LOGINDi bawah komando Sheerena, situasi di dalam Klan Draken Ascalon perlahan kembali terkendali.Tak lama kemudian, Tetua Herold yang menerima kabar itu segera bergegas datang. Namun, begitu melihat kondisi Kieran dan Bonang, ekspresinya langsung berubah muram.“Tetua Herold, bagaimana keadaan mereka?” tanya Seraphyne dengan wajah penuh kecemasan. “Apakah Guru Bonang masih bisa diselamatkan?”Tetua Herold menghela napas panjang sebelum menggeleng pelan. “Nona Seraphyne, luka Guru Bonang terlalu parah. Seluruh meridian dan tulangnya telah hancur. Bahkan jika Dewa Pengobatan turun tangan, belum tentu beliau dapat dipulihkan.”Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada berat. “Sekalipun nyawanya berhasil diselamatkan, saya khawatir beliau tidak akan bisa berdiri lagi dan hanya akan menghabiskan sisa hidupnya sebagai orang lumpuh.”“Tidak...” Mata Seraphyne langsung memerah. Saat menatap Bonang yang masih tidak sadarkan diri, air mata perlahan mengalir di pipinya.“Tetua Herold, tol
Bonang tidak mampu mempertahankan artefak itu dan terpaksa melepaskannya. Tubuhnya sendiri terpental ke udara akibat gelombang kekuatan tersebut.Brak!Tubuh Bonang menghantam tanah dengan keras. Suara retakan tulang terdengar dari sekujur tubuhnya. Luka-luka bermunculan di kulitnya dan darah segar langsung menyembur keluar. Tulang serta meridiannya telah hancur akibat serangan tadi.“GHAAAK—!” Bonang memuntahkan seteguk darah sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.Di sisi lain, Loyd memainkan Botol Porselen Hitam di tangannya sambil tersenyum puas. Rasa gembira di wajahnya sama sekali tidak disembunyikan.“Suruh Nathan keluar dan menyerahkan nyawanya!” seru Garrick dengan nada dingin. “Kalau tidak, kami akan membantai seluruh Klan Draken Ascalon!”Melihat Bonang yang kini terbaring seperti orang cacat, hati Garrick terasa sangat lega. Bagaimanapun, Bonang adalah salah satu orang yang menghancurkan Aula Seribu Relik. Jika mereka berhasil melumpuhkan Nathan juga, maka dendam mereka bis
Bzztt!Gelombang energi yang tak terhitung jumlahnya berkumpul di telapak tangannya sebelum melesat ke arah kerumunan anggota Klan Draken Ascalon. Walaupun dirinya tidak mampu melawan Nathan, membantai para anggota biasa seperti ini sama sekali bukan perkara sulit baginya.Melihat serangan mengerikan itu datang, raut wajah seluruh anggota Klan Draken Ascalon berubah. Namun tepat pada saat itu, beberapa kilatan cahaya emas tiba-tiba menyala di udara.Whoosh!Beberapa Sigil berwarna emas muncul di hadapan mereka, membentuk lapisan pertahanan.BANG!Ledakan keras mengguncang seluruh halaman. Gelombang energi yang dilepaskan Magnus langsung terhalang oleh Sigil-Sigil tersebut.Magnus mengernyit dan perlahan mengangkat kepalanya.Di langit, sesosok bayangan sedang melayang dengan pakaian berkibar tertiup angin. Tak lama kemudian, sosok itu turun perlahan dan mendarat di depan para anggota Klan Draken Ascalon. Orang yang datang tidak lain adalah Bonang.Magnus Veylor langsung memerah saat m
Runtuhnya gerbang utama segera menarik perhatian seluruh anggota Klan Draken Ascalon.Suara langkah kaki bergema dari segala arah ketika puluhan orang berhamburan keluar. Begitu melihat tiga orang asing berdiri di depan puing-puing gerbang, kemarahan langsung meledak di mata mereka.Saat ini, nama Klan Draken Ascalon sudah mengguncang seluruh dunia bela diri. Bukan hanya di Kota Moniyan, bahkan di seluruh Northern pun hampir tidak ada yang berani datang mencari masalah. Karena itulah, ketika melihat seseorang berani menghancurkan gerbang utama, para anggota klan langsung mencabut senjata dan menyerbu tanpa ragu.Loyd hanya mencibir melihat pemandangan itu. Lengan jubahnya berkibar ringan. Gelombang energi yang dahsyat langsung menyapu ke depan seperti badai.Brak! Brak! Brak!Para anggota Klan Draken Ascalon terpental satu demi satu. Beberapa orang memuntahkan darah di udara, sedangkan sebagian lainnya jatuh tanpa sempat mengeluarkan suara lagi."Siapa kalian? Berani sekali membuat ke
Namun Nathan sama sekali tidak menjawab. Dia segera bangkit, lalu menatap patung yang berdiri di hadapannya dengan sorot mata tajam, seolah sedang memastikan sesuatu. "Apa yang sebenarnya terjadi?" gumamnya pelan. "Jangan-jangan... mereka bukan patung, melainkan manusia yang diubah menjadi batu oleh suatu teknik?"Tatapannya kemudian beralih ke bagian terdalam Sanctum Oblivion. "Kalau begitu... siapa sosok yang tadi keluar dari dalam tempat ini?"Semakin banyak pertanyaan bermunculan di benaknya, sementara wajah Nathan dipenuhi kebingungan dan keraguan.Sarah, Rebecca, dan Prisly hanya bisa saling berpandangan tanpa memahami apa yang sebenarnya dialami Nathan.Nathan kembali mengulurkan tangan dan menyentuh patung di depannya. Kesadaran spiritualnya sekali lagi menyusup ke dalam patung itu, tetapi kali ini tidak ada pemandangan maupun informasi apa pun yang muncul."Kenapa bisa begini... sebenarnya apa yang terjadi?" Nathan terus mengusap permukaan patung itu dengan wajah dipenuhi keb
"Di mana... aku?" Nathan mengedarkan pandangan ke segala arah dengan wajah dipenuhi kebingungan.Sejauh mata memandang terbentang hamparan daratan yang begitu luas. Burung-burung beterbangan bebas di langit, kawanan binatang buas berkeliaran tanpa rasa takut, sementara energi spiritual yang memenuhi tempat itu jauh lebih pekat dibandingkan Sektor Bayangan.Saat masih mencoba memahami situasi, delapan sosok perlahan berjalan menghampirinya. Mereka mengenakan jubah bergaya kuno, dan pada dada setiap jubah terbordir dua kata yang langsung menarik perhatian Nathan.Aula Luminaris.Tatapan Nathan langsung membeku. "Bukankah mereka..."Jantungnya berdegup kencang ketika menyadari wajah kedelapan orang itu identik dengan patung-patung yang berdiri di dalam Sanctum Oblivion.Tanpa berpikir panjang, Nathan segera melangkah maju untuk menghentikan mereka dan mencari jawaban. Namun, sesuatu yang aneh terjadi. Kedelapan orang itu sama sekali tidak mempedulikannya, seakan dirinya hanyalah bayangan
“Kalau aku kami melepaskan Nona waktu itu, dia tidak akan mengalami siksaan yang dia alami saat ini!” Marcel menangis kencang, wajahnya penuh dengan air mata.Sepasang tangan Nathan mengepal dengan erat, meskipun dia belum pernah bertemu dengan ibunya sendiri, tapi saat mendengarkan hal ini, Nathan m
“Zephir tidak bodoh, bagaimana mungkin dia akan pergi ke pulau Draken, bukankah itu bisa menjadi petunjuk untuk menemukan siapa orang yang kita cari? Dan Marcel, dia menerobos masuk ke pulau Draken, tubuhnya sudah terluka parah, mungkin sekarang sudah mati!” Kieran masih menatap haluan kapal, seolah
“Tuan Muda Kieron!”Remy dan Jordan berjalan mendekat, Kieron menganggukkan kepalanya sebagai salam. Kedua orang itu bersikap sangat rendah hati dihadapan Kieron. Karena mereka juga tidak bisa tidak merendah di hadapan keluarga Zellon yang begitu hebat.Kieron juga mengangguk lalu melambaikan tanganny
“Tuan Geith, karena Saudara Nathan tahu tentang catatan sang Alkemis, dia pasti pernah bertemu dengan pemimpin lama, kami hanya ingin tahu dimana dia dimana saat ini!” Herold menjelaskan.“Sekarang aku adalah pemimpinmu, aku memerintahkan kalian untuk membunuh orang ini sekarang!” Geith melotot dan m







