مشاركة

Bab 50

مؤلف: Fitri
"Begitu rupanya. Kalian berdua memang kelihatan serasi."

Kayden tersenyum tipis, tidak menanggapi.

Di sisi lain, Lunara baru saja mengambil minuman ketika tanpa sengaja seorang pelayan menumpahkan anggur ke arahnya.

Anggur merah menodai gaun satin putih, tampak semakin mencolok.

Sorot mata Kayden terpaku sejenak. "Permisi."

Setelah berkata begitu, dia langsung berjalan ke arah Lunara.

Sisa hasrat yang masih tertinggal di hati Zerith pun seolah-olah ikut tersiram bersama gelas anggur itu.

Keringa
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (6)
goodnovel comment avatar
Hani Bento III
salah paham Mulu, cape deh
goodnovel comment avatar
Ma Ade
ditunggu kelanjutannya
goodnovel comment avatar
Wulan Abqari
udah gk sabar nunggu up
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 772

    Saat Eston tiba, Casya sedang memegang shaker dan mengajari bartender di depannya cara meracik koktail. "Kalau sudah sampai takaran seperti ini, baru tuang dengan jigger."Jari-jarinya yang putih dan ramping berputar luwes. Dengan mudah dia menuangkan minuman yang memenuhi jigger tanpa tumpah sedikit pun ke dalam gelas.Permukaan minuman itu membentuk lengkungan seperti bulan sabit yang sempurna.Casya berkata, "Kalau mau hasil layering yang cantik, tuangnya harus perlahan menyusuri dinding gelas. Es batunya juga nggak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit."Beberapa detik kemudian, segelas koktail yang indah sudah berada di tangannya. Bartender itu sampai terpukau. "Kak Casya, sudah dua tahun kamu nggak pulang. Nggak nyangka kemampuanmu meracik koktail sama sekali nggak menurun, malah makin kreatif!"Casya memegang gelas itu sambil tersenyum pasrah. "Kamu nggak akan paham. Nanti kalau tiap hari kerjaanmu cuma menggambar desain, kamu juga bakal merasa meracik koktail itu benar-bena

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 771

    Priya tentu juga memahami semua alasan itu. Hanya saja, dia selalu berpikir, Lunara dan Kayden sudah memiliki Daisy. Kalau sekarang bisa mendapat seorang putra lagi, tentu akan lebih baik. Lagi pula, kalau anak laki-laki dan perempuan lengkap, rasanya lebih sempurna.Namun, Lunara tidak berpikir begitu.Priya kembali bertanya, "Kalau Kayden sendiri? Apa dia nggak ingin punya anak laki-laki?"Kebetulan saat itu Kayden masuk ke dalam rumah. Priya pun menghentikan ucapannya.Namun, Lunara langsung memanfaatkan kesempatan itu dan bertanya, "Kayden, kamu berharap bayi yang ada di dalam kandunganku ini laki-laki atau perempuan?"Kayden yang sedang berganti sepatu menjawab, "Apa pun nggak masalah. Kalau perempuan malah paling bagus. Kalau laki-laki ... ya lumayanlah."Nada bicaranya malah terdengar seperti sedikit tidak menyukai anak laki-laki.Priya terkejut. "Memangnya anak laki-laki nggak bagus? Nanti bagaimana dengan usahamu?"Perusahaan Orion dan Priya akan diwariskan kepada Lunara, dan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 770

    Selama seminggu terakhir, Lunara membawa para karyawannya pindah ke kantor baru. Sementara gedung kantor lama tetap digunakan.Sebagian karyawan membeli rumah di sekitar kantor lama demi bisa tetap bekerja di Grup Angkasa. Kalau harus pindah ke pusat kota, baik menyewa tempat tinggal maupun biaya pulang pergi akan menjadi pengeluaran yang tidak sedikit.Kebetulan mereka juga memiliki dua lini merek. Akhirnya, perusahaan dibagi menjadi dua lokasi. Seluruh urusan Spring & Co. diserahkan kepada Elina. Sedangkan Lunara membawa para karyawan àl'aube pindah ke pusat kota.Ketika Silvar datang membawa kontrak kerja sama, Lunara sedikit terkejut."Kak Lunara, jangan-jangan Kakak nggak mau bekerja sama denganku?""Tentu saja mau. Basis pelanggan perusahaanmu memang besar dan sehat. Bekerja sama dengan kalian juga menguntungkan kedua belah pihak. Hanya saja, urusan ini sekarang ditangani Elina dan dia belum pindah ke sini."Melihat senyum di wajah Silvar langsung memudar, Lunara diam-diam merasa

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 769

    Lunara mengangguk. "Akan kupikirkan."Sebelumnya dia memang bertanggung jawab atas divisi pemasaran di Grup Narasoma. Tentu dia memahami bahwa dalam dunia pemasaran, sekalipun penjualan dari toko fisik tidak terlalu tinggi, keberadaannya tetap sangat penting.Dia masuk ke kantor Kayden. Ignas mencari alasan bahwa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, lalu pergi.Lunara langsung berbalik dan masuk ke ruang istirahat. Dia menendang lepas sepatu hak tingginya, lalu merebahkan diri di atas ranjang.Meskipun menang atau kalah dalam penawaran tadi bukan sesuatu yang terlalu dia pikirkan, berdiri seharian dengan sepatu hak tinggi tetap membuat seluruh tubuhnya terasa lelah.Kayden masuk menyusul. Begitu melihat Lunara berbaring santai di sana, dia langsung disambut dengan lambaian tangan kecil. "Pergi, ambilkan secangkir kopi untuk nona ini.""Jangan terlalu banyak minum. Susu boleh?""Aku bukan Daisy. Aku nggak mau."Beberapa hari terakhir, mual karena kehamilannya memang sudah jauh b

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 768

    Begitu keluar dari aula, Ignas sudah menunggu di luar."Bu Lunara, Pak Kayden meminta saya menjemput Anda.""Baik, tunggu sebentar."Lunara memandang dua orang di sampingnya, terutama Casya yang jelas masih terlihat murung. "Sudahlah, nggak apa-apa. Kalaupun benar menang, apa kamu rela harus bertemu Frans setiap hari?"Casya terdiam. Dia jelas tidak rela. Setiap kali mengingat bagaimana Frans mempermainkan mereka berdua, Casya langsung merasa geram.Lunara berkata dengan lembut, "Pulanglah dan istirahat. Anggap saja ini libur untukmu."Ignas berdeham pelan."Meskipun penawarannya nggak berhasil, banyak karyawan grup yang ingin memesan seri 'Janji Bahagia'. Selain itu, saat Pak Kayden melihat koleksi tadi, dia sedang rapat. Sepertinya kalian tetap nggak akan sempat beristirahat.""Pelanggan yang sedang bertemu dengan Pak Kayden juga sangat tertarik pada koleksi itu. Mereka ingin memesan lebih dari seratus set sebagai tunjangan karyawan untuk perusahaan baru mereka."Casya langsung membe

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 767

    Sebelumnya, Fresia memang terang-terangan menjelek-jelekkan keluarga cabang utama di depan media dan melontarkan berbagai tuduhan. Itu semua adalah fakta yang diketahui publik.Beberapa perwakilan merek langsung menunjukkan ekspresi paham.Barusan Lunara dan Eden memang hanya saling menyapa sekadarnya. Awalnya mereka mengira Keluarga Narasoma hanya sedang menghindari konflik kepentingan. Tak disangka, hubungan mereka ternyata memang tidak baik.Meski begitu, mereka juga tidak berani langsung percaya. Bagaimana kalau semua itu hanya sandiwara yang sengaja dipertontonkan kepada mereka?Bagaimanapun juga, mereka semua adalah pebisnis. Tidak mungkin mudah terkecoh hanya karena melihat hubungan seseorang tampak baik atau buruk di permukaan.Sekalipun hubungan mereka benar-benar tidak harmonis, Keluarga Narasoma tetaplah satu keluarga. Masa iya mereka akan membiarkan urusan pribadi mengganggu keuntungan bisnis?Lunara kembali duduk di tempatnya.Tak lama kemudian, Kayden mengirim pesan.[ Su

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status