Home / Romansa / Kiara / Bab 5

Share

Bab 5

Author: Dina Sylvia
last update Petsa ng paglalathala: 2021-05-24 22:41:16

Jay mulai melihat Kiara, matanya mulai menatap mata Kiara. Jay menginginkan Kiara untuk melihat matanya. Dia ingin Kiara mengatakan sesuatu, apapun itu. Tapi Kiara hanya diam dan tak bergeming sama sekali. Kenapa Kiara menyetujui hal ini? Kenapa Kiara menerima pernikahan dengan pria yang tidak dia sukai? Kenapa dia begitu bodoh, lemah dan tak berdaya?

Jay berharap dia membawa barang-barangnya dan pergi meninggalkan mess itu. Tetapi impian itu hancur, ayahnya melarang Jay untuk pergi dari mess, dia tidak bisa meninggalkannya. Tapi hanya Kiara yang bisa melakukannya. Suatu ketika, dia bosan dengan wanita itu. Padahal sebelum dia duduk, Kiara sempat menatap mata laki-laki itu, Jay. 

“Kiara, kamu adalah segalanya,” kata Jay, sambil mengelus wajah Kiara. Dia hanya diam, Jay bisa melihat dari bibir kecilnya dan hanya bisa menatap pria itu. “Sebuah umpan, sebuh hukuman, sebuah siksaan,” balasnya sambil menggeram dan memastikan agar dia bisa secepatnya pergi dari hidupnya.

“Tapi kamu tidak akan bisa menjadi istri saya.”

Dia menarik jari-jarinya dari wajah Kiara, dan mulai mempelajari reaksi dari calon istrinya. Tapi dia hanya berdiri disana dengan matanya yang masih tertutup rapat. Tangannya mulai bergetar dan bibir ditekan olehnya rapat-rapat. Dia hanya diam tanpa suara dan ini yang menyebabkan dia marah. Dia mulai membenci Kiara, calon istri yang ada dihadapannya. Dia menyaksikan sendiri Kiara mulai meneteskan matanya dan membuat airmata itu mulai membasahi pipinya dengan mata tertutup. 

Jay mulai mendorong kursinya ke belakang, tidak lama dia berdiri dan berjalan keluar meninggalkan ruang makan.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Kiara   Epilog

    "Hati-hati!" Jay berbisik di rambut Kyra saat dia menuntunnya menaiki tangga. Dengan mata terlipat, dia mencoba yang terbaik untuk memastikan dia tidak tersandung sari birunya."Ini tidak masuk akal, Jay!" Dia mengerutkan kening."Aku tahu.." Dia terkekeh sebelum membantunya menaiki tangga terakhir.Kiara benar, itu tidak masuk akal. Seluruh hidup mereka selama setahun terakhir sejak mereka meninggalkan India tidak masuk akal. Ke seluruh dunia, Jay dan Kiara tidak ada lagi pada sore hari mereka berdua menghilang tanpa sepatah kata pun; Kiara, lalai menyerahkan pengunduran dirinya ke perusahaannya atau hanya menjualnya, dan Jay, lalai memberi tahu orang tuanya tentang keputusannya untuk meninggalkan India.Jay tahu keluarganya – terutama ayahnya – akan sangat marah dengan tindakannya, tetapi dia tidak peduli. Dia tidak bisa mengambil risiko ayahnya mencoba untuk kembali ke kehidupan mereka dan mencoba untuk menyakiti Kiara dan

  • Kiara   Epilog

    "Hati-hati!" Jay berbisik di rambut Kyra saat dia menuntunnya menaiki tangga. Dengan mata terlipat, dia mencoba yang terbaik untuk memastikan dia tidak tersandung sari birunya."Ini tidak masuk akal, Jay!" Dia mengerutkan kening."Aku tahu.." Dia terkekeh sebelum membantunya menaiki tangga terakhir.Kiara benar, itu tidak masuk akal. Seluruh hidup mereka selama setahun terakhir sejak mereka meninggalkan India tidak masuk akal. Ke seluruh dunia, Jay dan Kiara tidak ada lagi pada sore hari mereka berdua menghilang tanpa sepatah kata pun; Kiara, lalai menyerahkan pengunduran dirinya ke perusahaannya atau hanya menjualnya, dan Jay, lalai memberi tahu orang tuanya tentang keputusannya untuk meninggalkan India.Jay tahu keluarganya – terutama ayahnya – akan sangat marah dengan tindakannya, tetapi dia tidak peduli. Dia tidak bisa mengambil risiko ayahnya mencoba untuk kembali ke kehidupan mereka dan mencoba untuk menyakiti Kiara dan

  • Kiara   Epilog

    "Hati-hati!" Jay berbisik di rambut Kyra saat dia menuntunnya menaiki tangga. Dengan mata terlipat, dia mencoba yang terbaik untuk memastikan dia tidak tersandung sari birunya."Ini tidak masuk akal, Jay!" Dia mengerutkan kening."Aku tahu.." Dia terkekeh sebelum membantunya menaiki tangga terakhir.Kiara benar, itu tidak masuk akal. Seluruh hidup mereka selama setahun terakhir sejak mereka meninggalkan India tidak masuk akal. Ke seluruh dunia, Jay dan Kiara tidak ada lagi pada sore hari mereka berdua menghilang tanpa sepatah kata pun; Kiara, lalai menyerahkan pengunduran dirinya ke perusahaannya atau hanya menjualnya, dan Jay, lalai memberi tahu orang tuanya tentang keputusannya untuk meninggalkan India.Jay tahu keluarganya – terutama ayahnya – akan sangat marah dengan tindakannya, tetapi dia tidak peduli. Dia tidak bisa mengambil risiko ayahnya mencoba untuk kembali ke kehidupan mereka dan mencoba untuk menyakiti Kiara dan

  • Kiara   Bab 68

    Namun, dia tidak yakin akan kebenaran mereka. Apakah mereka benar? Apakah Jay berarti salah satu dari kata-kata itu? Akankah cintanya untuknya selalu ada?Bahkan sebelum dia bertanya, dia tahu jawaban atas pertanyaannya. Dia tahu, saat dia menatap mata hijau terindah yang pernah dia lihat, bahwa dia mencintainya, dan pada detik itu, dia tahu dia tidak ingin pergi dari cintanya lagi.Berbalik menghadap sungai, dia memegang vas berisi abu ayah di dadanya. "Ayahku meninggal, Jay."Ini adalah pertama kalinya dia menyebutkan kematian ayahnya dengan lantang. “Saya selalu berpikir untuk membalas dendam atas kematian ibu saya. Apa aku sudah memberitahumu bahwa dia membunuhnya?” Dia bergumam tanpa jiwa. "Ayahku...Dia membunuh ibuku..." Air mata segar mengalir di matanya dan dia membiarkannya jatuh ke wajahnya. "Tetap saja, aku berdiri di sini, meratapi dia, tidak bisa mencurahkan abunya."Dia mengendus dan menatap tidak ada yang

  • Kiara   Bab 67

    Tangannya pasti terlepas dari tubuh ayahnya yang sudah mati, dia tidak tahu pasti. Kyra tidak ingat banyak dari sore yang menentukan itu, yang dia ingat hanyalah cerita yang dia ceritakan; ayahnya telah dibunuh oleh keamanan perusahaan yang berteriak berkali-kali agar dia berhenti mencekiknya. Khawatir bahwa ayah Jay akhirnya akan membunuh Kiara, seorang petugas keamanan muda yang baru bergabung dengan perusahaan, telah menembak ayah Jay dari belakang di mana peluru bersarang di paru-parunya, menghentikannya dari bernapas.Kiara mendukakan ayahnya selama berhari-hari, dan kesedihan untuk ayahnya cukup kuat untuk menyeret kehilangan ibunya dan meninggalkan kesedihannya sekali lagi untuk Adline. Hilang dalam kesedihan untuk Adline, Kiara akan menemukan dirinya berduka untuk Jay. Dia merindukannya, dia merindukan lengannya di sekelilingnya untuk menghilangkan rasa sakit yang terus-menerus menyayat hati ini, untuk menyembunyikannya di bawah keamanan pelukannya dan menjagany

  • Kiara   Bab 66

    Suara benturan keras cukup kuat untuk menarik perhatian Kiara saat napasnya mulai stabil. Dia merobek kelopak matanya, bayangan kabur dari sesuatu muncul di hadapannya. Pada awalnya dia tidak tahu apa itu, tetapi ketika penglihatannya menjadi lebih jelas, begitu pula kenyataan dari apa yang dia lihat; ayahnya, terbaring di genangan darahnya sendiri.Untuk sesaat, Kiara duduk di sana di lantai kantor, bingung. Tampak baginya bahwa ayahnya sedang sekarat, namun, dia tidak bisa memaksa dirinya untuk menerima kenyataan mengerikannya.Matanya mengamati ruangan, wajah ketakutan stafnya balas menatapnya."Apa?" Bibirnya bergetar."...terjadi?"Keheningan memenuhi ruangan, orang-orang di dalamnya tampaknya sama sekali tidak bisa bergerak.Sambil menarik napas, dia mengalihkan perhatiannya kembali ke ayahnya, bergegas ke sisinya. Dia menyentuh wajahnya yang berkeringat, mata cokelat lebar menatapnya dengan ngeri sa

  • Kiara   Bab 34

    Meja makan malam itu luar biasa sunyi tanpa apa-apa kecuali suara sendok garpu yang sesekali menyentuh piring.Tatapan Ayah mertua Kiara melakukan perjalanan ke putranya yang gila, yang memiliki keberanian untuk menyentuh ayah Kiara. Ayah mertua Kiara telah tercengang keluar dar

  • Kiara   Bab 32

    Alam semesta Kiara berhenti. Waktu berhenti. Hidup berhenti. Detak jantungnya berhenti, dan satu-satunya orang yang ada pada saat itu, adalah monster serakah bermata cokelat yang duduk di seberang ruangan darinya. Dia tidak berhenti untuk memikirkan tindakannya dan sebelum dia tahu apa yang terja

  • Kiara   Bab 30

    "Kiara?"Kiara berbalik saat mendengar suara familiar yang memanggilnya. Ini mungkin tampak mustahil, tetapi benar kecurigaannya, Ishita berdiri di depannya di taman malam itu, lengannya terulur untuk memeluk.Dengan teriakan bahagia, Kiara melompat berdiri dan setengah be

  • Kiara   Bab 29

    Kiara merasakan tikaman tumpul di dadanya untuk ketiga kalinya dalam minggu itu. Dia mulai khawatir, tetapi dia memilih untuk mengabaikannya. Dia tidak ingin mengganggu Jay dan dia tidak ingin membesar-besarkan rasa sakit yang mulai dia rasakan terlepas dari pil yang dia minum.Itu ti

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status