MasukDi dunia kultivator, sejak kelahirannya. Fang Zhe dinyatakan tidak akan pernah bisa berkultivasi layaknya seorang Kultivator pada umumnya. Dia dibuang oleh ayahnya, ke dunia tanpa adanya kultivasi. Namun sebuah sistem menjadi Dewa muncul mengubah takdir gelapnya selama menjadi manusia fana. DIIING! ‘Host menerima System menjadi Dewa! Menyelesaikan semua misi Host akan memiliki banyak kemampuan!" Sitem yang gila, memberikan begitu banyak misi aneh dan nyeleneh. Tapi Fang Zhe akhirnya memanfaatkan system untuk bangkit, dan terbang layaknya naga diseluruh benua.
Lihat lebih banyak“Ayolah, bibi cantik. Jangan berpura-pura suci. Bukankah kau juga ingin hidup lebih baik?”
Suara laki-laki muda terdengar sombong dan sedikit mabuk. Yang langsung membuat jantung Fang Zhe bergetar cepat. Ia mengenali suara itu. Zhao Ming Yao, tuan muda ketiga keluarga Zhao, pemuda itu terkenal arogan, brutal, dan tak tersentuh hukum keluarga. Ketika Fang Zhe mendorong pintu ruang penyimpanan anggur sedikit terbuka, ia melihat bibinya terdorong ke dinding. Wajah wanita itu terlihat pucat, tangannya gemetar menahan tubuh Zhao Ming Yao yang mendekat dengan senyum menjijikkan. Pemandangan itu mengoyak hati Fang Zhe. Di luar sana, hujan turun deras di kompleks keluarga Zhao, membasahi halaman marmer yang luas bak istana bangsawan kuno. Namun bagi Fang Zhe, badai sesungguhnya ada di ruangan ini. Sejak kecil, ia hidup di bawah atap keluarga Zhao bukan sebagai anggota keluarga, melainkan hanya pemuda kurus dengan pakaian pelayan sederhana. Dia tidak tahu asal usulnya, bahkan siapa orang tuanya. Satu-satunya keluarga yang tersisa hanyalah bibinya itu, wanita sederhana yang bekerja keras di dapur keluarga Zhao untuk membiayai hidup mereka berdua. “Tuan muda Zhao, tolong hentikan… Saya hanya pelayan... A-anda...” suara bibinya bergetar penuh ketakutan. “Tepat karena kau hanya pelayan, siapa yang berani melapor?” Zhao Ming Yao tertawa pelan. Di waktu yang sama, genggaman Fang Zhe melemah. Nampan teh yang sedari tadi dibawanya jatuh ke lantai dengan suara nyaring.. Praaaank! “Apa yang kau lakukan?!” Suara Fang Zhe dingin, tapi wajahnya memerah penuh amarah. Zhao Ming Yao menoleh, alisnya terangkat, lalu tertawa meremehkan. “Ah? Pelayan kecil? Berani mengganggu hiburanku?” Fang Zhe melangkah masuk tanpa ragu. “Lepaskan Bibi Mei.. Atau?!” "Atau apa? Kau kira, disini kau bisa mengatur ku?" "A-aku akan membunuhmu!" teriak Fang Zhe memberanikan dirinya. Beberapa pengawal Zhao yang berjaga di sudut ruangan mulai mendekat, saat Fang Zhe berdiri menantang sembari memberi ancaman. “Bocah ini gila.” “Seorang pelayan rendahan ingin jadi pahlawan?” Zhao Ming Yao mendengus dingin, lalu menampar wajah bibinya dan mendorongnya ke samping. “Kau mengancamku?” Zhao Ming Yao tertawa pelan, namun sorot matanya berubah dingin seperti pisau. Detik berikutnya Zhao Ming Yao mulai melangkah. Hingga... BAM! Tinju Zhao Ming Yao menghantam wajah Fang Zhe tanpa peringatan. Yang membuat tubuh Fang Zhe terlempar dan menghantam rak anggur. Botol-botol pecah berantakan, aroma alkohol bercampur darah mulai memenuhi ruangan. Fang Zhe terjatuh ke lantai, kepalanya berdengung hebat. Namun ia tetap berusaha bangkit. “Lepaskan… bibiku…” gumamnya parau. “Masih bisa berbicara?” Zhao Ming Yao mendecak jijik. “Seorang pelayan rendahan tanpa nama, tanpa latar belakang… Berpikir bisa menantangku?” Ia memberi isyarat ringan. Yang membuat para pengawal langsung bergerak. Tendangan menghantam perut Fang Zhe. Pukulan keras beruntun itu mengenai punggung dan wajahnya. Setiap serangan terasa seperti mematahkan tulang satu per satu. Duk! Bam! Krak! Fang Zhe terbatuk hebat, darah mengalir dari sudut bibirnya. Pandangannya mulai kabur, namun matanya masih terbuka, kini ia menatap satu-satunya hal yang membuat kesadarannya bertahan. Bibinya Liu Mei. “Tu-tuan muda Ming Yao jangan lukai Fang Zhe!” jerit Bibi Mei, suaranya pecah oleh tangis. Namun Zhao Ming Yao telah melangkah mendekat, lalu menginjak dada Fang Zhe dengan sepatu kulitnya. “Kau dengar itu?” katanya sambil tersenyum tipis. Dan berlanjut, “bagaimana cara bibimu merengek agar aku tidak membunuhmu?” Kelopak mata Fang Zhe terasa berat. Dia tidak perduli lagi ungkapan Zhao Ming Yao, yang pasti disaat kesadarannya akan memudar, ia melihat bayangan Zhao Ming Yao mendekati bibinya lagi. Kini dia hanya bisa mendengar tangisan tertahan. Ia mendengar tawa rendah yang membuat darahnya membeku. Dan akhirnya... Hooosh! Hoooosh! Hoooosh! Nafas Fang Zhe terengah-engah saat melihat sekelilingnya. Karena di pandangan matanya, hanya ada kegelapan yang terlihat. “U-untunglah hanya mimp....” belum selesai ungkapannya usai, dia telah menyadari kenyataan. Bukan mimpi, tapi tubuhnya berada didasar jurang yang begitu dalam. “Ji-jika ini bukan mimpi... La-lau bagaimana bisa aku berada di jurang ini?” DIIIIIING! Tiba-tiba suara lonceng dipikirannya bergema. ‘Selamat anda telah menjadi host baru sistem hebat menjadi dewa secara instan?!’ “Si-sistem?!” DIIIIING! ‘Tuan benar! Anda sebenarnya telah mati, tapi takdir mengikat kita layaknya seorang jodoh! Asal tuan menyelesaikan misi! Semua dendam, bahkan menjadi seorang Dewa, bukan lagi sebuah mimpi!’ Masih berpikir logis, mungkin suara dipikirannya adalah halusinasi. Tapi sistem itu segera berkata. 'Apa yang tuan pikirkan? Halusinasi? Apa tuan masih mengira ini adalah mimpi?' Mendengar ungkapan itu, Fang Zhe mulai membalas singkat melalui pikirannya. 'Jika kau memang sehebat itu, mampu merubah seseorang jadi Dewa... Bisakah kau membantuku keluar dari dasar jurang?' senyum remehnya terdengar. DIIIIIIIING! Seketika suara lonceng kembali berdenging, hal itu diikuti oleh sahutan suara sistem yang tenang. 'Hadiah pertemuan tak terduga... Sistem memberikan sayap energi secara singkat...' WOOOOSH! Dari balik punggung Fang Zhe, muncul sepasang sayap seperti hewan phoenix. Matanya seketika terbelalak kuat, tubuhnya mematung. Mencoba memastikan apa yang ia lihat memang kenyataan. 'Tuan, hadiah pertama ini bersifat sementara... Anda harus segera keluar, atau hadiahnya akan hilang...' Tersadar dari lamunan akibat peringatan itu. Fang Zhe langsung mengumpat. "Kau memang ajaib, tapi aku saja tidak bisa menggunakan sepasang sayapnya... Lalu bagaimana caraku terbang!" 'Tuan, kepakan sepasang sayap itu. Satu kepakan, itu sudah cukup untuk terbang setinggi sepuluh meter... Lakukan seperti seekor phoenix yang tengah menari nari diatas udara!' Melakukannya, seketika wajah Fang Zhe tak bisa lagi menyembunyikan raut keterkejutannya. Karena ia benar benar bisa terbang keatas jurang! Hingga beberapa saat setelah keluar, dari dasar jurang. Pandangannya tertuju kearah jalan desa yang sunyi. Namun jalananya memiliki aspal yang halus, tidak seperti desa desa yang pernah ia kunjungi sebelumnya. "Di mana aku? Lalu, kenapa aku seperti melihat desa modern?" 'Tuan anda berada dipinggiran desa Mati, selatan kota Shange. Waktu 08.00, tahun 2026, bulan januari!' Menganggukan kepalanya, tiba tiba keterkejutan yang lebih besar muncul pada sorot matanya. "Ta-tahun 2026?! Bu-bulan januari?! Kau gila! Jelas jelas aku..." karena terkejut, suaranya yang melengking membuat salah satu warga desa menaikan sebelah alisnya. Karena melihat seorang pemuda, dengan pakaian compang camping memaki ke arah tempat kosong. "Hei? Kamu orang gila baru ya?"Fajar perlahan menyingsing, memancarkan sinar keemasan yang lembut menerobos celah-celah tirai Toko Alkemis Dewa.Di dalam kamar utama yang luas dan beraroma harum floral, Fang Zhe perlahan membuka matanya. Di sekelilingnya, kelima istrinya, Mei Lu, Irma, Erina, Liana, dan Liora masih terlelap pulas dengan napas teratur. Wajah-wajah cantik mereka memancarkan rona kelelahan yang bahagia setelah melewati malam panjang penuh kehangatan bersama sang suami.'Jangan ganggu mereka... hMmm... Hidup bersama lima wanita secantik, dan selembut mereka, benar benar berkah langit yang sangat indah!' wajahnya terlihat begitu memerah, namun penuh dengan rasa bersyukur.Dengan gerakan yang sangat perlahan dan hati-hati agar tidak membangunkan mereka, Fang Zhe mengecup kening kelima istrinya satu per satu. Ia menyelimuti tubuh mulus mereka dengan kain sutra spiritual yang hangat, lalu beranjak turun dari tempat tidur.Setelah mengenakan jubah santai berwarna hitam-emas, Fang Zhe melangkah keluar dari k
Beberapa jam perjalanan kembali ke provinsi Nan She, dengan pesawat jet yang disediakan oleh Kekaisaran. Fang Zhe akhirnya telah kembali tepat di halaman belakang Toko Alkemis Dewa yang megah di Provinsi Nan She.Aura kekaisaran yang hancur dan bau darah di ibu kota seketika berganti dengan aroma harum tanaman herbal langka serta pendar energi spiritual yang menenangkan."Ehh sistem sialan ini tidurkah? Kenapa tidak ada hadiah seratus ribu point itu untukku? Dimana kau sistem sialan!"Disaat Fang Zhe merutuki sistem, dan hendak melangkah masuk ke dalam ruang keluarga lantai atas tokonya, lima sosok wanita dengan kecantikan tiada tara menyambutnya. Mei Lu, Irma, Erina, Liana, dan Liora yang sejak tadi menunggu dengan cemas, langsung bernapas lega saat melihat sang suami kembali tanpa luka sedikit pun."Suamiku..." Mei Lu melangkah maju terlebih dahulu, menyambut Fang Zhe dengan senyuman hangat, sementara Irma dan Erina bergegas menyeduh teh herbal. Liana dan Liora menyalakan layar proy
Mendengar perkataan dingin dari Fang Zhe, suasana di sekitar kawah istana yang hancur itu perlahan mulai mencair dari keheningan yang mencekat. Putra Mahkota segera memberi isyarat kepada beberapa pengawal istana untuk menyeret Pangeran Kedua, yang kini tak lebih dari seorang pria tua lumpuh tanpa energi spiritual, ke dalam kurungan beruji zat besi hitam.Saat Fang Zhe membalikkan badannya dan bersiap untuk melangkah pergi dari area kawah, suara Kaisar Bintang Langit harus menghentikan langkahnya."Tuan Muda Fang, mohon tunggu sebentar!"Kaisar Bintang Langit berteriak, melangkah cepat menghampiri Fang Zhe bersama Putra Mahkota. Sang Kaisar mengangkat kedua tangannya dalam gestur memohon yang sangat formal, menghentikan langkah pemuda berjubah tersebut.Fang Zhe menghentikan langkahnya tanpa menoleh sepenuhnya, hanya melirik dari sudut matanya yang berkilau keemasan. "Ada hal lain, Yang Mulia? Masalah keluarga kerajaan dan penjahat itu sudah selesai bagiku. Aku tidak punya urusan lag
SRIIIING!Hanya berjarak kurang dari satu sentimeter dari leher Pangeran Kedua, pedang es di tangan Fang Zhe mendadak berhenti total. Ujung bilah es yang teramat dingin itu bahkan sudah sempat membekukan beberapa tetes darah di kulit leher sang pangeran, membuatnya membeku kaku dengan napas tercekat dan bola mata membesar karena ketakutan setengah mati."Tolong tahan pedangmu, Tuan Muda Fang!"Suara teriak gemetar penuh desakan itu bergema di seluruh penjuru kompleks istana yang telah hancur.WUUUUUUSH! WUUUUUUSH!Seketika itu juga, belasan petinggi, termasuk Putra mahkota, dan Kaisar Bintang Langit melompat dengan raut wajah yang cukup panik. Wajah sang Kaisar pucat pasi, matanya menyiratkan kombinasi antara rasa guncang, amarah yang membara, dan rasa hormat yang teramat dalam kepada pemuda di depannya. Di sampingnya, Putra Mahkota berdiri dengan napas terengah-engah, menggenggam erat hulu pedangnya, diikuti oleh para tetua agung istana.Pangeran Kedua yang tadinya sudah pasrah mena
Fang Zhe memperhatikan perubahan raut wajah Bibi Mei yang masih sedikit pucat. Ia mengulurkan tangannya, menggenggam jemari bibinya yang dingin untuk menyalurkan kehangatan Qi, mencoba menenangkan kegelisahan wanita itu. Bibi Mei menarik napas dalam, mencoba menekan rasa takutnya. Meski pemandanga
Tiga hari setelah konfrontasi berdarah dingin di aula Grand Celestial, Kota Shange tidak lagi sama. Atmosfer bisnis di kota itu terasa seperti kabel yang ditarik kencang, siap putus kapan saja. Namun, di tengah ketegangan itu, Fang Zhe berdiri di depan tokonya yang kini hampir sempurna terbangun s
Keheningan yang mencekam menyusul setelah perintah Julian Gerva bergema. Para petugas keamanan keluarga Gerva, yang mengenakan seragam taktis dengan lambang naga perak, bergerak secepat kilat. Mereka tidak memberikan ruang untuk negosiasi. Tuan Muda Zhao yang masih memohon dengan wajah berlumuran
Julian Gerva menghentikan gerakan gelas anggurnya. Matanya yang tajam menyipit, mencoba menembus topeng perak pria itu. Sebagai pewaris keluarga raksasa, Julian memiliki insting yang kuat terhadap bahaya, dan pria di depannya ini memancarkan aura "nol"—sebuah kekosongan yang hanya dimiliki oleh me












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan