首頁 / Romansa / Menantang Kasta / Semakin Sulit Membenci

分享

Semakin Sulit Membenci

作者: Erna Azura
last update publish date: 2026-05-24 08:52:03

Pagi itu udara Lembang terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Mungkin karena musim kemarau akan segera tiba.

Kabut masih turun tipis di antara pepohonan ketika lampu kamar Satria dan Kaluna sudah menyala sejak subuh.

Kaluna berdiri di depan lemari sambil menggigit bibir bawah.

Tangannya sibuk memilih dress.

Yang ini terlalu formal.

Yang itu terlalu terbuka.

Yang satu lagi terlalu mencolok.

“Aduh….” Kaluna mendesah pelan.

Sementara di atas ranjang—Satria duduk sambil memakai jam tangan.
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (6)
goodnovel comment avatar
Ria Nur
iya bener,,, mengsedih hiks hiks
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Ya ampun Thor , cuma di kisah ini Menantang Kasta ada bnyk bab yg bikin sya mewek , Author mmg hebat mengolah cerita & kalimat2nya bagus2 , two thumbs up buat Author...
goodnovel comment avatar
kartiwie yanie
gentle bgt satriaaaa top dehhh....
查看全部評論

最新章節

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 3

    Seminggu setelah percakapan di ruang kerja itu, sebuah mobil hitam perlahan memasuki gerbang perkebunan teh yang selama bertahun-tahun dikenal warga sebagai milik keluarga Deni.Hamparan daun teh yang hijau mengilap membentang sejauh mata memandang, mengikuti lekuk bukit yang bergelombang. Para pemetik teh sudah mulai bekerja sejak matahari belum benar-benar tinggi. Keranjang rotan tergantung di punggung mereka, sementara jemari-jemari terampil memetik pucuk-pucuk muda yang nantinya akan menjadi teh berkualitas premium.Hari itu suasana terasa sedikit berbeda.Bukan karena panen.Melainkan karena sejak pagi seluruh mandor diminta berkumpul di halaman kantor lama.Mereka diberi tahu akan ada “pemilik” yang datang.***Mobil berhenti tepat di depan bangunan administrasi.Seorang sopir bergegas turun membukakan pintu belakang.Sepasang heels berwarna nude menyentuh tanah lebih dulu.Disusul sosok perempuan yang selama ini hanya dikenal

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 2

    Siang itu, matahari Lembang bersinar sedikit lebih hangat.Kabut yang sejak pagi menyelimuti perbukitan perlahan menghilang, digantikan langit biru yang begitu jernih.Di halaman rumah, Arutala dan Arunika baru saja selesai bermain gelembung sabun bersama kedua nanny.Suara tawa mereka sesekali terdengar sampai ke dalam rumah.Kaluna yang sedang berada di dapur menoleh ke arah jam dinding.Pukul dua belas lewat lima menit.Sudah hampir waktunya Satria pulang.Sejak memiliki rumah yang tidak terlalu jauh dari kantor, Satria memang hampir selalu menyempatkan pulang untuk makan siang.Katanya, makanan rumah tidak pernah bisa dikalahkan restoran mana pun.Kaluna tersenyum sendiri mengingat ucapan suaminya.Tangannya kembali sibuk menyusun hidangan di atas meja makan.Hari ini tidak ada menu mewah.Hanya makanan kesukaan Satria.Nasi hangat.Sayur asem.Ayam goreng lengkuas.Tempe mendoan.Sambal dadak.Dan ikan nila goreng yang baru diangkat beberapa menit lalu.Kaluna

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 1

    Waktu tidak pernah benar-benar berhenti.Ia terus berjalan, membawa manusia bertumbuh bersama segala cerita yang mereka miliki.Begitu pula dengan kehidupan Satria.Laki-laki yang dahulu hanya seorang mahasiswa sederhana dari desa, pernah ditolak, diremehkan, bahkan dijadikan bahan tertawaan karena dianggap tidak memiliki masa depan—kini justru menjadi salah satu pengusaha muda yang namanya mulai diperhitungkan di industri agribisnis Indonesia.Namun anehnya, ada satu hal yang tidak pernah berubah.Setiap pagi, sebelum memasuki ruang rapat ataupun menandatangani kontrak bernilai miliaran rupiah, Satria selalu memulai harinya dengan berjalan menyusuri gudang dan menyapa para petani.Seolah-olah dia takut melupakan dari mana semuanya bermula.Karena bagi Satria, awal mula kesuksesannya bukan dari jabatan sebagai sekretaris dari AG Group namun sebagai petani.***Kabut Lembang pagi itu turun sedikit lebih tebal dibanding biasanya.Udara masih terasa dingin ketika sebuah mobil d

  • Menantang Kasta   Kenangan

    Pesta yang sejak pagi dipenuhi suara tawa perlahan kehilangan riuhnya. Anak-anak mulai kelelahan. Beberapa tertidur di stroller. Sebagian lagi masih bertahan bermain gelembung sabun sambil menggenggam balon hadiah. Para tamu satu per satu berpamitan. Jangan tanya apakah Ivander datang karena Noorin sudah tidak mau terlibat apapun dengan keluarga Satria Suara klakson mobil bergantian terdengar dari halaman depan. Band yang sejak siang memainkan lagu-lagu ceria kini beralih membawakan lagu akustik dengan tempo yang jauh lebih pelan. Matahari mulai turun di balik perbukitan Lembang. Langit berubah jingga. Semburat cahaya sore menyentuh kaca-kaca besar rumah Satria hingga bangunan itu terlihat hangat. Kaluna baru saja mengantar tamu terakhir ketika akhirnya mengembuskan napas panjang. “Akhirnya beres juga pestanya ….” Satria yang sedang menggendo

  • Menantang Kasta   Akhirnya Pulang

    Hari itu datang lebih cepat daripada yang pernah Satria bayangkan.Genap satu tahun sejak dua tangisan kecil memenuhi ruang operasi dan mengubah seluruh hidupnya.Satu tahun sejak Arutala dan Arunika hadir membawa kebahagiaan yang bahkan tidak pernah berani dia impikan.***Matahari bahkan belum benar-benar terbit ketika halaman rumah sudah dipenuhi aktivitas.Beberapa truk vendor memasuki gerbang secara bergantian.Petugas dekorasi mondar-mandir membawa rangka besi, rangkaian balon, papan kayu hingga pot-pot bunga.Kaluna berdiri di balkon kamar utama sambil memeluk secangkir cokelat hangat.Di sampingnya, Satria baru selesai mengenakan jam tangan.Tatapan mereka sama-sama tertuju ke halaman depan.“Ramai banget ya,” gumam Kaluna.Satria tersenyum kecil.“Kamu sendiri yang bilang ulang tahun pertama cuma sekali.”Kaluna mengangguk pelan. “Iya sih .…”Dia menoleh ke arah suaminya.“Aku ingin nanti kalau Tala

  • Menantang Kasta   Menjalani Kebahagiaan

    Pagi itu, matahari bahkan belum sepenuhnya muncul ketika rumah kembali hidup.Bukan karena alarm.Bukan pula karena suara telepon Satria dengan pihak Alterio Corp.Melainkan karena suara seseorang yang sedang mengoceh dari balik baby monitor.“Babababa…”Disusul suara lain yang tidak mau kalah.“Aaaa… daaa…”Kaluna yang masih memejamkan mata menarik selimut sampai ke dagu. “Sayaaang ….” Suara itu lirih. “Bentar lagi….”Satria yang sebenarnya yang sudah bangun sedari tadi hanya tersenyum kecil.Dia melirik jam digital di atas nakas.Pukul 05.12.Adzan Subuh baru saja selesai beberapa menit lalu.“Bangun yuk?” ajaknya pelan.Kaluna menggeleng tanpa membuka mata. “Enggak ah, masih ngantuk ….”Satria terkekeh.“Mereka udah manggilin kita?” Satria mengendik ke baby monitor.“Minta tolong Nanny saja ….” Kaluna malah memeluk Satria erat.Satria tertawa pelan, membalas pelukan itu.“Kasian mereka laper,” kata Satria.“Masih ada ASI cadangan di frezer … Nanny pasti sudah kas

  • Menantang Kasta   Tidak Menyerah

    Namun bahkan setelah tengah malam beranjak larut—Satria masih sibuk membuka laptop.Membuat checklist. Menyusun timeline. Menghubungi paman Elan. Mengatur area workshop yang akan ditampilkan.Dan keesokan paginya—dia sudah pergi lagi sebelum Kaluna benar-benar bangun.“Yang ini jangan dipajang d

  • Menantang Kasta   Ikut Membantu

    “Kalau untuk furniture resort…”Satria memunculkan beberapa file design ke layar.“…saya sudah siapkan workshop produksi yang bisa langsung ditinjau.”Dan beberapa wajah di layar seketika berubah ekspresi, termasuk Ryley. Meeting malam itu kembali dilakukan pukul delapan malam waktu Indonesia.

  • Menantang Kasta   Tidak Sama

    Pagi keesokan harinya, Kaluna dan Satria kembali ke Lembang.Gedung bertingkat berganti hamparan kebun teh.Sampai akhirnya mobil Satria memasuki jalan desa.Meski udara menusuk hingga tulang, namun kali ini—entah kenapa—Kaluna merasa jauh lebih hangat.Karena tangan kirinya sejak tadi tidak pe

  • Menantang Kasta   Memohon Untuk Satria

    Siang sudah berganti malam ketika mobil Satria yang dikendarai Kaluna akhirnya memasuki kawasan elite Pondok Indah.Lampu-lampu taman di sepanjang jalan menyala hangat.Deretan mansion megah berdiri angkuh.Semuanya masih sama.Tidak ada yang berubah.Rumput-rumput dipangkas sempurna.Air man

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status