Share

Bab 747

Author: Fitri
"Ya." Lunara tersenyum tipis, lalu dia menoleh mencari sosok Kayden.

Setelah selesai mengisi daftar hadir di fakultasnya, Kayden berbalik dan mencari Lunara di tengah kerumunan.

Tatapan mereka bertemu. Dia pun melangkah menghampiri Lunara.

Tiba-tiba, Lunara teringat pada sebuah kalimat. Apa pun tahap kehidupan seseorang, ketika seseorang bersedia menyerahkan hal paling berharganya kepada orang lain, itulah cinta.

Saat masih menjadi mahasiswa, yang paling berharga adalah uang. Saat telah sukses d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 760

    Di dalam bar, lampu neon berkelap-kelip. Para pria dan wanita berpelukan, bergoyang mengikuti irama musik di lantai dansa.Casya menemukan meja VIP tempat Linda berada, lalu menyapa sebelum duduk."Casya, kok baru datang?""Baru selesai kerja. Di kantor masih banyak urusan yang harus kutangani."Dengan latar belakang keluarga yang serba berkecukupan, sangat jarang ada anak yang benar-benar bekerja dengan serius seperti Casya.Apalagi Casya bahkan tidak memegang jabatan di Grup Narasoma. Itu lebih langka lagi.Linda menyulut sebatang rokok. Awalnya dia memang penasaran dengan Casya. Graham pernah menyuruhnya lebih sering bergaul dengan Casya karena itu tidak akan merugikannya.Linda sempat berpikir, bagaimanapun mereka masih keluarga, jadi bertemu sekali dua kali juga tidak masalah.Namun, setelah benar-benar mengenalnya, Linda baru sadar bahwa Casya sama sekali tidak seperti para nona kaya yang dia bayangkan. Dia memang punya temperamen dan harga diri, tetapi yang paling menonjol adala

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 759

    Kayden sama sekali tidak perlu turun tangan. Semua itu adalah akibat dari ulah Frans sendiri.Eden menatap Kayden dengan dingin. Pria di hadapannya sudah kehilangan minat untuk melanjutkan percakapan.Kayden melambaikan tangan dengan acuh tak acuh. "Keluar."Eden tetap berdiri di tempat. Sesaat, dia bahkan tidak tahu apakah harus merasa senang karena Hardi masih memedulikannya, atau marah karena Kayden sejak awal memang tidak pernah menganggapnya penting.Eden menggertakkan gigi. "Kak, cepat atau lambat kamu akan menjadi orang yang benar-benar sendirian. Di belakangmu nggak akan ada siapa pun."Kayden mengangkat pandangan, lalu meliriknya dengan dingin. "Memuaskan diri dengan menang adu mulut sesaat membuatmu senang? Dulu waktu kecil begitu, sekarang pun nggak ada sedikit perkembangan."Dengan santai, beberapa patah kata Kayden langsung memadamkan amarah Eden hingga ke dasar. Nada penghinaan yang begitu kentara membuat tenggorokan Eden seolah tersumbat. Dia terdiam lama, tetapi tak mam

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 758

    Beberapa hari kemudian, di Grup Narasoma ....Ignas berdiri di depan ruang kantor presdir. "Pak Kayden, Pak Eden sudah datang. Katanya ingin bertemu dengan Bapak.""Suruh dia masuk.""Baik."Tak lama kemudian, Eden muncul di ruang kerja Kayden. "Kak.""Ada urusan apa mencariku?"Eden duduk di sofa, lalu menyibakkan poni rambutnya ke samping, memperlihatkan bekas luka di wajahnya. Bekas luka bakar di dahinya masih terlihat jelas.Eden menatap Kayden yang sedang duduk di balik meja kerja. Pandangan kedua kakak beradik itu bertemu.Kayden berdiri, bersandar di tepi meja sambil menatap Eden dari posisi yang lebih tinggi.Eden bertanya, "Apa Kakak baru puas kalau benar-benar menghabisiku?""Aku benar-benar ingin menghabisimu atau nggak, kamu sendiri tahu jawabannya."Eden mencibir. "Ya. Kamu menyuruhku ke luar negeri untuk mengambil alih bisnis milik ayahku. Itu memang nggak bisa dibilang menghabisiku. Tapi ... apa kamu pikir dengan begitu semuanya akan selesai begitu saja?"Kayden menatap

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 757

    Perkembangan àl'aube sedang sangat pesat dan posisi merek mereka pun makin menguat.Hanya saja, lokasi perusahaan sekarang agak terpencil. Terkadang klien yang ingin mengajukan kerja sama bahkan kesulitan menemukan tempatnya.Karena itu, pindah ke kawasan pusat kota memang sudah menjadi kebutuhan.Gedung kantor baru juga sudah disewa. Proses kepindahannya tinggal menunggu beberapa hari ke depan.Elina mengangkat kepala dan melihat Kayden turun dari mobil. Dia mengedipkan mata menggoda Lunara. "Aku pergi dulu, ya. Pak Kayden ini ketat banget kalau soal jagain kamu."Lunara mendongak. Tatapannya bertemu dengan Kayden yang sedang berjalan menghampirinya.Pria itu menaiki anak tangga selangkah demi selangkah, berjalan menuju Lunara di bawah terik matahari akhir September yang masih menyengat. Sesampainya di hadapan Lunara, Kayden menyerahkan selembar kertas.Lunara melihatnya dengan saksama. Dia terkejut. "Sertifikat simulasi nyeri persalinan? Kenapa kamu cobain ini?""Aku ingin merasakan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 756

    Dari seluruh pilihan simulasi yang tersedia, Kayden memilih tingkat intensitas tertinggi.Di sekelilingnya, beberapa pria lain masih ragu-ragu. Mereka memilih jumlah elektroda yang lebih sedikit dan durasi simulasi persalinan yang paling singkat.Sedangkan Kayden memilih delapan elektroda dengan simulasi persalinan normal. Itu adalah program dengan intensitas tertinggi sekaligus paling menyakitkan.Pada lima tingkat pertama, rasa sakitnya belum terlalu kuat. Hanya datang bergelombang. Setiap gelombang terasa lebih sakit daripada gelombang sebelumnya.Di sampingnya sudah terdengar beberapa pria mulai mengerang menahan sakit.Saat mencapai tingkat sepuluh, rasa sakitnya seolah menekan seluruh organ dalam hingga hampir meledak.Seseorang di sampingnya pun mengangkat tangan, memberi isyarat untuk menghentikan simulasi. Orang itu sudah tidak sanggup bertahan.Tingkat dua belas ... itulah simulasi rasa sakit saat persalinan. Butiran keringat tipis mulai muncul di dahi Kayden. Urat-urat di pu

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 755

    Lunara terbatuk-batuk menahan mual cukup lama, tetapi tidak memuntahkan apa pun.Kayden sudah berdiri di sampingnya sambil membawa segelas air dan menepuk-nepuk punggung Lunara dengan lembut. "Kumur-kumur dulu."Beberapa saat kemudian, Lunara akhirnya bisa bernapas lega.Kayden tetap berdiri di sampingnya. Wajahnya dipenuhi kekhawatiran.Lunara menenangkannya. "Aku nggak apa-apa. Dulu waktu hamil Daisy juga begini. Setelah lewat tiga bulan pertama biasanya akan mendingan.""Masih harus nunggu tiga bulan lagi?"Lunara meliriknya sambil tersenyum. "Kamu kira hamil itu mudah? Menumbuhkan kehidupan baru di dalam tubuh butuh perjuangan yang sangat besar."Tentu saja Kayden tahu. Dia sudah mencari banyak informasi. Dia juga memahami bahwa dampak fisik akibat melahirkan pada seorang wanita banyak yang bersifat permanen dan tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.Namun sekarang, setelah melihat sendiri reaksi kehamilan yang dialami Lunara, dia tetap merasa sangat cemas. Bahkan sesaat dia sempat ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status