แชร์

Memendam Luka

ผู้เขียน: Kurnia_cy
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-29 10:32:57

Viana hanya melirik malas ke arah Runi tanpa memberi respon apa-apa. Bukannya Viana takut, tapi suasana hatinya yang sedang tidak baik-baik saja membuatnya malas meladeni ocehan Runi.

Melihat Viana yang hanya diam saja, Runi semakin berani berbicara.

"Lebih baik Mbak terima saja kak Feyla menjadi madu Mbak. Coba Mbak bayangkan, kak Feyla itu orang kaya dan pemilik sebuah perusahaan. Kalau dia menikah sama bang Yanto, bukan hal yang tidak mungkin suatu saat nanti bang Yanto akan diangkat menjadi
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Madu Pemberian Ipar    Fakta yang Terungkap 

    Deon balik menatap Feyla dengan tenang, tidak terintimidasi dengan sikap Feyla tersebut. “Untuk masalah ini, kau bisa tanya suami kesayanganmu itu.” “Aku? Kenapa aku? Aku tidak pernah loh menjual saham kepadamu,” tukas Yanto dengan raut wajah sedikit kaget karena Deon melemparkan ‘bola’ kepadanya. “Lalu bagaimana dengan Pak Iwan? Apa kau juga merasa tidak menjual saham kepadanya?” Lagi-lagi Deon berucap dengan santai. Yanto terdiam sejenak. Tentu saja dia mengenal Pak Iwan dan memang benar apa yang dikatakan Deon bahwa dia telah menjual saham miliknya dan Feyla kepada Pak Iwan.“Kenapa kamu diam, Mas? Kamu kenal gak sama dia?” cecar Feyla.“Ke-kenal, Fey,” jawab Yanto terbata.“Benar kamu menjual saham kita padanya?”Yanto mengangguk pelan, otaknya kini dipenuhi banyak tanda tanya besar tentang apa hubungan antara Pak Iwan dengan Deon.“Kenapa kamu berani-beraninya menjual saham kita, Mas?! Apa aku ada memberi izin padamu?! Kau sungguh lancang sekali, Mas!” seru Feyla dengan amara

  • Madu Pemberian Ipar    Feyla Syok.

    “Gimana, Viana? Apa kamu sudah mulai mengerjakan pesanan dari Nyonya Adinata?” tanya Bu Julia di siang hari itu. “Sudah, Bu. Ini saya lagi membuat sketsa kasarnya,” ucap Viana sembari menunjukkan lembaran kertas putih di hadapannya yang telah berisikan sketsa dasar desain yang hampir rampung.Nyonya Julia memperhatikan sketsa yang dibuat oleh Viana dengan seksama lalu dia bertanya tentang konsep dari sketsa yang dibuat tersebut beserta alasan dia memilih konsep itu. Dengan lugas, Viana langsung menjelaskannya di hadapan bos nya itu.Mendengar penjelasan Viana, Nyonya Julia menggangguk-anggukkan kepala, dalam hatinya dia merasa kagum pada kemampuan Viana dalam mendesain dan menjelaskan konsep desain tersebut dengan begitu detail. “Baiklah, kalau begitu lanjutkan lagi pekerjaanmu.”“Baik, Bu.”Nyonya Julia melangkah meninggalkan ruang kerja Viana, tapi tiba-tiba dia berbalik lagi ke meja Viana. “Viana, bagaimana pendapatmu tentang Jimmy?” tanya Nyonya Julia to the point.Seketika Via

  • Madu Pemberian Ipar    Ancaman Bu Elvina

    “Mas Jimmy? Anda Mas Jimmy, kan? Saudara iparnya Mbak Mika?” tanya Viana dengan setengah ragu, takut salah orang. Pria berkemeja navy yang diduga Viana merupakan Jimmy, terlihat memandang Viana dengan intens. ‘Benar, saya Jimmy. Kamu siapa, kenapa bisa mengenali saya? Tapi... tunggu dulu, rasanya saya sedikit familiar dengan wajahmu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” ucap Jimmy sambil terus menatap Viana. “Saya Viana, Mas. Saya dulunya tetangga Mbak Mika sewaktu masih tinggal di Kota U,” jelas Viana. “Viana... Viana... Oh iya, saya ingat sekarang. Kalau tidak salah, waktu itu kamu pernah hampir ketabrak sama mobil saya. Iya, kan?” “Iya, benar, Mas.”“Tapi kenapa kamu ada di sini? Bukannya kamu harusnya ada di Kota U?” Jimmy mengungkapkan keheranannya. Viana tersenyum kecil melihat kebingungan Jimmy.“Saya kerja di sini, Mas dan sekarang saya juga tinggal menetap di kota ini.”“Oh, begitu ya.”“Iya, Mas. Kalau gitu saya permisi dulu, Mas.”“Oke, eh... maaf ya, tadi saya udah n

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Nyonya Adinata

    “Siapa cewek tadi itu, Kak? Datang-datang langsung marah-marah saja,” ucap Ayu ketika Viana sudah kembali. “Oh...itu mantan adik ipar kakak. Biasalah, dia memang kayak gitu orangnya. Sehari saja gak ngebully kakak, gak senang dia, meriang, panas dingin badannya,” seloroh Viana bercanda. “Ha...ha...ha... Kakak ini, bisa aja bercandanya. Tapi Kak...serius nih, tadi aku dengar dia nyebut - nyebut Kakak penyebab kakak iparnya keguguran, itu ceritanya gimana sih, Kak dan kapan kejadiannya?” tanya Ayu penasaran. “Oh itu. Jadi gini...” Viana lalu mulai menceritakan kejadian beberapa waktu lalu yang melibatkan dia, Runi dan Feyla. Ayu mendengarkan dengan seksama. Di sepanjang Viana bercerita, raut wajah perempuan bertubuh mungil itu berubah-rubah, campuran antara marah, kesal dan juga geram. “Haissh....gila! Gak nyangka aku ada orang se-bloon itu. Dipikirnya gampang apa mencuri di toko perhiasan sekelas Sparkle n’ Shining Diamond. Pengamanannya gak main-main, CCTV bertebaran dimana-mana.

  • Madu Pemberian Ipar    Mengorek Informasi 

    “Itu...itu kan Viana.” Raut wajah Runi langsung terlihat kesal melihat orang tersebut yang ternyata memang Viana.‘Sial, kenapa harus jumpa dia di sini, sih?!’ batin Runi dongkol.Runi terus menatap Viana yang tengah makan. Di depan Viana, ada seorang wanita yang belum pernah dilihat Runi sebelumnya.“Siapa wanita itu? Aku belum pernah melihatnya. Ah, peduli amat. Untuk apa aku urusin dia, buang-buang waktu saja,” gumamnya pelan.Meski dia berusaha mengabaikan keberadaan Viana di tempat itu, tetapi tatapan mata Runi tetap tertuju kepada Viana. Penampilan Viana yang modis dengan barang branded yang melekat di tubuhnya memantik rasa iri dalam hati Runi.‘Sialan, kenapa makin hari dia makin cantik dan modis saja. Sepertinya bercerai dengan Bang Yanto tidak berpengaruh apa-apa pada dirinya. Malah dia tampak lebih berkelas sekarang ini. Sungguh aku tak rela melihatnya. Tapi...tunggu dulu...bukankah bagus dia ada di sini, aku bisa tanya kejelasan soal pengangkatan rahimku padanya. Ya, siap

  • Madu Pemberian Ipar    Menyogok Dokter Ranum

    “Apa? Dokter bilang apa tadi?” “Tadi saya mengatakan bahwa Bu Runi mengalami kondisi pasca-histerektomi atau post-hysterectomy status yang artinya Bu Runi sudah mengalami prosedur pengangkatan rahim. Jadi, dengan kata lain saat ini Bu Runi sudah tidak mempunyai rahim lagi,” jelas Dokter Ranum. “Dan itu artinya saya tidak akan pernah bisa hamil?” tanya Runi dengan dada berdebar kencang.Dokter Ranum mengangguk dengan pelan dan raut wajahnya menunjukkan rasa simpatinya atas apa yang dialami oleh pasiennya itu.Ya, Runi yang sudah tiba di rumah sakit dan telah mendapat penanganan dari Dokter Ranum awalnya masih optimis bahwa kondisinya masih bisa diperbaiki jika memang ada sedikit gangguan pada tubuhnya, tetapi setelah mendengar semua penjelasan dari sang dokter, Runi merasakan dunia seolah runtuh menimpanya.Runi ternganga dengan mulut lebar. Otaknya seakan sulit mencerna semua ucapan Dokter Ranum. Dia merasa tidak yakin pada pendengarannya sehingga dia menolak untuk percaya.“Tidak,

  • Madu Pemberian Ipar    Feyla Berkunjung Ke Rumah Yanto.

    Setibanya mereka di ruang makan, mereka segera mengambil tempat duduk masing-masing dan mulai sarapan. Viana yang memang sudah ada di sana sedari tadi tidak mengacuhkan kehadiran Runi.Viana hanya sibuk melayani Yanto, mengambilkan sarapan untuk Yanto dan menuangkan air putih di gelas Yant

  • Madu Pemberian Ipar    Niat Buruk Feyla

    Seorang wanita berbalut kimono tidur sutra warna merah tampak duduk melamun di balkon depan kamarnya. Wajahnya menengadah menatap langit yang hitam pekat di malam itu. Sedari pertama dia ada di situ, senyuman bahagia tak pernah luntur dari bibir merahnya."Ternyata dia adalah abangnya Runi

  • Madu Pemberian Ipar    Feeling Runi

    'Ini Kak Feyla kenapa ya, dari tadi merhatiin bang Yanto terus. Apa dia naksir sama bang Yanto? Ah, gak mungkinlah. Dia orang kaya, mana mungkin mau dengan abangku yang hanya orang biasa saja. Tapi kenapa perasaanku bilang kalau dia ada feeling sama abangku. Ah, lebih baik aku pantau saja dulu da

  • Madu Pemberian Ipar    Mita Adalah Feyla

    Keesokan harinya, Runi diizinkan oleh dokter untuk pulang setelah kondisinya dinyatakan sudah membaik, tapi sebelum itu mereka harus mengambil obat-obatan di apotik rumah sakit.Mendengar itu, Yanto segera menyelesaikan mengemasi barang-barang yang akan dibawa pulang lalu menuju ke apotik

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status