengan anggota tubuh terdistorsi, ada yang berbentuk binatang raksasa dengan mata merah menyala, dan ada pula yang tak memiliki bentuk jelas.“Jangan mundur! Tahan garis depan sekuat tenaga!” teriak salah satu komandan, suaranya serak karena terlalu lama berter

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   160. Perintah Dewa

    Dari jarak yang sangat jauh, perubahan itu sudah bisa dirasakan bahkan oleh orang biasa.Udara yang semula hangat berubah dingin dalam waktu singkat. Bukan sekadar dingin biasa, melainkan dingin yang merayap perlahan hingga ke tulang. Angin yang berhembus tidak lagi terasa alami. Setiap hembusannya membawa tekanan aneh, seperti sesuatu yang hidup sedang mengintai dari baliknya.Orang-orang yang berada ratusan kilometer dari pusat kejadian mulai merasakan kegelisahan tanpa sebab. Kuda-kuda menjadi liar, burung-burung berhenti terbang, dan hewan buas yang biasanya mendominasi hutan justru bersembunyi tanpa berani keluar.Aura bengis itu menyebar seperti gelombang tak kasat mata.Ia tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan dengan jelas. Tekanan yang dibawanya membuat dada terasa sesak, seolah-olah dunia itu sendiri sedang ditekan oleh sesuatu yang jauh lebih besar.Di pusat dari semua itu, berdiri sebuah bangunan yang seharusnya tidak ada di dunia ini.Kastil Dewa Kegelapan.Menjulang tingg

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   127. Bala Bantuan

    Kepuasan di wajah Violen hanya bertahan sekejap. Belum sempat napasnya tenang, angin tiba-tiba berembus dari arah selatan. Membawa aroma logam dan hujan.Butiran embun menampar wajahnya, lembut tapi dingin seperti belaian tangan kematian. Ia tertegun. Ada sesuatu yang salah.Tombak yang ia lemparka

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   126. Apakah Ini Akhir?

    Sementara itu, jauh di belakang, pertarungan lain mencapai puncaknya. Feng Longwei masih berhadapan dengan pasukan Violen. Aura suci di tubuhnya bergetar hebat, tapi sinarnya belum padam. Ia sudah menghabisi sebagian besar Dark Sorcerers dan kini berdiri di antara sisa-sisa meriam baja yang melele

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   120. Perang Dimulai

    Feng Longwei melangkah keluar dari tenda komando, dan pemandangan yang menyambutnya membuatnya mengatupkan gigi. Hampir semua prajurit di kamp utama, yang berjumlah ribuan, tergeletak di atas tanah atau di dalam barak mereka, tertidur pulas. Senjata mereka terlepas, dan kobaran api unggun redup tan

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   123. Menyelinap

    Langit mendadak menjadi gelap oleh hujan panah. Ribuan anak panah meluncur menembus udara, jatuh bagaikan badai baja di atas kepala pasukan Dinasti Yan. Suara ting! ting! terdengar ketika anak panah menabrak perisai, tetapi tak sedikit yang berhasil menembus celah armor dan menghujam tubuh prajuri

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status