LOGINDi mata semua orang di Kota Jiangnan, Chen Fan hanyalah seorang kuli bangunan yatim piatu yang lugu, miskin, dan kerap menjadi sasaran penindasan. Dengan singlet pudar dan peluh yang bercucuran di bawah terik matahari lokasi proyek Su Group, tidak ada yang menyangka bahwa pemuda yang tampak tak berdaya ini menyimpan rahasia legendaris. Di balik penyamarannya sebagai buruh kasar, Chen Fan adalah seorang Kultivator Sakti sekaligus Master Alkemis agung. Berkat warisan kuno yang ditemukannya di sumur tua panti asuhan semasa kecil, ia mampu meracik pil obat pembalik takdir hanya dengan bermodalkan kuali bekas di kontrakan sempitnya yang kumuh. Chen Fan sengaja menyembunyikan kekuatannya demi melatih mentalitas fana dan melindungi panti asuhan tempat ia dibesarkan. Namun, takdir sang naga tidak bisa selamanya terkubur dalam lumpur. Saat kultivasinya mencapai titik stagnan, Chen Fan dihadapkan pada satu-satunya cara untuk menembus batas: mempraktekkan teknik Kultivasi Ganda dengan wanita-wanita yang memiliki garis keturunan Yin khusus. Petualangan asmaranya pun dimulai, menyeret para wanita paling berpengaruh di kota tersebut ke dalam jaringan pesona dan karismanya. Di saat musuh-musuh dari sekte hitam mulai mengintai dan panti asuhannya terancam digusur, rahasia terbesar dalam hidupnya akhirnya pecah. Konglomerat multinasional nomor satu di negara itu, Tianlong Group, berhasil melacak keberadaannya setelah pencarian selama dua dekade. Chen Fan yang selama ini mengira dirinya hanyalah anak buangan, ternyata adalah pewaris tunggal tunggal triliunan Yuan yang menguasai nadi perekonomian absolut. Ketika konvoi puluhan mobil Rolls-Royce mengepung lokasi proyek dan para petinggi dunia bisnis berlutut di tanah berdebu di hadapannya, identitas sang kuli lugu terbongkar, memicu badai face-slap terbesar yang pernah disaksikan Kota Jiangnan! Kontras Identitas yang Ekstrem: Transformasi dari kuli bangunan berpakaian lusuh yang dihina mandor, langsung melompat menjadi Tuan Muda Besar pemilik takhta bisnis tertinggi sekaligus kultivator tak tertandingi. Kultivasi Ganda & Elemen Harem Modern: Hubungan romantis.
View MoreKota Jiangnan di malam hari selalu menyisakan sisi kelam di balik gemerlap lampu pencakar langitnya. Di pinggiran kota yang kumuh, berdiri sebuah bangunan tua bertembok kusam dengan papan nama yang hampir roboh: Panti Asuhan Jiangnan.
Bagi Chen Fan, tempat ini adalah awal dari segalanya. Sepuluh tahun yang lalu, Chen Fan adalah bocah berumur sepuluh tahun yang paling sering mendekam di sudut kamar panti. Tubuhnya kurus kering, wajahnya pucat karena kurang gizi, dan dia menjadi samsat hidup bagi anak-anak panti yang lebih besar dan nakal. "Hei, anak haram! Sini kamu! Cuci baju kami!" Suara bentakan itu masih terngiang jelas di ingatan Chen Fan. Hari itu, tubuh kecilnya didorong hingga terjungkal ke tanah berdebu. Anak-anak nakal itu tertawa terbahak-bahak melihat Chen Fan yang meringis kesakitan, memeluk dadanya erat-erat. Di dalam dekapannya, ada sebuah benda yang paling berharga baginya: sebuah liontin giok hijau kusam berbentuk silinder kecil yang tergantung di lehernya sejak bayi. Itu adalah satu-satunya peninggalan orang tua kandungnya yang entah ada di mana. "Jangan ganggu Xiao Fan!" Sebuah teriakan melengking dari seorang gadis kecil menghentikan tawa anak-anak nakal itu. Lin Ruoxi, gadis kecil yang usianya setahun lebih muda dari Chen Fan, berlari dan langsung berdiri di depan Chen Fan dengan merentangkan kedua tangannya. Matanya yang bulat berkaca-kaca, tapi tatapannya penuh tekad untuk melindungi. "Kalau kalian pukul Xiao Fan lagi, aku akan laporkan ke Ibu Panti!" ancam Lin Ruoxi kecil. Melihat ada yang membela, anak-anak nakal itu meludah ke tanah dengan kesal. "Cih, dasar lemah! Kerjanya cuma bisa bersembunyi di balik punggung perempuan!" Setelah melemparkan makian itu, mereka akhirnya pergi. Lin Ruoxi segera berbalik, berjongkok di depan Chen Fan, dan menghapus air mata di pipi bocah laki-laki itu dengan sapu tangan kumalnya. "Xiao Fan, kamu tidak apa-apa? Jangan menangis, ya. Kalau aku sudah besar nanti, aku akan melindungimu selamanya!" Chen Fan kecil hanya bisa mengangguk pelan. Di dalam hatinya yang rapuh, janji gadis kecil itu tertanam begitu dalam. Namun, takdir memiliki cara yang aneh untuk mengubah hidup seseorang. Sore harinya, saat Chen Fan diminta mengambil air di sumur tua yang terletak di bagian belakang panti asuhan yang sudah tidak terpakai, musibah—atau mungkin keberuntungan terbesar dalam hidupnya—terjadi. Tali timba yang sudah lapuk tiba-tiba putus saat Chen Fan menariknya. Kehilangan keseimbangan, tubuh kurus Chen Fan tergelincir dan jatuh lurus ke dalam kegelapan sumur sedalam belasan meter tersebut. Byurrr! Tubuhnya menghantam air dingin di dasar sumur. Chen Fan tidak bisa berenang; dadanya terasa sesak seolah mau meledak, dan perlahan tubuhnya tenggelam ke dasar. Di ambang kematian, ketika kesadarannya mulai menipis, liontin giok kusam di lehernya tiba-tiba memancarkan cahaya hijau zamrud yang sangat menyilaukan. Anehnya, air di sekitar sumur seolah terbelah oleh dinding transparan, memberi ruang bagi Chen Fan untuk bernapas. Tubuhnya yang sekarat tersedot masuk ke dalam sebuah celah batu di dasar sumur yang ternyata terhubung dengan sebuah ruang bawah tanah kuno yang kering. Di tengah ruangan batu yang dipenuhi debu tebal itu, terdapat sebuah kerangka manusia yang duduk bersila dalam posisi bermeditasi. Di depan kerangka itu, tergeletak sebuah kuali tembaga kuno berukuran kecil dan sebuah gulungan kulit domba. Sebelum Chen Fan sempat mencerna apa yang terjadi, liontin giok di lehernya bergetar hebat. Wusss! Seberkas cahaya keemasan melesat dari kerangka tersebut, langsung menembus dahi Chen Fan. "AAAGHHH!" Chen Fan menjerit histeris. Kepalanya terasa seperti dipalu oleh ribuan ton godam. Miliaran informasi, teks-teks kuno bergambar naga, formula obat-obatan misterius, hingga teknik bertarung yang bisa membelah gunung, langsung dipaksakan masuk ke dalam otaknya. “Aku adalah Leluhur Alkemis Sembilan Langit... Menggunakan ilmu pengobatan untuk menyelamatkan dunia, menggunakan jalur kultivasi untuk menaklukkan keabadian... Murid takdirku, warisilah kekuatanku, dan guncanglah dunia fana ini!” Suara menggelegar itu menggema di dalam kesadaran Chen Fan sebelum akhirnya lenyap. Ketika Chen Fan membuka matanya, rasa sakit di kepalanya telah hilang, digantikan oleh pengetahuan yang luar biasa luas. Dia menyadari bahwa liontin giok murah di lehernya bukanlah giok biasa, melainkan Cincin Penyimpanan Gaib (Storage Ring) tingkat tinggi yang menyamar! Mengikuti insting baru yang tertanam di otaknya, Chen Fan duduk bersila. Dia mulai mempraktekkan teknik pernapasan pertama dari warisan tersebut: Teknik Pernapasan Naga Langit. Wusss! Energi spiritual fana (Qi) yang ada di dalam sumur tua itu seolah bergolak dan berebut masuk ke dalam pori-pori tubuh Chen Fan. Rasa hangat yang luar biasa mengalir di setiap aliran darahnya, memperbaiki organ dalam yang rusak, dan memperkuat tulang-tulangnya yang rapuh. Hanya dalam waktu satu jam, Chen Fan yang semula lemah telah berhasil melangkah ke Ranah Kondensasi Qi Tingkat 1! Dia bukan lagi manusia biasa. Dia telah resmi melangkah ke jalan menjadi seorang Kultivator. Ketika dia berhasil memanjat keluar dari sumur tua itu menggunakan kekuatan barunya yang menakjubkan, Chen Fan melihat Lin Ruoxi dan Ibu Panti sedang menangis histeris di bibir sumur, mengira dirinya telah tewas tenggelam. Chen Fan tersenyum, menyembunyikan kilatan cahaya aneh di matanya, dan berpura-pura menangis ketakutan sambil memeluk mereka. Sejak hari itu, Chen Fan bersumpah tidak akan pernah menunjukkan kekuatannya di depan umum. Pengetahuan warisan kuno memperingatkannya: dunia ini penuh dengan bahaya, dan kultivator yang terlalu cepat pamer sebelum kuat akan berakhir tragis. Dia memilih untuk menyamar, menyembunyikan bakat monsternya di balik topeng seorang bocah yatim piatu yang lugu dan penurut. Sepuluh tahun berlalu dalam sekejap mata. Di bawah terik matahari Kota Jiangnan yang membakar kulit, sebuah gedung pencakar langit milik Su Group sedang dalam tahap pembangunan intensif. Suara deru mesin molen dan hantaman palu besi bersahut-sahutan. Di antara ratusan pekerja kasar yang berlalu-lalang memanggul material, tampak seorang pemuda berusia dua puluh tahun dengan singlet putih yang sudah pudar kekuningan dan celana kain kasar yang dipenuhi noda semen. Pemuda itu memiliki wajah yang sebenarnya sangat simetris dan tampan, namun pembawaannya yang membungkuk, rambutnya yang acak-acakan, serta senyumnya yang terkesan "lugu" membuat orang dengan mudah meremehkannya. Dia adalah Chen Fan, yang di lokasi proyek ini dikenal dengan panggilan Xiao Chen (Chen Kecil). Brak! Brak! Brak! Tiga karung semen, yang masing-masing beratnya 50 kilogram, ditumpuk sekaligus di atas pundak kokoh Chen Fan. Total 150 kilogram beban yang sanggup mematahkan tulang manusia biasa, namun Chen Fan bahkan tidak mengerutkan keningnya. Langkah kakinya tetap stabil dan ringan saat berjalan menaiki tangga darurat menuju lantai empat. Tentu saja, dia sengaja memasang ekspresi terengah-engah dan membiarkan keringat bercucuran deras di wajahnya demi menjaga penyamarannya. Jika orang tahu bahwa dia bisa mengangkat beban satu ton tanpa berkeringat dengan energi Qi-nya, dia pasti akan ditangkap dan dijadikan bahan eksperimen laboratorium. "Woi, Xiao Chen! Lambat amat jalanmu! Dasar kuli malas!" Sebuah teriakan kasar terdengar dari arah bawah tangga. Seorang pria paruh baya bertubuh tambun dengan perut buncit yang dibalut kemeja safari ketat berdiri sambil berkacak pinggang. Di mulutnya terselip sebatang rokok mahal. Dia adalah Mandor Wang, pengawas proyek yang terkenal kejam dan serakah. Chen Fan menghentikan langkahnya, menoleh ke bawah, dan menampilkan senyum lugu andalannya yang terkesan bodoh. "Maaf, Mandor Wang. Semennya agak basah jadi agak berat. Saya akan percepat jalannya." "Cih! Alasan saja kerjaanmu! Cepat antarkan semen itu, lalu bersihkan sisa puing di lantai bawah! Kalau belum selesai sebelum jam lima, gajimu hari ini dipotong setengah!" bentak Mandor Wang sambil meludah ke samping. Di dalam hati, Mandor Wang tertawa licik. Xiao Chen adalah kuli paling menguntungkan baginya. Pemuda itu tidak punya latar belakang, tidak punya keluarga, yatim piatu, dan yang paling penting: sangat penurut dan lugu. Mandor Wang sering melimpahkan pekerjaan tiga orang sekaligus kepada Chen Fan, lalu memotong gajinya dengan berbagai alasan palsu untuk dimasukkan ke dalam kantong pribadinya sendiri. Chen Fan tidak membalas. Dia hanya mengangguk patuh lalu melanjutkan langkahnya ke atas. Di balik poni rambutnya yang menutupi mata, kilatan dingin melintas sekilas. ‘Wang serakah... Nikmatilah uang harammu selagi bisa. Jika bukan karena aku membutuhkan pekerjaan kasar ini untuk melatih mentalitas duniaku dan menyempurnakan Teknik Body Tempering, satu jentikan jariku sudah cukup untuk membuatmu meledak menjadi kabut darah,’ batin Chen Fan dingin. Bagi Chen Fan, penindasan di lokasi proyek ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemajuan kultivasinya. Di malam hari, ketika seluruh kota tertidur, kuli lugu ini akan berubah menjadi sosok yang mengerikan. Menggunakan kuali tembaga kuno yang dia simpan di dalam liontin gioknya, Chen Fan telah berhasil mengumpulkan berbagai herbal murah dari pasar loak untuk diracik menjadi obat-obatan spiritual. Malam nanti adalah malam yang krusial. Dia telah mengumpulkan bahan yang cukup untuk meracik Pil Pembersih Sumsum, pil legendaris yang akan membantunya menembus Ranah Kondensasi Qi Tingkat 3. Saat Chen Fan sedang memikirkan rencana kultivasi malamnya, tiba-tiba dari arah gerbang masuk proyek terdengar suara raungan mesin mobil sport yang sangat nyaring. Sebuah mobil Porsche Panamera berwarna hitam metalik melesat masuk dan berhenti tepat di depan kantor pemasaran proyek. Kehadiran mobil mewah itu langsung menghentikan aktivitas para pekerja. Mandor Wang yang tadinya pasang muka sangar langsung membuang rokoknya, membenulkan letak bajunya yang kusut, dan berlari dengan membungkuk-bungkuk penuh hormat bagaikan seekor anjing yang melihat majikannya. Pintu mobil terbuka, dan dari dalam sana turunlah seorang wanita yang langsung membuat atmosfer di sekitar proyek yang panas terasa membeku. Wanita itu mengenakan setelan blazer bisnis berwarna hitam yang melekat pas di tubuhnya yang ramping dan proporsional. Rambut hitam panjangnya disanggul rapi, memperlihatkan leher jenjangnya yang seputih salju. Wajahnya secantik dewi dalam lukisan, namun ekspresinya begitu dingin dan angkuh, seolah-olah tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang berhak masuk ke dalam pandangannya. Dia adalah Su Qingxue, CEO wanita dari Su Group, salah satu wanita paling berpengaruh dan diincar oleh seluruh pemuda kaya di Kota Jiangnan. Chen Fan yang berdiri di balkon lantai dua sambil memegang sekop, menundukkan kepalanya agar tidak menarik perhatian. Namun, begitu matanya melirik ke arah Su Qingxue, alis Chen Fan tiba-tiba berkerut. Mata kultivatornya melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia fana. Di sekeliling tubuh indah Su Qingxue, samar-samar terpancar aura kabut berwarna biru es yang sangat kelam dan dingin. Aura itu bergerak liar, seolah-olah sedang menggerogoti energi kehidupan dari dalam organ tubuh wanita tersebut. Chen Fan terkejut di dalam hatinya. ‘Itu... Sembilan Tubuh Yin Dingin?! Bagaimana mungkin fisik kultivasi legendaris itu bisa muncul pada seorang wanita di dunia fana ini?’Fajar di pinggiran utara Kota Jiangnan tidak lagi menyajikan kehangatan yang biasa. Pagi itu, kabut tebal berwarna abu-abu pekat turun menyelimuti aspal jalanan lintas provinsi, menciptakan pemandangan yang suram dan mencekam. Kabut tersebut bukanlah fenomena alam biasa, melainkan manifestasi dari benturan energi murni yang dilepaskan oleh puluhan praktisi beladiri tingkat tinggi yang sedang bersiaga di ambang pintu masuk kota.Di depan bekas gerbang pabrik baja kuno yang kini menjadi pos pemeriksaan terselubung Sekte Obat Suci, Mu Qianxue berdiri tegak. Mengenakan jubah berburu hitam legam dengan sulaman teratai emas di lengan kirinya, aura kecantikannya yang biasa tampak tertutup oleh hawa membunuh yang dingin. Di belakangnya, tiga puluh petarung elit dari faksi inti Sekte Obat Suci berdiri dalam formasi barisan yang disiplin. Tangan mereka bertumpu pada hulu pedang, sepasang mata mereka menatap tajam menembus ketebalan kabut di ujung jalan.Sejak menerima kabar dari jarin
Hawa dingin di dalam laboratorium medis privat telah sepenuhnya mencair, digantikan oleh kehangatan sisa energi spiritual Chen Fan yang masih tertinggal di udara. Su Qingxue duduk di tepi ranjang medis, merapatkan jubah sutera putihnya. Sepasang matanya yang biasanya memancarkan keangkuhan seorang penguasa korporasi kini meredup, menatap ujung sepatu Chen Fan dengan kepasrahan yang mendalam.Keterikatan biologis yang baru saja tercipta membuat detak jantung Su Qingxue berdegup seirama dengan aura pemuda di depannya. Dia tahu, tanpa hawa hangat dari Chen Fan, tubuhnya kini hanyalah sebuah bom waktu yang siap membeku kapan saja."Mulai hari ini, tim medismu tidak boleh menyentuh atau meracik obat apa pun untukmu tanpa izin dariku," ucap Chen Fan dingin, membelakangi Su Qingxue sembari merapikan lengan kemeja flanelnya yang robek. "Jika mereka mencoba bermain pintar lagi seperti hari ini, aku tidak akan repot-repot melangkah masuk ke ruangan ini.""Aku mengerti... Master Fa
Hantaman telapak tangan Chen Fan di atas dada Su Qingxue seketika memicu benturan dua energi ekstrem yang berlawanan. Begitu energi Yang Murni Naga Langit merangsek masuk, kristal es yang menyelimuti jubah sutera sang CEO langsung menguap, menimbulkan suara mendesis nyaring disertai kepulan asap putih tebal yang memenuhi seluruh laboratorium medis."Ugh...!"Su Qingxue yang tadinya kaku tak bergerak, mendadak melengkungkan punggungnya ke atas. Sepasang matanya terbuka lebar, namun pupilnya masih diselimuti kabut putih tipis. Rasa sakit yang dia rasakan saat ini bagaikan tubuhnya dibakar sekaligus dibekukan secara bersamaan dari dalam sel-sel darah terapis pusat."Kalian semua, keluar!" perintah Chen Fan tanpa menoleh. Suaranya bergema dengan tekanan spiritual yang begitu berat hingga membuat Dokter Lin dan para asistennya hampir merangkak keluar pintu karena ketakutan.Kapten Zhang sempat menoleh cemas, namun melihat kepulan uap es yang kian pekat dan tatapan absolut
Dua hari setelah pemurnian pil di paviliun tua, atmosfer di dalam laboratorium medis privat Su Group lantai tiga puluh lima tampak dipenuhi ketegangan. Beberapa dokter ahli dengan jubah putih steril berdiri mengelilingi sebuah tabung kaca yang berisi cairan bening keperakan. Cairan itu adalah hasil ekstraksi murni dari Rumput Jiwa Salju yang ditebus dari pasar gelap dengan harga miliaran rupiah.Dokter Agung Lin, kepala tim medis Keluarga Su, mengangkat tabung tersebut dengan senyuman puas di wajahnya yang keriput. "Nona Besar, setelah melalui pengujian berlapis, kami berhasil mengisolasi esensi murni dari Rumput Jiwa Salju ini tanpa merusak struktur kimianya. Ini adalah penawar terbaik yang pernah kami racik untuk menstabilkan suhu tubuh Anda."Su Qingxue duduk di kursi medis, mengenakan jubah sutera putih. Wajah cantiknya tampak ragu sesaat. Entah mengapa, kalimat santai Chen Fan dua hari lalu tentang "mayat es" kembali terngiang-ngingang di telinganya. Namun, rasa dingin






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.