Share

Bab 189

Author: Imgnmln
last update publish date: 2024-05-21 14:32:20

“Cukup!”

Frans adalah putra orang nomor satu di Kota Vale, mana bisa dipukuli begitu saja, kalau Nathan tidak mengontrol tenaganya dan tinju itu sampai membunuh Frans maka masalahnya akan menjadi runyam.

Mendengar ucapan Kevin, Nathan menarik kembali tinjunya, namun hanya gaya tinjunya yang tajam saja sudah membuat Frans merasa pipinya seperti terbakar, dan selangkangannya juga basah. Hidup selama ini, Frans belum pernah sekalipun dianiaya oleh orang lain, tadi dia merasakan tinjunya Nathan, it
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Ranka Yudha Yudha
Nathan kan dewa perang yg memenangkan perang utk negaranya dan pemimpin militer di northen juga hormat padanya. Lalu kemana jendral bekas anak buah Nathan yg jadi panglima itu...koq SDH lama gak muncul². Ini menambah kecurigaan pembaca bhw pengarang lupa lautan...
goodnovel comment avatar
Ma Tibun
lnjut kak, seru nih
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2030

    Untungnya Bonang segera maju untuk mencairkan suasana. "Kalian pasti sudah kelaparan setelah terjebak selama itu. Aku akan meminta orang-orang menyiapkan jamuan. Hari ini adalah hari yang membahagiakan, jadi kita harus merayakannya bersama."Tak sampai satu jam kemudian, seluruh markas Klan Draken Ascalon berubah semarak. Lampion dan berbagai hiasan memenuhi setiap sudut halaman, sementara belasan meja besar dipenuhi beragam hidangan.Nathan memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan Sarah kepada semua orang satu per satu."Nona Sarah." Bonang menatapnya sambil tersenyum. "Selama kamu menghilang, Nathan berkali-kali mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menemukanmu. Beberapa kali dia bahkan hampir kehilangan hidupnya."Sarah menoleh ke arah Nathan. Tatapannya dipenuhi kehangatan dan rasa haru. Dia tidak perlu mendengar cerita panjang untuk mengetahui betapa besar perjuangan Nathan demi membawanya kembali.Jamuan berlangsung hingga larut malam.Tawa, obrolan, dan denting gelas meme

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2029

    Nathan mengangguk pelan. "Baik."Dia berjalan menuju lokasi yang telah dijelaskan oleh Buku Resonansi Dunia, lalu mengangkat satu tangan. Ujung jarinya bergerak membentuk beberapa segel sebelum bibirnya mulai melantunkan mantra kuno.Bzzzt!Seberkas cahaya melesat menembus kehampaan.Riak ruang segera menyebar ke segala arah, kemudian perlahan membentuk sebuah gerbang cahaya yang terus membesar hingga akhirnya berdiri kokoh di hadapan mereka.Tatapan keempat orang itu langsung dipenuhi kegembiraan."Akhirnya..." Sarah menatap gerbang bercahaya tersebut dengan mata yang berbinar. "Kita benar-benar bisa keluar dari tempat ini!""Ayo, kita harus segera pergi." Nathan mempercepat langkahnya. Dia tidak ingin mengambil risiko jika sesuatu yang tidak terduga kembali terjadi.Mereka berempat melintasi gerbang cahaya satu per satu. Sesaat kemudian, sosok mereka muncul di halaman belakang markas Klan Draken Ascalon.Para anggota yang sedang berpatroli langsung menghentikan langkah ketika meliha

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2028

    Sarah terus menatap Nathan tanpa berkedip. Ingin menghampiri, tetapi tekanan aura yang memancar dari tubuh pria itu begitu dahsyat hingga membuat mereka bertiga sama sekali tidak mampu mendekat.Kurang lebih sepuluh menit kemudian, gelombang energi itu akhirnya mereda. Seluruh tekanan spiritual lenyap seolah tidak pernah ada, tubuh Nathan ambruk ke tanah dalam keadaan kehabisan tenaga."Nathan!""Kak Nathan!"Ketiga gadis itu segera berlari menghampirinya.Nathan terbaring di atas tanah dengan pakaian yang telah basah oleh keringat. Namun alih-alih menunjukkan rasa sakit, sudut bibirnya justru terangkat membentuk senyum lebar."Haha... hahaha…!"Tawanya menggema tanpa henti hingga membuat Sarah, Rebecca, dan Prisly saling berpandangan dengan wajah bingung."K-Kak Nathan... jangan-jangan kamu benar-benar sudah kehilangan akal?" Prisly bertanya dengan cemas."Nathan, kamu tidak apa-apa?" Sarah ikut berjongkok di sampingnya sambil menatap wajahnya penuh kekhawatiran.Nathan tiba-tiba ban

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2027

    Buku Resonansi Dunia kembali melayang tenang. Kali ini dia dapat membukanya tanpa hambatan sedikit pun. Saat halaman demi halaman terbuka, seluruh informasi mengenai tanaman yang baru saja disentuhnya ternyata telah tercatat rapi di dalam buku tersebut."Benar... jadi memang seperti ini." Ekspresi Nathan langsung dipenuhi kegembiraan.Tanpa membuang waktu, dia mengeluarkan berbagai benda dari dalam Cincin Ruang. Batu spiritual, senjata, bahan obat, hingga berbagai artefak memenuhi tanah di hadapannya. Setiap kali sebuah benda disentuh dan dialiri sedikit energi spiritual, informasi mengenai fungsi, asal, kualitas, hingga kegunaannya langsung muncul di benaknya.Nathan menarik napas panjang sambil tersenyum lebar. "Kalau begini... bukankah Buku Resonansi Dunia sama saja seperti sebuah ensiklopedia yang mencatat segala hal? Selama memilikinya, apa lagi yang tidak bisa kuketahui?"Semakin dipikirkan, semakin besar rasa kagum yang memenuhi hatinya. Namun tak lama kemudian, sebuah ide lain

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2026

    Nathan hanya tersenyum masam. "Entahlah... bahkan aku sendiri tidak tahu kenapa bisa mengenalnya.""Sudahlah, untuk apa dipikirkan?" Rebecca tersenyum puas sambil menggigit buah berikutnya. "Kalau setiap hari bisa makan buah seenak ini dan masih bisa mempercantik kulit, terjebak di sini juga tidak terdengar terlalu buruk."Melihat ketiganya kembali tersenyum membuat beban di dada Nathan sedikit berkurang. Walaupun mereka belum menemukan jalan keluar, setidaknya untuk sementara tidak ada ancaman yang mengintai. Dibandingkan Sektor Bayangan di Dune Hall yang dipenuhi hamparan gurun tandus, tempat ini jauh lebih nyaman untuk ditinggali.Nathan kemudian duduk di atas hamparan rumput sambil memandangi Sarah, Rebecca, dan Prisly yang mengobrol santai.Sesaat muncul sebuah angan di benaknya. Andaikan suatu hari nanti dia memiliki Sektor Bayangannya sendiri, lalu membawa semua orang yang penting baginya tinggal di sana tanpa harus terlibat dalam berbagai konflik dunia luar, mungkin kehidupan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2025

    Di sana, kitab bercahaya itu masih melayang tenang.Nathan berusaha mendekatinya untuk membaca kembali isi di dalamnya, tetapi sebelum kesadaran spiritualnya menyentuh kitab tersebut, sebuah tekanan luar biasa langsung menghantamnya dan memaksanya mundur.Nathan membuka mata dengan raut frustasi. "Aku benar-benar tidak bisa mengingatnya."Perasaan itu sangat aneh.Ketika membaca kitab tadi, ia yakin setiap kata telah terekam jelas di dalam benaknya. Namun sekarang, semua isi kitab seolah terkunci rapat di balik sebuah penghalang yang sama sekali tidak dapat ditembus.Ia merasa seperti seseorang yang kehilangan sebagian ingatannya sendiri."Lalu bagaimana sekarang?" Prisly menghembuskan napas panjang. "Jangan-jangan kita benar-benar akan terjebak selamanya di Sektor Bayangan."Tak seorang pun mampu menjawab pertanyaan itu.Nathan sendiri juga belum menemukan jalan keluar.Grrkkk~Keheningan mendadak pecah ketika suara perut Rebecca kembali berbunyi nyaring. Setelah melalui begitu banya

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 874

    Nathan sebenarnya juga merasa hal itu sulit, karena tempat itu ramai didatangi dan merupakan objek wisata. Hampir tidak mungkin menyembunyikannya dari publik."Kalau begitu, kita bicarakan lagi nanti. Untung saja aku sudah menyegel makam kuno itu dengan formasi sihir, jadi orang biasa tidak akan bi

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 920

    “Bisa membantu Martial Shrine merupakan kehormatan bagi Keluarga Farhon kami,” jawab Leorio sambil membungkuk dengan rendah hati.“Semuanya, ikuti aku dan berhati-hatilah!” Ging berkata lalu menambahkan kepada Leorio. “Leorio, ikutlah di sampingku. Jika ada apa-apa, beritahulah terlebih dahulu.” M

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 876

    "Bagaimana, apakah serbuk dari bunga Amarilis sudah menyebar ke seluruh pulau?" tanya Squala kepada tiga pria bertopeng dan berjubah hitam itu."Tuan Muda Ryodan, serbuk bunga itu sekarang sudah menyebar ke seluruh pulau, tapi demi tidak menimbulkan kecurigaan mereka, kami tidak banyak menyebar ser

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 912

    “Saibu Care!” Nathan menjawab dengan yakin. Bagi Nathan, tempat yang paling aman saat ini hanyalah Saibu Care.Setelah Nathan berpesan kepada Ryzen dan Nicole untuk mengurus masalah di Kota Vale, dia membawa Zephir, Sarah, dan yang lainnya pergi ke Saibu Care. Sarah, Beverly, dan Sienna semuanya te

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status