Share

BAB 64

Author: Riichan
last update publish date: 2026-05-22 10:45:56

Malam itu laut terlihat lebih gelap dibanding biasanya. Ombak bergerak pelan menghantam batu-batu pesisir, sementara angin dingin terus berhembus tipis di sepanjang pantai yang sepi.

Tidak jauh dari sana, Robert berdiri dalam diam di kegelapan diantara semak-semak. Tatapannya tertuju ke arah dua sosok yang sejak tadi berada di dekat lautㅡLycander dan Maris.

“Lagi?” bisiknya lirih.

Ia tidak mendekat. Tidak juga berniat mengganggu. Robert hanya memperhatikan dari keja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 143

    "Seraphine..." gumam Nerion lirih dari balik batu karang.Ia masih memperhatikan keduanya."Apa maksudmu dengan Nerion...?" tanya Maris pada Seraphine. Seraphine menundukkan kepalanya. Untuk beberapa saat, ia hanya membiarkan arus laut melewati tubuhnya. Bibirnya bergerak pelan, namun tak ada suara yang keluar."Aku masih mengingat semuanya...""...sejak kita masih kecil."Tatapannya perlahan menjadi kosong, seolah kembali melihat masa lalu yang telah berlalu ribuan tahun."Waktu itu...""...kau selalu sendirian.""Duyung-duyung lain mengganggumu dan menjauhimu hanya karena warna ekor dan rambutmu."Maris hanya terdiam mendengarkan."Aku kasihan melihatmu.""Aku tidak ingin kau terus sendirian."Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Seraphine."Percayalah...""...semua itu bukan kebohongan.""Saat itu aku benar-benar menganggapmu sebagai temanku."Maris tidak segera menjawab. Dadanya terasa semakin sesak. Untuk sesaat, ia ingin percaya bahwa pengakuan itu adalah akhir dari semuan

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 142

    Maris berhenti dan sekarang berada di depan Seraphine. Arus laut mengalir pelan di antara keduanya. Taman karang itu begitu sunyi hingga suara gelembung-gelembung kecil terdengar jelas.Seraphine tersenyum seperti biasanya."Maris.""Akhirnya kau datang juga.""Aku bahkan sempat berpikir kau sedang menghindariku."Maris tidak langsung menjawab. Tatapannya hanya tertuju pada wajah Seraphine."..."Senyum itu… masih sama seperti yang selalu ia kenal, hangat dan lembut. Sulit dipercaya bahwa pemilik senyum itu mungkin menyembunyikan sesuatu. Seraphine memiringkan kepalanya."Ada apa?" tanya Seraphine. Ia sedikit mengerutkan alisnya karena Maris tak langsung menjawab pertanyaannya. "Kau terlihat berbeda."Maris menarik napas pelan."Aku ingin menanyakan sesuatu.""Tentu. Katakan apa saja,” Seraphine menjawab tanpa ragu.Maris menatap lurus ke arahnya.

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 141

    Arus laut mengalir tenang seperti biasanya. Namun bagi Maris, ketenangan itu terasa asing. Sejak mendengar bait terakhir nyanyian laut kuno, setiap hari terasa semakin berat. Gosip yang terus beredar belum juga mereda. Tatapan para duyung masih sama. Tubuhnya pun perlahan berubah tanpa mampu ia hentikan."..."Maris berenang sendirian melewati jalan kecil di pinggir pemukiman. Ia sama sekali tidak memedulikan ke mana ekornya membawanya. Yang memenuhi pikirannya hanyalah satu pertanyaan."Kalau benar semua ini bukan kebetulan...""...kenapa?"Di kejauhan terdengar suara tawa beberapa anak duyung. Dan Maris refleks menoleh.Beberapa anak duyung sedang bermain sambil dikejar ibunya."Pelan-pelan!"Duyung kecil itu tertawa lalu berenang ke arah Maris tanpa sengaja. Namun... ibunya langsung menarik tangan anaknya."Ayo.""Kita lewat sini saja."Duyung itu bahkan tidak memandang Ma

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 140

    Berminggu-minggu telah berlalu sejak Nerion meninggalkan pemukiman duyung. Perjalanannya membawanya kembali ke arus laut dalam. Semakin dalam ia menyelam, cahaya matahari perlahan menghilang. Yang tersisa hanyalah kegelapan laut dalam dan arus-arus tua yang terus mengalir tanpa henti sejak dahulu kala."..."Sebagai seorang Penjaga Arus laut dalam, Nerion telah terbiasa menempuh perjalanan seperti itu. Namun kali ini berbeda, ia tidak sedang berpatroli ataupun menjaga keseimbangan arus laut. Ia sedang mencari sesuatu.Sesuatu yang selama ini membuatnya tak tenang sekaligus familiar. Ia memutuskan untuk membaca arsip-arsip kuno. Mungkin saja dengan begitu, ia bisa menemukan jawaban atas kegelisahannya ini.Selama beberapa minggu terakhir, Nerion berpindah dari satu ruang penyimpanan tua ke ruang penyimpanan lainnya. Sebagian besar hanya berisi catatan mengenai perubahan arus, perpindahan makhluk laut, hingga pergantian para Penjaga Arus d

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 139

    Beberapa hari telah berlalu sejak Maris kembali mendengar bait terakhir nyanyian laut kuno. Namun bukan hanya nyanyian itu yang terus berputar di dalam kepalanya. Setiap kali ia memejamkan mata… yang muncul justru percakapan-percakapan kecil yang selama ini tidak pernah ia pikirkan."Kenapa semuanya baru terjadi sekarang...?" Maris bergumam pelan.Ia berenang perlahan melewati jalan-jalan kecil di pemukiman. Hari itu ia tidak benar-benar memiliki tujuan. Pikirannya terlalu sibuk menyusun sesuatu yang bahkan belum ia mengerti."Gosip itu...""...berawal dari mana?" pikirnya. Pertanyaan itu terus mengganggunya. Selama ini ia memang jarang menghadiri acara bersama para duyung. Perayaan, pertemuan atau sekadar berkumpul di alun-alun pemukiman.Maris hampir selalu memilih menjauh. Namun… tidak pernah ada yang benar-benar mempermasalahkannya. Sebagian besar duyung justru tampak tidak peduli."Lalu...""Kenapa kali ini berbeda?"Maris memperlambat renangnya. Tatapannya kosong menatap arus

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 138

    Maris berenang perlahan melewati jalan utama pemukiman.Sejak beberapa minggu terakhir ia memang jarang keluar rumah. Namun hari itu ia memutuskan berkeliling sebentar agar pikirannya sedikit lebih tenang."..."Saat ia melewati sekelompok duyung… percakapan mereka mendadak berhenti. Maris sedikit mengernyit. Namun ia tetap melanjutkan renangnya.Baru beberapa saat kemudian… suara pelan kembali terdengar dari belakang."Itu dia.""Iya."Maris memperlambat gerakannya. Dadanya mulai terasa tidak nyaman. Meskipun ia kembali berenang.Namun beberapa saat kemudian… ia mendengar percakapan yang sama."...""Katanya dia sering ke permukaan.""Kalau memang tidak pernah...""...kenapa tidak menjelaskan?"Maris menundukkan kepalanya. Jari-jarinya perlahan mengepal."Apa...""...yang sebenarnya terjadi?" gumamnya hampir tak terdengar.Tak jauh dari sana, be

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 50

    Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Tidak ada suara selain arus laut yang bergerak pelan di luar rumah dan detak jantung Maris sendiri yang terdengar terlalu jelas di telinganya.“…aku mulai membencinya,” gumamnya pelan.Beberapa hari terakhir terasa semakin berat untuk

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 48

    Pagi itu datang dengan tenang. Tidak ada perubahan besar yang terlihat di dalam rumah, tidak ada percakapan aneh, dan tidak ada tatapan yang terlalu mencurigakan. Namun sejak membuka mata, Maris sudah merasakan sesuatu yang berbeda—bukan pada sekitarnya, melainkan pada dirinya sendiri.

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 45

    Hari itu terasa lebih berat dari biasanya. Tidak ada perubahan yang benar-benar terlihat dari luar—rumah tetap tenang, percakapan tetap berjalan, dan rutinitas tetap berulang seperti hari-hari sebelumnya.Namun bagi Maris, semuanya terasa berbeda.“…aku tidak bisa seperti ini terus,” gumamnya pelan

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 44

    Pagi itu tidak terasa berbeda bagi siapa pun yang melihatnya dari luar. Cahaya tetap jatuh dengan lembut, arus laut tetap bergerak perlahan, dan rumah itu masih terbungkus dalam ketenangan yang sama seperti hari-hari sebelumnya.Namun bagi Seraphine, ada sesuatu yang mulai membentuk pola.“…ini buk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status