Short
Malam Yang Tertukar

Malam Yang Tertukar

Oleh:  MuriazTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Bab
2Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

“Berhenti… jangan cium lagi, hmm….” Awalnya aku naksir adik ipar sahabatku dan berniat mendekatinya memanfaatkan momen sedang mabuk. Siapa sangka, saat berciuman, aku baru sadar ternyata wanita di pelukanku ini adalah istri sahabatku sendiri. “Kakak ipar? Lho?!” Namun, karena rasanya sama-sama nikmat, akhirnya aku memilih untuk pura-pura tidak tahu dan lanjut saja….

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

“Hentikan… jangan cium lagi… hmm….”

Memanfaatkan momen saat sahabatku pergi, aku langsung memeluk adik iparnya, mengunci tubuh wanita itu dalam dekapanku, lalu mulai meraba dan merasakan kelembutan tubuhnya.

Dia gemetar di pelukanku. Sentuhanku membuatnya lemas, hingga perlawanan refleknya perlahan berubah menjadi pasrah, sekaligus menikmati. Tak butuh waktu lama, area intimnya sudah basah di pelukanku.

Tepat saat aku bersiap untuk menyatukan tubuh dengannya, dia yang sudah mabuk oleh gairah, tiba-tiba berbisik, “Suamiku….”

Aku langsung terdiam. Barulah aku sadar kalau wanita di pelukanku ini bukan adik ipar sahabatku, melainkan istrinya.

Sementara itu, wanita itu menatapku dengan tatapan sayu. Dia sama sekali tak mengenali siapa pria di hadapannya dan malah langsung menempel erat padaku tanpa peduli apapun lagi….

….

Beberapa hari lalu, saat acara pesta ulang tahun sahabatku, si Jonny, aku naksir adik iparnya yang bernama Linda.

Tubuhnya benar-benar memikat, wajahnya cantik, dadanya berisi dan pinggangnya ramping, sangat menggoda.

Jonny orangnya royal. Keesokan harinya, dia mengundangku makan malam di rumahnya. Aku pun berpikir, kalau nanti ada sesi minum-minum dan suasananya sudah mendukung, rencana ini pasti akan berhasil.

Aku pun sangat bersemangat.

Di meja makan, Jonny terus-menerus membantuku menuangkan alkohol untuk Linda.

“Linda… ayo minum, kita harus bersenang-senang hari ini….”

Kakak beradik itu sama sekali tidak tahu niat terselubung kami. Akibatnya, istri Jonny yang bernama Tina juga ikut minum cukup banyak.

Melihat ekspresi Linda yang mulai setengah mabuk dan terlihat sangat menggoda, gairahku langsung memuncak.

Pandanganku terus tertuju pada bagian dadanya yang bermodel kerah V, aku pun bergumam, “Wah… besar dan putih sekali….”

Aku menelan ludah sangking bersemangatnya, lalu bergegas menenggak setengah gelas alkohol untuk menambah keberanian.

Setelah minum beberapa gelas, kesadaranku pun mulai agak samar.

Samar-samar aku melihat Jonny pergi ke kamar mandi dan seorang wanita mengikutinya dari belakang.

Saat itulah, aku tahu kalau pasangan suami istri itu sedang keluar. Ini kesempatanku!

Linda, hehehe….

Aku berdiri dengan langkah sempoyongan, berjalan ke arahnya, lalu merangkul dan membawanya masuk ke kamar tamu.

“Sayang, aku sudah ingin menidurimu sejak lama… malam ini, biarkan aku menjadi priamu!”

Melihat wanita di pelukanku sudah setengah tidak sadar karena mabuk, aku langsung bertindak dengan tidak sabar.

Aku segera menanggalkan pakaian dan celananya yang terasa mengganggu. Aku tak menyangka ternyata kulitnya jauh lebih putih dan mulus dari yang kubayangkan.

Bentuk dadanya yang bulat dan montok benar-benar menggoda, membuatku tidak tahan untuk langsung membenamkan wajah di sana.

Baru pada saat itulah Linda mulai merespon dengan desahan yang tertahan,

“Hm… tunggu sebentar, ah….”

Suara desahannya hampir membuatku lemas. Kalau terus mendengar desahannya, bisa-bisa diriku kalah sebelum berperang.

Benar-benar wanita idaman! Bercinta dengannya pasti akan sangat luar biasa!

Aroma tubuhnya yang manis dan feminim memenuhi rongga hidungku, membuat napasku semakin memburu. Kedua tanganku pun reflek mencengkeram pinggangnya yang ramping dan lembut.

Perutnya yang rata dan kencang ini, entah bagaimana jadinya kalau nanti sampai membusung saat bercinta.

Niat nakalku muncul. Tanganku meremas dadanya yang putih, sementara tangan lainnya mengelus ke arah perutnya.

Kali ini, suara Linda terdengar jauh lebih menggoda,

“Hm… agak pelan….”

Adik ipar Jonny benar-benar luar biasa. Aku membayangkan istrinya pasti jauh lebih menggoda, karena kakaknya terlihat lebih sexy.

Namun, karena istri sahabat tak boleh diganggu, aku terpaksa menurunkan standar dan memilih adiknya, si Linda.

Mendengar desahan dan rintihan pelan wanita itu membuatku semakin tidak sabar. Jadi, aku segera membungkam bibir merahnya dengan ciumanku.

Terasa sangat manis dan lembut, hingga membuatku sendiri mengeluarkan desahan penuh gairah,

“Hmm… kamu genit sekali….”

Meskipun dalam kondisi mabuk, ternyata wanita ini tahu betul cara berciuman. Lidahnya yang manis tanpa sadar masuk ke dalam mulutku dan saling bersahutan dengan lidahku.

Sesekali dia menyentuh langit-langit mulutku sebagai balasan, membuat tenggorokanku terasa kering dan rasanya ingin menelan seluruh tubuhnya ke dalam mulutku. Kedua tangannya mengalungi leherku sambil mengeluarkan desahan napas dari hidungnya.

Ciuman ini terasa begitu memuaskan. Aku pun melepaskan bibir mungilnya, lalu memiringkan kepala untuk mengecup daun telinganya yang indah.

“Dasar genit… kamu sangat menikmatinya, ‘kan? Tubuhmu sampai lemas begini….”

Dengan tangan kiriku yang merangkul bahu indahnya, tangan kananku sudah menyusup ke balik bajunya, mengusap pahanya yang putih mulus.

Linda menatapku dengan mata sayu sambil setengah menggigit bibirnya. Suara desahan terus terdengar, tanda bahwa dia sudah mulai terangsang.

Hal ini membuatku semakin bersemangat. Dalam hati aku berpikir bahwa aktivitas bercinta malam ini pasti akan menjadi sebuah kenikmatan yang luar biasa.

Pantatnya yang montok langsung jatuh ke dalam cengkeramanku. Aku melihatnya membuka mulut mungilnya, bernapas dengan terengah-engah, sementara dua buah dadanya bergerak naik turun dengan cepat.

Kaki kiriku membuka kedua kakinya, lalu lutut kiri kuangkat untuk menggesek area sensitifnya yang lembut.

Aku membuka bra yang dipakainya, lalu mulai meremas, memainkan puting dadanya hingga bagian itu mengeras dan tegang. Perlahan, aku merasakan bagian lutut celanaku mulai basah, pertanda bahwa wanita di hadapanku ini sudah benar-benar siap untuk menerima serangan.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status