Share

Bab 1438

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-10-02 08:47:49

"AHHH!"

Jeritan kesakitan yang bukan milik Ryuki keluar dari mulutnya saat disinari oleh cahaya keemasan yang suci itu. Roh spiritual itu langsung melepaskan kendali atas tubuh Ryuki, dan Ryuki kembali mendapatkan kesadaran penuh atas tubuhnya.

Namun, yang ia rasakan bukanlah kelegaan, melainkan teror murni. Ia menatap Nathan, yang kini diselimuti oleh aura yang begitu dahsyat, dan seluruh kepercayaan dirinya hancur berkeping-keping. Jarak di antara mereka adalah sebuah jurang yang tak terjemba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
rayhan
hilang lg deh
goodnovel comment avatar
Muhamad Abdullah
betul bro bikin emosi
goodnovel comment avatar
Abdul
ceritanya terlalu bertele tel (BULET)
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2143

    Raut wajah Zeryn berubah drastis. Ia buru-buru mengangkat Artefak Soulrender untuk menahan serangan itu sekali lagi, tetapi Nathan sama sekali tidak menghentikan lajunya dan langsung menghantamkannya dengan satu pukulan.BAAANG!Ledakan dahsyat mengguncang bumi. Tanah bergetar hebat, bahkan Raze dan rombongannya yang berada jauh di kawasan pegunungan ikut merasakan getaran aneh itu.Tatapan Zeryn dipenuhi ketakutan ketika melihat Artefak Soulrendernya hancur seketika diterjang pukulan Nathan. Momentum serangan itu sama sekali tidak berkurang dan terus menghantam dadanya dengan telak.Tubuh Zeryn langsung terpental seperti daun kering yang diterbangkan badai, menerobos puluhan batang pohon sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah."Ugh..."Darah menyembur dari mulutnya, sementara wajahnya dipenuhi keterkejutan."Bagaimana mungkin...""S-siapa kau sebenarnya?!"Ia benar-benar tidak menyangka Nathan, yang sejak awal sama sekali tidak dianggapnya sebagai ancaman, mampu mengeluarkan kekuata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2142

    Artefak Soulrender di tangannya terangkat tinggi sebelum dihantamkan dengan kekuatan penuh."MATILAH!"Serangan itu membawa tekanan yang sanggup menghancurkan batu gunung dalam sekejap.Namun Nathan hanya tersenyum tipis, tubuhnya bergeser setengah langkah.Serangan Zeryn meleset begitu saja.Detik berikutnya, cahaya keemasan menyelimuti tubuh Nathan. Kilauan emas mengalir di setiap bagian tubuhnya, membentuk zirah megah yang memancarkan aura suci. Tubuh Vajra Naga Emas kembali muncul. Nathan kini berdiri laksana dewa perang berbalut zirah emas.Zeryn dan Zerion sama-sama tercengang."Pantas saja kau begitu percaya diri."Zeryn menyeringai dingin. "Jadi kau menyembunyikan Artefak Pelindung. Tapi sayangnya, walaupun tubuhmu sekeras baja, hari ini aku tetap akan menghancurkannya hingga berkeping-keping!"Nathan tidak menjawab, sorot matanya berubah dingin. Cahaya keemasan di sekitar tubuhnya meledak hebat. Tanpa peringatan, ia mengayunkan tinjunya lurus ke depan.“Tinju Naga Penghancur!

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2141

    Mereka sama sekali tidak menempatkan Nathan dan Velisa sebagai lawan sepadan. Di mata mereka, Nathan hanyalah seorang Sovereign, sedangkan Velisa berada di Puncak Sovereign Tingkat Awal. Dengan kekuatan mereka berdua yang telah mencapai Puncak Sovereign Tingkat Menengah, hasil pertarungan ini sudah dipastikan bahkan sebelum dimulai."Kalian..." Velisa menggertakkan gigi, wajahnya memerah karena amarah. "Dasar manusia menjijikkan!""Hahaha! Melihat gadis kecil itu marah seperti ini justru membuatku semakin bersemangat." Zerion tertawa lepas, sama sekali tidak berusaha menyembunyikan tatapan cabulnya.Di sisi lain, Zeryn mengalihkan pandangan kepada Nathan. "Anak muda, tinggalkan semua barang berhargamu lalu pergi."Tatapannya menyapu Nathan dari ujung kepala hingga kaki. "Dengan kultivasimu, kau jelas bukan orang Sektor Bayangan. Aku sedang bermurah hati. Pergilah sekarang, dan aku akan mengampuni nyawamu."Nathan mengangkat sebelah alis. "Jadi kau benar-benar tidak berniat membunuhku?

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2140

    Di sisi lain, Nathan mengangkat tangan kanannya.Seketika muncul daya hisap yang sangat kuat hingga seluruh kabut hijau di sekitarnya berputar dan tersedot ke arahnya. Cahaya keemasan memancar dari tubuh Nathan. Gelombang energi menyebar ke segala arah, membuat ruang di sekitarnya beriak seperti permukaan air.Namun tepat saat Nathan hendak menghancurkan Formasi itu, tatapannya mendadak berubah tajam."Keluar!"Bentaknya menggema laksana halilintar.Suara yang dibungkus Kekuatan Spiritual itu menyapu seluruh kawasan hutan, mengguncang pepohonan di sekitarnya."Ahh... tak kusangka masih ada ahli Formasi di Sektor Bayangan yang mampu menembus Formasi kami secepat ini."Sebuah suara dingin terdengar dari balik kabut.Sesaat kemudian, dua sosok perlahan melangkah keluar. Jubah mereka sama-sama dihiasi lambang kobaran api besar di dada, menandakan identitas mereka sebagai anggota Ordo Ignis.Zeryn bertubuh kekar dengan wajah dipenuhi bekas luka, sedangkan Zerion memiliki tubuh lebih rampin

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2139

    Mendengar penjelasan itu, Velisa akhirnya memperhatikan keadaan di sekelilingnya dengan saksama. Benar saja, entah sejak kapan kabut kehitaman yang semula menyelimuti hutan telah berubah menjadi hijau pekat, lalu terus merayap perlahan tanpa suara hingga menutupi pepohonan sedikit demi sedikit. Beruntung, sebelum memasuki kawasan itu ia telah meminum Elixir Kesehatan, sehingga racun dalam kabut tidak lagi membahayakan tubuhnya. Karena itulah, sejak tadi ia sama sekali tidak menyadari perubahan yang terjadi. Nathan perlahan memejamkan mata, lalu menarik napas panjang. Kabut hijau di sekelilingnya langsung tersedot masuk ke dalam tubuh.Beberapa saat kemudian, kedua alis Nathan bertaut rapat."Tuan Nathan, ada apa?" tanya Velisa cemas. "Apa kabut beracun ini berbeda?"Nathan membuka matanya perlahan. "Kabut yang pertama memang terbentuk secara alami." Ia mengangkat tangan, membiarkan sisa kabut hijau mengalir di sela-sela jemarinya. "Tapi yang ini dibuat dengan sengaja."Sorot matanya

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2138

    Di sisi lain hutan, terbentang sebuah tanah lapang yang tersembunyi di balik pepohonan.Beberapa pria berjubah aneh tengah berkumpul di sana. Di sekitar mereka berserakan bangkai monster yang baru dibunuh.Jubah mereka dihiasi motif kobaran api merah gelap, sementara aura yang memancar dari tubuh masing-masing dipenuhi hawa suram dan menyesakkan.Sekali pandang saja sudah cukup untuk mengetahui bahwa mereka adalah para Kultivator Jahat.Seorang pria tua berdiri di depan kelompok itu dengan wajah serius. "Selama Pemimpin Ordo belum kembali, kita harus mempertahankan posisi ini."Tatapannya menyapu seluruh anggota yang hadir. "Kalau kita berhasil menguasai Kerajaan Luminus, maka Ordo Ignis tidak perlu lagi takut menghadapi Sembilan Pilar Agung."Salah seorang anggota segera mengangkat tangan. "Arkhon, apakah Anda yakin reruntuhan Kerajaan Luminus benar-benar berada di tempat ini?""Keributan sebesar ini pasti sudah menarik perhatian banyak kekuatan. Mustahil mereka tidak mengirim orang.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1281

    "Bonang," kata Sancho, suaranya rendah dan mengancam. "Karena aku bisa sampai di sini, artinya aku sudah tahu siapa kau sebenarnya. Jadi, jangan pura-pura bodoh. Buatkan aku dua Jimat Pelacak, dan aku akan anggap kita tidak pernah bertemu."Pria tua yang dipanggil Bonang itu menatap Sancho, lalu ke

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1246

    Mereka membawa Nathan melewati halaman-halaman yang sunyi, menuruni koridor-koridor yang semakin gelap dan lembap. Akhirnya, mereka tiba di depan sebuah taman batu buatan yang tampak suram. Di salah satu sisi taman batu itu, terdapat sebuah mulut gua yang gelap."Ini... ini pintu masuknya, Tuan," k

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1250

    Namun, kebingungan itu hanya berlangsung sepersekian detik. Saat kedua pengawal itu menerjang ke arahnya dengan tinju yang berderu, kebingungan itu lenyap, digantikan oleh kejengkelan yang dingin.Nathan bahkan tidak melirik mereka. Dengan gerakan yang tampak santai dan hampir malas, ia melayangkan

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1257

    Kraaak!Nathan menepis lengannya, mematahkannya dengan suara yang memuakkan, lalu tanpa jeda, tangannya yang terbungkus cahaya keemasan menembus dada Kaidar.Waktu seolah berhenti. Nathan mengangkat tubuh Kaidar dari tanah, tangannya masih menancap di dada pemuda itu. Darah hangat mengalir di sela-

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status