Share

Bab 182

Author: Imgnmln
last update Petsa ng paglalathala: 2024-05-19 22:18:06

“Ah!”

Beberapa wanita yang melihat itu berteriak ketakutan.

Ronald kaget hingga memucat, dia melihat Nathan yang hampir dihantam dan menggertakkan giginya lalu berdiri dan mengangkat kursi.

Bugh! Baam!

Namun tidak menunggunya, Nathan yang tetap duduk melayangkan sebuah tinju. Yang terakhir sampai duluan, perut pria itu ditinju dan membuatnya terhempas sebelum akhirnya menabrak meja. Merasakan rasa sakit yang luar biasa membuat pria meringkuk dan raut wajahnya sangat menyedihkan!

“Kak, kamu tida
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Vizrilsaumhidayat
ga seru ceritanya diulang2
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2040

    "Di mana... aku?" Nathan mengedarkan pandangan ke segala arah dengan wajah dipenuhi kebingungan.Sejauh mata memandang terbentang hamparan daratan yang begitu luas. Burung-burung beterbangan bebas di langit, kawanan binatang buas berkeliaran tanpa rasa takut, sementara energi spiritual yang memenuhi tempat itu jauh lebih pekat dibandingkan Sektor Bayangan.Saat masih mencoba memahami situasi, delapan sosok perlahan berjalan menghampirinya. Mereka mengenakan jubah bergaya kuno, dan pada dada setiap jubah terbordir dua kata yang langsung menarik perhatian Nathan.Aula Luminaris.Tatapan Nathan langsung membeku. "Bukankah mereka..."Jantungnya berdegup kencang ketika menyadari wajah kedelapan orang itu identik dengan patung-patung yang berdiri di dalam Sanctum Oblivion.Tanpa berpikir panjang, Nathan segera melangkah maju untuk menghentikan mereka dan mencari jawaban. Namun, sesuatu yang aneh terjadi. Kedelapan orang itu sama sekali tidak mempedulikannya, seakan dirinya hanyalah bayangan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2039

    Suara Garrick bergema di dalam ruangan. "Pamanmu tidak mungkin mengurusmu setiap saat. Aku hanya memiliki satu orang putra, sedangkan Aula Seribu Relik masih menunggumu untuk meneruskan warisan keluarga."Magnus menggeleng pelan. "Ayah, warisan apa lagi yang tersisa?" balasnya tanpa ragu. "Menurutku, Aula Seribu Relik sekarang kemungkinan besar sudah berubah menjadi puing-puing. Dengan sifat Nathan, mana mungkin dia membiarkan seluruh artefak itu tetap utuh?"Dia menarik napas sebelum melanjutkan. "Kalaupun semua artefak sudah lenyap, apa lagi yang bisa diwariskan? Menunggu Ayah menempa kembali sebanyak itu? Entah harus menunggu sampai kapan. Menurutku, justru Aula Elysium milik Paman jauh lebih menjanjikan.""Aku akan mencabik-cabik Nathan sampai tubuhnya berkeping-keping!" Garrick menggertakkan gigi begitu mendengar ucapan Magnus. Dadanya dipenuhi amarah karena setiap artefak di Aula Seribu Relik merupakan hasil kerja keras yang ia tempa selama bertahun-tahun."Adik seperguruan, kar

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2038

    Magnus membelalakkan mata karena tidak memahami perbedaan itu."Apa kamu melihatnya?" tanya Loyd sambil menunjuk aliran cahaya tersebut. "Resonansi berwarna putih menunjukkan keyakinan paling lemah, sedangkan warna ungu menandakan tingkat pengabdian tertinggi."Pandangan Magnus segera menyapu seluruh aula hingga berhenti pada seorang gadis cantik yang sedang berlutut di barisan depan. Di atas kepalanya, Resonansi Devosi berwarna ungu menyala jauh lebih terang daripada milik yang lainnya. Artinya, gadis itu merupakan pengikut yang paling setia.Melihat sorot mata Magnus terus tertuju kepada gadis tersebut, Loyd terkekeh pelan. "Keponakanku... apa menurutmu gadis itu cantik?"Magnus mengangguk tanpa menutupi pikirannya. "Memang cantik."Sejak melarikan diri beberapa hari lalu hingga menetap di Aula Elysium selama dua hari, dia belum pernah bertemu wanita. Wajar jika pandangannya kini dipenuhi hasrat ketika melihat wajah gadis itu."Hahaha..." Loyd tertawa pelan. "Bagi pengikut yang bena

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2037

    "Kalian tidak perlu mengkhawatirkan apa pun." Tatapan Nathan dipenuhi tekad. "Aku pasti akan menemukan cara agar kalian bisa keluar dari sini. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan kalian terkurung di tempat ini selamanya."Sarah justru tersenyum lembut. "Sebenarnya tinggal di sini juga tidak terlalu buruk. Lingkungannya tenang, udaranya juga nyaman."Dia sengaja berkata demikian karena memahami beban yang sedang dipikul Nathan.Prisly seakan baru mengingat sesuatu. "Pantas saja waktu kami menemui Tuan Ryujin, beliau sempat bertanya apakah kami rela mengorbankan nyawa demi Kak Nathan.""Beliau juga bertanya apakah aku dan Rebecca memiliki kekuatan khusus, lalu menyerahkan Buku Resonansi Dunia kepada kami berdua.""Jadi... beliau memang sudah mengetahui semuanya." Prisly akhirnya memahami maksud ucapan Ryujin saat itu. "Beliau pasti sudah tahu kami akan bertemu Kak Nathan dan berhasil menyerahkan Buku Resonansi Dunia kepadanya."Mendengar itu, Nathan langsung mengernyit. "Tua

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2036

    Ryujin hanya memandangnya dengan tenang. "Aku sudah mengatakannya. Semua itu adalah takdirmu, dan untuk saat ini kamu belum memiliki kemampuan untuk mengubahnya.""Mungkin suatu hari nanti, ketika kamu telah berdiri di puncak kekuasaan, barulah kamu mampu menentukan jalan hidupmu sendiri.""Namun selama hari itu belum tiba, satu-satunya pilihan hanyalah menjalaninya. Semakin keras kamu melawan takdir yang belum sanggup kamu ubah, semakin besar pula penderitaan yang akan kamu rasakan."Ryujin mengangkat tangan dan mengibaskannya pelan. "Pergilah."BANG!Gelombang kekuatan tak kasatmata langsung menyapu tubuh Nathan hingga terpental keluar dari ruangan.Brak!Sesaat kemudian, pintu ruang kerja Ryujin menutup rapat, menyisakan keheningan yang terasa begitu menyesakkan."Nathan!"Melihat kondisi Nathan yang dipenuhi luka, Paul segera berlari menghampiri dan menopang tubuhnya.Namun, tatapan Nathan kosong tanpa sedikit pun fokus, seolah jiwanya masih terperangkap di dalam percakapan bersam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2035

    Nathan menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan dengan suara yang mantap. "Dengarkan baik-baik, aku tidak pernah mengejar kekuatan demi menjadi dewa. Kalau harus memilih, aku lebih rela mempertaruhkan nyawaku demi menyelamatkan mereka, sama seperti mereka yang juga tidak akan ragu mengorbankan jiwa mereka demi menyelamatkanku."Setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar begitu tegas hingga membuat amarah Ryujin perlahan mereda. Pria tua itu kembali menghembuskan napas panjang."Sejak dahulu, perasaan yang terlalu dalam memang selalu berakhir dengan penyesalan." Ryujin kembali duduk di kursinya sebelum berkata dengan nada datar, "Aku tahu alasan kedatanganmu. Kalau ingin menyelamatkan Sarah, Prisly, dan Rebecca, satu-satunya cara adalah membawa mereka kembali ke Sektor Bayangan.""Hanya tempat itu yang mampu memulihkan kondisi mereka. Jika tetap dibiarkan berada di luar, mereka tidak akan mampu bertahan lebih dari satu hari."Mendengar itu, Nathan mengepalkan tangan dengan er

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 479

    Mendengar tiket itu adalah tiket barisan depan, mata kedua teman Arina menatap lurus pada tiket itu, dan Arina juga tidak bisa menahan diri untuk tidak mmelihatny. “Kak Neville apa kami boleh melihatnya?” Dua wanita itu bertanya dengan nada menyanjung. “Boleh!” Neville menyerahkan tiket itu kepada d

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 450

    “Tuan Nathan, kamu adalah orang yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, kamu memiliki banyak pengikut yang berada di sisimu, tapi tidak semuanya setia padamu, dan banyak dari mereka yang mengikutimu hanya untuk mendapatkan keuntungan, seperti Reus!” “Aku mengerti, aku dan Keluarga Alvaro hanya memi

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 493

    Papan air mata venus ini memang seperti kayu pada umumnya, di dalamnya tidak ada mantra sihir sama sekali dan itu bukan senjata ajaib. Oleh karena itu, para ahli barang antik itu tidak menemukan apapun. “Tuan Leo?” Harris menatap Leonard dan bertanya dengan suara pelan. “Apa yang istimewa dari papan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 512

    Pada saat ini, di ruang tamu utama di dalam rumah, Will dan Wilbert sedang berhadapan dengan seorang pria paruh baya berusia sekitar 50 tahunan dengan tubuh kekar dan berwajah petak. Pria paruh baya itu terlihat berwibawa, dan walau Will merupakan pengusaha dari Arial dan Wilbert yang merupakan ahli

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status