Share

Bab 1672

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-02-17 23:09:25

Darven akhirnya berbicara, “Bukankah Ordo Divinitas Aetherion selalu mengajarkan untuk melindungi manusia? Mengapa tadi kita justru memaksa mereka menghadapi kematian?”

Tuan Agung mendengus pelan. “Kamu masih terlalu naif. Dunia ini hanya mengenal satu hukum yang kuat bertahan, yang lemah tersingkir. Simpati hanya akan membuatmu mati lebih cepat.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan suara lebih rendah. “Sekarang Velmire sudah memiliki pijakan di keluarga kerajaan. Jika kita tidak men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2087

    Nathan perlahan membuka matanya. Pandangannya menyapu ruangan yang bersih dan tertata rapi, membuat dahinya langsung berkerut. Dia sama sekali tidak tahu di mana dirinya berada.Ingatan terakhirnya hanyalah pertarungan sengit melawan Darius. Setelah kehilangan kesadaran, semua yang terjadi berikutnya lenyap begitu saja dari ingatannya.Nathan perlahan bangkit dari tempat tidur, lalu menggerakkan tubuhnya. Dia terkejut saat mendapati tidak ada luka serius yang tersisa. Bahkan ketika mengedarkan energi spiritual ke seluruh tubuh, alirannya terasa lancar tanpa sedikit pun hambatan."Di mana aku sebenarnya? Siapa yang menyelamatkanku?"Sambil bergumam pelan, Nathan melangkah menuju pintu.Begitu daun pintu dibuka, sesosok gadis tiba-tiba muncul dari arah berlawanan hingga keduanya bertabrakan."Maaf..."Nathan spontan meminta maaf.Gadis itu ternyata Velisa yang sedang membawa semangkuk makan. Karena benturan tersebut, isi mangkuk langsung tumpah membasahi pakaian Nathan."Kamu... kamu su

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2086

    Ucapan itu jelas menyindir Darius yang selama ini hanya mengandalkan kekuatan.Harland mengangguk pelan. "Baik. Pergilah, tetapi berhati-hatilah. Aku tidak ingin kau ikut terluka."Levan langsung membungkukkan badan. "Terima kasih, Ayah. Aku tidak akan mengecewakan Ayah."Setelah Levan dan ibunya meninggalkan ruangan, senyum di wajah Harland perlahan menghilang, digantikan raut yang begitu serius. Tatapannya menembus jendela, mengarah ke langit biru yang membentang luas."Apakah melawan kehendak langit benar-benar akan mendatangkan hukuman ilahi?"Dia bergumam pelan seolah sedang berbicara kepada dirinya sendiri. Meski telah meninggalkan dunia fana dan mengabdikan hidup untuk berkultivasi, mencapai keabadian tetap merupakan sesuatu yang nyaris mustahil. Di mata orang biasa mereka memang dipuja bak dewa, tetapi hanya para kultivatorlah yang memahami kenyataan sesungguhnya.Mereka masih terpaut jarak yang sangat jauh dari sosok dewa sejati.Sementara itu, Levan yang sudah keluar dari ru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2085

    Darius dan Levan memang saudara seayah tetapi berlainan ibu. Setelah ibu Darius meninggal dunia, Harland menikah lagi dan kemudian memiliki Levan.Sejak saat itu, hubungan Darius dengan ibu serta adik tirinya selalu dipenuhi pertentangan.Levan berkali-kali berusaha merebut posisi Darius sebagai pewaris utama Ordo Tempest, tetapi Harland tidak pernah mengizinkannya. Terlebih lagi, setelah menjalani modifikasi genetika, kekuatan Darius meningkat drastis sehingga posisinya sebagai penerus utama semakin sulit digoyahkan.Levan sebenarnya juga ingin menjalani modifikasi yang sama, tetapi Harland selalu menolaknya dengan alasan usianya masih terlalu muda.Levan kembali menatap Darius sambil tersenyum tipis. "Kak, bukankah kau seorang Puncak Sovereign? Namun, kau justru dikalahkan oleh seorang Sovereign menengah yang bahkan bukan berasal dari Sektor Bayangan.""Kalau berita ini menyebar, bukankah seluruh Ordo Tempest akan menjadi bahan tertawaan?" Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan de

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2084

    Mahesa kemudian menoleh ke arah Velisa. "Velisa, ambilkan Elixir Esensi milikku. Kita selamatkan nyawa anak ini terlebih dahulu."Velisa belum sempat bergerak ketika Rael buru-buru angkat bicara. "Guru, Elixir Esensi adalah pil penyelamat nyawa milik Anda. Persediaannya tinggal sedikit. Kalau diberikan kepada... kepada orang ini, bukankah itu akan terbuang sia-sia?""Omong kosong!" Mahesa langsung membentaknya. "Sudah kukatakan, dia bukan kultivator jahat!"Tatapannya menyapu seluruh murid Ordo Sancta. "Selama ini bagaimana aku mendidik kalian? Meski Ordo Sancta hidup mengasingkan diri dari dunia luar, bukan berarti kita menutup mata terhadap orang yang membutuhkan pertolongan. Selama mampu menyelamatkan seseorang, kita wajib mengulurkan tangan.""Kekuatan memang penting, tetapi jangan pernah kehilangan belas kasih. Bila seseorang sudah kehilangan rasa kemanusiaannya, sebesar apa pun kekuatannya, dia tak lebih dari sekadar mesin pembunuh."Suasana langsung terdiam."Velisa, segera amb

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2083

    "Kak, dia terluka separah itu. Kalau kau membawanya seperti itu, bagaimana kalau dia mati di tengah jalan?" Velisa mengejar dari belakang sambil menatap Nathan dengan rasa kasihan.Rael mendengus dingin. "Dia itu kultivator jahat. Untuk apa kau mengkhawatirkannya? Kalaupun mati, itu memang pantas."Seandainya bukan karena harus membawa Nathan kembali menemui Guru, Rael bahkan sudah membunuhnya di tempat."Bukan begitu maksudku." Velisa buru-buru menjelaskan. "Aku hanya khawatir kalau dia mati sebelum kita tiba, kita akan kesulitan memberikan penjelasan kepada Guru."***Di Ordo Sancta, Mahesa selaku pemimpin sekte sedang memberikan wejangan mengenai metode kultivasi kepada seluruh muridnya.Saat pengajaran berlangsung, dua sosok melesat turun dan mendarat tepat di hadapannya. Mereka adalah Rael dan Velisa yang baru saja kembali."Guru, ledakan Energi Keyakinan yang muncul tadi berasal dari orang ini." Sambil berbicara, Rael melemparkan Nathan yang masih tak sadarkan diri ke depan Mahe

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2082

    Darius langsung menyipitkan mata. "Orang ini sudah kutangkap. Atas dasar apa kalian ingin membawanya?""Tidak perlu alasan." Suara Rael terdengar dingin. "Aku hanya tidak akan membiarkanmu membawanya pergi."Ucapan itu langsung membakar amarah Darius. "Jadi kau berniat merebutnya dariku secara paksa?" Tatapannya berubah tajam. "Rael, jangan terlalu percaya diri. Dengan kemampuanmu, kau sama sekali bukan lawanku."Rael justru tersenyum tipis penuh sindiran. "Berhenti membual." Tatapannya menyapu tubuh Darius yang penuh luka. "Dalam kondisimu sekarang, aku bisa mengalahkanmu hanya dengan satu tangan."Dia mendengus pelan sebelum melanjutkan, "Selama ini kau selalu menyebut dirimu jenius nomor satu di klan tersembunyi. Nyatanya, seorang Sovereign tingkat menengah saja mampu membuatmu berada dalam kondisi mengenaskan seperti ini. Masih berani menyombongkan diri?"Ucapan Rael benar-benar menusuk harga diri Darius.Aura yang menyelimuti tubuhnya kembali meledak. Dia menatap Rael dengan soro

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 232

    Saat ini, di dalam sebuah kamar mewah di Hotel Northern, Santos sedang duduk menunggu di dalam sambil minum teh. Sedangkan di luar kamar, terbaring sekelompok penjaga keamanan, semua ini adalah hasil perbuatan Santos. Ketika Kevin sampai di hotel dan melihat kelompok penjaga keamanan yang tergeletak

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 184

    “Apa kamu punya halaman belakang disini? Kamu bisa mencoba kekuatanmu!” ujar Nathan melihat aura yang menggebu-gebu dari tubuh Ryzen.“Ada!” Ryzen bergegas membawa Nathan menuju halaman belakang.Di halaman belakang ada sebuah bongkahan batu besar, diatasnya terukir beberapa tulisan aksara kuno, ini a

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 244

    “Tuan Jo, kita bisa berunding dulu, ginseng ini memang merupakan ginseng kelas atas, tapi kalau 10 miliar sepertinya terlalu mahal. Bagaimana kalau kamu turunkan harganya sedikit, aku akan langsung mentransferkan uangnya padamu!” Gilbert berkata sambil tersenyum. “Sepuluh puluh miliar, satu sen pun

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 247

    “Hebat, Tuan! Anda sangat hebat! Karena kamu begitu percaya padaku, dan juga saudaranya Tuan Gilbert, maka aku akan membuka harga sebesar lima belas miliar per tanaman, bagaimana?" Seringai picik muncul di senyuman Chicko. "Tuan Gilbert juga tahu, harga pasaran untuk bahan obat berusia ratusan tahun

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status