LOGINMUSIM CINTA DI SEOUL 2 adalah lanjutan novel dari BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG. Warning 18+ "Tak ku pedulikan seberapa banyak aku menyesap lara, yang aku tahu bersamamu suatu kewajiban dari Tuhan. " Tak ada pernikahan yang sempurna, tak lepas dari ujian serta badai mengintai. Anna, Dae Jung,dan Dae Song, masih memerankan kisah cinta reinkarnasi pahlawan Korea, Hang Baek Hyeon dan Yama, gadis muslim Indonesia. Di tahun ke-5 setelah Dae Jung koma, harapan mulai mengikis pada Anna. Kedua anak kembar yang terlahir tanpa sambutan ayah mulai lelah bertanya, kenapa ayahnya hanya berbaring lelap di atas ranjang. Cinta Dae Song pada adik iparnya makin menyeruak, begitu banyak perempuan datang menawari tubuh dan cinta, namun hanya adik iparnya yang ia cintai, Anna. Sosok inspirasi kehidupan korain bak musim semi di Pulau Jeju. Lalu siapakah sosok gadis bercadar yang tinggal di Seoul Central Mosque? sangat misterius, hingga berani menyendukan mata pada Dae Song yang atheis, sedangkan cinta turun ranjang siap ia lakoni pada Anna. Jangan lupa pada pria berhati lembut yang mualaf karena Anna, dia Jun Hyun. Senantiasa menanti Anna di sudut yang sama, sisi yang tak pernah lagi ia ungkap selain memandangi Anna dalam endapan matanya. Tetapi ternyata ada sosok roh yang berkeliaran di rumah Korain, itu Kim Dae Jung. Berusaha bangkit dari alam bawa sadarnya ingin membuat Anna percaya dia akan kembali sadar lagi. "Anna, aku ada disini, aku akan kembali bersama kalian." Ikuti kisah dramatis mereka dalam season 2 ini.
View MoreDae Song dan anak buahnya menuju tempat tinggal Rini, dengan bantuan manajer di perusahaanya, Dae Song dapat mengetahui tempat tinggal Rini yang sebenarnya. Selama ini Rini hanya mencantumkan alamat kontrakannya menjadi riwayat pribadi untuk kantornya. Setiba di gang yang sulit di akses oleh kendaraan roda empat, salah seorang anak buah Dae Song keluar dari mobil untuk mencari cara, tetapi tak ada jalan lain selain jalan yang di depan mereka."Tidak ada jalan lain, Tuan. Hanya ini akses satu-satunya," ucapnya."Kalau begitu kita jalan kaki saja, kata kamu kamu rumahnya sudah tidak jauh lagi 'kan?""Iya Tuan, hanya jarak seratus meter lagi.""Kalau begitu kita turun, kita jalan kaki saja," usul Dae Song yang keluar dari mobilnya.Anak buahnya mengelilingi Dae Song agar tuan mereka tetap terjaga. Masyarakat disekitar gang itu mulai grasak-grusuk, mereka terheran dengan kedatangan pria yang amat menonjol sebagai bos besar. Dae Song dan anak buahnya tetap berjalan, tidak menanggapi sapaa
Di Indonesia, Dae Song masih setia menunggu hasil pemeriksaan dari dokter, Zura mulai membaik secra kesehatan, namun secara psikis butuh waktu yang panjang untuk menerima kenyataan bahwa dia telah kehilangan kesuciannya secara sadis. Zura bahkan seringkali terpikirkan untuk mengakhiri hidupnya, Dae Song yang selalu diliputi rasa bersalah, selalu saja Dae Song menyudutkan diirnya dengan peristiwa yang menimpa Zura. Dae Ssong tetap disamping Zura, memberi dukungan moril,selain itu Zura juga tidak memiliki keluarga lagi di Indonesia.Dae Song menganggap dirinya sebagai kakak bagi Zura saat ini . "Kamu akan baik-baik saja, Zura.. Ada aku disini," ucap Dae Song menenangkan Zura."Aku sudah tidak berharga lagi, aku suda hina.." Zura tetap mencaci-maki dirinya sendiri."Tidak begitu, Zura.Kamu tetap berharga, kok. Zura yang dulu dan yang sekarang tetaplah sama, tidak ada yang berubah, kesucian seperti itu hanya kiasan sema
Usai dari kebun binatang, mereka tidak langsung pulang ke rumah, sejenak Dae Jung mengajak Anna dan kedua anaknya mampir di restoran milik sahabatnya. Micha dan Haneul begitu bersemangat memasuki restoran milik sahabat Ayahnya."Hati-hati sayang, nanti kamu tersandung," ujar Anna.Dae Jung melirik ke Anna yang sedang membawa beban berat bayi dalam perutnya."Seharusnya kalimat itu ditujukan padamu, berhati-hatilah, kamu sedang membawa tanggungjawab," timpal Dae Jung. Ia cemburu, tapi bagaimanapun bayi di dalam kandungan Anna adalah keponakannya, yang ia sayangi seperti Micha dan Haneul.Anna tergugah, dia menyunggingkan senyuman lebar karena ucapan Dae Jung persis ucapan Dae Song sewaktu mengandung si kembar, yang pada kala itu Dae Jung terbaring koma."Kau telah melewati masa ngidammu?" Tanya Dae Jung."Ia, sepertinya," sahut Anna.Dae Jung mengangguk-anggukkan kepalanya, dia berlalu menghampiri sahabatnya yang pemilik restoran Jepang itu. Anna duduk bersama si kembar, Micha yang bah
Mereka sudah tiba di kebun binatang, Dae Jung sudah menyiapkan kamera untuk mengambil setiap momen Anna dan si kembarnya. Dae Jung berjalan disamping Anna yang sedang mengontrol anak-anaknya. Dae Jung dan Anna mengunci mulutnya masing-masing, liburan kali ini amat berbeda dari keluarga kawan-kawan Haneul dan Micha yang lain. Kedua orangtuanya malah kaku, bak seseorang yang baru saja saling kenal."Ayah, Ibu, lihat sana," teriak Micha menunjuk ke arah monyet yang bergelantungan.Anna berlari kecil ke arah kedua anaknya, takut jika anak-anaknya lepas kontrol dari guru yang mengawasi saat itu. Sementara Dae Jung berjalan tenang dibelakang sana, pikirannya tetap saja berkecamuk, dia berharap jika situasi itu segera berubah, bukan hanya sekedar sandiwara didepan kedua anaknya, melainkan mereka adalah keluarga utuh yang lengkap."Dia kenapa memilih berjalan di belakang?" Gumam Anna yang bingung melihat tingkah Dae Jung.Karena tak mampu mengawasi si kembar sendirian, Anna bergegas menghampi
Dae Song bangun dari tidurnya, sebelum mandi ia biasanya ke dapur memeriksa sarapan yang akan dibuat oleh dua pelayannya. Akhir-akhir ini Dae Song selalu gampang lapar, makanan yang ia tidak suka menjadi ia cari. Dae Song terkejut melihat susunan sarapan yang tersaji di meja makannya. "Kalian membua
Usai makan malam menegangkan itu, Dae Jung menemani anaknya di dalam kamar Anna. Haneul dan Micha memegang buku dongengnya, kedua anak kembar itu tidak i. Gin Ayahnya seorang diri membaca dongeng favorit mereka, Anna gatus ikut andil untuk menemanu Ayahnya. "Kenapa Ibu lama sekali, Ayah?" Tanya Mich
Dae Jung mulai dibawa masuk ke rumah, para pelayan menyambutnya dengan tangisan penuh haru. Rumah dihias dengan penuh kemeriahan, bahkan ucapan selamat dari para pekerja di rumah Korain menjadi topik utama di media sebab Kim Dae Jung yang dirindukan Korain. "Aku minta maaf sekian lama membuat kalian
"Ibu, ibu, bangun," Suara Micha terdengar ditelinga Anna.Mata Anna mengerjap-ngerjap, Micha tak henti mengguncangkan tubuh Ibunya, sedari tadi gadis kecil itu membangunkan Ibunya yang ketiduran di sofa."Ibu, bagun sebentar lagi Ayah akan datang, tadi Ayah menelponku," Kata Micha.Haneul saat itu suda
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore