Share

Bab 976

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-03-04 20:04:29

“Nathan, apa yang kamu lakukan sampai menerobos masuk ke Martial Shrine? Kamu benar-benar tidak takut mati, ya?” seru Sancho dengan tatapan dingin.

Nathan tak mempedulikan Sancho. Tatapan matanya yang bagaikan batu obsidian jatuh pada Ging, memancarkan dinginnya es yang menekan seolah tak berujung.

“Ging, cepat serahkan Sarah padaku!” teriak Nathan dengan suara serak namun penuh ancaman.

“Apa yang kamu bicarakan? Kenapa aku tidak mengerti?” balas Ging, menggeleng seolah kebingungan.

“Berhenti b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
TuKiZzu Gaming
lamaaaaaaaaa
goodnovel comment avatar
templar
lamaa update
goodnovel comment avatar
Lutfii Firdauss
membosan kan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2058

    Buku Resonansi Dunia memang tidak mampu mengenali manusia, tetapi prajurit neraka ini bukan manusia dan juga bukan prajurit neraka dalam arti sebenarnya. Mereka disempurnakan dari berbagai material khusus dan lebih tepat disebut sebagai benda hidup.Karena itulah, Buku Resonansi Dunia mampu mengungkap seluruh rahasia mereka.Melihat Nathan tiba-tiba tersenyum lebar, semua orang tercengang dan tidak memahami apa yang sedang terjadi. Mereka bahkan mengira pria itu sudah kehilangan akal."Hahaha! Jadi prajurit neraka yang katanya tidak bisa mati dan tidak bisa dimusnahkan ini tetap memiliki kelemahan!" Tawa Nathan menggema di seluruh Aula Elysium.Sesaat kemudian, nyala api biru pucat—Api Meditasi—muncul di telapak tangannya.Nathan mengibaskan tangannya dengan santai dan kobaran api langsung menyebar ke seluruh penjuru. Api biru pucat itu seketika menyelimuti para prajurit neraka dan mulai membakar mereka dengan ganas.Begitu melihat pemandangan tersebut, ekspresi Dragnan langsung berub

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2057

    Tanpa memberi waktu sedikit pun, para prajurit neraka kembali menerjang ke arah Nathan, sedangkan Nathan menyambut mereka tanpa menunjukkan sedikit pun tanda kelemahan.Bentrokan kembali terjadi.Setelah pertarungan singkat itu, tubuh para prajurit neraka kembali dipenuhi luka. Beberapa kehilangan lengan dan kaki akibat dihancurkan oleh Nathan, bahkan salah satu dari mereka kepalanya meledak karena pukulan yang dilayangkan Nathan.Nathan sedikit mengernyit. Ia tidak percaya Dragnan masih mampu menghidupkan kembali prajurit neraka yang bahkan sudah kehilangan kepala.Namun, tepat di hadapannya, Dragnan sekali lagi melafalkan mantra.Di bawah cahaya redup yang menyelimuti tubuh mereka, para prajurit neraka yang anggota tubuhnya hancur mulai memulihkan diri. Lengan dan kaki yang patah tersambung kembali, sementara prajurit neraka yang kepalanya telah meledak juga pulih seperti semula.Pemandangan itu membuat Nathan tercengang. Prajurit neraka memang tidak mengenal rasa takut dan tidak me

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2056

    Pemandangan itu membuat Magnus tercengang.“Hahaha! Rasa seorang wanita memang selalu nikmat.” Dragnan kembali tertawa keras.Lengan jubahnya berkibar pelan dan ruang di hadapannya mendadak bergetar. Gelombang aneh menyebar ke segala arah.Tak lama kemudian, beberapa prajurit neraka perlahan muncul dari dalam tanah. Penampilan mereka sangat mengerikan. Tubuh pucat itu memancarkan aura dingin dan menyeramkan yang membuat orang merinding.Nathan menyipitkan matanya. Dia segera menyadari bahwa setiap prajurit neraka tersebut memiliki kekuatan setara seorang Sovereign. Namun, setelah mengamatinya beberapa saat, dia menemukan sesuatu yang janggal.Prajurit neraka itu jelas bukan hasil pemurnian dari tubuh manusia biasa. Tidak mungkin seseorang bisa mendapatkan begitu banyak prajurit neraka milik seorang Sovereign.Terlebih lagi, prajurit neraka yang disempurnakan dari jasad asli biasanya akan mengalami penurunan kekuatan yang sangat besar. Untuk menciptakan prajurit neraka sekuat ini, seti

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2055

    BAAANG!Tekanan yang luar biasa itu berpusat pada dirinya sebelum menyapu ke segala arah seperti badai tak kasatmata.Seluruh Aula Elysium langsung berguncang hebat. Belasan pendeta tersebut bahkan belum sempat mendekat ketika tubuh mereka sudah dihantam tekanan yang tak tertahankan.Bruk! Bruk! Bruk!Satu per satu mereka berlutut di tanah. Kepala mereka tertunduk dan tak seorang pun mampu mengangkatnya kembali.Pemandangan itu membuat wajah Garrick dan Magnus memucat. Keduanya tahu betapa kuat para pendeta Aula Elysium itu. Hampir semuanya berada di tingkat Puncak Villain, bahkan beberapa di antaranya telah mencapai puncak ranah tersebut. Namun, di hadapan Nathan, mereka sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melawan.“Hanya mengandalkan sampah seperti mereka, mustahil kalian bisa melukai orang-orangku di Moniyan.” Tatapan Nathan berubah semakin dingin. “Siapa yang menyerang Klan Draken Ascalon?”Suasana seketika membeku.Nathan tahu betul bahwa dengan kekuatan Garrick dan Magnus

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2054

    “Dragnan, mereka adalah adik seperguruan dan keponakanku. Jangan bertindak berlebihan,” kata Loyd sambil tersenyum tipis.“Hahaha! Loyd, adik seperguruan dan keponakanmu ini terlalu lemah. Tidak heran kau sampai memanggilku ke sini.” Dragnan tertawa terbahak-bahak sebelum menarik kembali tekanannya.Baru setelah itu Garrick dan Magnus bisa bernapas lega. Namun wajah mereka memerah karena malu.“Adik seperguruanku memang seorang ahli pemurnian artefak, jadi kekuatan tempurnya tidak terlalu menonjol,” ujar Loyd untuk menjaga harga diri Garrick. “Namun jika membicarakan kemampuan menempa artefak, bahkan dirimu tidak bisa menandinginya.”“Sudahlah, aku tidak tertarik membahas hal itu.” Dragnan melambaikan tangannya dengan tidak sabar. “Kau tahu aturanku. Setiap hari harus ada satu wanita untuk menemaniku. Aku tidak mau yang biasa-biasa saja. Harus cantik.”“Tenang saja.” Senyum di wajah Loyd semakin lebar. “Semuanya sudah kupersiapkan sejak lama.”***Di puncak Gunung Belahan Langit wilay

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2053

    "Untuk apa memikirkan hal itu?" Garrick mendengus dingin. "Kalau dia tidak berani datang, kita tinggal meminta pamanmu pergi ke Moniyan sekali lagi. Kali ini, aku akan menyeret Nathan keluar, apa pun yang terjadi."Magnus mengangguk, lalu berkata dengan nada iri, "Pamanku benar-benar luar biasa. Dia punya begitu banyak murid dan pengikut. Setiap hari hidupnya dipenuhi kenikmatan, bahkan berkultivasi pun jauh lebih mudah."Dia menarik napas panjang sebelum melanjutkan, "Mengandalkan kekuatan iman jelas jauh lebih nyaman daripada harus mencari sumber daya ke mana-mana. Aku juga ingin menjadi orang seperti Paman.""Omong kosong!" bentak Garrick sambil memelototinya. "Kalau begitu, siapa yang akan mewarisi teknik pemurnian senjataku?"Dia menunjuk putranya dan berkata dengan tegas, "Mulai sekarang, kamu harus belajar teknik pemurnian senjata dariku."Namun Magnus langsung menggeleng tanpa ragu. "Aku tidak mau. Apa gunanya mempelajari itu?" ujarnya dengan nada meremehkan. "Bukankah pada ak

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1133

    Soyir, yang berdiri di tengah-tengah mereka, mulai tersenyum puas. “Bagus! Kalau kalian semua sepakat, maka kita mulai bergerak. Aku akan mengirim surat tantangan terbuka kepada organisasi Matilda. Jika mereka berani menyembunyikan Nathan, maka mereka harus membayar harganya!”Semakin banyak yang m

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1183

    Kota Moniyan.Di tengah puing-puing Keluarga Winaya yang nyaris punah, Lucas Winaya melangkah keluar dari pengasingan setelah sekian tahun menyatu dengan keheningan dan meditasi. Tapi malam ini, ketenangan itu hancur dalam satu pandangan.Matanya menyapu reruntuhan kediaman leluhur mereka—dinding h

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1168

    Mereka melangkah memasuki aula utama Sekte Bloody.Sepanjang perjalanan, para gadis berpakaian berwarna ungu—yang tampaknya adalah murid tingkat biasa—menunduk memberi hormat kepada Sheena.Di antara mereka juga terlihat gadis-gadis berbaju putih, tampak lebih tenang dan karismatik, meski jumlahnya

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1209

    Aula utama Keluarga Winaya.Suasana terasa seperti sebuah padang sebuah makam kuno dalam gua.Langit-langit yang tinggi menelan semua suara, pilar-pilar marmer hitam menjulang seperti tulang belulang raksasa, dan obor di dinding berkedip-kedip, membuat bayangan menari gelisah. Udara terasa dingin d

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status