MasukIstriku adalah orang yang mendalami ajaran agama. Hal yang paling tabu baginya adalah menuruti nafsu. Urusan suami istri hanya boleh dilakukan setiap tanggal 16 setiap bulan, bahkan semua hal harus dia kendalikan dengan ketat. Begitu aku melampaui batas, dia akan tanpa ragu menghentikan semuanya dan pergi. Sudah lima tahun kami menikah. Meskipun aku punya banyak ketidakpuasan, karena mencintainya, aku terus mengalah. Aku sempat mengira bahwa meskipun dia adalah seorang "dewi" yang tidak berperasaan, setidaknya dia mencintaiku. Sampai suatu hari, saat aku mengikuti tim ke sebuah hotel yang terbakar untuk melakukan misi penyelamatan, barulah aku sadar betapa salahnya aku selama ini. Saat menemukannya, istriku sedang bersandar di pelukan pria lain. Di antara mereka, bahkan ada seorang anak kecil.
Lihat lebih banyakMendengar itu, Clara hanya tersenyum misterius, lalu berkata penuh makna,"Nanti setelah kamu bertemu dengan beliau, semuanya akan menjadi jelas."Beliau? Aku makin bingung. Namun, karena sudah telanjur datang, aku tetap mengikuti Clara masuk.Begitu memasuki ruang VIP, hanya ada seorang pria tua yang duduk di dalam. Auranya begitu berwibawa, mengenakan pakaian yang mewah dan elegan."Beliau ini ...?" Aku melirik pria tua itu. Entah kenapa wajahnya terasa sangat familier. Bahkan bisa dibilang ada sedikit kemiripan denganku.Namun, Clara tidak menghiraukanku. Dalam sekejap, sikapnya berubah menjadi penuh hormat."Kakek Ghifari, Ray sudah kubawa.""Terima kasih."Pria tua yang duduk di kursi utama akhirnya memperlihatkan senyuman tipis, lalu melambaikan tangan kepadaku. "Ray, cepat mendekat ke Kakek.""Aku?" Saat itu juga aku benar-benar terkejut. Dengan wajah tak percaya, aku menunjuk diriku sendiri.Pria tua ini juga bermarga Ghifari, bahkan mengaku sebagai kakekku? Jangan-jangan ....
"Seumur hidupku, yang paling kujunjung tinggi adalah kesetiaan dan kehormatan! Hahaha! Kalian dua saudara baikku!"Seiring Dirga digotong keluar ruangan, suaranya pun perlahan menghilang."Eee ...." Meski aku juga minum, aku belum sampai semabuk Dirga. "Sebenarnya, hari ini dia ajak aku ketemu untuk apa?""Nggak ada apa-apa, Pak Ray. Dia memang selalu begitu kalau kebanyakan minum. Cara mabuk seseorang mencerminkan karakternya. Orangnya sebenarnya sangat baik."Ferry tertawa canggung dua kali, lalu berkata tanpa daya, "Awalnya dia cuma ingin berkenalan denganmu. Nggak disangka malah keterusan minum sampai sebanyak ini.""Baiklah ...." Aku tersenyum pahit.Tak kusangka, seseorang yang sudah duduk di posisi Ketua Perkumpulan Pisau ternyata masih memiliki sifat yang begitu terus terang."Kalau begitu, aku antar dia pulang dulu. Roni, kamu bisa antar Pak Ray pulang?" Ferry lantas menoleh ke arah Roni.Roni langsung mengangguk. Malam ini dia masih harus pulang untuk merawat istrinya, jadi d
"Semuanya tinggal di Kota Shandro. Hari ini mereka hampir saja menjadi korban ulah bajingan-bajingan seperti Gentala dan anak buahnya. Untung saja Pak Ray turun tangan membela mereka."Setelah berkata begitu, Ferry kembali menoleh ke arah Ray, Roni dan pasangannya, lalu tersenyum. "Perkenalkan, ini Ketua Organisasi Pisau Kota Shandro, Dirga."Dirga. Namanya terdengar begitu garang, tetapi sama sekali tidak cocok dengan penampilannya.Aku mengangguk, lalu berkata, "Pak Dirga, senang berkenalan. Aku harap kamu bisa memahami situasi tadi.""Gentala dan anak buahnya benar-benar sudah memaksa keluarga Roni sampai ke jalan buntu. Aku nggak punya pilihan selain memberi mereka pelajaran.""Paham, tentu saja paham." Dirga juga orang yang cerdas. Dia langsung mengerti maksud Ray dan segera menepuk dadanya sambil berjanji."Pak Ray, tenang saja. Gentala beserta seluruh anak buah yang selama ini mengikutinya sudah aku suruh pulang ke kampung halaman mereka. Mereka nggak akan muncul lagi di Kota Sh
"Tapi, bocah bernama Ray itu jelas hanyalah anak muda yang nggak mengerti apa-apa. Dia bahkan gagal mencegah mereka bunuh diri."Mendengar analisis lelaki tua berjubah hitam itu, pria paruh baya tersebut tetap mengernyit lalu bertanya, "Kemampuan orang yang berada di sisi Ray benar-benar jauh melampaui dua muridmu? Kalau dibandingkan sama kamu?""Jelas nggak sebanding denganku!"Lelaki tua berjubah hitam itu menjawab dengan tegas, "Di dunia saat ini, hanya ada beberapa orang tua yang mampu menandingiku. Aku tahu persis di mana mereka berada. Mustahil ada orang seperti itu di sisi Ray.""Bagus kalau begitu."Pria paruh baya itu mengembuskan napas lega, tetapi sesaat kemudian nadanya kembali dipenuhi niat membunuh, "Kalau begitu, karena kemampuanmu lebih hebat daripada pengawal di sisi Ray, kali ini kamu sendiri yang pergi dan bawa bocah itu kembali padaku!""Nggak boleh ada kesalahan sedikit pun!""Ini ...."Lelaki tua berjubah hitam itu terdiam sejenak dan tidak langsung menyetujuinya.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak