MasukBegitu keluar dari aula, Ignas sudah menunggu di luar."Bu Lunara, Pak Kayden meminta saya menjemput Anda.""Baik, tunggu sebentar."Lunara memandang dua orang di sampingnya, terutama Casya yang jelas masih terlihat murung. "Sudahlah, nggak apa-apa. Kalaupun benar menang, apa kamu rela harus bertemu Frans setiap hari?"Casya terdiam. Dia jelas tidak rela. Setiap kali mengingat bagaimana Frans mempermainkan mereka berdua, Casya langsung merasa geram.Lunara berkata dengan lembut, "Pulanglah dan istirahat. Anggap saja ini libur untukmu."Ignas berdeham pelan."Meskipun penawarannya nggak berhasil, banyak karyawan grup yang ingin memesan seri 'Janji Bahagia'. Selain itu, saat Pak Kayden melihat koleksi tadi, dia sedang rapat. Sepertinya kalian tetap nggak akan sempat beristirahat.""Pelanggan yang sedang bertemu dengan Pak Kayden juga sangat tertarik pada koleksi itu. Mereka ingin memesan lebih dari seratus set sebagai tunjangan karyawan untuk perusahaan baru mereka."Casya langsung membe
Sebelumnya, Fresia memang terang-terangan menjelek-jelekkan keluarga cabang utama di depan media dan melontarkan berbagai tuduhan. Itu semua adalah fakta yang diketahui publik.Beberapa perwakilan merek langsung menunjukkan ekspresi paham.Barusan Lunara dan Eden memang hanya saling menyapa sekadarnya. Awalnya mereka mengira Keluarga Narasoma hanya sedang menghindari konflik kepentingan. Tak disangka, hubungan mereka ternyata memang tidak baik.Meski begitu, mereka juga tidak berani langsung percaya. Bagaimana kalau semua itu hanya sandiwara yang sengaja dipertontonkan kepada mereka?Bagaimanapun juga, mereka semua adalah pebisnis. Tidak mungkin mudah terkecoh hanya karena melihat hubungan seseorang tampak baik atau buruk di permukaan.Sekalipun hubungan mereka benar-benar tidak harmonis, Keluarga Narasoma tetaplah satu keluarga. Masa iya mereka akan membiarkan urusan pribadi mengganggu keuntungan bisnis?Lunara kembali duduk di tempatnya.Tak lama kemudian, Kayden mengirim pesan.[ Su
Apa yang dilakukan Lunara memang bisa dibilang licik.Namun di sisi lain, desain yang dibawa Spring & Co. untuk mengikuti penawaran kali ini memang benar-benar luar biasa.Di pasar perhiasan emas yang sudah sangat matang, mampu menciptakan desain yang membuat para pelaku industri sama-sama mengangguk kagum jelas bukan perkara mudah.Terlebih lagi, hanya dari pengerjaannya saja sudah terlihat bahwa koleksi Spring & Co. kali ini benar-benar istimewa.Lunara memperkenalkan hasil karya mereka."Seluruh koleksi perhiasan emas yang kami ajukan dalam penawaran kali ini dirancang oleh Bu Casya, dan dikerjakan langsung oleh Pak Graham. Kami menggunakan teknik enamel dan filigree emas."Teknik filigree emas merupakan salah satu puncak tertinggi dalam dunia pengerjaan perhiasan emas.Melalui beberapa tahap yang sangat rumit, emas ditarik menjadi benang-benang yang bahkan lebih tipis daripada rambut, lalu dianyam hingga membentuk desain akhir. Setelah seluruh bagian dirangkai menjadi satu, hasilny
Saat mengenakan sandal milik Eston, Casya merasa kedua sandal itu sangat besar. Rasanya agak lucu. Dia menunjuk kakinya, lalu menatap Eston. "Lihat, aku kayak berdiri di dua perahu, nih."Eston menunduk melihatnya.Sandalnya adalah model dasar berwarna biru. Biasanya dia tidak pernah merasa ada yang istimewa. Namun saat dipakai Casya, malah membuat kaki dan betisnya terlihat semakin putih.Eston melangkah maju, lalu menarik Casya menjauh."Mau apa kamu? Baru bilang sandalmu kebesaran, sekarang malah nggak boleh kupakai? Pelit sekali."Eston menggenggam pergelangan tangannya sambil mengangkat ponsel. "Aku belikan yang baru. Pesan antar, sebentar lagi sampai.""Kenapa harus serepot itu?""Nggak boleh mendua. Kamu cuma boleh sama aku."Casya tertegun.Kali ini, dia tidak membantah lagi.Namun, lantainya terasa dingin. Karena tidak nyaman, dia langsung mengangkat kaki dan berdiri di atas punggung kaki Eston. Eston berdiri diam bak patung. Dia membiarkan Casya menginjak kakinya, lalu dengan
Begitu Casya selesai berbicara, dia langsung merasakan tangan yang melingkar di pinggangnya sedikit mengencang. Seolah-olah Eston tidak puas dengan jawabannya.Dengan wajah datar, Eston menunduk lalu menambahkan, "Memang teman. Teman yang sudah bertemu orang tua dan sudah pernah berciuman. Bahkan sudah pernah makan buah yang dicuci nenekmu."Casya buru-buru menutup mulutnya. "Sudahlah, jangan diteruskan lagi. Memangnya patut dibanggakan?"Melihat ketegangan yang penuh godaan di antara mereka, Linda tersenyum. "Jadi nenekku juga sudah pernah ketemu kamu?""Sudah. Eaktu orang tua Casya meninggal, Nyonya Besarlah yang kasih kabar ke aku."Saat orang tua Casya meninggal dunia, bahkan Linda yang sedang berada di luar negeri pun tidak sempat menghadiri pemakaman.Namun, Mira malah memberi kabar kepada Eston agar datang.Sepertinya Keluarga Prayogo memang sudah mengetahui keberadaan Eston dan hubungannya dengan Casya, bahkan diam-diam mendukungnya. Senyum Linda semakin lebar. Dia mengangkat g
"Sayang, kamu pulang dulu."Ujung telinga Casya kembali memanas. Dia tahu Eston sengaja melindunginya, jadi setelah berpura-pura mengeluh sebentar, dia pun kembali ke meja sebelah.Di sisi Linda, mereka sama sekali tidak menyadari apa yang baru saja terjadi di meja Eston. Begitu melihat Casya kembali, Linda langsung menggoda, "Gimana? Sudah punya pacar?"Casya sengaja mengeluh dengan suara keras, "Jangan ditanya! Pelit banget! Cuma minta dibeliin tas, malah disuruh balik!"Linda dan yang lain langsung berdecak. Wajah mereka penuh rasa jijik.Di meja VIP, Eston mendengar keluhan Casya yang terdengar setengah bercanda, lalu sudut bibirnya terangkat. Dia tahu, Casya memang selalu pintar. Casya tidak bertanya apa pun, tetapi tetap bisa memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di sisinya.Eston membuka tas kerja itu. Setelah memeriksanya, dia mengangguk."Sisa pembayarannya akan masuk dalam lima menit. Tetap ke rekening yang sudah disepakati sebelumnya."Lawan bicaranya akhirnya menghela







